Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S. Ali Imran 110)
Ummat Islam pada masa Rasul adalah ummat terbaik, disebabkan mereka mengajak kepada fitrah dan mencegah dari kekotoran fitrah. Merekalah sebaik-baik manusia sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.†Tidak ada orang yang lebih bermanfaat daripada orang yang mengajak kepada iman dan Islam serta mencegah dari kekafiran dan kesyirikan.
Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (Q.S. Ali Imran: 64)
Ummat Islam pada saat itu juga siap untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka bila diperlukan. Sebab berjihad adalah bagian dari usaha mencegah kemungkaran (kekafiran dan kesyirikan). Rasulullah SAAW pernah bersabda, “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya (kuasanya). Jika tidak mampu, hendaklah dicegah dengan lidahnya. Kemudian kalau tidak mampu juga, hendaklah dicegah dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.â€
Jihad adalah salah satu sifat orang yang mencintai dan dicintai Allah. Dalam berjihad, kita tidak boleh terpengaruh oleh celaan orang-orang yang suka mencela. Walaupun orang-orang kafir dan musyrik tidak senang dengan amar ma’ruf nahi munkar yang kita lakukan dan menyebut kita sebagai teroris, fundamentalis, kelompok radikal, dsb; kita harus tetap melakukan hal ini demi kebaikan ummat manusia.
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Maaidah:54)
Berpesan dalam kebenaran adalah untuk mengagungkan Allah, memberi peringatan dan membersihkan jiwa dari kesyirikan dan kekafiran.
Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. (Q.S. Al-Muddatstsir: 1-6)
Â