Sistem Ketuhanan Melawan Sistem Atheisme

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa… Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. [QS. Al-Baqoroh: 275, 276, 278]

Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya. [Keluaran 22:25]

Bagi Kristiani, sebelum membaca tulisan ini, padamkan dulu api permusahan di hati Anda terhadap Muslim. Bacalah tulisan ini dengan hati yang tenang dan fikiran yang positif tanpa kecurigaan ataupun fikiran negatif.

Kita semua tentu ingin menyelamatkan perekonomian Indonesia agar tak ikut terseret Amerika dan Eropa yang tengah runtuh akibat sistem ekonomi Iblis. Sistem perekonomian, bagaimanapun juga lahir dari ideologi tertentu. Sistem ekonomi sosialis lahir dari sosialisme, sedangkan sistem ekonomi kapitalis lahir dari ideologi kapitalisme. Kedua sistem tersebut berpijak kepada landasan yang sama, yaitu atheisme.

Kaum sekular Amerika menciptakan kapitalisme, sedangkan kaum sekular Eropa menciptakan sosialisme. Keduanya menganggap bahwa Tuhan hanya ada di rumah ibadah. Tuhan tak perlu mengatur urusan manusia di luar rumah ibadah. Sehingga mereka menciptakan sistem tanpa melihat kepada hukum Tuhan. Mereka menganut sistem Ketuhanan di rumah ibadah. Namun di luar rumah ibadah, mereka adalah atheis. Maka tak heran jika sistem yang mereka buat itu bertentangan dengan hukum Tuhan yang terus-menerus menimbulkan ketidak-adilan. Dan akhirnya menyebabkan petaka bagi mereka yang menganut sistem tersebut.

Tuhan menginginkan kebaikan bagi manusia, dan Dia membuatkan sistem yang menyelamatkan bagi manusia, bukan sistem yang merusak. Tak ada alasan bagi kita untuk mempertahankan sistem perekonomian sekuler buatan Novus Ordo Seclorum (New World Order).

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [QS. Ar-Ruum: 41]

Kita muncul ke permukaan sebagai apa yang disebut dengan penyelamat buruh dari penekanan ini, ketika kita mengusulkan kepadanya untuk mengikuti berbagai barisan perjuangan kita, seperti para sosialis, anarkis, dan komunis, yang selalu kita beri dukungan sesuai dengan apa yang disebut dengan peraturan persaudaraan, solidaritas semua manusia, dari Mason Sosial kita. Para aristokrat yang senang dengan kerja para buruh, lebih tertarik untuk melihat apakah para buruh ini mendapatkan pangan yang cukup, sehat, dan kuat. Sedangkan kita senang melihat kebalikannya, yaitu penyusutan, pembasmian orang-orang ghoyim. Kekuasaan kita ada pada kekurangan makanan dan kelemahan fisik yang kronis dari para buruh tersebut karena semua itu menandakan ia telah menjadi budak dari keinginan kita, dan ia tidak akan mendapati pada dirinya sendiri baik kekuatan atau energi yang dapat digunakan untuk melawan keinginan kita. Kelaparan menciptakan hak bagi modal/kapital untuk mengatur para buruh secara lebih pasti dibandingkan dengan hak yang diberikan kepada para aristokrat melalui kewenangan sah para raja. [Protocol of Zion 3:7]

Semua sistem sekuler ini adalah hasil pemikiran agen-agen Freemason yang ingin merusak seluruh sendi kehidupan manusia. Setelah itu semua terjadi, para Masonic ini ingin muncul sebagai dewa penyelamat dan memalingkan manusia dari Tuhan kepada Dajjal. Namun hal itu tak akan terjadi selama kita masih mempertahankan hukum Tuhan yang ingin dihapus oleh agen Masonic yang menganggap hukum Tuhan sebagai hukum kutuk. Padahal hukum Tuhan adalah hukum keselamatan yang akan tetap lestari hingga ‘saat’ itu terjadi. Tak satu titik pun hukum Tuhan yang menyelamatkan ini dihapus hingga yaumus sa’ah.

Nabi Muhammad diutus ketika hukum Tuhan telah hampir punah. Pada masa seperti itu, Tuhan mengirim Tuan kita dengan membawa hukum yang menyala-nyala. Hukum yang dibawanya tetap lestari hingga sekarang dan akan tetap lestari hingga ‘saat’ yang telah ditentukan.

Berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.” [Ulangan 33:2]

Tuhan telah mengirim Tuan kita untuk membimbing kita dalam menghadapi serangan para pembangkang Tuhan sejak dahulu kala. Untuk menghadapi keturunan para pembunuh nabi. Untuk menghadapi para serigala.

Masyarakat ghoyim (non-Yahudi) adalah kawanan domba dan kita adalah serigala-serigala mereka [Protocol of Zion 11:4]

Sekali lagi, tak ada alasan untuk mempertahankan sistem perekonomian dan hukum sekuler. Sudah saatnya kita membangun negeri kita dengan sistem dari Tuhan yang dibawa oleh Tuan kita. Jangan mau diperalat oleh Zionis untuk mempertahankan sistem riba (usury). Tinggalkanlah sistem Iblis dan beralihlah kepada hukum Tuhan. Kesampingkanlah dahulu perbedaan aqidah dan doktrin ketuhanan di antara kita. Saatnya kita bahu-membahu membela apa yang ada dalam kitabmu dan kitabku, yaitu kita menggunakan sistem yang sesuai dengan hukum yang sama-sama ada dalam kitabmu dan kitabku, dan tidak lagi menggunakan sistem riba dan segala sistem turunan dari sistem Iblis yang sama-sama dilarang dalam kitabmu dan kitabku.

(hotarticle.org)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *