Teruslah Mengharap Rahmat Allah

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (QS. Al-Baqarah:222)

Allah tidak pernah berputus-asa memanggil hamba-hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya. Bahkan Dia terus memanggil hamba-hamba-Nya yang melampaui batas dalam kezhaliman. Dia menyemangati mereka untuk terus mengharapkan kasih-sayang Allah. Dia terus mengingatkan bahwa Allah tak pernah bosan menanti taubat mereka. Allah selalu menantikan dan menerima taubat mereka. Allah tak pernah berputus asa mengenai taubat kita. Maka janganlah kita berputus-asa dari rahmat Allah.

Sungguh, Allah membuka banyak pintu bagi kita untuk kembali kepada-Nya dan banyak jalan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kita. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat dan membersihkan diri. Sekelam apa pun hati kita, Allah sanggup membersihkannya dalam satu sentuhan, jika kita mau bertaubat.

Jangan terpengaruh kata-kata syaithan yang mengatakan bahwa taubat itu hanya terbatas pada tiga kesempatan. Allah adalah yang Mahasabar dan Mahamenerima taubat. Jika dikatakan “Maha”, itu menunjukkan bahwa kesabaran Allah itu tak terbatas, dan Dia selalu menerima taubat hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.

Allah terus menyemangati kita untuk membersihkan jiwa-raga kita. Allah terus menyemangati kita untuk membersihkan iman dan taqwa kita dari hama dan kotoran dosa, nafsu dan segala macam keburukan.

Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah! Dan perbuatan dosa tinggalkanlah! (QS. Al-Muddatstsir: 1-5)

Pakaian itu ada pakaian lahir, dan ada pakaian bathin. Dan sebaik-baik pakaian adalah taqwa. Banyak cara untuk membersihkan jiwa dan bathin kita.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan jiwa-raganya, dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia sholat. (QS Al A’laa : 14-15)

Bersihkanlah diri kita dari kekafiran. Lalu bersihkan diri kita dari sifat-sifat buruk seperti sombong, kufur, bakhil, dlsb. Lalu dirikanlah sholat dan berbagai amal shalih lainnya yang bisa kita lakukan. Dan jangan dengarkan perkataan syaithan yang berkata, “Kau ini…. sholat juga, tetapi ma’shiat juga.” Ketahuilah, bahwa Nabimu telah mengajarkan agar kita mengiringi setiap keburukan kita dengan kebaikan, agar keburukan itu dapat terhapus dengan kebaikan tersebut.

Nabi SAW juga mengajarkan bahwa wudhu itu dapat menghapus dosa. Dan sholat fardhu lima waktu itu seperti lima sungai yang melintas di jalan yang dilalui seorang buruh. Setiap bertemu sungai, ia mandi. Ketika sampai di rumah, masihkah tertinggal daki pada tubuhnya?

Sholat juga merupakan benteng yang menahan kita dari perbuatan yang keji dan munkar. Jika Anda masih berbuat ma’shiat setelah shalat, ketahuilah, bahwa Anda akan lebih jahat lagi dari itu jika anda meninggalkan sholat. Dorongan kejahatan masing-masing orang itu berbeda-beda, dan qualitas sholatnya pun berbeda-beda. Jika ada orang yang sholat, tetapi masih berbuat ma’shiat, jangan menyimpulkan bahwa sholat itu tidak berguna. Sungguh sholat itu sangat berguna bagi jiwa dan raga kita. Jika ada orang yang baik tetapi tidak sholat, maka jika ia sholat, ia akan lebih baik lagi. Adapun orang yang baik walau tidak sholat, sesungguhnya di mata Allah, ia itu termasuk orang yang jahat. Karena ia melanggar perintah Allah yang utama setelah syahadatain.

Jika anda termasuk orang yang meninggalkan sholat, atau orang yang sering berbuat kejahatan, atau orang yang terus berulang-alik bertaubat, janganlah Anda berputus asa dari rahmat Allah. Jika Anda mau bertaubat dan mendirikan sholat, maka allah mengampuni segala dosa Anda. Jika Anda mau bertaubat dan berusaha untuk tidak mengulangi kejahatan Anda, maka Allah akan mengampuni Anda. Jika Anda telah bertaubat, mendirikan sholat, dan berusaha menghindari ma’shiat, namun kemudian Anda terjerumus lagi, maka ketahuilah bahwa Allah tidak pernah berputus asa dari taubat Anda, maka janganlah Anda berputus-asa dari rahmat-Nya. Teruslah harapkan rahmat-Nya dan jangan pernah bosan. Teruslah bertaubat dan janganlah pernah bosan. Teruslah mengharapkan ampunan-Nya dan jangan pernah bosan.

Memang tidak ada jaminan bahwa Anda tidak akan mengulangi kejahatan anda setelah bertaubat. Tetapi juga tidak ada jaminan bahwa setelah bertaubat, Anda pasti melakukan kejahatan lagi. Siapa tahu setelah bertaubat, Anda langsung wafat sebelum sempat berbuat dosa lagi. Teruslah mengharap rahmat Allah, karena rahmat-Nya itu sangatlah luas. Dia membalas satu kebaikan dengan 10 kebaikan. Dia mencatat satu niat baik yang tak terlaksana sebagai satu kebaikan. Dia mencatat satu niat jahat yang tak terlaksana sebagai satu kebaikan, dan dia mencatat satu niat kejahatan yang terlaksana sebagai satu kejahatan. Jika seperti ini keadaannya, bukankah jalan ke surga itu sebenarnya terbentang luas?

Semoga Allah memberi kita taufiq dan hidayah untuk selalu kembali kepada-Nya. Dan semoga Allah juga memberi taufiq dan hidayah-Nya bagi saudara-saudari kita yang masih terjebak dalam perzinaan, khomr, minuman keras, narkotika, obat terlarang, perjudian, hiburan yang mengandung ma’shiat. Ya Allah, tolonglah kami dan saudara-saudara kami yang masih terperangkap dalam keburukan. Jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang selalu bertaubat kepada-Mu. Jadikanlah kami sebgai bagian dari hamba-hamba-Mu yang Engkau cintai. Aamiin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *