Prasangka Buruk

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka! Karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa. (Al-Hujurat: 12)

Sebagian manusia menilai orang lain dari luarnya saja dan dari ‘kejauhan’. Pria berambut gondrong sering disangka jahat. Padahal banyak pria berambut pendek dan rapi yang perbuatannya justeru sangat jahat dan menyengsarakan banyak orang. Wanita berdada rata disangka lesbian, atau laki-laki berwajah agak mirip wanita dianggap homo. Padahal mereka tidak melakukan operasi, mereka seperti itu sudah kehendak Allah. Sedangkan tingkah laku dan sifat mereka adalah normal, yang wanita berhasrat kepada pria, yang pria berhasrat kepada wanita.

Maka benarlah segala firman Allah. Sungguh kebanyakan prasangka itu merupakan perbuatan dosa. Karena prasangka, kita menuduh yang tidak-tidak kepada seseorang. Bahkan mungkin kita menyakiti hati orang tersebut dengan perkataan yang jahat yang didasari prasangka kita yang salah. Sebagian manusia lebih suka menuduh daripada mengenal lebih dekat dan berusaha memahami perihal sesungguhnya.

Lupakah kita, bahwa ada hari pembalasan disana? Jika Anda adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka bicaralah yang baik atau diam. Banyak manusia yang masuk ke dalam neraka karena kurang pintar menjaga lisan.

Kata ‘diam’ dalam bahasa Arab memiliki akar yang sama dengan kata ‘puasa’. Dalam kebiasaan bani Israel juga dikenal puasa dimana seseorang bukan menahan diri dari makan, minum dan hubungan seks. Tetapi puasa dimana seseorang menahan diri dari berkata-kata. Hal ini pernah dilakukan oleh Nabi Zakariya as. dan Sayidah Maryam. Ketika dituduh berzina oleh masyarakat di sekitarnya, Sayidah Maryam memberi isyarat bahwa ia sedang berpuasa dari bicara dan menunjuk kepada Nabi Isa yang sedang ditimangnya supaya mereka bertanya saja kepada bayinya itu agar menjelaskan perihal sesungguhnya.

Mengklarifikasi dengan cara yang kurang bijaksana terkadang membuat seseorang merasa dipojokkan dan diadili. Tetapi klarifikasi lebih baik daripada Anda berprasangka buruk. Sayangnya, sebagian kita bertanya bukan untuk meminta penjelasan melainkan untuk mengejek atau memaksa orang tersebut untuk membenarkan prasangka kita. Wallahu a’lam.

Baca juga:
Su`uzhzhon