Pada musim hajji berikutnya, sebagaimana yang telah dijanjikan, mereka bertemu lagi dengan Rasulullah saaw di ‘Aqabah. Di tempat itulah mereka menyatakan bai’at (janji setia) kepada beliau. Mereka yang berbai’at dari suku Khazraj ada 10 orang, yaitu As’ad bin Zararah, Auf bin Al-Harits, Mu’adz bin Al-Harits, Rafi’ bin Malik bin ‘Amr, Dzarwan bin Abdi Qais, Ubadah bin Ash-Shamit, Yazid bin Tsa’labah, Al-Abbas bin Ubadah, ‘Uqbah bin Amir dan Quthbah bin Amir. Sedangkan dari suku ‘Aus ada 2 orang, yaitu Abul Haitsam bin At-Tayyim dan Uwain bin Sa’idah. Mereka semua berbai’at dan mengucapkan, “Kami berjanji tidak akan menyekutukan Allah dengan apa pun juga. Tidak akan berbuat zina. Tidak akan membunh anak-anak kami. Tidak akan berbuat dusta. Dan tidak akan berbuat durhaka.†(Lihat QS. 60:12)
Setelah mereka selesai beribadah hajji, mereka pulang ke Yatsrib. Rasulullah saaw mengutus Mush’ab bin Umair bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushayy bersama mereka ke Yatsrib untuk mengajar Al-Qur`an di sana.