INSYA ALLAH secara harfiah berarti jika Allah Menghendaki. Ketika manusia berjanji, maka ada dua bagian dalam pemenuhan janji itu, 90% kehendak manusia itu dan 10% kehendak Allah. Mengapa manusia hanya memiliki 90%, bukannya 100%? Karena kehendak manusia belum tentu terjadi, sedangkan kehendak Allah pasti terjadi. Lalu mengapa dikatakan bahwa kehendak manusia itu 90%, yang berarti lebih besar porsinya daripada porsi Allah? Karena untuk membayar janjinya, manusia harus bersungguh-sungguh untuk menunaikannya, tidak boleh ia asal berjanji tetapi padahal ia tidak benar-benar berkehendak untuk memenuhinya.
Namun berbeda jika Allah yang berjanji. Ketika Allah berjanji, maka hanya ada satu bagian (100%) dalam pemenuhan janji itu, yaitu 100% kehendak Allah. Maka jika Dia berkata, “Aku akan memasukkan hamba-Ku yang bertaqwa ke dalam Jannah, dengan kehendak-Ku.†Maka ini adalah janji yang 100% pasti dipenuhi. Karena jika Allah telah berkehendak, maka kehendak siapa pula yang dapat menghalangi-Nya? Tidak ada seorang pun yang punya bagian, walau hanya 1%, dalam pemenuhan janji Allah ketika Dia berjanji. Jika ada, maka si pemilik bagian 1% itulah yang kemudian menentukan apakah ia berkehendak ataukah tidak. Dan itu berarti bahwa Allah bergantung pada kehendak sesuatu yang lain. Akan tetapi tidak demikian. Tidak ada seorang pun yang punya bagian, walau hanya 1%, dalam pemenuhan janji Allah ketika Dia berjanji.
Lalu bagaimana dengan manusia yang berjanji tanpa berkata, “Insya Allah.� Manusia itu adalah manusia yang lalai atau mungkin sombong. Dia lalai bahwa kehendak manusia itu belum tentu terjadi, sedangkan kehendak Allah itu pasti terjadi. Dia sombong apabila dia meyakini bahwa kehendaknya pasti terjadi dan tidak ada yang bisa menghalangi terwujudnya kehendaknya, bahkan Tuhan pun tidak.
Yasin: 82.
Yesus menyadari hal ini, bahwa kehendaknya belum tentu terjadi, tetapi kehendak Tuhan pasti terjadi. Dan ini menunjukkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan yang kehendaknya pasti terjadi. Yesus hanyalah manusia yang kehendaknya itu tergantung pada kehendak Tuhan.