Penulis: adminSN

  • Dzikir Berjama’ah Secara Jahr

    Fadzkuruunii Adzkurkum. (Ingatlah/berdzikirlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku mengingat kalian) [QS. Al-Baqoroh: 152]

    Camkanlah, bahwa dengan dzikrullah itu hati menjadi tenang! [QS. Ar-Ra’d: 28]

    Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. [QS. Al-Kahfi: 28]

    Disunnahkan bagi orang-orang yang selesai mendirikan shalat berjama’ah untuk mengangkat suaranya dalam berdzikir secara berjama’ah. Hal tersebut didasarkan pada hadits Sayyidina Abdullah bin Abbas ra, beliau berkata, “Sesungguhnya mengangkat suara dalam dzikir ketika orang-orang telah selesai dari shalat fardhu itu terjadi pada masa Rasulullah SAW.” [HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim]

    Al-Hafizh Ibnu Hajar rah.a mengatakan dalam Fat-hul Bari, “Dalam hadits tersebut terkandung makna bolehnya mengeraskan dzikir setelah mendirikan shalat.”

    Adapun hadits “Irba’uu ‘alaa anfusikum fa innakum laa tad’uuna ashomma wa laa ghaa-iba” menjelaskan larangan mengangkat suara ketika berdzikir sambil berjalan-jalan dan bukan ketika berjama’ah di suatu majelis. Jika menjahr dzikir itu di larang, lalu bagaimana dengan takbiran yang dilakukan pada hari ‘Id?

    Syaddad bin Aus ra juga meriwayatkan, dan dibenarkan oleh Ubadah bin Ash-Shamit, dia berkata: Kami berada di sisi Rasulullah SAW ketika beliau bersabda, “Adakah di antara kalian orang yang asing?” Kami menjawab, “Tidak ada yaa Rasulullah.” Lalu beliau memerintahkan untuk mengunci pintu, lalu bersabda, “Angkatlah kedua tangan kalian, lalu ucapkanlah LAA ILAAHA ILLALLAAH.” Kami pun mengangkat kedua tangan kami sesaat. Kemudian Rasulullah SAW meletakkan tangannya dan bersabda, “Al-hamdu lillaah, yaa Allaah, sesungguhnya Engkau telah mengutusku dengan (mengemban) kalimat (tauhid) ini. Engkau memerintahkan aku untuk mengamalkannya, dan Engkau menjanjikan surga bagiku karenanya. Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Bergembiralah, karena sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian.” [HR. Imam Ahmad, Imam Thabrani, Al-Bazzar, Imam Al-Hakim]

    Banyak lagi hadits shahih yang mengungkapkan masalah mengangkat suara dalam dzikir berjama’ah. Jadi, tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa hal ini adalah perkara bid’ah. Hanya kaum yang lemah aqal dan kurang memahami syari’at saja yang menganggap hal ini sebagai perkara bid’ah. Wallahu a’lam.

  • Ibumu, Kemudian Ayahmu

    Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. [QS. Al-Isra`: 23] (lebih…)

  • Ibumu, Kemudian Ayahmu

    Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. [QS. Al-Isra`: 23]

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a berkata: Telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw lalu bertanya: “Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku layani dengan sebaik mungkin?” Rasulullah saw bersabda: “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Rasulullah saw bersabda: “Kemudian ibumu.” Orang itu terus bertanya: “Kemudian siapa?” Rasulullah saw bersabda: “Kemudian ibumu.” Orang itu terus bertanya: “Kemudian siapa?” Rasulullah saw bersabda: “Kemudian ayahmu.” [HR. Bukhori, Muslim, Ibnu Majjah, Ahmad]

    Saya ingat bahwa saya pernah memaki-maki ibu saya sewaktu saya masih sekolah di Sekolah Dasar. Dulu, terkadang saya merasa jengkel dan berfikir bahwa orangtua saya bukanlah orangtua yang faham kejiwaan anak. Padahal harusnya saya mengerti bahwa mereka memang bukan lulusan fakultas psikologi sehingga saya boleh menuntut mereka untuk memahami saya.

    Namun dibalik itu semua, mereka memiliki sesuatu yang sangat indah. Kelembutan hati. Ya, kelembutan hati seorang ibu yang rela membawa saya kemana pun beliau pergi selama 9 bulan dan beberapa tahun. Namun sembilan bulan pertama adalah 9 bulan yang menakjubkan. Beliau membagi kehidupannya dengan saya, membagi nafasnya dengan saya, membagi makanannya dengan saya, dan menghabiskan seluruh waktunya bersama saya. Selama 9 bulan 10 hari.

    Lalu lahirlah bayi mungil yang disambut dengan senyum kesyukuran. Bayi yang terus merasakan kelembutan kedua orangtuanya. Kelembutan orangtua yang rela terkena pipis dan ee si bayi. Kelembutan orangtua yang rela bangun di tengah malam untuk menggantikan popok agar si bayi dapat kembali terlelap dibuai mimpi. Kelembutan demi kelembutan mereka telah membalur di sekujur jiwa-raga saya. Namun hingga ibu saya wafat, saya belum dapat memberikan apa pun untuk membalas segala kelembutan dan kasih-sayang beliau.

    Saya menyesal telah menyia-nyiakan waktu saya dalam kedurhakaan terhadap beliau. Kini tinggallah ayah saya. Ayah yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan penyambutan atas kelahiran saya. Saya bukanlah raja atau pun presiden. Tetapi beliau menyambut kehadiran saya melebihi penyambutan atas kehadiran seorang raja. Bagi beliau, saya sangatlah istimewa. Saya berharap bahwa saya tidak akan menghabiskan hidup saya dengan membenci beliau. Saya tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya.

    Jika dulu mereka telah bersabar atas kita, mengapa sekarang kita tidak dapat bersabar atas mereka? Ingatlah ini ketika Anda merasa kesal kepada orangtua Anda. Tersenyum dan bersyukurlah bahwa Anda masih bisa hidup bersama orangtua Anda. Karena kelak, akan datang masanya Anda merindukan mereka dengan segala perlakuan mereka. Anda akan merindukan mereka yang membelai kepala Anda. Mereka yang memindahkan Anda ke kamar Anda ketika Anda tertidur di ruang keluarga di masa kecil Anda. Atau mereka yang mengganjal kepala Anda dengan bantal ketika Anda terlelap di sofa. Atau mungkin mereka yang mengesalkan Anda ketika mereka menasihati Anda.

    Wahai Allah, jadikanlah qubur orangtua kami yang telah wafat itu sebagai taman dari taman-taman surga. Dan jangan jadikan qubur mereka sebagai lembah dari lembah-lembah neraka. Ampunilah segala dosa mereka. Angkatlah segala siksa dari mereka. Dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kami ketika kami masih kecil. Aamiin.

  • YOHANES 1:1 (Logos)

    Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. [Yohanes 1:1 TB2]

    Ummat Kristen Trinitarian percaya bahwa yang dimaksud ‘Firman’ adalah Yesus. Padahal kamus mana pun tidak pernah mengartikan Firman sebagai Yesus.

    Firman/Logos/Kalimah itu mempunyai makna yang cukup luas. Logos/Kalam dapat berarti ungkapan atau ekspresi, alasan (Kis 10:29), perintah (QS. 2:124; Gal. 5:14; Kej. 2:16), ketetapan (QS. 3:64; Kel. 12:24), perkataan (Rm. 15:18; QS. 4:46; QS. 5:13), berbicara (QS. 4:164; Kel. 19:9; QS. 7:143), menjawab (Kel. 19:19), rencana, janji/perjanjian (QS. 6:34; QS. 7:137), pesan (Luk. 4:32), kitab (QS. 7:158), berita, pengakuan, kesaksian, pengajaran, dsb. Logika berasal dari kata logos ini. Tetapi tidak ada dalam kamus yang mengatakan bahwa Logos bermakna Yesus.

    Maka ayat di atas hendaknya tidak diartikan: “Pada mulanya ada Yesus.” Akan tetapi: “Pada mulanya ada Firman.” Dan firman di sini bisa berarti rencana atau perintah Allah untuk menciptakan sesuatu yang Dia kehendaki. Jika kita melihat Kitab Kejadian pasal 1, kita akan melihat bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan Firman-Nya: Jadilah. Begitu juga jika kita melihat di dalam Al-Quran, dikatakan di dalamnya bahwa jika Allah berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka cukuplah Dia berkata: Jadilah.

    Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. [Kejadian 1:3]

    Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. [QS. Ya Sin (36): 82]

    Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah (seorang manusia)”, maka jadilah dia (seorang manusia). [QS. Ali Imran (3): 59]

    Dalam Perjanjian Lama, kita dapat melihat bahwa bangsa Yahudi terbiasa dengan gagasan ‘Firman Tuhan’ yang mengacu pada Tindakan dan Kebijaksanaan-Nya. Penting untuk dicatat bahwa Yahudi menganut Ketuhanan Yang Mahaesa, dan tidak percaya akan “Allah Tritunggal.” Mereka terbiasa dengan idiom dari bahasa mereka sendiri, dan memahami bahwa kebijaksanaan dan kuasa Tuhan diwujudkan dengan ‘Firman’.

    Jika Anda seorang pelukis, pematung, atau pujangga, Anda akan mengekspresikan/mengungkapkan diri Anda melalui lukisan, patung, atau syair. Melalui lukisan, patung, atau syair, orang lain akan dapat mengenal siapa diri Anda sebenarnya. Begitulah Allah, melalui kalimah-Nya berupa alam semesta, para Nabi, juga kitab-kitab-Nya telah memperkenalkan Diri-Nya kepada kita.

    Murid-murid Yesus pernah bertanya kepada Yesus, “Bagaimana Allah itu?” Yesus menjawab, “Jika kamu telah melihat aku, berarti kamu telah melihat Allah.”

    Para shahabat Nabi Muhammad juga pernah bertanya, “Bagaimana Allah itu?” Nabi Muhammad pun menjawab, “Jika kamu telah melihat aku, maka kamu telah melihat Allah.” Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi bersabda, “Janganlah kamu memikirkan Allah, karena kamu tidak akan snggup, akan tetapi fikirkanlah ciptaan-Nya.” Ya, ciptaan-Nya, kalimah-Nya yang tidak tertulis.
    Logo/Kalam adalah ungkapan Tuhan, dan adalah Komunikasi Diri-Nya, sama halnya sebuah “kata” adalah suatu ungkapan yang keluar dari pemikiran seseorang. Ungkapan Tuhan yang keluar ini sekarang telah wujud pada Hamba-Nya, dan dengan begitu, maka dengan sempurna dapat dimengerti mengapa Yesus disebut “Logos/ Kalimah.” Yesus adalah suatu ungkapan yang keluar dari kebijaksanaan, tujuan dan rencana Allah. Karena alasan yang sama, kita menyebut wahyu sebagai “suatu firman dari Tuhan” dan Alkitab atau pun Al-Quran adalah “Firman Allah.”

    Jika kita memahami bahwa logo/kalimah adalah ungkapan Tuhan —rencana, maksud, alasan dan kebijaksanaan Tuhan, maka jelaslah bahwa itu semua tentu saja bersamaNya “di dalam permulaan.” Alkitab mengatakan bahwa kebijak-sanaan Allah adalah “dari awal” (Amsal 8:23). Itu adalah penulisan Ibrani yang sangat umum untuk mewujudkan suatu konsep seperti kebijaksanaan. Tidak ada Yahudi masa lampau yang membaca Amsal akan berpikir bahwa kebijaksanaan Tuhan adalah pribadi yang terpisah, walaupun dilukiskan dalam salah satu ayat dalam Amsal 8:29 dan 30: “… ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku [kebijaksanaan] adalah kesayangan di sisiNya.”

    Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. [Amsal 8:23]

  • RING BACK TONES MAJELIS RASULULLAH

    Alhamdulillah, kini Qoshidah Hadroh Majelis Rasulullah sudah bisa dini’mati sebagai ring back tone atau nada sambung pribadi.

    CARA MENGAKTIFKAN

    Operator Telkomsel ( Simpati, As, Hallo )

    Ketik RING ON [KODE LAGU] kirim ke 1212
    Contoh:
    RING ON 2160112

    Kode RBT nya :
    2160112 = Assalamu’alaika
    2160113 = Allahu Rabbi (lebih…)

  • Tanggapan Habib Munzir Atas Insiden Monas

    Habib MunzirKedermawanan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dengan kesejahteraan, Saudara saudariku muslimin muslimat yg kumuliakan, Dengan semakin padatnya desakan terhadap saya lewat email, forum web ini, surat, fax dll untuk memberi tanggapan dan penjelasan permasalahan apa yg diperbuat Majelis Rasulullah saw terhadap Tragedi Monas, maka dengan ini saya menyampaikan sekilas singkat saja tindakan Majelis Rasulullah saw atas hal ini, Saudara saudariku muslimin muslimat yg kumuliakan, Jumlah pengikut Ahmadiyyah di Nusantara ini tidak mencapai 250.000 personil saja, mereka sudah ada sebelum Indonesia merdeka, jumlah mereka sangat sedikit masa itu, namun yg menyebabkan perkembangan mereka bukanlah kehebatan dakwah mereka, namun penyebabnya adalah kegelapan ummat atas iman dan pemahaman akan akidah islam, Jumlah mereka tak mencapai 1% muslimin dimuka bumi, sedangkan yg mesti kita benahi bukan hanya Ahmadiyah, namun juga saudara saudara kita muslimin yg terjebak narkoba, miras, perzinahan, perjudian, kriminal, korupsi, penipuan, kemalasan melakukan hal yg fardhu, seperti meninggalkan shalat lima waktu, tidak mau puasa ramadhan, wanita muslimah yg tak mau menutup auratnya, maraknya aliran sesat seperti Lia Eden, Ahmad Mushoddiq, dan sangat banyak lagi dan diantaranya adalah ahmadiyah, penyebabnya satu saja, yaitu kerusakan iman.. (lebih…)

  • RING BACK TONES MAJELIS RASULULLAH

    Alhamdulillah, kini Qoshidah Hadroh Majelis Rasulullah sudah bisa dini’mati sebagai ring back tone atau nada sambung pribadi.

    CARA MENGAKTIFKAN

    Operator Telkomsel ( Simpati, As, Hallo )

    Ketik RING ON [KODE LAGU] kirim ke 1212
    Contoh:
    RING ON 2160112

    Kode RBT nya :
    2160112 = Assalamu’alaika
    2160113 = Allahu Rabbi
    2160114 = Ya Dzakirin
    2160115 = Ya Rabbama
    2160116 = Thala’al Badru

    Operator XL

    Ketik KODE LAGU kirim ke 1818

    Kode RBT nya :
    10503946 = Assalamu’alaika
    10503947 = Allahu Rabbi
    10503948 = Ya Dzakirin
    10503949 = Ya Rabbama

  • Tanggapan Habib Munzir Atas Insiden Monas

    Habib MunzirKedermawanan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dengan kesejahteraan, Saudara saudariku muslimin muslimat yg kumuliakan, Dengan semakin padatnya desakan terhadap saya lewat email, forum web ini, surat, fax dll untuk memberi tanggapan dan penjelasan permasalahan apa yg diperbuat Majelis Rasulullah saw terhadap Tragedi Monas, maka dengan ini saya menyampaikan sekilas singkat saja tindakan Majelis Rasulullah saw atas hal ini, Saudara saudariku muslimin muslimat yg kumuliakan, Jumlah pengikut Ahmadiyyah di Nusantara ini tidak mencapai 250.000 personil saja, mereka sudah ada sebelum Indonesia merdeka, jumlah mereka sangat sedikit masa itu, namun yg menyebabkan perkembangan mereka bukanlah kehebatan dakwah mereka, namun penyebabnya adalah kegelapan ummat atas iman dan pemahaman akan akidah islam, Jumlah mereka tak mencapai 1% muslimin dimuka bumi, sedangkan yg mesti kita benahi bukan hanya Ahmadiyah, namun juga saudara saudara kita muslimin yg terjebak narkoba, miras, perzinahan, perjudian, kriminal, korupsi, penipuan, kemalasan melakukan hal yg fardhu, seperti meninggalkan shalat lima waktu, tidak mau puasa ramadhan, wanita muslimah yg tak mau menutup auratnya, maraknya aliran sesat seperti Lia Eden, Ahmad Mushoddiq, dan sangat banyak lagi dan diantaranya adalah ahmadiyah, penyebabnya satu saja, yaitu kerusakan iman..

    Maka janganlah kita terpaku hanya pada Ahmadiyah satu saja yg tak mencapai 1% dari jumlah muslimin di Indonesia, sedangkan kerusakan ummat yg lain kita lupakan sedangkan jumlahnya jauh lebih banyak, merusak anak anak kita, keluarga dan sahabat kita yg terus berjatuhan pada kemurkaan Allah swt setiap detiknya, Ahmadiyyah dibubarkan atau tidak oleh pemerintah kita, itu bukan tolak ukur bagi kita, karena pembubaran itu akan bersifat semu jika akidah dan iman ummatnya tidak dibenahi, dan pembubaran itu hanya akan menutup satu golongan, yg kemudian timbul ratusan lagi aliran sesat yg membingungkan ummat, Kita jangan terpaku pada pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah atau tidak, kita muslimin muslimat berjuang membenahi anggota Ahmadiyah agar kembali kepada Al Haqq, maka pemerintah membubarkannya atau tidak, memeranginya atau tidak, kita tetap bergerak tanpa harus menunggu dahulu pemerintah yg melakukannya, Kita lihat sendiri betapa dahsyatnya kerusakan akidah muslimin, saat bangkit saudara kita mengkontra ahmadiyah, namun muslimin lainnya bangkit pula mendukung ahmadiyah dan membelanya..

    Saudaraku Muslimin Muslimat yg kumuliakan, hentikan Demo Ahmadiyah, hentikan kekerasan atas AHmadiyah, hentikan tuntutan untuk pembubaran atas Ahmadiyah, karena dengan perbuatan saudara saudara kita yg memerangi Ahmadiyah dengan kasar dan menuntut dengan desakan keras pada pemerintah untuk pembubaran Ahmadiyah justru bukanlah membuat Ahmadiyah sirna, justru sebaliknya..!, bagaimana…?? Subhanallah…, inilah yg sangat menakutkan dan berbahaya, justru bukan Ahmadiyah nya yg tak mencapai 1% jumlah muslimin, namun justru Muslimin yg membela dan melindungi Ahmadiah berubah menjadi jutaan banyaknya…!, pendukung Ahmadiyah semakin banyak, yg mendukungnya kini bukan hanya Negara Adikuasa musuh islam, namun kini jutaan Muslimin muslimat menaruh simpatik dan iba terhadap Ahmadiyah, Mungkin sebagian muslimin yg awam kini akan memberi infak besar dan rela melindungi Ahmadiyah dari kejaran muslimin karena tak tega melihat mereka dikejar kejar dan didholimi..

    Inilah dampak yg sangat buruk dari kekerasan sebagian saudara kita muslimin, Saudara saudariku yg kumuliakan, bangkitlah.., kembalilah pada kelembutan Nabi saw, pada akhlak beliau saw, pada kesantunan beliau saw, dengan itu anggota anggota Ahmadiyah akan luntur dan kembali pada Iman dan Islam, undang dan ajak mereka ke majelis majelis taklim, ajak mereka makan bersama, undang mereka saat acara acara islami, ajak anak anak mereka hadir acara acara islami, bantu mereka yg susah, selalulah berlemah lembut pada mereka, namun tetap bahwa kita tak sefaham dengan mereka dalam masalah akidah, sungguh mereka akan mulai merasa bahwa merekalah yg salah, karena merasa beda sendiri dari muslimin lainnya, terpuruk dan membenci orang muslimin banyak, sedangkan orang orang muslim ternyata baik pada mereka, mereka akan malu sendiri dan menemukan kebenaran, Dan Ingat, bukan hanya Ahmadiyah, tapi seluruh lapisan masyarakat yg terkena ajaran sesat, seperti Lia Eden, Mushoddiq, dll, juga saudara saudara kita yg terjebak narkotika, perzinahan, perjudian, miras, dll janganlah dikasari dan dicaci maki dan dimusuhi, rangkullah mereka untuk berbaur dengan orang yg baik baik hingga mereka mengenal hal yg baik baik bersama orang yg baik dan ramah pada mereka.

    Mengenai pemerintah, maka hati hatilah, memang Negara adikuasa sangat menginginkan muslimin bisa diadu domba dengan pemerintahnya sendiri, maka tak perlu Negara musuh musuh islam itu turun tangan menghancurkan simpul simpul kekuatan islam, namun biarlah pemerintah di negeri mereka masing masing yg menghantam mereka, sehingga muslimin saling hantam dengan pemerintahan di negaranya masing masing, mereka kuffar bertepuk tangan atas kejadian ini, media terus meliput kekerasan dan anarkis beberapa gelintir para pemuda peci putih dan pakaian sunnah, namun itu membuat pakaian sunnah dibenci dan identik dengan kekerasan, bukan kedamaian.. inilah harapan besar para Negara musuh islam, agar muslimin yg awam menjadi benci pada pakaian islami, atau malu memakai pakaian islami, karena takut dituduh anarkisme.. maka setelah bulan maulid yg diberkahi Allah swt di negeri kita dengan semakin dahsyatnya gerakan perayaan maulid yg semarak dan menarik perhatian muslimin yg awam untuk memperbaiki diri dan bernaung dibawah sunnah, disaat Jakarta dan wilayah wilayah lainnya mulai terang benderang dengan muslimin yg memakai peci putih, sarung, dll, kini berubahlah mereka pada kemunduran…, semua asesoris islami didentikkan dengan kekerasan dan terorisme, selama ini ketika misalnya naik beberapa pemuda bepeci putih, berbaju putih dan berbusana islami ke sebuah Bus umum misalnya, maka masyarakat awam akan simpatik dan tenang, wah.. pasti anak baik baik, harapan bangsa, pasti dari maulidan atau pengajian, Alhamdulillah…, keberadaan mereka membuat sejuknya jiwa manusia disekitarnya, namun kini ketika naik sekelompok pemuda berbusana muslim,peci putih, baju putih, maka orang orang awam mencibir benci, atau risau dan takut, jangan jangan mau swiping, jangan jangan mau merusak, jangan jangan anggota gerakan anarkis, mereka sudah takut dan benci dengan pakaian islami.. jika masuk sekelompok anak muda dg busana muslim ke sebuah pasar atau pertokoan, maka para satpam tidak lagi merasa aman, mereka langsung curiga dan bermuka masam.. muslimin yg awam kini merasa lebih aman jika melihat orang berbusana kuffar, wanita yg bercelana pendek, pria beranting dan memakai cincin besi dihidung dan bibirnya, mereka merasa lebih aman dengan itu daripada pemuda berbusana sunnah Rasul saw.. inilah kemauan dan tujuan musuh musuh islam…

    Saudara saudariku yg kumuliakan, bangkitlah, bersatulah.., lupakan seluruh atribut kita, kita akan bangkit dihari kiamat dibawah satu pimpinan, yaitu Sayyidina Muhammad saw.. tidak ada panji kelompok, panji organisasi, dan panji partai, yg akan berkibar disana hanya bendera Muhammad Rasulullah saw yg akan ditegakkan, dan panji ummat ummat sebelum beliau dengan Nabinya masing masing, maka bersatulah, satukan niat, ingatlah sebidang tanah kubur kita yg sudah menanti tubuh kita dibelahan bumi ini, mereka sudah diberi kepastian bahwa fulan bin fulan akan bersemayam dibawah mereka.., ketika engkau mengingat kepastian saat saat tubuhmu diturunkan pelahan kedalam bumi, lalu kain penutup wajahmu dilepas, lalu kau dihadapkan ke kanan, wajahmu diciumkan ke tanah dinding kubur yg lembab, dan punggungmu diganjal batu bata agar kau tak lepas dari mencium dinding tanah kuburmu, lalu kayu kayu papan disusunkan satu persatu menutupmu, lalu mulailah tanah ditimbunkan padamu, diiringi tangis keluarga dan sahabat sahabatmu, lalu suasana gelap gulita…, sebagaimana sabda Nabi saw riwayat shahih Bukhari, bahwa kau akan mendengar langkah langkah para penguburmu yg berderap menjauh meninggalkan kuburmu.., inilah nasib semua manusia.., inilah akhir dari segala kehidupan, segala karya, usaha, pemikiran, pendapat, perjuangan,kekayaan, kemiskinan,kenikmatan, kesedihan, jabatan, kesibukan dan semua aktifitas yg dilakukan manusia dimuka bumi.., inilah puncak dan akhir dari semuanya.. tinggallah kau sendiri dengan Allah.., bagaimana Allah akan memperlakukan kita?, cukupkah amal amal kita?

    Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg tak mengasihani orang, maka Allah tak mengasihaninya” (Shahih Bukhari). Maka bersatulah.. dan saling mengasihilah.. kita doakan semua saudara saudara muslim kita yg teraniaya sebab masalah ini agar diberi ksembuhan dan kesabaran, dan saudara saudara kita yg bermasalah dengan fihak yg berwajib agar segera dibebaskan, dan semoga Allah swt segera memadamkan api fitnah permusuhan antara sesame muslimin, dan agar Allah swt segera membantu kita untuk mentauhidkan mereka yg dalam kerusakan akidah, amiin… amiin..amiin.. Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu. Akhir kata, mari kita benahi iman ummat ini, maka terkikislah ahmadiyah, narkoba, perzinahan, korupsi, dan seluruh aliran sesat dan perbuatan sesat.

    Allah menumpahkan kekuatan dan kemudahan padaku dan kalian dalam perjuangan ini, amiin
    Wallahu a’lam

    (Habib Munzir Al-Musawa)