Kategori: Kesehatan

  • Obat Segala Macam Penyakit

    Mengapa kita sakit? Setidaknya ada 2 kemungkinan mengapa kita sakit. Pertama, mungkin karena kita banyak melakukan dosa. Kedua, karena kita kurang beribadah. (lebih…)

  • Obat Segala Macam Penyakit

    Mengapa kita sakit? Setidaknya ada 2 kemungkinan mengapa kita sakit. Pertama, mungkin karena kita banyak melakukan dosa. Kedua, karena kita kurang beribadah.

    Dosa adalah Bibit Penyakit

    Rasulullah pernah bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkan tentang penyakitmu dan penawarnya? Camkanlah, bahwa penyakitmu ialah dosa, dan penawarnya ialah istighfar (memohon ampun kepada Allah).”

    Rasulullah menjelaskan bahwa bibit dari segala penyakit adalah dosa. Sehingga obat penawar dari segala penyakit adalah istighfar. Sebenarnya segala kuman dan zat-zat berbahaya telah ada pada tubuh kita sejak kecil. Namun, tubuh dari jiwa yang bersih akan sanggup untuk mengatasinya. Tubuh akan kehilangan sebagian kemampuannya ketika seseorang berbuat dosa.

    Ketika seseorang berbuat dosa, maka rusaklah qolbunya dengan satu titik gelap. Kerusakan ini juga mengakibatkan kerusakan pada bagian-bagian tubuh sebagaimana sabda Nabi SAW bahwa jika hati rusak, maka rusaklah jasad. Dengan kerusakan pada suatu organ, ketidak-seimbangan hormon, atau kerusakan lainnya, maka tubuh kita tidak dapat mengatasi bahaya dari suatu zat atau bakteri yang ada pada tubuh kita. Maka timbullah penyakit.

    Istighfar akan menghapus dosa dan memperbaiki hati. Maka beruntunglah dengan keuntungan dunia dan akhirat bagi mereka yang selalu membersihkan jiwa. Qolbu yang membaik akan mengembalikan kondisi dan fungsi dari bagian-bagian tubuh.

    Para peneliti hado (barokah mungkin berkaitan dengan hado positif) menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami masalah lever, biasanya orang tersebut mempunyai isu kemarahan. Panjang gelombang yang dihasilkan oleh kemarahan sama dengan panjang gelombang yang dihasilkan oleh molekul-molekul dari sel-sel pembentuk lever. Demikian juga perasaan sedih selaras dengan darah, sehingga orang yang sedih cenderung mudah terkena leukimia dan stroke jenis pendarahan. Rasa kesal yang terus-menerus akan merusak sistem saraf, sering kali menjurus ke nyeri, kepekaan, dan kekakuan otot di leher bawah dan pundak.

    Secara ilmiah, memang ada hubungan antara qolbu dan tubuh, antara jiwa dan raga. Dosa yang merusak qolbu, secara ilmiah, diakui dapat merusak tubuh. Maka benarlah sabda Rasulullah SAW.

    Kurang Beribadah

    Kurang beribadah di sini bukan berarti malas beribadah. Kurang beribadah di sini adalah ketika seseorang telah melakukan ibadah wajib dan sunnah, namun Allah telah menetapkan maqom tertentu baginya pada masa yang Dia tetapkan, dan ibadahnya belum cukup untuk mengantarkannya ke maqom tersebut. Maka Allah berikan penyakit padanya hingga ia sampai kepada maqom tersebut disebabkan ibadah hati berupa sabar dan ikhlash.

  • Biji Hitam

    Dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saaw bersabda: “Gunakanlah olehmu Habbatus Sauda, karena di dalamnya terdapat obat dari segala macam penyakit, kecuali As-Sam (maut).” [HR. Bukhari dan Muslim] (lebih…)

  • Bekam, Pengobatan Cara Nabi

    Bekam ( cupping / al-hijam ) perkataan “alhijam” berasal dari bahasa arab yang berarti “pelepasan darah kotor” atau dalam bahasa inggris disebut “cupping” dan dalam bahasa melayu dikenal dengan “bekam”. Bekam merupakan tehnik pengobatan sunah Rosululloh, kini dimodernkan dan mengikuti kaidah ilmiah. Untuk mengeluarkan jutaan toksid yang berada di badan kita melalui permukaan kulit. Bekam merupakan cara detoksifikasi ( pengeluaran racun ) yang cepat, aman dan tidak ada efek samping. Apabila badan anda terasa kaku, mudah letih, lesu, pegal-pegal, pusing, sakit kepala, sakit pada persendian, mata berkunang-kunang, serta berbagai keluhan penyakit lain!!! (lebih…)

  • DAFTAR TANAMAN OBAT

    Data tervalidasi oleh Tim CoData Indonesia pada tahun 2000 (lebih…)

  • Biji Hitam

    Dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saaw bersabda: “Gunakanlah olehmu Habbatus Sauda, karena di dalamnya terdapat obat dari segala macam penyakit, kecuali As-Sam (maut).” [HR. Bukhari dan Muslim]

    Berdasarkan penelitian para pakar kesehatan, Habbatus Sauda (Jintan Hitam / Biji Hitam / Black Cumin / Nigella Sativa / Black Seed / Baraka Seed) berkhasiat untuk:
    Meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kewaspadaan. Mencegah penyumbatan pembuluh darah, menurunkan kolesterol. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bioaktivitas hormon. Meremajakan sel-sel kulit dan menetralkan racun dalam tubuh. Mengatasi gangguan tidur dan stress, malaria, migrane. Anti tumor, anti histamin, anti alergi, anti inflamasi. Memperbaiki saluran pencernaan, melancarkan ASI. Menjaga kesehatan dan stamina. Sebagai multivitamin dan penambah nutrisi / food suplemen.

    Tetapi bagi ummat Islam yang lebih percaya kepada Rasulullah saaw daripada para pakar kesehatan, mengkonsumsi Habbatus Sauda adalah merupakan salah satu cara menghidupkan sunnah Rasulullah saaw. Dan sebagaimana disabdakan Rasul, bahwa khasiat Habbatus Sauda lebih luas dari apa yang telah diketahui para pakar kesehatan. Di dalam Habbatus Sauda telah Allah letakkan keberkahan yang mengandung obat bagi segala macam penyakit, kecuali maut.

    (Obat Alami Online)

  • Bekam, Pengobatan Cara Nabi

    Bekam ( cupping / al-hijam ) perkataan “alhijam” berasal dari bahasa arab yang berarti “pelepasan darah kotor” atau dalam bahasa inggris disebut “cupping” dan dalam bahasa melayu dikenal dengan “bekam”. Bekam merupakan tehnik pengobatan sunah Rosululloh, kini dimodernkan dan mengikuti kaidah ilmiah. Untuk mengeluarkan jutaan toksid yang berada di badan kita melalui permukaan kulit. Bekam merupakan cara detoksifikasi ( pengeluaran racun ) yang cepat, aman dan tidak ada efek samping. Apabila badan anda terasa kaku, mudah letih, lesu, pegal-pegal, pusing, sakit kepala, sakit pada persendian, mata berkunang-kunang, serta berbagai keluhan penyakit lain!!! Tahukah anda? Semua itu disebabkan kerena adanya penumpukan toksid (racun tubuh) dan darah kotor serta darah beku (statis darah) dalam tubuh. Maka bekam merupakan pengobatan alternatif yang mujarab untuk mengatasi semua kondisi tersebut.

    “Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam” (al-hadits).

    PENTINGNYA BEKAM

    “Darah merupakan sumber energi manusia untuk hidup, bilamana darah rusak, maka berkuranglah energi serta daya tahan tubuhnya”.

    Di era modern ini kita terbiasa mengkonsumsi makanan siap saji, makanan yang mengandung bahan pengawet, zat pewarna, zat pengembang, penyedap rasa, pemanis, minyak, pestisida sayuran, dll, serta pencemaran udara telah mengakibatkan terjadinya penumpukan toksid (racun) dalam tubuh sehingga darah menjadi kotor dan statis (peredaran darah jadi tidak lancar). Kondisi tersebut sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan fisik sehingga muncul keluhan-keluhan seperti : merasa malas,mudah letih, pegal-pegal, sakit kepala, sakit pada persendian, mata berkunang-kunang, nampak murung, merasa tertekan dan badan terasa kurang sehat. Karena itulah darah kotor harus dikeluarkan. BEKAM merupakan cara terbaik yang dianjurkan oleh Rosululloh S.A.W untuk mengeluarkan darah kotor dalam tubuh.

    “Sesungguhnya di dalam berbekam itu terdapat pengobatan“. (Shohih Muslim)

    MANFAAT BEKAM

    Ada banyak manfaat bekam, antara lain:
    – Melancarkan peredaran darah, meringankan badan.
    – Mengobati masuk angin, darah tinggi, kolesterol, stroke, jantung, asam urat, sakit pinggang, liver, gatal-gatal, migrain, sakit kepala, sakit mata, impotensi, sinusitis, jerawat, ambeiyen, maag.
    – Insomnia, stress, sering mimpi buruk, sering kesurupan, Trauma, rasa takut yang berlebihan, narkoba, kurang gairah.
    – Mengeluarkan toksid, angin dan kolesterol berbahaya dalam tubuh.
    – Memulihkan fungsi tubuh.
    – Menajamkan penglihatan.
    – Meningkatkan daya ingat dan kecerdasan.
    – Memperbaiki sistem imunitas.

    ad-dawaa.info

  • Sinetron dan Seks Remaja

    CIREBON, (Pikiran Rakyat).- Perilaku seks bebas yang diperlihatkan remaja Jawa Barat (Jabar) berusia 19-24 tahun, sangat memprihatinkan. Survei yang dilakukan BKKBN didapatkan hasil 40% remaja berusia 15-24 tahun telah mempraktikkan seks pranikah. Hasil survei tersebut dikutip Ketua Divisi Pemuda Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) Arif Srisardjono pada diskusi panel “Pengembangan Kesadaran Pemuda Terhadap Faktor Destruktif Melalui Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi” di Islamic Center, Selasa (10/7).

    “Hasil survei yang fantastis tersebut dilakukan pada tahun 2002 terhadap 2.880 remaja. Dan bisa dipastikan tahun 2007 sekarang ini, hasilnya jauh lebih fantastis lagi,” katanya.

    Prediksi tersebut, menurut dia, didasarkan kepada survei Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 di Jabodetabek didapatkan hasil lebih dari 80% anak-anak usia 9-12 tahun telah mengakses materi pornografi. Ditambah lagi, saat ini paling tidak ada 4,2 juta situs porno di dunia maya.

    “Apalagi sekarang tayangan acara televisi banyak yang sedemikian vulgar memperlihatkan pornografi dan pornoaksi dalam berbagai bentuknya. Padahal anak dan remaja sangat rawan terhadap pengaruh tayangan dan tontonan kekerasan dan pornografi,” kata Arif.

    Diskusi yang digelar oleh Kemenegpora bekerja sama dengan Kesbangpol Kota Cirebon menghadirkan tiga narasumber. Selain sosiolog dari STAIN Cirebon Prof. Dr. Ali Abdullah, M.A. diskusi juga menghadirkan Arif Srisardjono, S.Sos. dan Shakina Mirfa Nasution, S.E.,M.App.Fin. dari ASA.

    Diskusi panel beberapa kali menayangkan rekaman sinetron yang disiarkan sejumlah stasiun televisi swasta, dalam jam-jam prime time maupun siang hari, soal perilaku remaja sekarang yang cenderung mempraktikkan seks bebas.

    Menurut ketiga narasumber, perilaku seks bebas di kalangan remaja belakangan ini semakin menggejala. Hal itu semakin diperparah oleh tayangan pornografi dan porno-aksi di hampir seluruh stasiun televisi swasta.

    “Semua pihak seharusnya menyadari akan bahaya pornografi dan pornoaksi dalam kehidupan sosial dan perkembangan jiwa anak-anak. Jangan ada lagi upaya melegal-kan pornografi dan pornoaksi dengan dalih budaya. Porno-grafi tetaplah pornografi,” kata Abdullah Ali.

    Melebihi Kokain

    Menurut Shakina, kerusakan otak yang diakibatkan oleh pornografi yang dilihat, didengar, dan dirasakan, melebihi kokain. “Enam jenis hormon diaktifkan pada hubungan pasangan yang sudah menikah. Kini hormon tersebut diaktifkan pada anak dan tanpa pasangan,” katanya.

    Selain itu, ujarnya, dampak psiko-sosialnya juga sangat memprihatinkan dari mulai adiksi (ketagihan), eskalasi perilaku seksual menyimpang (lesbian, incest, pedophilia dll.), desensitisasi (mengu-rangi sensitivitas) yang berujung kepada tindakan (acting out), serta runtuhnya nilai-nilai agama, moral, tatanan ke-luarga, budaya, dan Pancasila.

    “Dan masih banyak lagi dampak buruk dari pornogra-fi. Menurut psikolog Elly Risman, materi pornografi dapat membangun mental model yang pornografis,” katanya.

    Sementara itu, di sisi lain regulasi dan penegakan hukum kasus-kasus porno-grafi sangat lemah, terutama menyangkut anak-anak. “UU Perlindungan Anak sendiri, tidak mengatur pornografi pada anak ataupun membatasi akses anak pada pornografi. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh UU Pers dan UU Penyiaran yang juga tidak secara langsung mengatur pornografi,” ujarnya.

    Terkait dengan hal itu, ASA menuntut segera diundangkannya UU Pornografi yang memberikan perlindungan kepada anak dan remaja. UU tersebut juga harus mengakomodasi klausul khusus tentang perlindungan anak dari pemanfaatan dalam produksi pornografi. (A-92)***

    Baca juga:
    Islam Agama Fitrah
    Revolusi Seks dan AIDS
    Pendidikan Anak

  • Revolusi Seks dan AIDS

    MENYEDIHKAN! Kata itulah yang bisa diterapkan pada sebagian remaja kita. Remaja kita tengah berada di persimpangan jalan. Mereka gamang. Di satu sisi remaja harus menjalani proses berat yang membutuhkan banyak penyesuaian dan kecemasan-kecemasan atas perkembangan yang terjadi pada tubuh mereka, khususnya menyangkut pematangan organ-organ reproduksi yang seolah-olah asing baginya. Sementara di sisi lain, mereka juga tengah terseret oleh satu arus besar berupa pergeseran nilai-nilai global menyangkut paradigma atau cara pandang terhadap seksualitas. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan multimedia merupakan salah satu kendaraan yang mampu menyeret remaja kita pada pusaran revolusi nilai-nilai dan moralitas seksual tersebut.

    Pada tahap remaja, bisa dikatakan perasaan seksual demikian menguat. Gejala tersebut tak bisa tidak harus dialami oleh setiap remaja meskipun kadarnya berbeda antara satu remaja dan remaja lain. Demikian pula kadar kemampuan mengendalikan gejolak perasaan seksual juga berbeda. Sayangnya, ketika mereka harus berjuang mengenali sisi-sisi diri yang mengalami perubahan fisik-psikis-sosial akibat pubertas, masyarakat justru berusaha keras menyembunyikan segala hal tentang seks. Atau dengan kalimat yang lebih halus, masyarakat tidak mampu menjadi mentor yang membimbing remaja ke arah yang benar berkaitan dengan seks.

    Akibatnya, remaja merasa ditinggalkan begitu saja dengan sejuta tanda tanya di kepala mereka. Pandangan bahwa seks adalah sesuatu yang tabu, telah sekian lama tertanam dan bersemanyam dalam moralitas ketimuran, membuat remaja enggan bersikap terbuka. Misalnya berdiskusi tentang segala aspek menyangkut seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja (KRR), baik dengan orang lain atau malah dengan saudara dan orang tua mereka. Mereka merasa tidak nyaman bila membahas persoalan seks.

    Celakanya, di tengah tidak tersedianya sumber informasi yang akurat dan benar tentang seks dan KRR, untuk memuaskan keingintahuan mereka, para remaja justru bergerilya mencari akses dan eksplorasi diri lewat berbagai cara dan media. Ada yang lewat buku, majalah, film, obrolan dengan teman, atau lewat internet. Sayangnya, sumber informasi yang mereka dapat memberikan substansi yang salah dan menyesatkan. Buku, majalah, film, dan internet yang mereka akses cenderung bermuatan pornografi, bukan pendidikan seks. Remaja pun kemudian berubah, dari semula seorang yang mencari tahu apa itu seks, menjadi penikmat seks di media yang diaksesnya.

    Karena seks hampir sama dengan candu, para remaja yang kebetulan berada pada usia penuh gejolak pun terus dilanda kecanduan seks. Mereka terjebak dan ketagihan oleh materi di buku, majalah, atau film porno yang memaparkan kenikmatan hubungan seks tanpa diimbangi suatu sikap tanggung jawab yang harus disandang dan risiko yang bakal mereka hadapi. Situs-situs porno di internet pun seolah menjadi “lokasi hiburan” para remaja dalam memuaskan hasrat seksualitasnya. Meski saat ini aktivitas situs porno baru mencapai 2-3% saja dari total pengguna internet, kecenderungan remaja untuk membuka internet karena ingin mengakses ke situs porno tetap harus menjadi hal yang perlu diwaspadai.

    Kalau saja berbagai tindakan keliru dalam mencari sumber referensi mengenai seks itu tidak diikuti oleh perbuatan — dalam pengertian melakukan aktivitas dan praktik seksualitas — kekhawatiran kita tidak terlalu besar. Persoalannya, bersamaan dengan maraknya perbuatan mencari sumber informasi itulah, praktik-praktik seksualitas di luar “jalur legal” kian memprihatinkan. Berdasarkan data UNICEF, remaja yang beberapa generasi lalu masih malu-malu, kini sudah mulai berani melakukan hubungan seks di usia dini, yakni 13-15 tahun. Memang hasil penelitian di beberapa daerah menunjukkan bahwa seks pranikah belum terlampau banyak dilakukan. Misalnya di beberapa daerah seperti Jateng, Jatim, Jabar, dan Lampung angkanya baru berkisar 0,4% – 5%. Di daerah perkotaan Jawa Barat angkanya mencapai 1,3% dan pedesaan 1,4%, sedangkan Bali angkanya 4,4% di perkotaan dan 0% di pedesaan.

    Namun demikian, beberapa penelitian lain menemukan jumlah remaja yang melakukan seks pranikah jauh lebih fantastis. Misalnya saja hasil survei dasar KRR yang dilakukan BKKBN Jabar terhadap 288 responden usia 15-24 tahun di enam kabupaten di Jabar pada Mei 2002 diperoleh data sekira 39,65% remaja Jabar pernah melakukan hubungan seksual pranikah, sedangkan hasil survei BKKBN-LDFE UI memperlihatkan di Indonesia terjadi 2,4 juta kasus aborsi per tahun dan sekitar 21%-nya dilakukan oleh remaja, angka penyakit menular seksual (PMS) pada remaja mencapai 4,18%, 50% dari jumlah penderita HIV/AIDS di Jabar berusia sekisar 15-29 tahun dan pengguna narkoba mencapai 2.736 orang.

    Data yang membuat para orang tua ”merinding” ini bisa jadi menunjukkan angka lebih besar, karena memang yang muncul ke permukaan hanyalah segelintir. Bayangkan jika para remaja kita yang terkena HIV/AIDS itu kelak berhubungan seks dengan orang yang sehat, berapa banyak mereka yang akan tertular penyakit yang menyerang daya imunitas seseorang itu.

    Menurut sejumlah pakar, angka-angka hasil penelitian berbagai lembaga tersebut cenderung memperlihatkan fenomena “gunung es” dengan kaki gunungnya terbenam di bawah samudera. “Angka hubungan seksual sebelum nikah, kehamilan tak diharapkan, penggunaan narkoba, pengidap AIDS/HIV, dan kasus-kasus aborsi di kalangan remaja menunjukkan gejala yang cukup mengkhawatirkan,” kata Kepala Bidang Pengendalian Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Jabar Drs. Suryadi Danuwisastra.

    **

    KELALAIAN untuk menanggapi kebutuhan remaja akan informasi tentang KRR dan seks yang bertanggung jawab ternyata berbuah pahit. Begitu populernya perilaku berisiko, begitu banyak korban berjatuhan, begitu tinggi biaya sosial yang harus kita bayar. Masa depan remaja yang terampas tentu saja tidak mungkin bisa dikembalikan oleh uang, betapa pun besarnya uang itu. Mengenai besarnya biaya atau beban sosial yang harus dibayar, bisa dilihat dari beberapa fakta di bawah ini.

    Percaya atau tidak, angka statistik pernikahan dini — dengan pengantin wanita berusia di bawah 16 tahun — secara keseluruhan mencapai lebih dari seperempat dari total pernikahan. Bahkan di beberapa tempat, angkanya jauh lebih besar, misalnya Jatim 39,43%, Kalimantan Selatan 35,48%, Jambi 30,63%, Jawa Tengah 27,84%, dan Jawa Barat 36%. Di banyak daerah pedesaan, pernikahan seringkali dilakukan segera setelah anak perempuan mendapat haid pertama. Padahal, pernikahan dini berarti mendorong remaja untuk menerabas alur tugas perkembangannya, menjalani peran sebagai dewasa tanpa memikirkan kesiapan fisik, mental dan sosial mereka.

    Lantas, perjalanan apa yang bisa kita petik dari fenomena di atas? Tak lain, kekukuhan kita untuk terus mengingkari kenyataan bahwa remaja butuh pengetahun dan informasi yang benar tentang seks serta KRR telah menjerumuskan remaja ke dalam kondisi yang menjadikan mereka tidak berkualitas. Mereka menapaki jenjang kehidupan berikut berupa keluarga dengan bekal informasi yang salah. Akibatnya, lembaga keluarga yang mereka bangun pun tidak berkualitas, ayah dan ibu masih muda dan tidak siap menjadi orang tua. Mereka kemudian melahirkan anak-anak yang juga tidak berkualitas. Begitu seterusnya.

    Sudah saatnya kita memperbaiki fungsi keluarga, yang barangkali untuk beberapa hal menunjukkan berbagai distorsi. Keluarga adalah segalanya, dengan ayah dan ibu yang bisa menjadi sumber pertama yang mampu memberi informasi mengenai seks kepada remaja secara benar dan tepercaya. Tentu saja, keluarga saja belum cukup. Peran sejumlah lembaga yang berkaitan dengan masalah pendidikan seks, konseling seks, dan KRR, tetap perlu dilibatkan. Yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana orang tua menanamkan nilai-nilai agama sejak usia dini sambil terus memberikan pengertian dan penyadaran mengenai seksualitas dan KRR.

    Remaja adalah mata rantai dalam pembentukan masa depan dan sejarah perjalanan bangsa. Remaja rusak berarti juga menyiapkan bangsa ini jadi rusak. Oleh karena itu, mereka harus diselamatkan sebab jika remaja kita berkualitas rendah, hal itu akan berakibat pada kehancuran bangsa. Untuk itulah kita para orang tua, juga para remaja hendaknya bersama-sama mencegah keadaan tersebut menjadi lebih gawat.

    Memang tidak mudah, tapi juga tidak ada lagi alasan bagi orang tua untuk berleha-leha menghadapi anak-anak mereka yang sudah memasuki usia remaja. (Muhtar/”Pikiran Rakyat”)

    Baca juga:
    Islam Agama Fitrah
    Sinetron dan Seks Remaja
    Pendidikan Anak

  • Khasiat Madu

    Dan Tuhanmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia (peternakan lebah). Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. [QS. An-Nahl: 68-69]

    Madu ternyata tak cuma nikmat diminum. Si kental manis asam ini juga baik untuk kesehatan tubuh pengonsumsinya. Bahkan, ia sudah mulai dilirik sebagai bahan obat.

    Padahal, sebenarnya madu merupakan cadangan pakan bergizi tinggi bagi anak-anak lebah. Wajar kalau kemudian madu dimasukkan ke dalam kelompok bahan makanan bergizi oleh manusia.

    Sebagian masyarakat Indonesia yakin kalau madu merupakan cairan alami yang enak dan manis. Kita juga beranggapan, madu kental itu sebagai “makanan istimewa” untuk kebugaran tubuh. Serta katanya, mampu menjaga lestarinya kemampuan seksual seseorang. Menurut sumber kepustakaan, setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680 kg daging.

    Sebetulnya, khasiat madu amat berkaitan dengan kandungan gulanya yang tinggi. Yakni fruktosa 41%, glukosa 35%, dan sukrosa 1,9%. Serta unsur kan-dungan lainnya, seperti tepung sari ditambah berbagai enzim pencernaan. Lalu ada vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, antibiotika, dan lainnya.

    Meski sama manisnya, perlakuan tubuh manusia terhadap madu yang manis itu berbeda dibandingkan dengan gula atau gula pasir. Madu dapat diproses langsung menjadi glukogen, sedangkan gula harus diproses terlebih dulu oleh enzim pencernaan di usus. Dengan demikian tubuh manusia bisa lebih cepat merasakan manfaat madu dibandingkan dengan gula pasir. Dari beberapa hal itu, rasanya bisa disimpulkan kalau madu bisa memberikan manfaat sangat penting dalam kehidupan manusia.

    Madu Peternak Lebih Baik

    Madu memang sudah dikenal sebagai sumber pakan berkhasiat, konon sejak ribuan tahun lalu. Dalam penggunaan sehari-hari, selain diminum dan dicicipi langsung, madu biasanya dipakai dalam industri susu bubuk, pabrik jamu, juga industri bahan makanan, misalnya untuk campuran roti, kue-kue, dan lainnya. Termasuk pula sebagai salah satu bahan makanan dalam kaleng, sirup, dan sebagainya.

    Sayangnya, konsumen umumnya masih buta tentang mutu madu yang baik. Apalagi berbagai kemasan madu yang ada di pasaran jarang mencantumkan kandungan apa saja yang terdapat pada madu dalam botol itu. Seandainya dicantumkan pada kemasan, tetap saja sulit untuk mengetahui benar tidaknya kandungan 11 unsurnya, sebagai parameter yang ditentukan dalam Standar Industri Indonesia atau SII 0156-86.

    Penelitian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Industri Hasil Pertanian Bogor pada 1991 menyimpulkan, mutu madu produksi Indonesia, umumnya masih berada di bawah ketentuan SII. Lebih mengejutkan lagi, hasil penelitian yang dilakukan Laboratorium FMIPA Universitas Brawijaya Malang pernah menyimpulkan bahwa mutu madu produksi petani peternak secara umum, lebih baik dibandingkan dengan madu yang dijual di toko-toko, dengan segala kemewahan merek dan kemasannya.

    Di sinilah perlunya peran para ahli untuk memberikan berbagai syarat madu yang memenuhi standar secara jelas dan ringkas, sehingga mudah diserap masyarakat luas. Di lain pihak perlu adanya itikad baik dan kejujuran dari para produsen serta penjual madu, sehingga berbagai macam madu yang beredar di pasaran tidak membingungkan kualitasnya.

    Susu Ratu

    Dalam perkembangan lebih lanjut, manusia menemukan produk lebah yang lebih hebat dibandingkan dengan madu, yaitu royal jelly alias “susu ratu”.

    Dalam beberapa penelitian, royal jelly memberikan petunjuk katanya bisa menggantikan sel-sel tubuh yang mati, serta memelihara kebugaran tubuh. Juga disebut-sebut – lagi-lagi katanya – mampu mempertahankan keperkasaan lelaki. Bahkan, beberapa ahli lebah madu di Eropa kini kabarnya sedang meneliti kemungkinan royal jelly untuk mengobati penderita leukemia, kanker, dan AIDS.

    Madu konon bisa menggantikan antibiotika bagi pasien pengidap kanker, juga menyembuhkan efek sampingan prosedur kuratif, dan obat rematik. Madu juga terbukti meningkatkan trombosit pada penderita demam berdarah. Sedangkan venom atau racun lebah dapat untuk mengobati prostatitis kronis dan wasir. Juga dapat merehabilitasi pasien berpenyakit jantung, penyakit kulit, tukak lambung, luka bakar, dan sebagainya. Dalam suatu seminar internasional di Swis, tahun 1995, para peneliti dan ahli apiterapi juga ahli farmasi menyatakan dirinya siap bekerja sama secara internasional, untuk mengembangkan produksi obat-obatan dari produk lebah madu dan royal jelly.

    Royal jelly yang disebut “susu ratu” sebetulnya bukan susu. Apalagi madu yang dihasilkan sang ratu lebah. Itu sebetulnya bahan makanan khusus untuk ratu lebah. Diduga karena terus-menerus makan royal jelly, queen bee itu bisa berumur antara 5 – 6 tahun.

    Sejak 1922, seorang peneliti dari Prancis telah merekomendasikan royal jelly untuk pengobatan. Meski begitu sampai saat ini berbagai unsur yang terkandung di dalamnya belum bisa diketahui seluruhnya. Royal jelly yang manis agak kecut tetap merupakan misteri yang menggoda para ilmuwan.

    Selebihnya, masih banyak laporan penelitian tentang berbagai produk lebah yang menunjukkan hasil positif untuk pengobatan, baik setelah mengonsumsi madu, tepung sari atau polen, maupun royal jelly. Sayangnya, kenyataan itu sulit diterima organisasi kesehatan dan perguruan tinggi kedokteran di beberapa negara dengan alasan kurangnya bukti ilmiah. Setidaknya, begitulah antara lain pernyataan pakar apiterapi dari Jerman.

    Beberapa Penggunaan Madu

    1.Pisang ambon dicampur dengan madu dan susu merupakan makanan yang baik bagi bayi.

    2.Pisang (jenis tergantung selera) dilumatkan sampai halus, dicampur dengan segelas air kelapa muda dan sedikit madu, kemudian disaring. Air hasil saringan berkhasiat bagi penderita campak dan tuberkolosis (TBC).

    3.Beberapa tetes sari buah pepaya, dicampur madu, merupakan tonikum yang baik untuk pertumbuhan anak serta wanita hamil dan menyusui.

    4.Pepaya, dicampur susu dan madu, baik untuk mengatasi ketidakberesan saluran kencing, berbagai gangguan jantung, otak, hati, urat sarat, darah, wasir dan sembelit.

    5.Beberapa tetes sari buah pepaya, dicampur madu, berkhasiat memperlancar air susu ibu.

    6.Jeruk peras, ditambah madu, dapat mengatasi gangguan jantung.

    7.Segelas air jeruk, ditambah sedikit garam dan satu sendok makan madu, berkhasiat untuk penderita TBC, asma, masuk angin dan bronkitis.

    8.Segelas penuh sari wortel, dicampur satu sendok makan madu dan satu sendok teh sari jeruk nipis, dapat menanggulangi mual-mual pada wanita hamil, gangguan empedu, radang lambung, kencing tidak lancar dan tubuh letih serta lesu (sebelum makan pagi).

    9.Segelas penuh sari mentimun, dicampur satu sendok teh madu, dan satu sendok teh sari jeruk nipis, bermanfaat memperlancar buang air kecil, keracunan saat hamil dan kencing yang sedikit akibat kurang cairan ( diminum dua kali sehari).

    dari:
    http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=145&Itemid=3
    http://www.bluefame.com/lofiversion/index.php/t33822.html

    manfaat lainnya juga bisa dilihat di:
    http://serrum.org/buntetpesantren/2007/09/29/khasiat-madu-murni/