Kategori: Uncategorized

  • Permen Keras dan Permen Lunak

    ImagePermen sangat lekat dengan keseharian kita, terutama anak-anak. Bagi mereka, permen merupakan makanan kecil yang mengasyikkan. Apalagi dengan bentuk, warna serta rasa yang beragam. Secara umum, permen yang banyak beredar di kalangan masyarakat berjenis permen keras (hard candy) dan lunak (soft candy). Permen keras adalah permen yang padat teksturnya. Dimakan dengan cara menghisap. Permen jenis ini larut bersama air liur. Menurut Dosen Teknologi Pangan IPB, Joko Hermanianto, pada permen keras yang perlu ditelisik di antaranya adalah bahan baku utamanya, berupa glukosa.

    Glukosa ini merupakan hasil dari hidrolisa pati (tepung). Dalam proses hidrolisa produsen biasanya menggunakan enzim. Bisa berasal dari hewan juga bisa diperoleh melalui mikroorganisme. ”Enzim yang berasal dari hewan memiliki titik kritis kehalalan. Karena kita harus mengetahui jenis hewan, dari mana enzim itu berasal,” katanya kepada Republika di Bogor, Selasa (8/6).

    Tak hanya itu. Perisa atau flavour yang kerap digunakan dalam industri pangan mesti pula menjadi perhatian. Apalagi keberadaan perisa ini akan memberikan daya tarik. Sebab aneka rasa dapat menjadi penarik bagi anak-anak untuk mengonsumsinya. Namun tak jarang produsen menggunakan alkohol sebagai pelarutnya.

    Sementara permen lunak ditandai dengan teksturnya yang lunak. Jenis permen ini bukan untuk dihisap melainkan dikunyah. Berdasarkan bahan campurannya, permen lunak terbagi menjadi tiga jenis. Ketiga bahan tersebut adalah gum, carragenan (rumput laut) dan gelatin.

    Gum merupakan produk turunan dari tanaman. Dalam produk permen lunak ini, dikenal chewing gum. Produsen permen karet menggunakan gum supaya permen tersebut liat. Hingga permen ini dapat dinikmati dengan mengunyahnya.

    Sedangkan carragenan merupakan produk olahan dari rumput laut. Seperti gum, bahan campuran ini dapat pula membuat makanan menjadi lembut dan kenyal. Pada umumnya, carragenan ini memang banyak ditambahkan pada agar-agar atau puding. Seperti gum dan carragenan, gelatin kerap ditambahkan pada makanan.

    Gelatin dipandang memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan dua bahan campuran di lainnya. Karena gelatin ternyata memiliki kekenyalan yang khas. Tak heran jika kemudian gelatin lebih disukai oleh produsen sebaga bahan campuran produknya. Sayangnya, sebagian besar sebagian besar gelatin merupakan produk turunan dari hewan. Terutama babi. Selain kekenyalan yang khas, gelatin dari babi juga dianggap lebih murah dibandingkan bahan lainnya. Namun belakangan gelatin dari sapi pun sudah mulai dibuat. Namun kehalalnya juga masih harus terus dipantau.

    Dengan kenyataan yang ada, kata Joko Hermanianto, masyarakat memang harus selalu kritis. Apalagi produk permen baik yang keras maupun lunak, merupakan makanan yangs sangat digemari oleh anak-anak. Mereka harus mampu membimbing anak-anaknya. Jangan hanya memilih produk permen karena memang disukai anak-anaknya namun status kehalalannya diragukan.

    Meski demikian, ia menyatakan bahwa sekarang ini banyak orang tua yang semakin peduli masalah status kehalalan sebuah produk. Termasuk makanan atau minuman yang disukai oleh anak-anaknya. ”Status kehalalan memang harus selalu dicermati karena banyak makanan bagi anak-anak yang memiliki kerawanan atas kehalalannya,” tandasnya.

    Gelatin Permen Lunak dapat Diganti

    Infomasi menarik dari industri permen bahwa gelatin yang selama ini banyak dipakai untuk jenis permen lunak (soft candy) telah dapat digantikan oleh bahan lain yang dijamin kehalalannya. Penemuan ini pertama kali dilakukan oleh sebuah perusahaan permen karet. Sebelumnya industri tersebut menggunakan gelatin sebagai bahan pelembut dan penghalus teksturnya. Ketika mengajukan aplikasi halal, penggunaan gelatin ini tentu saja tidak dapat diterima. Oleh karena itu mereka melakukan riset untuk mengganti gelatin dengan bahan lain.

    Sebagaimana diketahui bahwa permen dapat dibedakan atas permen keras dan permen lunak. Pada permen lunak, yang oleh konsumen sering dikunyah-kunyah, biasanya ditambahkan bahan pelembut atau penghalus. Selama ini yang paling banyak digunakan oleh industri permen adalah gelatin.

    Tetapi dengan temuan yang diperoleh perusahaan itu membuktikan bahwa sebenarnya fungsi gelatin dapat digantikan. Oleh karena itu informasi ini layak diikuti oleh produsen permen yang lain untuk melakukan riset yang sama agar produknya tidak diragukan lagi kehalalannya. Dengan demikian konsumen merasa lebih aman mengkonsumsi permen tersebut, karena terbebas dari bahan yang haram.

  • Hukum Bermadzhab

    Memang tidak ada perintah wajib untuk bermadzhab secara shariih. Namun bermadzhab itu wajib hukumnya, karena kaidah syariah adalah “Maa yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib,” yaitu apa yang harus ada sebagai perantara untuk mencapai hal yang wajib, maka hal itu menjadi wajib hukumnya.

    Misalnya kita membeli air, apa hukumnya? Tentunya mubah saja. Namun bila kita akan shalat fardhu tetapi tidak ada air, dan yang ada hanyalah air yang harus dibeli, dan kita punya uang, maka apa hukumnya membeli air? Dari mubah berubah menjadi wajib tentunya, karena perlu untuk shalat yang wajib.

    Demikian pula dalam syariah ini, tidak wajib mengikuti madzhab. Namun karena kita tidak mengetahui samudra syariah seluruh madzhab, dan kita hidup 14 abad setelah wafatnya Rasul saw, maka kita tidak mengenal hukum ibadah kecuali dengan menelusuri fatwa yang ada pada imam-imam muhaddits terdahulu, maka bermadzhab menjadi wajib.

    Karena kita tidak bisa beribadah hal-hal yg fardhu/wajib kecuali dengan mengikuti salah satu madzhab itu, maka bermadzhab menjadi wajib hukumnya.

    Berpindah-pindah madzhab tentunya boleh saja bila sesuai situasinya. Ia pindah ke wilayah Malikiyyun maka tak sepantasnya ia berkeras dengan madzhab Syafi’i. Demikian pula bila ia berada di Indonesia, wilayah madzhab Syafi’iyyun, tak sepantasnya ia berkeras kepala mencari madzhab lain.

    Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah memiliki para hafizh al-Hadits, yaitu orang-orang yang telah hafal lebih dari 100 ribu hadits berikut sanad dan hukum matannya. Kita memiliki puluhan Hujjatul Islam, yaitu orang yang telah hafal 300 ribu hadits dengan sanad dan hukum matannya. Setelah itu, barulah para Imam yg lebih lagi dari itu, seperti Imam Ahmad bin Hanbal yang hafal 1 juta hadits dengan sanad dan hukum matannya, dan beliau adalah murid dari Imam Syafi’i, dan Imam Syafi’i berguru pada Imam Malik, dan Imam Malik hidup sezaman dengan Imam Hanafi, dan mereka belajar dari tabiin, dan tabiin belajar dari sahabat radhiyallahu ‘anhum, dan sahabat belajar dari Rasulullah saw.

    Ilmu mereka mempunyai sanad yg jelas, bukan menukil-nukil dari buku lalu berfatwa seperti Ibn Abdul Wahhab dan para pengikutnya. Mereka (pengikut wahhabi) ikut saja kemana hawa nafsu mereka mau memilih madzhab semaunya dengan pemahaman yang terbatas.

    Suatu hari, ada dua orang teman, keduanya akan pergi ke pasar. Mereka berwudhu bersama, lalu shalat dhuha, lalu pergi ke pasar membeli keperluannya masing-masing. Ketika salah satunya membayar, ternyata penjualnya adalah wanita, dan ia bersentuhan tangan dengan wanita itu. Sesampai di rumah, maka ia shalat tanpa berwudhu lagi, maka temannya berkata: “Kau tidak berwudhu?!” Temannya menjawab: “Aku bermadzhab Maliki!” Lalu temannya menjawab : “Tadi kita berwudhu bersama. Kulihat cara wudhumu adalah cara wudhu madzhab Syafi’i. Kau ini wudhu dengan cara Syafii dan shalat dengan cara Maliki, maka sekarang shalatmu ini tidak sah menurut madzhab Maliki karena wudhumu tak menggosok wajah, dan shalatmu tak sah pula menurut madzhab Syafi’i karena wudhumu telah batal disebabkan bersentuhan dengan wanita non-muhrim!”.

    Kesimpulannya, orang yang boleh mengacak dan memilih madzhab ini haruslah seorang Imam dan pakar syariah, ia harus tahu mengenai shalat yang sebenar-benarnya menurut 4 madzhab, lalu wudhunya, lalu hal-hal yang najisnya, karena ada madzhab lain yang mengatakan anjing tidak najis, lalu cara mandinya, lalu auratnya dalam shalat dan akhirnya semua akan saling berkaitan.

    Lalu muncul orang di masa kini yang tak punya sanad dalam ilmunya, merujuk dari buku-buku terjemah, tidak tahu hukum-hukum rukun shalat, lalu bicara ingin beramal dengan 4 madzhab? Hal-hal seperti ini tentunya muncul dari kalangan mereka yg belum memahami syariah dengan benar.

    (majelisrasulullah.org) 

  • ISLAM MENGANUT GEOSENTRIS?

    Sebagian orang Kristen dan orang Salafy berfikir bahwa Islam menganut teori geosentris, di mana dikatakan bahwa Bumi adalah pusat tatasurya dan matahari mengelilingi Bumi. Hal ini disebabkan mereka telah salah tafsir terhadap Al-Qur`an disebabkan kebodohan mereka. Seperti kita ketahui bahwa orang-orang Salafy telah sering mengutarakan pandangan-pandangan sesat karena kebodohan mereka dalam memahami Al-Qur`an dan Hadits.

    Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin, seorang Salafiyin yang gigih, mengatakan bahwa menurut Al-Qur`an, matahari itu berputar mengelilingi bumi. Di bawah ini adalah dalil-dalil yang digunakannya untuk mendukung pandangan kelirunya itu.

    1. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman tentang Nabi Ibrahim akan hujjah-nya terhadap orang-orang yang menentang Rabb, firman-Nya: “…sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat…” (QS. Al-Baqoroh: 258).

    2. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman tentang Nabi Ibrohim: “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata:’Inilah Rabku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:’Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan” (QS. Al-An’am: 78).

    3. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17).

    4. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33).

    5. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…” (QS. Al-A’rof: 54).

    6. Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).

    7. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya…” (QS. Asy-Syams: 1-2).

    8. Allah Azza wa Jalla berfirman:”Dan suatu tanda (kekuasaan Allah Yang Maha Besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapn Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yaasiin: 37-40).

    9. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar r.a dan matahari telah terbenam. Artinya:”Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi?” Dia (Abu Dzar) menjawab:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau bersabda:”Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta izin lalu diizinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu dia tidak diizinkan. Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)” atau sebagaimana sabdanya).

    ISLAM TIDAK MENGANUT GEOSENTRIS

    Di bawah ini, kami akan mencoba menjelaskan, sesuai ilmu kami yang sedikit ini, bahwa Al-Qur`an tidaklah menganut teori geosentris.

    1. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman tentang Nabi Ibrahim akan hujjah-nya terhadap orang-orang yang menentang Rabb, firman-Nya: “…sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat…” (QS. Al-Baqoroh: 258)

    2. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman tentang Nabi Ibrohim: “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata:’Inilah Rabku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:’Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan” (QS. Al-An’am: 78).

    3. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17)

    Pada tiga ayat di atas, Allah sedang menceritakan tentang apa yang dikatakan Nabi Ibrahim. Dan nabi Ibrahim, seperti halnya kita, melihat matahari itu terbit dari Timur. Nabi Ibrahim tidak sedang berkata bahwa matahari itu mengelilingi Bumi. Nabi Ibrahim hanya berkata bahwa ia melihat matahari itu terbit dari Timur. Siapa yang melihat? Nabi Ibrahim. Salahkah Nabi Ibrahim jika berkata bahwa matahari terbit dari Timur? Tentu saja tidak. Kita juga biasa berkata bahwa matahari terbit dari Timur walau kita tahu bahwa matahari tidak mengelilingi Bumi. Adalah hal yang wajar jika Nabi Ibrahim berkata bahwa matahari terbit dari Timur walau beliau tahu bahwa matahari tidak mengelilingi Bumi.

    Sekali-sekali, pergilah Anda ke puncak yang tinggi, karena di sana, Anda akan dapat melihat matahari terbit dari kaki langit. Saya tidak sedang berbicara sebagai seorang ilmuwan di dalam seminar. Saya sedang berbincang-bincang dengan Anda, dan adalah wajar jika saya mengajak Anda untuk melihat matahari terbit dari kaki langit. Para sastrawan akan memahami bahwa perkataan saya ini tidak mengandung muatan ilmiah. Ini adalah perkataan yang wajar dalam pembicaraan sehari-hari. Seperti halnya orang-orang pergi ke pantai Sanur di sore hari untuk menyaksikan matahari terbenam ditelan lautan. Kata-kata tadi tentu dipahami para sastrawan. Hanya orang-orang bodoh yang menganggap perkataan itu sebagai perkataan seorang ilmuwan astronomi yang sedang mengajarkan ilmu astronomi.

    4. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33)

    5. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…” (QS. Al-A’rof: 54).

    6. Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).

    Ayat-ayat itu tidak berkata bahwa bulan dan matahari sedang berkejar-kejaran, tetapi malam dan siang itulah yang silih berganti. Ini adalah kiasan. Jika kami berkata bahwa setiap manusia berlomba dengan waktu, apakah Anda berfikir bahwa ‘waktu’ itu adalah benda fisik yang bisa berlari dan berlomba dengan kita? Kita tahu bahwa siang dan malam itu terjadi sebagai akibat dari rotasi bumi.

    Adalah benar bahwa matahari itu beredar, tetapi matahari beredar mengelilingi pusat bima sakti, bukan mengelilingi bumi.

    7. Allah Azza wa Jalla berfirman: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya…” (QS. Asy-Syams: 1-2).

    Dalam ayat di atas juga tidak mengandung pengertian bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Allah bersumpah demi matahari yang kita lihat memancarkan cahaya di pagi hari dan demi bulan yang muncul apabila malam. Sama sekali tidak ada petunjuk yang menyatakan bahwa matahari itu bergerak mengelilingi bumi.

    8. Allah Azza wa Jalla berfirman:”Dan suatu tanda (kekuasaan Allah Yang Maha Besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapn Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yaasiin: 37-40).

    Sekali lagi ayat-ayat di atas tidak sedang mengajarkan pergerakan matahari, tetapi sedang mengajarkan hisab berdasarkan penglihatan kita atas dampak pergerakan bulan dan rotasi bumi serta pergerakan bumi mengelilingi matahari. Adapun matahari memang beredar mengelilingi suatu bintang sebagai pusat dari beberapa bintang seperti matahari.

    9. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar r.a dan matahari telah terbenam. Artinya:”Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi?” Dia (Abu Dzar) menjawab:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau bersabda:”Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta izin lalu diizinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu dia tidak diizinkan. Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)” atau sebagaimana sabdanya).

    Hadits di atas tidak bisa kita pahami secara ilmiah. Tetapi mesti kita pahami secara sastra dan spiritual. Dalam hadits itu terkandung kiasan-kiasan yang bermanfaat bagi jiwa. Tidak ada muatan sains dalam hadits tersebut. Kita tidak bisa menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits berdasarkan metode serampangan. Ada 15 disiplin ilmu yang harus dimiliki seseorang sebelum ia boleh menafsirkan Al-Qur`an. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita terhadap ayat-ayat tersebut.

    Sekarang coba Anda lihat ayat dari Alkitab di bawah:
    Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!” Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. [Yosua 10:12-13]

    Apakah Anda mau memaksakan agar orang-orang mengakui bahwa ayat itu sedang mengajarkan teori geosentris? Akankah Anda berkata, “Jika Alkitab menganut heliosentris, mestinya ayat itu berbunyi: ‘Berhentilah hai bumi dari rotasimu!’ dan bukannya matahari yang disuruh berhenti bergerak.”?

    Ketahuilah, orang-orang Kristen terdahulu telah melakukan kesalahan dalam menafsirkan Alkitab hingga mereka menganut geosentris dan trinitas. Tetapi sekarang mereka mengakui heliosentris, namun belum berhenti dari trinitas.

    Kita tidak perlu mengikuti mereka dalam menafsirkan Al-Qur`an. Jangan sampai kita salah menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits hingga kita tersesat.

    Setelah melihat kebodohan orang-orang Salafy dan ustadz-ustadz mereka, masihkah kita mengakui mereka sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah? Kita harus meluruskan pandangan keliru mereka. Mereka sering salah dalam menafsirkan Al-Qur`an dan Hadits. Hal itu bisa kita lihat contohnya di atas. Mereka juga sering salah dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits mengenai Aqidah dan Syari’ah. Tidak ada jaminan bahwa Aqidah dan Syari’ah mereka itu sesuai dengan Aqidah dan Syari’ah yang diajarkan Nabi Muhammad SAAW. Mari kita luruskan mereka semampu kita!

  • Kunjungan Habib Umar Al-Hafizh 2008 (NEW)

    Dengan segenap Puji bagi Maha Raja Tunggal Sekalian Alam Semesta, dan Limpahan Shalawat dan Salam atas Imam Tunggal yg terpilih memimpin di dunia dan di Akhirat, Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan Sahabat beliau, dan para penerusnya hingga akhir zaman. Merupakan Kabar yang menghangatkan Negara ini bahwa Guru Mulia ini akan kunjung kembali ke negeri kita, beliau adalah seorang ahli hadits yang mencapai derajat Al Hafidh, yaitu hafal lebih dari 100.000 (seratus ribu) hadits berikut sanad dan hukum matannya, dan beliau juga bergelar Al Musnid, yaitu orang yang mampu menyebutkan ribuan hadits dari dirinya hingga Rasulullah saw, yaitu yang banyak mengumpulkan sanad hadits, beliau juga digelari AL Mufassir, yaitu Ahli Tafsir Alqur’an yang mengetahui Asbabunnuzul ayat yang didukung dengan hadits-hadits shahih, beserta Asbabul wurudnya, diluar itu semua beliau adalah Ahlul Khusyu’, malam hari beliau adalah berduaan dengan Allah SWT.

    Pernah seorang tamu tetap bersikeras hingga tengah malam duduk dengan beliau, lalu beliau izin untuk shalat malam, namun tamu berkata : “Saya menunggu Anda”, maka Guru Mulia mengangguk. Beliau tidak keluar hingga Shalat Subuh. Maka tamu itu berkata : “Habibana, Antum meninggalkan saya hingga subuh?”, beliau berkata : “Maafkan saya, Aku bertamu kepada Yang Mahatunggal, dan jika aku bertamu pada-Nya maka aku lupa pada semua selain-Nya”.

    Demikian malam-malam beliau, dan siang hari beliau adalah Khidmah pada ummat. Tahun 1994 adalah kunjungan pertama beliau ke Indonesia. Seorang Da’i muda yang telah mendunia ini pun mengadakan kesepakatan dengan para Ulama dan Habaib di Indonesia untuk mengabulkan permintaan mereka dalam menerima siswa-siswa dari Indonesia untuk dibimbing oleh beliau di Yaman, tepatnya di kota Tarim, Hadramaut. Habib Munzir dan rombongan calon santri beliau berangkat. Tahun 1998, Habib Munzir bersama angkatan pertama kembali ke Indonesia, dan setiap tahunnya, alumni Ma’had Darulmustafa bimbingan beliau yang baru berdiri pada tahun 1997 ini terus menghujani Nusantara, termasuk Malaysia, Singapura, demikian pula Srilangka, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan masih banyak murid murid beliau yang berduyun-duyun dari pelbagai negara menimba ilmu dari Guru Kelembutan ini dan kembali membawa keharuman Risalah Muhammad saw.

    Selamat datang Wahai Guru Mulia pembawa semilir kelembutan.. betapa cahaya kelembutan telah kau tebarkan di sanubari ratusan muridmu di Mancanegara, dan muridmu pun telah pula membina dan memimpin ribuan bahkan puluhan ribu muslimin di belahan bumi barat dan timur, kedatanganmu adalah pelipur lara dan pelibur kesedihan bagi perjuangan murid-muridmu yang siang malam jatuh bangun memperjuangkan dakwah sang Nabi saw.

    Sebagaimana para Ulama dan Habaib angkatan-angkatan abad ke 18 dan yang sebelumnya hingga zaman wali songo di abad abad sebelumnya berasal dari Kota Tarim, Hadramaut, Yaman, atau dari Indonesia yang menimba ilmu disana, dan kembali ke Indonesia sebagai da’i-da’i pewaris tugas sang Nabi saw untuk berdakwah dengan kelembutan dan kasih sayang kepada penduduk bumi. Sembilan makam para wali itu (yang kesemuanya dari Hadramaut Yaman Selatan) sebagai saksi abadi bahwa mereka ini (para da’i dari Hadramaut Yaman Selatan) mendatangi negeri ini karena tugas mulia yang mereka telah diizinkan Allah SWT untuk memangkunya, sebagai penyeru kepada Keluhuran yang Abadi, demikian pula makam-makam orang shalih di belahan Nusantara, yang juga bertebaran di Jakarta seperti wilayah Luar Batang, Kwitang, Alhawi Condet, Kalibata dan masih banyak lagi, bagaikan Monumen Lambang perjuangan para penegak Risalah yang sebagian besar mereka itu menimba ilmu dari Hadramaut Yaman, sebagaimana sabda Nabi saw : “Iman adalah Yaman”, dan sabda Nabi saw : “Wahai Allah berkahilah penduduk Yaman dan Penduduk Syam”, dan berkata Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarh Shahih Bukhari bahwa Kaum Anshar sebagai Ahlul Madinah adalah berasal dari Yaman.

    Maka pada hari Rabu 16 Januari 2008 Guru Mulia ini akan menginjakkan kakinya di Bumi Jakarta, Mereka adalah pembawa Panji Tauhid, dengan limpahan kemuliaan Allah swt saat mereka hidup dan Allah swt masih menunjukkan bahkan setelah mereka wafat, bahwa mereka adalah pembawa Rahmat bagi sekalian Alam, penerus tugas sang Nabi saw, sebagaimana makam seorang dari mereka di Aceh, yg banjir Tsunami dengan kekuatan jutaan ton dengan kecepatan rata rata 300km/jam dan tingginya di sebagian wilayah mencapai 30 meter, namun banjir itu menyingkir dan terbelah di makam tersebut, sama halnya dengan beberapa masjid di propinsi tersebut, membuktikan bahwa Allah memuliakan tubuh-tubuh para Da’i pembawa Risalah, mereka menjadi benteng terhadap musibah bagi masyarakatnya walaupun mereka telah wafat.

    Kedatangan Da’i besar ini pun bagai Pelangi Nan Indah yang muncul setelah guyuran hujan di negara ini. Tahun 1994 beliau menerima 30 siswa WNI untuk dibimbing ilmu syariah Islamiyyah, dan kesemuanya menyaksikan bahwa Guru yg satu ini sangat luar biasa dalam ketaatan, sangat indah perangainya, penyantun, berakhlak mulia, berbudi luhur, dan sangat berkasih sayang pada murid muridnya bagaikan pada anak anaknya.

    Agenda utama kunjungan beliau adalah perayaan haul Al Imam Fakhrulwujud Abubakar bin Salim rahimahullah, tepatnya pada pukul 09.00 wib hari Ahad 20 Januari 2008, bertempat di Jalan Rawa Kemiri Grogol Selatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Insya Allah pada Senin Malam 4 Februari 2008, beliau akan berkunjung dan menghadiri Majelis salah seorang muridnya, Hamba Allah yang penuh kelembutan dan sangat ta’zhim kepada Sang Guru, Habib Munzir bin Fuad Almusawa, yaitu di Masjid Raya Almunawar, Pancoran Jakarta Selatan. Hadirin diperkirakan akan mencapai 40.000 (empat puluh ribu) orang. So, don’t miss it!

  • Maaf, Dua Hari Down

    Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena 2 hari kemarin, situs ini down. Ceritanya kemarin itu provider hosting kami pindah server. Mereka pindah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Hasilnya, kami tidak sempat ‘pindahan’ terlebih dahulu. Situs kami ketahui down pada Jum’at pagi (25 Januari 2008). Setelah kami coba buka situs provider kami, ternyata mereka juga down (kami belum tahu apa sebabnya). Sore hari, kami buka lagi hotarticle.org, belum juga naik. Kami coba buka situs provider hosting tersebut… jreng… “KAMI PINDAH SERVER”.

    Alhamdulillah, 20 Januari lalu kami sempat membackup content kami dalam rangka mempermudah kawan-kawan yang ingin mengkloning situs kami. Walau kami sempat panik karena lupa akan letak file backup tersebut, dan bahkan kami mengira bahwa file backup tersebut mungkin sudah terhapus. Pada pagi 26 Januari 2008, file backup ditemukan, segala puji bagi Allah.

    Jika Allah tidak menggerakkan kami untuk membiarkan situs kami ini dikloning, mungkin akan butuh waktu lebih lama untuk membangun kembali situs ini. Memang kami punya bahan mentahnya yang berbentuk word document dan plain text. Tetapi dengan adanya backup file tempo hari, kami tidak perlu memposting ulang satu persatu bahan-bahan tersebut, segala puji bagi Allah.

    Dan sekarang, kami ‘numpang di rumah saudara kami’. Beliau punya rumah seluas 600 GB, yang bisa ditumpangi oleh ratusan domain. Tapi maaf, yang boleh ‘numpang’ hanya saudara-saudaranya saja. Sebab, semua ‘ruangan’ tidak ada yang dikunci. Beliau tidak mau orang lain masuk ke ruang kerjanya dan mengacak-acak file-filenya. Harap maklum, saya tidak bisa mengajak Anda ‘menumpang di rumah saudara saya’.

    Saudara saya ini adalah yang membantu saya sejak awal dalam membangun situs ini. Semoga Allah membalas segala kebaikan beliau ini. Semoga amal beliau yang satu ini menjadi sebab keridhoan Allah atasnya, hingga Allah berkenan membimbingnya kepada amal-amal yang lebih mulya lagi di hadapan-Nya. Aamiin.

    Oh ya! Kami juga telah menduplikasi situs ini ke artikelislami.wordpress.com sejak pagi tanggal 26. Kalau hotarticle.org turun lagi, silahkan Anda buka situs tersebut untuk sementara waktu hingga hotarticle.org naik kembali. Tapi, semoga hotarticle.org tidak pernah turun lagi, dan semoga panjang umur. Aamiin.

  • Kunjungan Habib Umar Al-Hafizh 2008

    Dengan segenap Puji bagi Maha Raja Tunggal Sekalian Alam Semesta, dan Limpahan Shalawat dan Salam atas Imam Tunggal yg terpilih memimpin di dunia dan di Akhirat, Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan Sahabat beliau, dan para penerusnya hingga akhir zaman. Merupakan Kabar yang menghangatkan Negara ini bahwa Guru Mulia ini akan kunjung kembali ke negeri kita, beliau adalah seorang ahli hadits yang mencapai derajat Al Hafidh, yaitu hafal lebih dari 100.000 (seratus ribu) hadits berikut sanad dan hukum matannya, dan beliau juga bergelar Al Musnid, yaitu orang yang mampu menyebutkan ribuan hadits dari dirinya hingga Rasulullah saw, yaitu yang banyak mengumpulkan sanad hadits, beliau juga digelari AL Mufassir, yaitu Ahli Tafsir Alqur’an yang mengetahui Asbabunnuzul ayat yang didukung dengan hadits-hadits shahih, beserta Asbabul wurudnya, diluar itu semua beliau adalah Ahlul Khusyu’, malam hari beliau adalah berduaan dengan Allah SWT. (lebih…)