Pagi ini, saya mendapat beberapa pertanyaan dari seorang pengunjung, sebut saja Yesus, mengenai beberapa ayat dari Al-Qur`an. Karena hasil tanya-jawabnya menjadi panjang, saya fikir, lumayan juga jika dijadikan artikel . Di bawah ini tanya-jawabnya. Dan maaf jika tulisannya tidak baku.
Salam damai dalam Isa anak Maryam
sekarang pertanyaan saya yang lainnya… apakah anda mempercayai alquran sebagai wahyu Allah?? Padahal dalam alquran sendiri di dalam (4 An Nissa 82) menyatakan bahwa alquran bukan wahyu Allah??
[4.82] Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
Ayat itu justeru menjamin bahwa Al-Qur`an itu adalah dari Allah. Kalau Al-Qur`an bukan dari Allah, niscaya akan ada banyak pertentangan dalam Al-Qur`an. Nyatanya, tidak ada pertentangan dalam Al-Qur`an. Sedangkan Alkitab kamu mengandung banyak pertentangan.
Contohnya:
Kisah Para Rasul 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.Kisah Para Rasul 22:9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.
Dari dua ayat tersebut kita dapat melihat pertentangan yg sangat nyata. padahal ayat tersebut menceritakan peristiwa paling penting dalam doktrin Kristen. Peristiwa di mana, katanya, Paulus bertemu Yesus dalam suatu penampakan. Kalau Anda seorang investigator, tentu Anda akan meragukan cerita ini. Karena keterangan yg diberikan ternyata plintat-plintut. Jelas ada kebohongan dari keterangan ini. Masih percaya kepada Lukas? Masih percaya bahwa Paulus itu telah bertemu Yesus? Anda masih percaya bahwa Alkitab itu firman Tuhan?
Lalu pertanyaan lainnya, apa maksud dari keselamatan bagi orang yang berada di neraka(Qs 19:72)serta adanya pernyataan dalam quran yang menyatakan jin” itu bisa masuk ke surga(Qs 55:46).
[19.70] Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.
[19.71] Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
[19.72] Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
Anda harus memahami dulu, bahwa di akhirat itu ada padang mahsyar (tempat luas di mana jin dan manusia dikumpulkan). Setelah itu mereka dihisab (dihitung dan ditimbang amal/perbuatannya). Nah, setelah itu mereka disuruh mendekati jurang neraka, bukan untuk masuk ke dalamnya. Siapa yg mau menurut jika disuruh masuk ke dalam neraka? Mereka disuruh mendekati/mendatangi neraka lalu disuruh untuk meniti suatu titian di atas neraka. Bagi mereka yg bertaqwa akan berhasil menyebrangi titian tersebut dan sampai ke seberang. Di seberang itu mereka bisa melihat gerbang surga yg akan menjadi tempat tinggal mereka. Namun abgi mereka yg zhalim, bagi mereka yg melumuri dirinya dengan kegelapan dosa selama di dunia tanpa bertobat atu pun memohon ampun kepada Allah, mereka akan terjatuh dari titian itu dan masuk ke jurang neraka. Demikian maksudnya.
Mengenai jin, sesungguhnya jin itu seperti manusia juga dan diciptakan jauh sebelum manusia. Tubuh jin diciptakan dari unsur api, sedangkan tubuh manusia diciptakan dari unsur tanah. Jin dan manusia adalah dua kelompok yg diberi tanggung jawab. Jin dan manusia sama2 memiliki aqal dan nafsu. Itulah sebabnya mereka diberi tanggung jawab. Malaikat hanya diberi aqal, mereka tidak mungkin ingkar. Lucifer atau Iblis bukanlah malaikat yg jatuh, tetapi jin yg dulunya banyak beribadah sehingga disamakan dengan malaikat, namun kemudian terjatuh ke dalam dosa. Sedangkan hewan hanya diberi nafsu tetapi tidak diberikan aqal. Sehingga hewan tidak diberi tanggung-jawab. Bahkan manusia/jin yg terganggu jiwanya (gila) atau mengalami keterbelakangan, mereka pun tidak dibebani tanggung-jawab syari’ah. Orang yg pingsan atau tidur juga tidak dibebani syari’ah. Syari’ah/hukum Tuhan itu berlaku bagi kedua makhluq ini. Jika zhalim, maka masuk neraka, dan jika bertaqwa, maka masuk surga. Apakah dalam Kristen tidak dikatakan hal seperti ini?
Lalu mohon maaf sedalam”nya kalu saya kurang setuju tentang arti keselamatan dalam islam menurut anda karena dalam quran: “Yahdii bihillaahu minat taba’a ridlwaanahuu subulas salaama wa yukhrijuhum inadhulumaati ilan nuur biidznihii wa yahdiihim ilaa shiraathim mustaqiim.”(Qs 5:16)yang berarti [alkitab menunjukkan jalan keselamatan membawa orang dari kegelapan kepada terang menuju jalan yang lurus….]
[5.15] Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.
[5.16] Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
[5.17] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Pada 5.15 dijelaskan bahwa ahlul kitab (yahudi dan Nasrani) telah menyembunyikan ayat2 tentang Nabi Muhammad, menyamarkannya, mengubahnya dsb. Lalu diterangkan bahwa telah datang kepada mereka, saat itu, cahaya dari Allah (Nabi Muhammad) dan kitab yg menerangkan (Al-Qur`an).
Pada 5.16 dijelaskan bahwa dengan kitab itu (yaitu Al-Qur`an), Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, yaitu dengan mengajarkan mereka kepada tauhid (mengesakan Allah) dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita (kejahilan, kekafiran, kesyirikan, dsb) kepada cahaya yang terang benderang (iman) dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Pada 5.17 dijelaskan bahwa orang yg berkata bahwa Allah telah menjelma menjadi Isa bin Maryam adalah orang yg ingkar kepada Allah.
Serta sebelum saya menutup ada satu kalimat dalam quran yang menarik buat anda… yaitu: wa laa tujadillu ahlal kitaab(Qs 29:46) jangan mendebat orang nasrani…
Salam Damai dalam Isa anak Maryam, saya bermaksud membuat pernyataan ini bukan untuk mengembangkan akar permusuhan tapi untuk menceritakan kabar kebenaran dalam alquran.
[29.46] Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.
Pada ayat itu terdapat frase yg tidak bisa dibaca setengah-setengah. Ayat itu menjelaskan
1. janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik,
2. silahkan kamu berdebat dengan orang2 zhalim (yaitu yg suka menganiaya dan memaksa) diantara mereka walau pun dengan cara yang keras.kafir harb boleh diperangi. Sedangkan terhadap kafir dzimmi seperti Anda, saya pun harus berusaha sopan, yaitu berargumen dengan baik, dan bukannya marah2 dan mengetik dengan huruf kapital semua tanpa mengemukakan argumen yg dapat diterima. Jadi, saya tidak boleh mendebat Anda, kecuali jika saya mendebat Anda dengan cara yg paling baik. Saya boleh mendebat Anda, asalkan dengan cara yg paling baik.
Begitu maksud ayat tersebut. Jadi, janganlah kita membaca satu bagian, tetapi menyembunyikan yg lainnya. Jangan kita berkata “Tidak ada yg pantas disembah”, tetapi kita menyembunyikan “kecuali Allah”. Kabarkanlah kebenaran dan katakanlah dengan lengkap, “Tidak ada yg pantas disembah, kecuali ALLOH”. Jadi kita tidak boleh menyembah, kecuali ALLOH. Silahkan kita menyembah, selama yg kita sembah itu hanyalah Allah. Silahkan berdebat, selama dengan cara yg baik. Tetapi jika si ahli kitab itu berlaku kasar, silahkan saja, boleh dengan tetap lembut, boleh juga dengan kasar. semoga dapat dipahami. Dan semoga Allah memberi Anda hidayah ke jalan yg lurus.