Tag: sebuah penantian

  • Kuasa Gelap, Adakah?

    Kuasa gelap, kekuatan jahat, atau pun sihir memang ada. Ummat Islam haruslah beriman akan adanya perkara-perkara tersebut. Kemudian kita harus berhati-hati agar tidak ikut mengerjakannya dan agar kita tidak terkena sihir.

    Sihir bisa didapat seseorang melalui ritual-ritual penyembahan kepada jin, setan, atau pun Iblis. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan tentang orang-orang Mesir Kuno yang mempelajari sihir dari para firaun. Juga dijelaskan bagaimana kekuatan sihir para penyihir bisa dikalahkan oleh Nabi Musa yang mendapat kekuatan dari Allah. (Silahkan lihat Al-A`raf ayat 115 hingga ayat 122)

    Dalam banyak hadits juga dijelaskan tentang amalan-amalan yang dapat menangkal sihir. Hadits-hadits tersebut selain menunjukkan adanya sihir, juga menunjukkan bahwa kita harus berhati-hati dari sihir dan membentengi diri dengan iman dan amal shalih.

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa yang membaca: “Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu, wa Huwa ‘alaa kulli syai`in qodiir” dalam sehari sebanyak seratus kali, nescaya dia mendapat pahala sebagaimana memerdekakan sepuluh orang hamba. Dia juga diampunkan seratus kejahatan, dibuat untuknya benteng sebagai pelindung dari syaitan pada hari tersebut hingga ke petang. Tidak diganjarkan kepada orang lain lebih baik daripadanya kecuali orang tersebut melakukan amalan lebih banyak daripadanya. Manakala mereka yang berkata: dalam sehari sebanyak seratus kali nescaya terhapuslah segala dosanya sekalipun dosanya itu banyak seperti buih di lautan. [HR. Bukhori (3050, 5926), Muslim (4857)]

    Perlu diklarifikasi juga di sini bahwa pada pekan lalu, kami bukan ketakutan atau pun panik. Tetapi kami menghimbau agar kita semua berhati-hati terhadap hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Hanya saja pemberitaan yang begitu serempak membuat sebagian orang menganggap hal tersebut sebagai sebuah ketakutan. Ketakutan tersebut sebenarnya tidak ada, hanya salah tafsir saja atas aksi pemberitaan yang begitu gencar.

    Saya maklum atas salah tafsir mereka. Saya juga bisa salah tafsir terhadap tindakan pengamanan yang tidak biasa di Gereja-Gereja beberapa hari ini. Tetapi saya rasa, mereka bukannya takut kepada aksi pemboman. Mereka hanya berhati-hati, seperti kita berhati-hati kemarin. Bukankah demikian?