Taubat

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, [QS. 3:133]

Dahulu kala ada seorang dari bani Israel yang telah membunuh 99 orang. Lalu ia bertanya kepada seorang rabi, “Apakah dosaku itu bisa diampuni?” Maka rabi itu menjawab, “Engkau telah terlalu banyak membunuh, dosamu terlalu besar, engkau tidak akan diampuni.” Mendengar jawaban rabi itu, maka orang tadi kecewa, putus asa, dan juga kesal, maka digenapilah menjadi 100 orang yang ia bunuh dengan membunuh rabi tadi. Lalu ia pergi lagi kepada rabi yang lain. Ia masih penasaran. Ketika ia bertemu dengan seorang rabi yang lain, ia pun bertanya, “Wahai guru, aku telah membunuh 100 orang, adakah dosaku dapat diampuni?” Maka rabi itu pun menjawab, “Jangan 100 orang, seribu orang pun kamu bunuh, asalkan kamu mau bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka seluruh dosamu akan diampuni oleh Allah.” Maka orang tadi pun gembira mendengar hal ini. Lalu rabi itu berkata lagi, “Akan tetapi kampung tempat tinggalmu ini kurang baik bagimu. Jika kamu memang ingin bertaubat, pergilah ke kampung yang di sana, sebab di sana tempat orang-orang baik. Kamu akan lebih mudah bertaubat di sana.” Maka laki-laki itu pun segera meninggalkan kampung yang penduduknya banyak berma’siat itu menuju kampung orang-orang shalih. Ketika di tengah perjalanan, datanglah ajal si laki-laki tadi. Maka datanglah malaikat adzab dan malaikat rahmat untuk menjemput ruh orang itu. Melihat malaikat rahmat datang, malaikat adzab berkata, “Dia adalah bagianku.” Malaikat rahmat membantah, “Dia adalah bagianku, dia ingin pergi ke tempat orang-orang shalih untuk bertaubat.” Malaikat adzab berkata, “Tetapi dia belum sampai dan belum berbuat kebaikan untuk menebus dosa-dosanya.” Maka datanglah malaikat ketiga untuk menengahi dan berkata, “Ukurlah jarak antara dia dengan kedua kampung itu. Jika ia lebih dekat kepada kampung orang-orang jahat, maka ia bagian malaikat adzab. Jika ia lebih dekat kepada kampung orang-orang shalih, maka ia adalah bagian malaikat rahmat.” Maka diukurlah. Lalu ketika itu pula Allah memerintahkan kepada bumi agar menjauhkan mayat laki-laki itu dari kampung orang-orang jahat, dan mendekatkannya kepada kampung orang-orang shalih. Maka bergeraklah bumi itu seperti yang diperintahkan Allah. Maka setelah diukur, ternyata laki-laki itu lebih dekat kepada kampung orang-orang shalih. Maka malaikat rahmat pun membawa ruh laki-laki itu.

Demikianlah kisah yang menunjukkan Kelembutan Allah terhadap hambanya yang ingin kembali padanya. Dia telah mengulur bumi yang ditinggalkan si laki-laki dan menarik bumi yang akan ditujunya. Jika hal demikian telah terjadi terhadap orang Israel yang berdosa, bagaimana pula Kelembutan Allah terhadap ummat kekasih-Nya, Muhammad Rasulullah saaw?

Maka janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sebab orang yang berputus asa dari rahmat Allah adalah orang yang tersesat. Sesungguhnya Ampunan Allah itu adalah bagi orang-orang yang zhalim. Maka akuilah kezhalimanmu dihadapan Allah, dan mintalah apa yang menjadi hakmu sebagai orang yang zhalim.

Sebagaimana seorang miskin mempunyai hak atas zakat yang dikeluarkan orang kaya, begitu juga orang zhalim mempunyai hak atas ampunan Allah, maka ambillah hakmu itu. Kemudian berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Belanjakan hartamu di jalan-Nya, baik di waktu lapang maupun sempit. Tahanlah amarahmu dan memaafkan kesalahan orang lain terhadapmu sebagaimana Allah telah memaafkan kamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. [QS. 3:135]

Wahai Allah, sesungguhnya ampunanmu adalah bagi orang-orang yang zhalim, dan kami adalah orang-orang yang zhalim, maka ampunilah kami. Wahai Rabbi, ampunilah juga dosa kedua ibu-bapak kami, dan juga dosa saudara-saudara kami yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Wahai Yang Mahalembut, gerakkanlah hati saudara-saudara kami yang pecandu narkoba, yang suka berma’siat di diskotik-diskotik, yang suka menghadiri perkumpulan-perkumpulan ma’siat, yang mereka berbuat zhalim, hingga mereka diliputi oleh kezhaliman mereka, gerakkanlah hati mereka, wahai Rabbi, agar mereka bertaubat dan kembali pada-Mu. Berikanlah Kelembutan-Mu kepada kami, janganlah Engkau biarkan kami dalam kenistaan. Angkatlah kami ke hadapan-Mu. Angkatlah kami dari lembah kehinaan kepada puncak kemulyaan di sisi-Mu. Wahai Allah, selamatkanlah ummat Muhammad dari kezhaliman mereka sendiri. Tolonglah kami untuk dapat beribadah menyembah-Mu, untuk dapat mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu. Sesungguhnya tiada daya dan upaya kecuali dengan Kelembutan-Mu, wahai Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Amin.