TAWADHU

Dan hamba-hamba Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Penyayang) itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. (QS. 25: 63)

Tawadhu berarti meyakini akan rendahnya diri. Tawadhu akan dapat dicapai dengan latihan-latihan. Ingat, latihan akan membuat sempurna (practice makes perfect). Hal-hal yang perlu dilatih setidaknya ada 6 perkara, yaitu:

1. Jangan peduli akan keridhaan atau kebencian seseorang. Selama kita telah berbuat dengan semaksimal atau seoptimal mungkin, maka jangan peduli kepada orang lain. Yang kita cari bukanlah keridhaan orang, dan yang kita hindari bukanlah kebencian orang. Yang kita cari adalah ridha Allah dan kecintaan-Nya kepada kita. Dan yang kita hindari adalah kebencian dan kemurkaan-Nya kepada kita.

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. [QS. 2:207]

Perumpamaan orang-orang yang beramal karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun teh di daerah puncak yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis pun memadai (lihat QS. 2:265).

2. Jangan peduli terhadap penilaian orang akan kedudukan kita. Kedudukan tinggi itu meliputi: kemulyaan, kecerdasan, kekayaan, kekuasaan, dsb. Kedudukan rendah itu meliputi: kehinaan, kebodohan, kemiskinan, kelemahan, dsb. Jika orang menganggap kita mulya, maka janganlah kita merasa bahwa kemulyaan itu dari diri kita. Sungguh tiada daya dan upaya dari diri kita melainkan dengan Allah. Dan jika orang menganggap kita ini rendah, maka sadarilah bahwa kita memang rendah. Ingatlah, tiada daya dan upaya kecuali dengan (idzin, kehendak, dan kasih-sayang) Allah.

3. Diam terhadap komentar. Komentar itu meliputi pujian, cemoohan, kritik, dsb. Jika kita dipuji seseorang, maka diamlah, jangan menyangkal pujian itu dengan menyebutkan kerendahan kita, dan jangan pula mendukung pujian itu dengan menyebutkan ketinggian kita. Sikap yang terbaik dalam hal ini adalah diam. Dan jika kita dicemooh atau direndahkan, maka sadarlah kita bahwa tiada daya upaya kecuali dengan Allah. Jadi jangan menyangkal cemoohan dengan menyebutkan ketinggian kita, dan jangan pula mendukungnya dengan menyebutkan kerendahan kita. Diam adalah lebih baik. Dan renungkanlah mengenai kelemahan diri kita di sisi Allah. Dan berhati-hatilah akan pujian terhadap diri kita yang datang dari dalam diri kita sendiri.

4. Hilangkan rasa dengki. Rasa iri dan dengki dapat menimbulkan persaingan tidak sehat. Kita akan berusaha untuk menyamai seseorang hanya karena mengharapkan pujian dan apa-apa yang didapat orang lain dengan ketinggiannya. Bahkan sifat dengki akan menyebabkan kita merendahkan orang lain untuk menghibur diri kita dan merusak kedudukan seseorang di hadapan orang.

5. Akuilah kebenaran yang datang. Terkadang kebenaran itu datang melalui orang-orang yang kita benci. Tetapi selama itu adalah kebenaran, maka akuilah dan berlapang dadalah.

6. Ingatlah bahwa tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah. Jadi segala yang ada itu ada dengan Allah, bukan dengan daya upaya kita. Bukan pula dengan kehebatan kita. Bukan pula dengan kecerdasan kita. Ingatlah, Qarun mendapatkan kecelakaan besar disebabkan ia merasa bahwa apa yang ia miliki, berupa harta kekayaan yang melimpah, adalah hasil dari kecerdasan dan usahanya. Disebabkan ia merasa demikian maka Allah menenggelamkan dia di muka bumi. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra katanya: Nabi saaw bersabda, “Ketika seorang lelaki sedang berjalan, dia begitu bangga dengan juntaian rambutnya serta kejantanannya, tiba-tiba dia ditenggelamkan oleh bumi, maka dia pun terbenam di dalam bumi sehingga ke Hari Kiamat.”

Jika keenam hal ini telah kita latih insya Allah, ketenangan akan mengisi hati kita. Semakin sempurna latihan kita, semakin tenanglah hati ini. Semakin tenang hati ini, maka semakin sehat dia. Jika hati kita sehat maka baiklah segala amal kita. Amin.