KEDAHSYATAN DOA

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al-Mu`min: 60)

Berdoa merupakan suatu ibadah yang diperintahkan oleh Allah. Nabi bersabda bahwa doa adalah inti ibadah. Doa merupakan ibadah yang dahsyat. Dalam segala ibadah yang Allah perintahkan, tentu ada hikmah dibaliknya yang begitu dahsyat.

Doa, selain merupakan ibadah kepada Allah, juga merupakan bimbingan Allah bagi orang-orang yang bertaqwa, orang-orang yang sukses, agar mereka menspesifikasikan dan memvisualisasikan target-targetnya. Misalnya seseorang ingin menjadi ahli surga, maka dia harus meminta itu kepada Allah. Dan ketika dia meminta kepada Allah, tentu ia akan berkata-kata, baik dengan lisannya atau dengan hatinya. Dan di saat itulah kata-kata tersebut mempengaruhi otaknya untuk bervisualisasi dan menspesifikasi target. Semakin sering dia berdoa, maka semakin kuat visualisasi tersebut dan semakin mempengaruhi aksi anggota badannya. Sehingga dia dapat mencapai target tersebut dengan kekuasaan Allah. Doa tidak mengajarkan bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan ataupun kesanggupan. Justeru doa mengajarkan kita bahwa kita tidak sanggup berbuat apa-apa dan harus bergantung sepenuhnya kepada Allah, maka Allah akan membimbing dan menggerakkan kita kepada apa yang kita harapkan. Itulah penjelasan ilmiah dari doa. Adapun secara ilmu aqidah, maka kita harus yakin bahwa Allah itu selalu menepati janji-Nya. Salah satu janji-Nya adalah Dia pasti mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya.

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfa`atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah.” (QS. Al-A’raf: 188)

Jika surga saja yang begitu megah bisa kita gapai dengan doa, dan dengan kehendak Allah tentunya, maka harta duniawi yang remeh ini, tentu lebih bisa kita gapai dengan kita banyak berdoa dan yaqin kepada Allah. Tetapi sebagian kita menganggap bahwa doa itu adalah suatu ibadah suci yang tidak boleh dikotori dengan permintaan-permintaan rendah seperti meminta uang 1 milyar per bulan dan sebagainya. Padahal Allah tidak melarang hamba-hamba-Nya untuk meminta harta dunia dalam doanya selama ia berniat baik terhadap harta tersebut. Bahkan Rasulullah saaw bersabda, “Mintalah kepada Allah, walau pun mengenai tali sepatumu yang putus.” Bahkan Rasulullah saaw membolehkan kita untuk meminta hal duniawi yang paling rendah sekalipun, yaitu kita berdoa kepada Allah agar diberikan tali sepatu yang baru.

Maka dari itu, cobalah Anda biasakan untuk berdoa setelah selesai sholat dengan berkata demikian, “Ya Allah, jadikanlah kami sebagai penghuni surgamu yang tertinggi, bersama Muhammad Rasulullah shollalallahu ‘alayhi wa alihi wa sallam. Dan jadikanlah aku sebagai orang yang berpenghasilan satu juta rupiah per hari, suatu penghasilan yang halal dan berkah. Dan jadikanlah aku hari ini sebagai orang yang berpenghasilan satu juta rupiah, suatu penghasilan yang halal dan berkah. Dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang banyak bersyukur. Aamiin”

Doa seperti di atas adalah doa yang tidak dilarang, bahkan sayyidina Abu Bakar tidak hanya meminta satu juta, satu milyar, atau pun satu trilyun, melainkan beliau berdoa, “Ya Allah, jadikanlah dunia ini dalam genggamanku, dan janganlah jadikan dunia ini dalam hatiku.” Sayyidina Abu Bakar ra meminta kepada Allah agar dapat memiliki dunia seluruhnya, tetapi beliau juga meminta perlindungan Allah agar tidak hubbuddunya (cinta dunia).

Saya ingat sekali, ketika saya masih sekolah di SD dulu, saya begitu sering berdialog dengan Allah. Misalnya ketika saya akan berangkat ke sekolah, dan saya tahu bahwa saya agak telat dalam berangkat sekolah, maka saya berdoa kepada Allah agar saya dapat tiba di sekolah dengan sehat dan tanpa terlambat. Dan doa saya itu terjadi. Atau ketika berangkat sekolah, hujan rintik-rintik sudah mulai turun, maka saya berdoa agar saya dapat tiba di sekolah dengan sehat, selamat, tanpa terlambat, dan tanpa basah kuyup. Dan hal itu terjadi, padahal saya tidak bawa payung. Bahkan ketika baju saya sudah mulai basah, saya tetap memanjatkan doa agar baju saya kering setibanya sampai di sekolah. Tetaplah yaqin kepada Allah!

Pernah juga saya akan berangkat ke sekolah ketika SMP, dan pada saat itu saya membatin, “Seandainya ada yang mengantar saya ke sekolah dengan motornya, mungkin saya akan lebih cepat sampai.” Pada saat itu juga tetangga saya mengklakson saya, dan menyuruh saya untuk naik ke motornya. Lalu dia mengantarkan saya ke sekolah saya, baru kemudian dia mengantar anaknya ke sekolahnya yang sebenarnya lebih dekat daripada sekolah saya. Pernah juga saya pulang sekolah di hari yang panas ketika sekolah di STM, dan saya sudah merasa lelah, dan saya berharap ada yang mengantar saya dengan kendaraannya ke rumah. Maka saat itulah ada tetangga yang lewat situ dan menawarkan saya untuk pulang bersamanya dengan motor.

Sungguh, jika Anda sering berdoa dan sering berlatih untuk memvisualisasikan keinginan Anda, maka kesuksesan akan mudah Anda raih. Baik kesuksesan di dunia, maupun di akhirat. Bahkan situs ini terwujud, setelah saya memvisualisasikannya sejak saya masih sekolah di STM.

Maka berdoa dan mintalah segala keperluan Anda kepada Allah, dan bersabarlah, karena Allah pasti mengabulkan doa Anda, atau Dia mengganti dengan hal lain yang lebih baik bagi Anda. Jika Anda meminta uang satu juta rupiah untuk hari ini, dan pada hari ini di tangan Anda tidak ada uang satu juta rupiah, maka yakinlah bahwa satu juta rupiah itu akan diganti dengan yang lebih baik bagi Anda, atau Allah menahan dan mengumpulkannya bagi Anda untuk Dia berikan pada Anda di saat yang tepat. Jangan kecewa dan jangan merasa rugi, dan jangan pernah berkata, “Saya sudah berdoa begitu sering, kok Allah belum mengabulkan juga?” Tidak, jangan. Yakinlah bahwa Anda tidak akan kecewa, tidak ada ruginya berdoa kepada Allah, karena Anda pasti diberi. Mungkin Anda diberi dengan apa yang Anda minta, mungkin juga diberi dengan hal yang lebih baik dari apa yang Anda minta. Maka bersyukurlah atas pemberian Allah yang telah Dia berikan dan yang pasti Dia berikan.

Kemudian, jangan pernah berfikir bahwa Anda adalah orang yang kotor, bahwa doa Anda akan ditolak Allah atau tidak diterima. Jangan! Berbaik-sangkalah kepada Allah, karena Allah itu Mahabaik, Mahapengasih, Mahapenyayang, Mahapengampun. Saya yaqin bahwa Anda bukanlah orang yang ditolak doanya. Karena orang yang ditolak doanya hanya ada empat (menurut ilmu saya saat ini), yaitu:

1. Orang yang pakaiannya dibeli dengan uang yang haram atau didapat dengan cara haram.

2. Orang yang makanan atau minumannya haram atau dibeli dengan uang haram atau didapat dari jalan yang haram.

3. Orang yang buruk sangka kepada Allah dan tidak sabar dalam berdoa, yaitu orang yang berkata, “Saya sudah berdoa kepada Allah, tetapi kok belum dikabulkan?”

4. Orang yang doanya itu untuk kemaksiatan.

Berdoa kepada Allah adalah bukti pengakuan atas kelemahan kita di hadapan Allah. Ketika kita mengakui kelemahan kita di hadapan Allah, dan kita meminta kekuatan dari-Nya, maka Allah pasti memberi kita kekuatan. Ketika kita mengakui kemiskinan kita di hadapan Allah, dan kita meminta kekayaan kepada-Nya, maka pasti Allah memberi kita kekayaan. Pasrahkan diri kita kepada-Nya dan rendahkan diri kita di hadapan-Nya, itulah salah satu makna Islam, tunduk-patuh dan berserah diri serta pasrah kepada Allah. Taklukkan diri Anda di hadapan Allah dan bergantunglah kepada Dia Yang Kekal. Sementara orang kafir mengandalkan kekuatan dirinya yang sesungguhnya lemah dan tidak kekal serta pantang berkata, “Saya lemah, saya bodoh, saya tidak bisa.” Islam justeru mengajarkan bahwa kita harus mengakui kelemahan kita dan mengakui kekuatan Allah, mengakui ketidak-sanggupan kita dan mengakui kekuasaan Allah. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Kepasrahan kita kepada Allah belum bisa disebut total kalau kita belum mengakui kelemahan dan ketidak sanggupan kita di hadapan Allah. Berdoalah kepada Allah, dan yakinlah Allah menerima doa Anda, sebagaimana Anda sholat dan yakin bahwa Allah menerima sholat Anda. Padahal bisa jadi sholat kita belum sempurna. Maka berdoalah kepada Allah, Andalkan Allah, maka Anda tidak akan kecewa. DIJAMIN!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *