Yesus turun dari bukit Zaitun, dan melewati malam sendirian ke sebelah sisi lebih jauh dari Yordan lalu puasa 40 hari 40 malam. Tiada makan sesuatu baik siang maupun malam, mengajukan terus-menerus permohonan kepada Allah untuk keselamatan umatnya, yang mana kepada umat itu Allah mengutus dia. Lalu muncullah setan untuk menggodanya dengan pelbagai janji, akan tetapi Yesus mengusirnya dengan kekuatan Firman-Firman Allah.(1)
Setelah itu Yesus kembali ke daerah Yerusalem. Telah ditemui lagi oleh umat dengan kegembiraan yang luar biasa senangnya. Dan mereka memohonkannya supaya dia mau tinggal bersama mereka, karena amanat-amanatnya bukanlah sebagaimana penulis-penulis (ahli Torat) itu tetapi dengan kekuatan kaena uraiannya menyentuh hati.
Yesus mengetahui bahwa banyak memang jumlah mereka yang kembali kepada hati mereka untuk berjalan dalam hukum Allah. Yesus pergi naik bukit itu, dan tinggal sepanjang malam berdoa. Dan ketika hari telah siang dia turun dari bukit itu, lalu memilih 12 orang, kepada mereka dia menamai apostolus(2) diantaranya ialah Yudas yang mati di tiang salib(3). Nama-nama mereka adalah Andreas dan Petrus saudaranya, penangkap ikan; Barnabas, Matius pemungut cukai, Yohanes dan Yakobus, anak-anak Zebedus; Tadeus dan Yudas; Bartolomeus dan Filipus; Yakobus anak Alfeus; dan Yudas Iskariot pengkhianat itu.(4)
Yesus mengirim kedua-belas muridnya kepada dua belas suku bani Israel. Yesus memang diutus untuk bani Israel saja, maka dia hanya menunjuk 12 murid utama. Yesus mengajar kepada 12 murid utama, dan masing-masing murid utama mengajar kepada masing-masing suku. Yesus sangat melarang muridnya agar tidak mengajar kepada bangsa non-Yahudi. Karena Yesus memang diutus hanya kepada bani Israel, bukan kepada bangsa lain.(5)
(1) Lihat Markus 1:12-13; Lukas 4:1-13; Matius 4:1-11.
(2) Islam: Hawariyun/Shahabat.
(3) Maksudnya Yudas Iscariot pengkhianat yang mati di tiang salib, sebutan ini untuk membedakan dengan Yudas yang lain, sebab ada dua Yudas yang menjadi apostolus.
(4) Lihat Lukas 6: 12-16; Matius 10: 1-4; Markus 3: 13-19; Barnabas Psl. 14.
(5) Adapun Matius 28: 17-20 adalah ayat-ayat yang diragukan keotentikannya oleh para ahli dari kalangan Kristen.