Kategori: Yesus Dalam Kitab

  • Nama Nabi Isa dalam Al-Qur`an

    Nama Nabi Isa disebutkan sebanyak 25 kali dalam Al-Qur’an. Sedangkan nama Nabi Muhammad SAW hanya disebutkan 4 kali dalam Al-Qur’an.

    Jauh lebih banyak nama Nabi Isa ‘alaihissalam yang disebutkan namanya dari pada nama Nabi Muhammad SAW. Semua ini menunjukkan banyak hal. Di antaranya:

    1. Kedudukan Nabi Isa ‘alaihissalam sangat tinggi dalam Islam.

    Kedudukan nabi Isa memang sangat tinggi dalam Islam. Sampai-samapi Al-Quran menyebut namanya puluhan kali. Dan memang sesungguhnya Nabi Isa memang benar-benar seorang nabi yang wajib diimani dan dihormati. Tentunya nabi-nabi yang lainnya juga.

    Sudah seharusnya para pemeluk kristiani pun menghormati nabi Muhammad SAW. Sebab umat Islam tidak kurang hormatnya kepada nabi mereka. Walau pun tidak menjadikan Nabi Isa sebagai tuhan.

    Namun penghormatan kepada nabi Isa dalam pandangan Islam berbeda dengan pandangan Kristiani. Islam tidak menuhankannya, Islam hanya mengakuinya sebagai manusia biasa, namun beliau menerima wahyu dan syariah yang berlaku untuk kaumnya saja.

    Adapun untuk umat Islam, yang dijadikan sandaran dalam hukum syariah adalah sikap dan teladan Nabi Muhammad SAW.

    2. Adanya Keterkaitan antara Isa dan Muhammad Rasulullah.

    Sebenarnya hubungan antara agama yang dibawa nabi Isa dengan yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW berasal dari sumber yang sama. Kecuali kemudian orang-orang sesat menyelewengkan peninggalan beliau dan menggantinya dengan agama yang mereka karang sendiri, yaitu agama trinitas.

    Dan karena hubungannya sangat dekat, tidak aneh kalau nama Nabi Isa diulang-ulang sebagai 25 kali dalam Al-Quran.

    Bahkan hubungan Islam dengan nabi Musa dan umatnya juga sangat erat. Tahukah anda, berapa kali kata Musa terulang-ulang di dalam Al-Quran? Jawabnya adalah kata Musa diulang sebanyak 131 kali.

    Yang Penting Bukan Berapa Banyak Penyebutannya

    Bagi umat Islam, tidak ada masalah bila nama nabi Muhammad SAW hanya disebut 4 kali saja di dalam Al-Quran. Sebab yang penting bukan penyebutan namanya, melainkan kita semua tahu bahwa ke-114 surat dan 30 juz dalam Al-Quran memang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW.

    Jadi kalau keseluruhan Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, buat apa lagi nama beliau harus selalu disebut-sebut.

    Dan yang penting, kemuliaan suatu makhluq tidak ditentukan dari berapa kali namanya disebutkan di dalam Al-Quran. Tahukah anda, berapa kali kata Syaithan disebutkan di dalam Al-Quran? Jumlahnya tidak kurang dari 62 kali. Apakah kita akan menghormati syaithan? Tentu saja tidak.

    Tahukah Anda berapa kali kata Iblis diulang-ulang di dalam Al-Quran? Jawabnya adalah 11 kali. Apakah kita akan menghormati iblis hanya karena namanya diulang 11 kali dalam Al-Quran? Tentu saja tidak.

    Di sisi lain, sebenarnya setiap kali ada ayat Al-Quran yang dimulai dengan kata Qul, yang berarti “Katakanlah”, itu merupakan dialog Allah kepada beliau SAW untuk mengatakan sesuatu atau menyampaikan sesuatu. Seakan Allah berfirman, “Katakanlah wahai Muhammad! Katakanlah wahai Nabi!” Dan kalau dihitung-hitung, jumlahnya tidak kurang dari 250 kali.

  • Abdullah vs Abdul Masih

    Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sebentar lagi akan datang Ibnu Maryam sebagai pemimpin yang adil, akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan meletakkan aturan jizyah, dan akan menyebarkan uang sehingga tidak ada satu pun yang mau menerimanya lag, sehingga satu kali sujud kepada Allah SWT itu lebih berharga dari dunia dan apa-apa yang ada di dalamnya.” (HR. Bukhori, Muslim, Turmudzi, dan Ahmad)

    Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. [QS. An-Nisa (4): 159]

    Hal yang dijanjikan itu tidak lama lagi akan terjadi. Maka bertaubatlah wahai Ahlul Kitab!

    Yesus Dalam Al-Qur`an (Jawaban untuk Abdul Masih)
    Keruntuhan Doktrin Kristen Trinitarian
    Menanggapi Doktrin Trinitarian

  • Yesus Inkarnasi Tuhan?

    Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya (ruuhum minhu) . Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. [QS. An-Nisa`:171]

    Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami (mir ruuhinaa) dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. [QS. 21:91]

    dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat. [QS. 66:12]

    Orang-orang Kristen Trinitarian menjadikan ayat-ayat di atas sebagai dalil bahwa Yesus adalah:
    1. Roh Tuhan.
    2. Kalimat/Logos Tuhan.
    3. Inkarnasi dari Tuhan.

    Tetapi muslim tidak menafsirkan Al-Qur`an dengan prasangka seperti itu, melainkan dengan ilmiah. Lihatlah baik-baik ayat-ayat tersebut, maka Anda akan berkesimpulan bahwa:
    1. Yesus adalah putera Maria, bukan putera Allah. Lihatlah silsilah Yesus dalam Alkitab, maka akan Anda dapati bahwa dia bukanlah putera Allah.
    2. Yesus adalah utusan Allah. Alkitab juga menyebut bahwa Yesus adalah utusan Allah. Yesus berkata bahwa hidup bahagia itu hanya dapat diraih oleh orang yang mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah yang benar, dan bahwa Yesus adalah utusan Allah. (Lihat Yohanes 17:3)
    3. Yesus diciptakan dengan Firman Allah: “Jadilah” sebagaimana alam semesta ini dijadikan dengan Firman Allah: “Jadilah”. (Lihat Kitab Kejadian pasal 1)
    Dalam Al-Qur`an Allah Berfirman:
    Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. [QS. 3:59]
    4. Roh Yesus adalah roh dari Tuhan sebagaimana semua roh adalah dari Tuhan.
    Allah Berfirman:
    Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya (kejadian Adam), dan telah meniupkan ke dalamnya ruh dari-Ku (mir ruuhii), maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. [QS. 15:29]
    5. Allah melarang kita berfaham Trinitas, tiga dalam satu, dsb.
    6. Allah itu Tuhan Yang Esa.
    7. Allah itu tidak beranak.

    Logos/Kalimat adalah ungkapan Tuhan, dan adalah Komunikasi Dirinya, sama halnya sebuah “kata” adalah suatu ungkapan yang keluar dari pemikiran seseorang.  Yesus adalah salah satu ungkapan yang keluar dari kebijaksanaan, tujuan dan rencana Allah.  Karena alasan yang sama, kita menyebut wahyu sebagai “suatu kata dari Tuhan” dan Al-Qur`an adalah “Firman Allah.” Yesus adalah salah satu tanda kekuasaan Allah, yang dengan itu manusia dapat mengenal Allah Yang Mahakuasa Menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Allah Menciptakan Adam dari ketiadaan, maka apa sulitnya menciptakan Yesus dari seorang Maryam binti Imran?

    Jika Anda seorang pelukis, pematung, atau pujangga, Anda akan mengekspresikan / mengungkapkan diri Anda melalui lukisan, patung, atau syair. Melalui lukisan, patung, atau syair, orang lain akan dapat mengenal siapa diri Anda sebenarnya. Begitulah Allah, melalui kalimah-Nya berupa alam semesta, para Nabi, juga kitab-kitab-Nya telah memperkenalkan Diri-Nya kepada kita.

    Murid-murid Yesus pernah bertanya kepada Yesus, Bagaimana Allah itu?” Yesus menjawab, “Jika kamu telah melihat aku, berarti kamu telah melihat Allah.”

    Para shahabat Nabi Muhammad SAAW juga pernah bertanya, “Bagaimana Allah itu?” Nabi Muhammad SAAW pun menjawab, “Jika kamu telah melihat aku, maka kamu telah melihat Allah.” Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi bersabda, “Janganlah kamu memikirkan Allah, karena kamu tidak akan sanggup, akan tetapi fikirkanlah ciptaan-Nya.” Ya, ciptaan-Nya, kalimah-Nya yang tidak tertulis dalam Kitab, tetapi dapat kita saksikan sebagai ayat-ayat Allah. Lihatlah alam semesta, lihatlah kehidupan Muhammad SAAW, maka Anda akan mengerti betapa Allah itu Mahapengasih lagi Mahapenyayang.

    Konsep bahwa Tuhan berinkarnasi tidak dikenal dalam agama yang dibawa oleh para Nabi utusan Tuhan. Konsep semacam itu hanya ada dalam agama berhala. Dan agama berhala itu masuk ke dalam agama yang dibawa para Nabi utusan Tuhan, sepeninggal para Nabi itu. Setiap terjadi penyimpangan dalam agama yang dibawa para Nabi utusan Tuhan, maka Tuhan mengutus lagi seorang Nabi untuk meluruskan. Dan Nabi terakhir yang Allah utus adalah Muhammad SAAW, Nabi terbesar. Dialah yang meluruskan agama-agama langit yang telah disimpangkan.

  • MU’JIZAT YESUS

    Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” [QS. 3:49]

    Orang Kristen menjadikan ayat ini sebagai argumen bahwa Yesus adalah Tuhan. Padahal kalau mau teliti, segala mu’jizat itu dilakukan Isa dengan izin Allah, bukan dengan kuasanya sendiri. Allah menurunkan para nabi-Nya dengan disertai berbagai mu’jizat. Pada masa Musa, orang-orang giat mempelajari sihir, maka kepada Musa Allah memberikan ilmu yang lebih hebat dan suci sehingga bisa mengalahkan para tukang sihir di masanya. Dan di zaman Isa, orang-orang giat mempelajari ilmu ketabiban dan pengetahuan alam, maka Allah memberikan kepada Isa kemampuan menyembuhkan yang lebih hebat dari para tabib di masanya dan diberi izin untuk menenangkan angin. Dalam Perjanjian Lama pun ada nabi-nabi yang bisa menghidupkan orang mati, dan Sulaiman adalah orang yang kerajaannya meliputi jin, manusia, binatang, bahkan dia dapat mengendalikan angin.

    Sedangkan pada masa Nabi Muhammad SAAW, orang-orang sangat gemar dengan ilmu pengetahuan dan sastra. Maka kepada Nabi Muhammad SAAW, selain diberikan mu’jizat-mu’jizat lain, juga diberikan Al-Qur`an yang merupakan Kitab yang sempurna dari berbagai aspek.

    Apakah Nabi Muhammad SAAW punya mu’jizat lain? Dalam banyak hadits diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAAW juga dapat menghidupkan mayat, menyembuhkan orang yang sakit, menyembuhkan kesurupan, memimpin jin dalam shalat, mengeluarkan air dari sela-sela jarinya untuk bersuci, Isra` Mi’raj, telah melihat neraka dan melihat surga, bahkan telah berjumpa dengan Allah muka dengan muka, melihat yang di depan dan yang dibelakangnya, dan masih banyak lagi.

    Orang yang mengatakan bahwa mu`jizat Muhammad Rasulullah SAAW hanyalah Al-Qur`an, berarti belum mengenal Muhammad Rasulullah SAAW dengan benar. Dan sebenarnya jika kepada Muhammad Rasulullah SAW hanya diberikan Al-Qur`an sebagai mu`jizat, maka cukuplah untuk mengalahkan mu’jizat para Nabi, termasuk Isa. Sebab di dalam Al-Qur`an itu terkandung banyak keajaiban yang lebih dahsyat dari menghidupkan orang yang mati fisiknya. Dengan berpegang kepada Al-Qur`an, maka kekallah hidup manusia. Kekekalan hidup dalam kebahagiaan adalah rahmat terbesar. Tapi sayangnya banyak manusia yang meninggalkan Al-Qur`an, bahkan manusia yang mengaku bahwa dirinya muslim.

    Dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” [QS. 3:49]

    Orang Kristen menjadikan ini argumen bahwa Yesus adalah Yang Mahatahu. Padahal Yesus dapat mengetahui hal yang ghaib adalah dengan berdasarkan wahyu dari Allah. Buktinya, baik Yesus maupun Muhammad SAAW, sama-sama tidak tahu kapan tepatnya kiamat itu terjadi, mereka hanya mengetahui tanda-tandanya saja.

    Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” [QS. 6:50]

    Ayat ini menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAAW bukanlah Tuhan atau pun malaikat. Beliau tidak mengetahui yang ghaib, kecuali jika Allah mewahyukan kepadanya. Begitu juga Isa, dia tidak tahu akan hal yang ghaib kecuali dengan izin Allah. Isa bukanlah Yang Mahatahu. Buktinya dengan izin Allah, Muhammad Rasulullah SAAW dapat mengungkapkan tanda-tanda kiamat.

    (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit (As-Sa’ah), kapankah terjadinya? Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). [QS. An-Nazi’at: 42-45]

    Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” [Matius 24:36]

    Tetapi orang Kristen, yang telah dibutakan, tetap bersikeras mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Bahkan Yesus yang dianggap Tuhan itu memaki-maki pohon ara, hanya gara-gara pohon itu tidak berbuah saat ia datang kepadanya diwaktu yang bukan musimnya. Mengapa ia memaki-maki pohon itu jika dia memang Tuhan? Tidakkah ia tahu bahwa saat itu memang bukan musimnya? Tidakkah ia sanggup membuat pohon itu berbuah di luar musimnya? Apakah ia depresi gara-gara tidak sanggup membuat pohon itu berbuah hingga akhirnya memaki-maki pohon yang tidak tahu apa-apa kecuali mematuhi perintah Bapa untuk berbuah pada musim yang telah Bapa tentukan?

    Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya. [Markus 11:13-14]

    Betapa aneh tuhan yang satu ini. Manusia saja tahu bahwa saat itu memang bukan musimnya, tetapi dia yang tuhan tidak tahu. Adakah dia itu Yang Mahatahu?

  • PEMBUAT UNDANG-UNDANG?

    Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta`atlah kepadaku. [QS. 3:50]

    Orang Kristen berargumen bahwa jika Yesus dapat menghalalkan apa yang diharamkan, pastilah Yesus itu Tuhan. Padahal tidak demikian. Yesus bertindak sesuai kehendak Allah, bukan atas otoritasnya sendiri.

    Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi… Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. [Matius 5:38-48]

    Ayat ini tidak bisa diartikan menghalalkan, tetapi lebih tepat sebagai anjuran. Seseorang boleh menuntut balas, tetapi alangkah baiknya jika dia mau memaafkan.

    Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. [QS. 2:178]

    Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Kuasa. [QS. An-Nisaa: 149]

    Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. [QS. Al-Jaatsiyah: 14]

    Dan orang Kristen mengklaim bahwa tidak ada makanan yang dapat menajisi. Tapi bagaimana dengan tikus, cacing, anjing, babi? Adakah mereka mengatakan bahwa semua itu boleh dimakan? Betapa jorok dan tidak sehatnya kehidupan Kristen.

    Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. [QS. Al-Ma`idah: 47]

    Orang-orang Kristen yang anti Hukum Tuhan mengklaim bahwa Allah telah membebaskan orang Kristen dari Hukum Tuhan. Padahal ayat ini justeru mengukuhkan bahwa mereka haruslah menjalankan Hukum Taurat. Sebab ada dikatakan dalam Injil Matius:

    Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. [Matius 5:18]

    Maka jelaslah bahwa orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Injil tetapi mereka tidak memutuskan perkara menurut Hukum Taurat, maka mereka itulah orang-orang fasik. Memang benar bahwa Allah tidak menurunkan dalam Injil itu suatu syariat, sebab syariat yang dipakai Yesus adalah syariat Musa. Hanya saja Allah memperlunaknya dengan memberikan beberapa perubahan yang telah Allah wahyukan kepada Yesus. Sebagaimana keringanan itu pun ada dalam syariat Muhammad Rasulullah SAAW. Misalnya dalam hal hukum zina. Dalam syariat Musa dikatakan bahwa jika perawan dan perjaka yang berzina harus di rajam (dilempari batu hingga mati)*. Tetapi dalam syariat Muhammad Rasulullah SAAW, melempari batu itu hanya kepada pelaku zina yang sudah pernah menikah; adapaun terhadap pelaku zina yang belum menikah cukuplah dihukum cambuk 100 kali dan diasingkan selama setahun. Adapun dalam Injil dikatakan bahwa barangsiapa yang matanya melakukan zina mata, maka sebaiknya ia mencungkil matanya dan membuangnya. Kenapa? Sebab mata yang berzina akan membawa kepada kematian. Ternyata tidak ada penyelamatan dengan penyaliban.

    Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. [Yohanes 5:30]

    Maka jelaslah bahwa Yesus bukanlah pembuat undang-undang. Dia hanya memutuskan berdasarkan apa yang Allah Firmankan kepadanya.

    Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta`atlah kepadaku. [QS. 3:50]

    Orang Kristen menjadikan ayat ini sebagai argumen dari Al-Qur`an bahwa Yesus adalah Tuhan Pembuat Undang-Undang. Padahal tidak demikian. Jika ayat ini telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan, lalu bagaimana dengan ayat-ayat ini:

    Katakanlah (wahai Nabi Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. 3:31]

    Nuh berkata: “maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” [QS. 26:108,110]
    Hud berkata: “maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” [QS. 26:126,131]
    Shalih berkata: “maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” [QS. 26 :144,150]
    Luth berkata: “maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” [QS. 26:163]
    Syu’aib berkata: “maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” [QS. 26:179]

    * Ulangan 22: 13-30

  • YESUS MEMILIH DUA BELAS MURID

    Yesus turun dari bukit Zaitun, dan melewati malam sendirian ke sebelah sisi lebih jauh dari Yordan lalu puasa 40 hari 40 malam. Tiada makan sesuatu baik siang maupun malam, mengajukan terus-menerus permohonan kepada Allah untuk keselamatan umatnya, yang mana kepada umat itu Allah mengutus dia. Lalu muncullah setan untuk menggodanya dengan pelbagai janji, akan tetapi Yesus mengusirnya dengan kekuatan Firman-Firman Allah.(1)

    Setelah itu Yesus kembali ke daerah Yerusalem. Telah ditemui lagi oleh umat dengan kegembiraan yang luar biasa senangnya. Dan mereka memohonkannya supaya dia mau tinggal bersama mereka, karena amanat-amanatnya bukanlah sebagaimana penulis-penulis (ahli Torat) itu tetapi dengan kekuatan kaena uraiannya menyentuh hati.

    Yesus mengetahui bahwa banyak memang jumlah mereka yang kembali kepada hati mereka untuk berjalan dalam hukum Allah. Yesus pergi naik bukit itu, dan tinggal sepanjang malam berdoa. Dan ketika hari telah siang dia turun dari bukit itu, lalu memilih 12 orang, kepada mereka dia menamai apostolus(2) diantaranya ialah Yudas yang mati di tiang salib(3). Nama-nama mereka adalah Andreas dan Petrus saudaranya, penangkap ikan; Barnabas, Matius pemungut cukai, Yohanes dan Yakobus, anak-anak Zebedus; Tadeus dan Yudas; Bartolomeus dan Filipus; Yakobus anak Alfeus; dan Yudas Iskariot pengkhianat itu.(4)

    Yesus mengirim kedua-belas muridnya kepada dua belas suku bani Israel. Yesus memang diutus untuk bani Israel saja, maka dia hanya menunjuk 12 murid utama. Yesus mengajar kepada 12 murid utama, dan masing-masing murid utama mengajar kepada masing-masing suku. Yesus sangat melarang muridnya agar tidak mengajar kepada bangsa non-Yahudi. Karena Yesus memang diutus hanya kepada bani Israel, bukan kepada bangsa lain.(5)

    (1) Lihat Markus 1:12-13; Lukas 4:1-13; Matius 4:1-11.
    (2) Islam: Hawariyun/Shahabat.
    (3) Maksudnya Yudas Iscariot pengkhianat yang mati di tiang salib, sebutan ini untuk membedakan dengan Yudas yang lain, sebab ada dua Yudas yang menjadi apostolus.
    (4) Lihat Lukas 6: 12-16; Matius 10: 1-4; Markus 3: 13-19; Barnabas Psl. 14.
    (5) Adapun Matius 28: 17-20 adalah ayat-ayat yang diragukan keotentikannya oleh para ahli dari kalangan Kristen.

  • YESUS BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI MAKAR

    Beberapa hari telah berlalu, Yesus telah mengerti keinginan dari para pejabat agama. Maka beliau mendaki Bukit Zaitun, tempat di mana ia biasa berdoa dan mengadu kepada Allah. Di kepagian itu Yesus berdoa, “Oh Allah, aku tahu bahwa para penulis purbakala (penatua, ahli Torat) itu benci padaku, dan para pejabat agama itu berkemauan untuk membunuh aku, hamba-Mu; karena itu, Allah Tuhan Mahakuasa dan Mahapengasih, dalam kasih dengarkanlah doa-doa dari hamba, dan selamatkanlah aku dari jerat-jerat mereka, demi Engkau adalah juru selamatku.”
    Setelah selesai berdoa, datanglah malaikat Gabriel, berkata, “Jangan gentar, oh Yesus, karena beribu-ribu yang berdiam di atas langit menjaga pakaian-pakaian engkau, dan engkau tiada akan wafat sampai segala sesuatu digenapi, sedangkan dunia ini akan hampir menjelang pengakhirannya.”
    Yesus menjatuhkan mukanya ke tanah seraya bersujud dan berkata, “Oh Mahabesar Allah, betapa besar Kasih-Mu kepadaku, dan apakah gerangan yang akan aku berikan pada-Mu, Allah, untuk imbalan semua yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku?”
    Malaikat Gabriel menjawab, “Bangkitlah Yesus, dan ingatlah Abraham, yang sudi membuat korban kepada Allah dengan anak kandungnya Ismail, untuk menggenapi Firman Allah dan pisau tidaklah mempan memotong anaknya, percayalah dialihkan dengan seekor kibas untuk korban. Bahkan demikian justeru akan engkau laksanakan, oh Yesus, hamba Allah.”
    Yesus menjawab, “Mau, tetapi di mana akan aku jumpai anak domba itu, padahal aku tiada mempunyai uang, dan adalah tidak sesuai undang-undang untuk mencurinya.”
    Pada hal itu Malaikat Gabriel telah menyediakan kepadanya seekor domba, yang dipersembahkan Yesus dalam korban, seraya memuja dan memuliakan Allah Yang Mahaluhur selama-lamanya.(1)
    Demikianlah Yesus juga melakukan korban selayaknya ajaran Ibrahim, begitu pula Nabi Muhammad dan ummatnya. Dan Jibril juga menunjukkan bahwa Yesus tidak akan wafat hingga menjelang akhir zaman. Setelah Yudas menggantikan posisinya di tiang salib, sebagaimana kibas yang menggantikan Ismail, Yesus diangkat ke langit. Dan menjelang akhir zaman, Yesus diturunkan kembali untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad, suatu hal yang sangat diinginkannya. Yesus begitu ingin menjadi pelayan Muhammad Rasulullah saaw hingga berkata, “Aku harap aku pantas untuk membuka tali kasutmu, wahai Muhammad Rasulullah!”(2) Yesus begitu merendah di hadapan tuannya, Muhammad Rasulullah saaw, bahkan ia rela untuk membungkuk untuk membuka tali sepatu beliau saaw. Bagi Yesus, kaki Muhammad Rasulullah berada di atas kepalanya. Sebagaimana malaikat telah sujud menghormat Adam, begitu juga Yesus sangat ingin membungkuk dan melayani Muhammad Rasulullah saaw.

    (1) Lihat Barnabas Psl. 13.
    (2) Barnabas pasal 44.

  • KHOTBAH PERTAMA

    Peristiwa penyembuhan Yesus terhadap penderita kusta telah menggemparkan seluruh kota. Penduduk kota berlarian menuju rumah ibadahuntuk melihat Yesus, yang telah masuk di situ untuk alat. Sehingga mereka tidak cukup termuat di sana.

    Maka pejabat-pejabat agama memohon kepada Yesus, berkata, “Umat ini berkeinginan melihat engkau dan mendengar engkau, oleh sebab itu naiklah ke mimbar, dan sekiranya Allah memberi engkau firman, bicarakanlah itu dengan Nama Allah (Bismillah).”

    Maka Yesus naik ke tempat itu dimana pengarang-pengarang zaman dahulu, yaitu para ahli Torat, biasa berpidato. Dan seraya memberi isyarat dengan tangan untuk tenang, dia membuka mulutnya, berkata, “Maha Berkat Nama Suci Allah Yang dari kemurahan dan rahmat-Nya telah berkehendak untuk Menciptakan makhluq-makhluq-Nya, sehingga mereka dapat memulyakan-Nya. Maha Berkat Nama Suci Allah Yang telah Menciptakan peragaan darisegala pertanda kebesaran dan para Nabi sebelum segala sesuatu untuk mengutusnya bagi keselamatan dunia, sebagaimana Dia telah berfirman melalui hamba-Nya Daud, berkata, ‘Sebelum Bintang Timur dalam kecemerlangan segala pertanda kebesaran, Aku telah menciptakan engkau.’ Maha Berkat Nama Suci Allah Yang telah Menciptakan para Malaikat sehingga mereka, para malaikat itu, dapat mengabdi kepada-Nya. Maha Berkat Nama Suci Allah yang telah Menghukum dan Melaknat Iblis beserta para pengikutnya, yang tiada mau sujud kepada siapa yang dikehendaki Allah untuk dihormati. Maha Berkat Nama Suci Allah Yang telah Menciptakan manusia keluar dari tanah suci, dan mengaturnya atas amal-amalnya.(1) Maha Berkat Nama Suci AllahYang telah mengusir manusia keluar jannah, karena telah melanggar petunjuk peraturan-Nya Yang Suci. Maha Berkat Nama Suci Allah Yang dengan Belas-Kasih telah memandang cucuran air mata Adam dan Hawa, orangtua pertama dari jenis manusia.(2) Maha Berkat Nama Suci Allah Yang dengan adil telah menghukum Kain(3) pembunuh saudara sendiri, telah mengirim air bah di atas bumi(4), telah membakar habis tiga buah negeri durjana(5), telah menimpakan malapetaka kepada Mesir(6), telah menghancurkan Firaun dalam Laut Merah(7), telah mencerai-beraikan musuh-musuh ummat-Nya, telah menyiksa orang-orang yang tidak beriman, dan telah menghukum orang yang tidak bertobat. Maha Berkat Nama Suci Allah Yang dengan Belas-Kasih memandang makhluq-makhluq-Nya, dan oleh karena itu telah mengutus kepada mereka para Nabi-Nya Suci, sehingga mereka boleh berjalan dalam kebenaran dan keadilan di hadapan-Nya, yang telah membebaskan hamba-hamba-Nya dari setiap kejahatan, dan berkenan menganugerahkan tanah ini kepada mereka, sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya kepada Bapak kita Abraham serta kepada puteranya selama-lamanya.(8) Kemudian melalui hamba-Nya Musa, Dia telah berkenan memberikan kepada kita hukum-Nya yang suci(9), bahwa setan tiada akan memperdayakan kita, dan Dia telah Mengangkatkan derajat kita di atas sekalian bangsa-bangsa.(10) Tetapi saudara-saudara, apa yang telah kita lakukan hari ini?!”

    Dan pada waktu itu Yesus dengan kehebatan yang paling besar memberikan peringatan keras kepada orang banyak, karena mereka telah melupakan firman Allah itu, dan diri mereka hanya ria bersifat suka dipuji-puji(11), dia telah memperingatkan dengan keras para pejabat agama terhadap kelalaiannya dalam kebaktian kepada Allah dan terhadap keserakahan mereka terhadap dunia(12), dia memperingatkan keras kepada para penulis, karena mereka mengembangkan ajaran agama yang tiada berfaedah, lalu meninggalkan hukum Allah, dia memperingatkan dengan keras para tabib, justeru mereka telah menjadikan hukum Allah tiada berhasil-guna lewat tradisi-tradisi lapuknya. Dan dengan kebijaksanaan semacam itu Yesus berpidato kepada umat, sehingga mereka semua menangis, dari terisak-isak hingga menjadi keras, menjerit mohon ampun, dan seraya bermohon kepada Yesus supaya dia mau berdoa untuk mereka; kecuali hanya para pejabat agama dan pemimpin-pemimpin mereka, yang pada hari dapat dibayangkan kebencian menantang para pejabat agama, para pengarang, dan para tabib. Lalu mereka telah menginginkan terhadap kematian Yesus, tetapi karena takut kepada orang ramai, yang telah menerima Yesus sebagai Nabi utusan Allah, mereka tiada berbicara sepatah kata pun.

    Yesus mengangkat kedua tangannya lalu berdoa kepada Allah, sedangkan orang ramai seraya menangis berkata, “Mohon jadilah demikian, O Allah, mohon jadilah demikian,”(13)

    (1) Allah Yang Menciptakan manusia dan apa yang mereka perbuat (Alquran 37:96). Allah jua Yang telah mentakdirkan segala sesuatu sebelum segala sesuatu itu diciptakan.
    (2) Adam menerima petunjuk untuk salat dan bertobat kepada Allah hingga diampuni oleh Allah. Lihat Alquran 2: 37; 36: 36.
    (3) Islam: Qabil yang telah membunuh Habil. Lihat Alquran 5: 27-31.
    (4) Air bah pada zaman Nabi Nuh. Lihat Alquran 11: 40; 23: 27; 26: 120; 29: 14; 37: 82.
    (5) Tiga negeri itu: negeri kaum Ad umat Nabi Hud (Alquran 11: 58-60; 41: 16; 46: 24-25; 54: 19; 69:6-7); negeri kaum Tsamud umat Nabi Salih (Alquran 7: 78; 11: 67; 26: 158; 27: 51-52; 54: 31); negeri Sodom umat Nabi Luth (Lot) (Alquran 7: 84; 15: 74; 26: 173; 27: 58; 29: 34). Contoh negeria lain yang disiksa Allah ialah Midian negeri kaum Nabi Syuaib (Alquran 7: 91; 11: 94; 26: 189; 29: 37)
    (6) Sepuluh malapetaka untuk Mesir, lihat Keluaran Psl. 7-11; Alquran 7: 130,133.
    (7) Lihat Alquran 2: 49.
    (8) Lihat Alquran 21: 71-73. Adapun untuk Bangsa Israel dikisahkan juga dalam Alquran, tetapi bangsa Israel enggan memasukinya; lihat Alquran 2:58; 5: 21-26; 7: 137; 20: 80.
    (9) Lihat Alquran 2: 51; 7: 142-145; 26: 21.
    (10) Lihat Alquran 2: 47,122.
    (11) Bangsa Israel pada saat itu sangatlah rusak moralnya. Dan yang paling parah adalah mereka mengubah-ubah Kitab-Kitab yang diberikan Allah kepada para nabi suci dan mengada-adakan bidat. Lihat Alquran 7: 165-166; 2: 83-85, 93,100; 4: 155; 5: 14. Mereka malas beribadah, kalau pun beribadah, mereka melakukannya untuk pamer. Mereka itulah kaum munafiq yang dicela Alquran dan Alkitab. Lihat Alquran 4: 142 dan Injil Matius 6:2.
    (12) Lihat Alquran 7: 169; 9:34; 4:161.
    (13) Mungkin maksudnya: Amin, Ya Allah, Amin. Hal ini dapat dibaca pada Injil Barnabas pasal 12.

  • YESUS MENYEMBUHKAN PENDERITA KUSTA

    Sedang Yesus turun dari bukit itu untuk pergi menuju Yerusalem, telah menemukan seseorang yang berpenyakit kusta, yang dengan firasat ilham telah mengetahui Yesus menjadi seorang Nabi. Oleh sebab itu dengan air mata ia memohon kepadanya sambil berkata, “Yesus, engkau Putera Daud, limpahkanlah belas-kasih padaku!” Yesus menjawab, “Apa kehendakmu, saudara, bahwa aku akan melakukan bagimu.”
    Orang yang berpenyakit kusta itu menyahut, “Tuan, berilah aku kesehatan!” Yesus mencelanya, berkata, “Kamu adalah bodoh. Berdoalah kepada Allah Yang telah Menciptakan engkau, dan Dia akan Memberi engkau kesehatan. Aku tidak bisa memberi engkau kesehatan, karena aku adalah seorang manusia seperti engkau.”
    Orang yang berpenyakit kusta itu menjawab, “Saya tahu bahwa engkau tuan, adalah seorang manusia, tetapi engkau seorang yang suci utusan Allah. oleh sebab itu mohon engkau doakanlah kepada Allah, dan semoga Dia berkenan memberikan daku kesehatan!”
    Kemudian Yesus sambil merintih berkata, “Allah Tuhan Maha Kuasa, demi kecintaan para nabi suci, Engkau berilah kesehatan terhadap orang yang sakit ini!” Ketika setelah selesai mengucapkan ini, penyakit kusta itu telah bersih, akhirnya bahwa daging dari penyakit kusta itu telah lenyap pada jasadnya sehingga seperti seorang kanak-kanak.(1)
    Ini menjelaskan bahwa Yesus bukanlah Tuhan Yang dapat Menyembuhkan. Yesus hanya manusia biasa. Kalau pun orang itu sembuh, itu adalah dengan Kehendak Allah, sebagaimana para dokter atau tabib tidak dapat menyembuhkan seseorang kecuali dengan Kehendak Allah. Dan hal ini juga menjelaskan bolehnya meminta tolong kepada manusia dalam menyembuhkan. Boleh juga kita meminta didoakan oleh manusia. Dan sewaktu berdoa kita dianjurkan untuk memuji Tuhan serta menyebut derajat para nabi suci. Semoga dengan kecintaan Allah terhadap para nabi suci yang kita cintai atau disebabkan kecintaan kita kepada para nabi suci, Allah Berkenan untuk Mengabulkan doa kita.

    (1) Lihat Matius 8: 1-4; Markus 1: 40-44; Lukas 5:12-15; Barnabas Psl. 11.

  • YESUS MENERIMA INJIL

    Yesus setelah berusia 30 tahun, sebagaimana dia sendiri telah mengatakan kepada Barnabas, pergi ke atas Bukit Zaitun dengan bundanya mengumpulkan Zaitun. Pada waktu itu ketika tengah hari, seraya ia sedang solat, waktu ia sampai kepada salam di akhir solatnya, dikelilingi oleh suatu cahaya terang luar biasa dan oleh sejumlah besar tak terbatas banyaknya para malaikat yang memberi salam, berkata, “Semoga diberkati Allah!”
    Malaikat Jibril itu mempertunjukkan sebuah kitab kepadanya seperti sebuah cermin berkilau, yang diwahyukan ke dalam hati Yesus, dalam hal mana dia telah memiliki ilmu pengetahuan tentang apa yang diperbuat Allah dan apa yang telah difirmankan dan apa yang dikehendaki Allah, akhirnya, sehingga segala sesuatu adalah terurai jelas dan terbuka baginya, seperti telah dikatakannya kepada Barnabas, “Imanlah Barnabas bahwa aku mengetahui tiap-tiap nabi dengan segala nubuat, akhirnya, sehingga apa pun juga yang aku katakan, seluruhnya keluar dari kitab itu.”(1)

    (1) Lihat Barnabas Psl. 10.