Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Q.S. Al-Fatihah: 5)
Sesunguhnya, segala macam ibadah itu adalah merupakan bentuk dzikir kita kepada Allah dan juga merupakan permohonan kita kepada Allah. Allah menyuruh kita untuk memohon kepada-Nya. Bahkan Dia mengancam orang-orang yang tidak mau berdoa kepadanya. Pernahkah Anda bertemu dengan penodong yang berkata kepada Anda, “Hai, mintalah kepadaku atau kamu ku tusuk!� Tentu Anda belum pernah. Tetapi Allah berkata kepada Anda, “Mintalah kepada-Ku, pasti Aku beri. Jika kamu tidak mau meminta kepada-Ku, niscaya Aku masukkan kamu ke dalam neraka.†Mana yang Anda pilih ketika Anda diancam dengan ancaman demikian. Apakah Anda memilih untuk tidak meminta dan masuk ke dalam neraka, ataukah Anda memilih meminta dan dikabulkan? Jika saya, tentu saya memilih untuk meminta kepada Allah SWT. Sedangkan Anda, terserah, Anda mau pilih yang mana.
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Q.S. Al-Mu`minun: 60)
SHABAR DAN SHOLAT
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`. (Q.S. Al-Baqarah: 45)
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Q.S. Thaha: 14)
Ibadah adalah sarana yang Allah ajarkan kepada kita untuk mengingat Allah dan mengadukan keperluan kita kepadaNya. Doa merupakan inti ibadah, sebab pada doa terdapat permohonan yang merupakan pengakuan kita akan kelemahan diri, pengakuan akan kekuasaan Allah, penyerahan diri kita kepada Allah. Tetapi janganlah permohonan itu kita jadikan sebab datangnya pemberian Allah. Hendaklah permohonan itu dijadikan sebagai perwujudan sifat ubudiyah (penghambaan) dan menegakkan hak-hak ketuhanan. Sayid Abu Hasan ra. pernah berkata, “Janganlah tujuanmu berdoa itu untuk mendapatkan apa yang menjadi hajatmu. Kalau tujuanmu demikian, maka jadilah doamu itu terhalang. Hendaklah kamu bertujuan dalam doamu itu hanya sebagai munajat kepada Tuhanmu.†Anggaplah doa dan usaha itu sebagai tanda atau alamat dari Allah akan datangnya karunia Allah; bahkan doa dan usaha itu sendiri adalah karunia dari Allah. Tidaklah kita dapat berdoa dan berusaha kecuali dengan Allah. Untuk memohon kepada Allah -selain dengan berdoa- juga dapat dilakukan dengan bershabar dan juga shalat.
Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Semasa salah seorang daripada kamu sembahyang, sesungguhnya dia sedang memohon pertolongan dari Tuhannya. Janganlah dia meludah ke depan atau ke kanannya. Tetapi hendaklah dia meludah ke bawah telapak kaki kirinya. (HR. bukhori, Muslim, Ahmad bin Hanbal)
Shalat adalah do’a (permohonan, permintaan) dan dzikir. Barangsiapa yang sholat berarti ia sedang bermunajat kepada Allah. Semakin sering ia bermunajat, tentu semakin banyak dan berkah ni’mat yang Allah beri, semakin mantap iman dan Islamnya, semakin ia merasa tentram dan tenang, semakin dekat pertolongan Allah padanya. Sesungguhnya sholat itu adalah mi’rajnya orang mu`min. Memang dengan sholat manusia tidak dapat mencapai kebahagiaan, sebab sholat bukanlah tuhan. Tetapi kita dapat mencapai kebahagiaan di dalam shalat, sebab di dalam shalat, kita dapat bertemu dengan Allah. Allah itulah yang dapat memberi kebahagiaan. Mahasuci Allah Yang mengangkat (memi’rajkan) hamba-hambaNya yang hina ke istanaNya yang suci.
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Al-Israa`: 1)
Sholat adalah mi’rajnya (tangganya) orang Mu`min (Al-Hadits)
SERUAN SUCI
Wahai sekalian manusia, apa yang kalian cari selain Allah adalah kecil. Adapun Allah, Dia Mahabesar. Maka Dia lebih pantas untuk dicari. Maka bersaksilah bahwa tidak ada yang pantas disembah dan dicintai kecuali Allah. Sebab yang selain Allah itu sesungguhnya tidak maujud secara haqiqi. Sesuatu yang tidak maujud, tidak dapat memberi dampak pada dirimu. Dan bersaksilah bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Manusia yang mengajak kita kepada kebenaran dan kebahagiaan. Maka dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu adalah tangga untuk naik ke hadirat Allah Yang Mahasuci. Shalat akan membersihkan hati, fikiran dan perbuatan kita. Dengan kebersihan hati, fikiran, dan perbuatan, marilah kita meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat yang abadi. Ingatlah wahai manusia, Allaahu Akbar, Laa ilaaha illallaah, Allah Mahabesar, tiada Yang pantas disembah selain Allah.