YOHANES 20:28 (Ilahi Rabbi)

Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” [Yohanes 20:28]

Yesus tidak pernah menunjuk dirinya sebagai “Allah” di dalam pengertian yang absolut, lalu apa yang dapat dijadikan pelajaran dari tindakan Tomas yang memanggil Yesus “Allahku”? Bahasa Yunani menggunakan kata theos, (“Allah” atau “allah”) dengan suatu maksud lebih luas dibanding saat ini. Di dalam bahasa dan budaya Yunani, “ALLAH” (semua naskah awal Alkitab telah ditulis dalam huruf kapital semua) adalah suatu sebutan deskriptif berlaku untuk bidang otoritas/kekuasaan, mencakup Gubernur Roma (Kis 12:22), dan bahkan Setan (2 Kor. 4:4), dan juga Musa (Keluaran 7:1). Kata itu telah digunakan seseorang dengan otoritas ilahi. Itu tidaklah terbatas pada pengertian kemutlakannya sebagai nama pribadi untuk Tuhan Yang Tertinggi seperti yang kita gunakan hari ini.

Dan rakyatnya bersorak membalasnya: “Ini suara allah dan bukan suara manusia!” [Kis 12:22]

yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. [2 Kor. 4:4]

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu. [Keluaran 7:1]

Dengan bahasa dimasanya, ungkapan yang digunakan oleh Tomas pasti dapat dimengerti. Pada sisi lain, untuk membuat Tomas mengatakan bahwa Yesus adalah “Allah,” sebagai 1/3 dari Tuhan tritunggal, nampak tidak masuk akal.

Terlalu sulit untuk pengetahuan para murid; dan kita tidak punya pengetahuan bahwa mereka mengenali sifat Kristus yang ilahi sebelum pencurahan Roh Kudus. Ungkapan ini adalah suatu penandaan saja “seseorang yang aku hormati”; karena kata ‘Allah’ tidaklah selalu digunakan berkenaan dengan doktrin yang tegas.

Ingat, adalah umum pada waktu itu untuk menyebut wakil Allah sebagai “Allah,” dan Perjanjian Lama punya banyak contoh untuk itu. Ketika Yakub berjuang dengan “Allah,” adalah jelas bahwa sebenarnya ia bergumul dengan seorang malaikat (Hosea 12:4).

Ada banyak pakar Trinitas yang mengakui bahwa tidak ada pengetahuan tentang Doktrin Tritunggal ketika Tomas berbicara seperti itu. Sebagai contoh, jika para murid percaya bahwa Yesus adalah “Allah” di dalam pengertian yang banyak dilakukan Kristian, mereka tidak akan “melarikan diri” beberapa hari sebelum ia ditangkap. Pengakuan dua murid yang berjalan ke Emmaus mempertunjukkan pemikiran para pengikut Yesus pada saat itu. Mereka berkata Yesus “adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah…dan mereka menyalibkan dia; tetapi kita telah berharap agar ia adalah yang akan menebus Israel” (Lukas 24:19-21). Alkitab begitu jelas berkata bahwa para murid ini berpikir bahwa Yesus adalah seorang “nabi.” Sungguhpun Kristian berkata bahwa Yesus adalah Kristus, mereka mengetahui bahwa menurut Perjanjian Lama, Kristus, yang diurapi Tuhan, adalah seorang manusia. Tidak ada bukti menurut Injil di mana para murid Yesus percaya bahwa dia adalah Allah, dan Tomas, tidaklah memunculkan suatu theologi baru.