Kategori: Menanggapi Kristen

  • Salib Lambang Kemenangan

    Dalam ajaran tauhid (monotheism), salib tidak pernah dikenal sebagai lambang kemenangan. Sesungguhnya, salib adalah lambang penghinaan kepada Allah. Seakan mereka berkata bahwa mereka telah membunuh Isa Rasulullah. Salib dengan sosok pecundang yang dianggap sebagai Nabi Isa terus ditunjukkan kepada jemaat misa. Padahal Nabi Isa tidaklah disalib. Nabi Isa telah berada di langit pada malam penangkapan. (lebih…)

  • Kristen Buatan Paulus

    Saulus el-Farisi et-Tarsusi, yang lebih dikenal sebagai Paulus, adalah salah seorang yang sangat gigih melawan da’wah Nabi Isa. Dia tidak pernah bertemu dengan Nabi Isa secara langsung. Namun ia terus mengintimidasi para pengikut Nabi Isa, menyiksa mereka, memenjarakan mereka, dan berbagai kezhaliman lainnya demi menghalangi manusia dari ajaran Nabi Isa.

    (lebih…)

  • FFI Lambang Kaum Pecundang

    Bagi saya, para pendukung FFI hanyalah para pengecut. Mereka hanyalah para pecundang yang tidak berani menunjukkan muka asli mereka. Mereka menopengi wajah mereka dengan kemunafiqan. (lebih…)

  • Iblis bukan Malaikat

    “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api dan Adam diciptakan sebagaimana telah dijelaskan kepada kalian (dari tanah)” (HR. Muslim dalam shahihnya, no. 2996, Ahmad no. 24668, Baihaqi di Sunan Kubro, no. 18207, dan Ibnu Hibban, no. 6155)

    Dalam ajaran Kristen, Iblis digambarkan sebagai malaikat (Lucifer) yang membangkang. Lucifer, yang berarti pembawa terang, dianggap sebagai malaikat yang paling cerdas dan paling indah. Namun kemudian dia membangkang Tuhan karena iri kepada manusia dan mengambil jalan untuk menyesatkan manusia. Tentu ajaran ini tidaklah sama dengan ajaran dalam Islam. (lebih…)

  • Markus 16:9-20 adalah Tambahan?

    blurry_eyes berkata:

    kalo gitu saya mau nanya ya
    according to www.gospel-mysteries.net/ending-mark.html
    kitab markus sebenernya cuma sampe 16:8, how do u explain it?
    kalo gitu sisanya adalah penambahan dikemudian hari?

    Pertanyaan itu untuk Kristiani. Tetapi kalo menurut saya sih, penambahan itu dimaksudkan untuk menutupi 2 pertanyaan yg berbahaya.
    1. Kemana mayat Yesus jika ia benar disalib?
    2. Bagaimana kelanjutan kisah Yudas Iskariot, kok dia menghilang begitu aja? (lebih…)

  • Nabi Muhammad adalah Roh Kebenaran?

    Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. [QS. Ash-Shoff: 6]

    Yohanes 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, (lebih…)

  • Islam = Kristen?

    Berikut ini adalah kutipan komentar dari agun: (lebih…)

  • Yesus Digantung Di Pohon?

    Dalam Kristen, masih agak rancu, apakah iman melahirkan kitab suci, atau kitab suci melahirkan iman? Perjanjian baru jelas tidak dikarang pada masa Yesus. Perjanjian Baru dan Injil-Injil yang terdapat di dalamnya bukanlah Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa. Sedangkan Injil yang wajib kita imani adalah Injil yang Allah turunkan kepada nabi Isa as, dan bukan Injil-Injil yang dikarang setelah beliau diangkat ke langit. (lebih…)

  • Akulah Kebenaran

    Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

    Ada sebagian Kristiani menjadikan ayat di atas, yang hanya ada pada injil Yohanes, sebagai bukti bahwa Yesus adalah Tuhan. Ada juga yang mengaitkan perkataan Yesus “Akulah Kebenaran” dengan perkataan Al-Hallaj dengan harapan agar Muslimin percaya kepada Trinitas karena mereka mengklaim bahwa Al-Hallaj telah memahami Trinitas. (lebih…)

  • Akulah Kebenaran

    Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

    Ada sebagian Kristiani menjadikan ayat di atas, yang hanya ada pada injil Yohanes, sebagai bukti bahwa Yesus adalah Tuhan. Ada juga yang mengaitkan perkataan Yesus “Akulah Kebenaran” dengan perkataan Al-Hallaj dengan harapan agar Muslimin percaya kepada Trinitas karena mereka mengklaim bahwa Al-Hallaj telah memahami Trinitas.

    Benarkah Al-Hallaj mengakui Trinitas? Atau justeru sebaliknya, Al-Hallaj malah mengukuhkan Tauhid?

    Keluaran 3:14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

    Siapa yang mengutus Nabi Musa? “Aku”. Mengapa Allah disebut sebagai “Aku”? Kenapa bukan “Dia”? Karena faktanya, yang ada hanyalah Allah. Selain Allah hanyalah bayang-bayang semu yang tak pernah wujud. Hanya ada satu wujud, yaitu Allah.

    Jika ada 2 wujud, yaitu Nabi Musa dan Allah, maka Nabi Musa bisa berkata “Engkau” ketika menunjuk Allah. Jika ada 3 wujud, maka akan ada yang disebut sebagai “Dia”. Namun hanya ada satu wujud. Maka hanya ada “Aku”, yaitu Allah. Tentu hal ini hanya digunakan oleh mereka yang tengah merasakan kefanaan dirinya dan menyaksikan hanya ada satu wujud. Dan kita menyebutnya Wihdatusy Syuhud. Inilah kesaksian haqiqi, “Innanii analloohu laa ilaaha illaa ana,” sesungguhnya Aku ini, Akulah Alloh, tidak ada ilah kecuali Aku.

    Wihdatusy Syuhud bukanlah pengakuan atas Trinitas, tetapi pengakuan akan Tauhid. Jika Wihdatusy Syuhud dimaknai sebagai pengakuan atas Trinitas, maka oknum Trinitas bukan cuma Bapak, Yesus, dan Roh Kudus. Tetapi Bapak, Musa, dan Roh Kudus juga bisa menjadi ilah Tritunggal. Alloh, Al-Hallaj dan Jibril juga bisa menjadi ilah Trinitas. Alloh, Nabi Muhammad dan Jibril juga bisa menjadi ilah Trinitas. Karena pada saat Nabi Muhammad Mi’roj, tentunya beliau merasakan fana, fanaul fana dan akhirnya baqo sehingga beliau menyaksikan bahwa yang wujud hanyalah Alloh.

    Mengatakan “Anal Haq” atau “Laa ilaaha illaa Ana” ternyata tidak menjadi bukti bahwa yang mengatakannya adalah Tuhan. Jika saya berkata kepada Anda bahwa Akulah kebenaran, apakah Anda akan berkata bahwa saya ini Tuhan? Atau Anda akan berkata bahwa saya adalah orang yang menganggap dirinya sebagai Tuhan, yang artinya saya ini hanyalah tuhan palsu? Atau Anda akan berkata bahwa saya adalah orang yang tengah mengakui keesaan Alloh?

    Anda tidak mungkin menganggap saya sebagai Tuhan. Tetapi jika Anda menganggap saya sebagai tuhan palsu, bagaimana dengan Yesus? Jika Anda menganggap saya sedang mengakui Tauhid, maka itulah yang dilakukan Nabi Isa. Dengan sendirinya tertolaklah Trinitas. Sebab Tauhid itu menolak Trinitas. Dengan mengakui Tauhid, berarti Nabi Isa menolak Trinitas.

    Itu jika beliau memang sedang mengalami fanaul fana dan baqo seperti Al-Hallaj. Tetapi kalau pun beliau berkata seperti itu dalam kondisi normal, itu tidak membuktikan bahwa beliau adalah Tuhan. Faktanya, semua Nabi itu membawa kebenaran dan juga jalan lurus bagi ummatnya. Para Nabi dan pengikutnya itu berada pada pihak kebenaran. Hal ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Nabi Isa tengah mengaku bahwa dirinya Tuhan.

    Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. [Al-Baqarah: 119]

    Lihatlah dalam ayat di atas! Bukankah Nabi Muhammad itu diutus dengan kebenaran dan sebagai pembawa berita gembira. Jadi, ternyata bukan cuma Nabi Isa yang membawa kebenaran dan berita gembira. Semua Nabi membawa kebenaran, berita gembira dan juga pemberi peringatan. Dan para Nabi tidak akan dimintai pertanggung jawaban mengenai orang-orang yang ingkar yang merupakan penghuni-penghuni neraka. Karena para Nabi telah menjalankan tugas mereka, maka lepaslah tanggung jawab mereka. Bukan urusan mereka jika ummatnya mau percaya atau tidak. Tugas mereka hanyalah menyampaikan. Dan bukan tanggung jawab saya juga jika orang-orang itu masih ingkar setelah saya menyampaikan hal ini.

    Al-Hallaj telah berkata, “Akulah kebenaran,” seperti Yesus telah berkata demikian. Tetapi mengapa orang Kristen tak menganggap itu sebagai bukti ketuhanan Al-Hallaj sebagaimana mereka mengatakan bahwa itu adalah bukti ketuhanan Yesus?

    Ummat Islam tahu bahwa Al-Hallaj telah berkata demikian. Namun tak ada ummat Islam yang begitu dungu hingga menyembah Al-Hallaj. Ummat Islam, seperti halnya Nabi Ibrahim, telah mengenal yang mana yang pantas disembah dan mana yang tak layak disembah. Maka mereka beriqrar, “Laa ilaaha illallooh,” tak ada yang pantas disembah kecuali Alloh.

    Banyak orang telah gagal mengenali Ilah yang esa. Sehingga mereka terjerembab kepada penyembahan ilah-ilah palsu. Padahal mengenali Ilah yang esa adalah esensi jalan lurus.

    Yoh. 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

    Yoh. 17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

    Mat. 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

    Bagaimana Anda dapat mengasihi sesuatu jika Anda belum mengenal sesuatu itu? Maka kenalilah terlebih dahulu! Benarkah dia itu Tuhan? Benarkah dia itu Ilah yang benar? Jika Anda telah kenal, barulah Anda cintai sebagai Ilah. Gunakan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap akal budimu untuk mengenali dan mencintai Ilah yang benar yang telah mengutus Nabi Isa.

    Nabi Isa itu datang dari Allah. Nabi Isa itu utusan Allah. Sedangkan para pemuka trinitas itu datang dari Setan. Mereka adalah para utusan Setan. Mereka adalah anak-anak Iblis. Iblis adalah bapa mereka. Maka berhati-hatilah terhadap dusta yang mereka sebarkan. Karena Tuhanmu itu esa. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada yang setara dengan Dia.