MA`SUMNYA PARA NABI

Ummat Islam meyakini bahwa para Nabi itu adalah ma’sum, tidak berdosa. Kalau pun mereka banyak beristighfar, banyak bersujud, dan banyak beribadah, itu adalah sebagai tanda syukur mereka kepada Allah.

Mungkin ummat Kristen menyangka bahwa Yesus tidak pernah memohon pengampunan kepada Allah, karena hal itu memang jarang diceritakan dalam Injil. Tetapi bukan berarti Yesus jarang beristighfar. Sebagai hamba yang taat dan tawadhu, pastilah Yesus banyak beristighfar, banyak berdoa, dan banyak beribadah. Dan jika Anda jeli, maka Anda akan menemukan ayat ini:

demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” [Markus 1:4]

Adakah Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis? Ya, Yesus minta dibaptis. Dan Yesus, dibanyak kesempatan, memanjatkan doa dengan penuh khusyu kepada Allah. Ini menunjukkan lemahnya Yesus. Yesus tidak memiliki kuasa, kuasa Yesus berasal dari Allah, bukan dari dirinya sendiri. Yesus berbeda dengan Allah, Yesus bukanlah Allah.

Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. [Matius 14:23]

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” [Matius 26:39]

Jika Yesus itu Allah, untuk apa ia berdoa, beribadah, sujud, ruku, shalat menyembah Allah? Jelaslah bahwa Yesus bukanlah Allah.