Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya (ruuhum minhu) . Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. [QS. An-Nisa`:171]
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami (mir ruuhinaa) dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. [QS. 21:91]
dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat. [QS. 66:12]
Orang-orang Kristen Trinitarian menjadikan ayat-ayat di atas sebagai dalil bahwa Yesus adalah:
1. Roh Tuhan.
2. Kalimat/Logos Tuhan.
3. Inkarnasi dari Tuhan.
Tetapi muslim tidak menafsirkan Al-Qur`an dengan prasangka seperti itu, melainkan dengan ilmiah. Lihatlah baik-baik ayat-ayat tersebut, maka Anda akan berkesimpulan bahwa:
1. Yesus adalah putera Maria, bukan putera Allah. Lihatlah silsilah Yesus dalam Alkitab, maka akan Anda dapati bahwa dia bukanlah putera Allah.
2. Yesus adalah utusan Allah. Alkitab juga menyebut bahwa Yesus adalah utusan Allah. Yesus berkata bahwa hidup bahagia itu hanya dapat diraih oleh orang yang mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah yang benar, dan bahwa Yesus adalah utusan Allah. (Lihat Yohanes 17:3)
3. Yesus diciptakan dengan Firman Allah: “Jadilah” sebagaimana alam semesta ini dijadikan dengan Firman Allah: “Jadilah”. (Lihat Kitab Kejadian pasal 1)
Dalam Al-Qur`an Allah Berfirman:
Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. [QS. 3:59]
4. Roh Yesus adalah roh dari Tuhan sebagaimana semua roh adalah dari Tuhan.
Allah Berfirman:
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya (kejadian Adam), dan telah meniupkan ke dalamnya ruh dari-Ku (mir ruuhii), maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. [QS. 15:29]
5. Allah melarang kita berfaham Trinitas, tiga dalam satu, dsb.
6. Allah itu Tuhan Yang Esa.
7. Allah itu tidak beranak.
Logos/Kalimat adalah ungkapan Tuhan, dan adalah Komunikasi Dirinya, sama halnya sebuah “kata” adalah suatu ungkapan yang keluar dari pemikiran seseorang. Yesus adalah salah satu ungkapan yang keluar dari kebijaksanaan, tujuan dan rencana Allah. Karena alasan yang sama, kita menyebut wahyu sebagai “suatu kata dari Tuhan” dan Al-Qur`an adalah “Firman Allah.” Yesus adalah salah satu tanda kekuasaan Allah, yang dengan itu manusia dapat mengenal Allah Yang Mahakuasa Menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Allah Menciptakan Adam dari ketiadaan, maka apa sulitnya menciptakan Yesus dari seorang Maryam binti Imran?
Jika Anda seorang pelukis, pematung, atau pujangga, Anda akan mengekspresikan / mengungkapkan diri Anda melalui lukisan, patung, atau syair. Melalui lukisan, patung, atau syair, orang lain akan dapat mengenal siapa diri Anda sebenarnya. Begitulah Allah, melalui kalimah-Nya berupa alam semesta, para Nabi, juga kitab-kitab-Nya telah memperkenalkan Diri-Nya kepada kita.
Murid-murid Yesus pernah bertanya kepada Yesus, Bagaimana Allah itu?” Yesus menjawab, “Jika kamu telah melihat aku, berarti kamu telah melihat Allah.”
Para shahabat Nabi Muhammad SAAW juga pernah bertanya, “Bagaimana Allah itu?” Nabi Muhammad SAAW pun menjawab, “Jika kamu telah melihat aku, maka kamu telah melihat Allah.” Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi bersabda, “Janganlah kamu memikirkan Allah, karena kamu tidak akan sanggup, akan tetapi fikirkanlah ciptaan-Nya.” Ya, ciptaan-Nya, kalimah-Nya yang tidak tertulis dalam Kitab, tetapi dapat kita saksikan sebagai ayat-ayat Allah. Lihatlah alam semesta, lihatlah kehidupan Muhammad SAAW, maka Anda akan mengerti betapa Allah itu Mahapengasih lagi Mahapenyayang.
Konsep bahwa Tuhan berinkarnasi tidak dikenal dalam agama yang dibawa oleh para Nabi utusan Tuhan. Konsep semacam itu hanya ada dalam agama berhala. Dan agama berhala itu masuk ke dalam agama yang dibawa para Nabi utusan Tuhan, sepeninggal para Nabi itu. Setiap terjadi penyimpangan dalam agama yang dibawa para Nabi utusan Tuhan, maka Tuhan mengutus lagi seorang Nabi untuk meluruskan. Dan Nabi terakhir yang Allah utus adalah Muhammad SAAW, Nabi terbesar. Dialah yang meluruskan agama-agama langit yang telah disimpangkan.