Suatu pagi ada pesan singkat masuk ke telpon genggam saya, bunyinya kira-kira, “Bang, saya ada perlu nih. Boleh ga saya pinjm uang 500rb? Ba’da Idul Fitri saya lunasi deh. Klo bkn ama Abang, ama siapa lg saya minta tlg.”
Pesan itu mengingatkan saya akan doa para nabi dan shalihin yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya Penolong. Di antara doa mereka yang terekam dalam Al-Qur’an adalah:
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya`: 87)
Ketika berada dalam perut ikan, nabi Yunus menyeru Allah dengan penuh kesadaran bahwa tidak ada yang dapat menolongnya kecuali Allah. Tidak ada yang bisa diharapkan kecuali Allah.
Hanya Allah yang dapat mengeluarkan kita dari gelapnya dosa. Hanya Allah yang dapat menyembuhkan segala penyakit dalam diri kita, baik penyakit zhahir mau pun penyakit bathin. Hanya Allah saja yang ada ketika kita dalam keadaan terjepit.
Ibrahim berkata: “Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?, karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam, (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. (QS. Asy-Syu’ara: 75-82)
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QS. Al-Anbiya`: 83-84)
Maka sudah semestinya jika kita hanya meminta dan bersyukur pada-Nya. Sudah semestinya jika kita menyembah dan memberi persembahan berupa amal baik kita hanya kepada Allah. Tidak sepantasnya kita meminta kepada yang selain Allah. Tidak sepantasnya kita bersyukur kepada selain Allah. Tetapi lihatlah sebagian manusia yang meminta kepada makhluq yang dianggap menguasai laut atau gunung. Lihatlah mereka yang memberikan persembahan berupa makanan yang dilarung di lautan atau dilemparkan ke dalam kawah. Apakah mereka menganggap bahwa ada penguasa lain selain Allah? Adakah yang memberi mereka rizqi selain Allah? Adakah yang dapat menyelamatkan mereka selain Allah?
Mereka hanyalah mengikuti perkataan bapak-bapak mereka yang terdahulu, sedangkan bapak-bapak mereka bukanlah orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah. Apakah kita mesti mempertahankan adat dari orang-orang jahiliyah yang menyembah tuhan-tuhan palsu selain Allah?
Islam turun di tanah Arab yang saat itu masih melakukan adat-adat pagan. Islam datang untuk menghapus paganisme. Maka sudah selayaknya bagi seorang Muslim untuk meninggalkan adat-adat buatan manusia yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Lihatlah orang-orang kristen yang telah memelihara adat dari Mesir Kuno yang menuhankan Horus! Mereka telah memaksa Nabi Isa as utk menjadi mirip dengan Horus.