Dengan segenap Puji bagi Maha Raja Tunggal Sekalian Alam Semesta, dan Limpahan Shalawat dan Salam atas Imam Tunggal yg terpilih memimpin di dunia dan di Akhirat, Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan Sahabat beliau, dan para penerusnya hingga akhir zaman. Merupakan Kabar yang menghangatkan Negara ini bahwa Guru Mulia ini akan kunjung kembali ke negeri kita, beliau adalah seorang ahli hadits yang mencapai derajat Al Hafidh, yaitu hafal lebih dari 100.000 (seratus ribu) hadits berikut sanad dan hukum matannya, dan beliau juga bergelar Al Musnid, yaitu orang yang mampu menyebutkan ribuan hadits dari dirinya hingga Rasulullah saw, yaitu yang banyak mengumpulkan sanad hadits, beliau juga digelari AL Mufassir, yaitu Ahli Tafsir Alqur’an yang mengetahui Asbabunnuzul ayat yang didukung dengan hadits-hadits shahih, beserta Asbabul wurudnya, diluar itu semua beliau adalah Ahlul Khusyu’, malam hari beliau adalah berduaan dengan Allah SWT.
Pernah seorang tamu tetap bersikeras hingga tengah malam duduk dengan beliau, lalu beliau izin untuk shalat malam, namun tamu berkata : “Saya menunggu Anda”, maka Guru Mulia mengangguk. Beliau tidak keluar hingga Shalat Subuh. Maka tamu itu berkata : “Habibana, Antum meninggalkan saya hingga subuh?”, beliau berkata : “Maafkan saya, Aku bertamu kepada Yang Mahatunggal, dan jika aku bertamu pada-Nya maka aku lupa pada semua selain-Nya”.
Demikian malam-malam beliau, dan siang hari beliau adalah Khidmah pada ummat. Tahun 1994 adalah kunjungan pertama beliau ke Indonesia. Seorang Da’i muda yang telah mendunia ini pun mengadakan kesepakatan dengan para Ulama dan Habaib di Indonesia untuk mengabulkan permintaan mereka dalam menerima siswa-siswa dari Indonesia untuk dibimbing oleh beliau di Yaman, tepatnya di kota Tarim, Hadramaut. Habib Munzir dan rombongan calon santri beliau berangkat. Tahun 1998, Habib Munzir bersama angkatan pertama kembali ke Indonesia, dan setiap tahunnya, alumni Ma’had Darulmustafa bimbingan beliau yang baru berdiri pada tahun 1997 ini terus menghujani Nusantara, termasuk Malaysia, Singapura, demikian pula Srilangka, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan masih banyak murid murid beliau yang berduyun-duyun dari pelbagai negara menimba ilmu dari Guru Kelembutan ini dan kembali membawa keharuman Risalah Muhammad saw.
Selamat datang Wahai Guru Mulia pembawa semilir kelembutan.. betapa cahaya kelembutan telah kau tebarkan di sanubari ratusan muridmu di Mancanegara, dan muridmu pun telah pula membina dan memimpin ribuan bahkan puluhan ribu muslimin di belahan bumi barat dan timur, kedatanganmu adalah pelipur lara dan pelibur kesedihan bagi perjuangan murid-muridmu yang siang malam jatuh bangun memperjuangkan dakwah sang Nabi saw.
Sebagaimana para Ulama dan Habaib angkatan-angkatan abad ke 18 dan yang sebelumnya hingga zaman wali songo di abad abad sebelumnya berasal dari Kota Tarim, Hadramaut, Yaman, atau dari Indonesia yang menimba ilmu disana, dan kembali ke Indonesia sebagai da’i-da’i pewaris tugas sang Nabi saw untuk berdakwah dengan kelembutan dan kasih sayang kepada penduduk bumi. Sembilan makam para wali itu (yang kesemuanya dari Hadramaut Yaman Selatan) sebagai saksi abadi bahwa mereka ini (para da’i dari Hadramaut Yaman Selatan) mendatangi negeri ini karena tugas mulia yang mereka telah diizinkan Allah SWT untuk memangkunya, sebagai penyeru kepada Keluhuran yang Abadi, demikian pula makam-makam orang shalih di belahan Nusantara, yang juga bertebaran di Jakarta seperti wilayah Luar Batang, Kwitang, Alhawi Condet, Kalibata dan masih banyak lagi, bagaikan Monumen Lambang perjuangan para penegak Risalah yang sebagian besar mereka itu menimba ilmu dari Hadramaut Yaman, sebagaimana sabda Nabi saw : “Iman adalah Yaman”, dan sabda Nabi saw : “Wahai Allah berkahilah penduduk Yaman dan Penduduk Syam”, dan berkata Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarh Shahih Bukhari bahwa Kaum Anshar sebagai Ahlul Madinah adalah berasal dari Yaman.
Maka pada hari Rabu 16 Januari 2008 Guru Mulia ini akan menginjakkan kakinya di Bumi Jakarta, Mereka adalah pembawa Panji Tauhid, dengan limpahan kemuliaan Allah swt saat mereka hidup dan Allah swt masih menunjukkan bahkan setelah mereka wafat, bahwa mereka adalah pembawa Rahmat bagi sekalian Alam, penerus tugas sang Nabi saw, sebagaimana makam seorang dari mereka di Aceh, yg banjir Tsunami dengan kekuatan jutaan ton dengan kecepatan rata rata 300km/jam dan tingginya di sebagian wilayah mencapai 30 meter, namun banjir itu menyingkir dan terbelah di makam tersebut, sama halnya dengan beberapa masjid di propinsi tersebut, membuktikan bahwa Allah memuliakan tubuh-tubuh para Da’i pembawa Risalah, mereka menjadi benteng terhadap musibah bagi masyarakatnya walaupun mereka telah wafat.
Kedatangan Da’i besar ini pun bagai Pelangi Nan Indah yang muncul setelah guyuran hujan di negara ini. Tahun 1994 beliau menerima 30 siswa WNI untuk dibimbing ilmu syariah Islamiyyah, dan kesemuanya menyaksikan bahwa Guru yg satu ini sangat luar biasa dalam ketaatan, sangat indah perangainya, penyantun, berakhlak mulia, berbudi luhur, dan sangat berkasih sayang pada murid muridnya bagaikan pada anak anaknya.
Agenda utama kunjungan beliau adalah perayaan haul Al Imam Fakhrulwujud Abubakar bin Salim rahimahullah, tepatnya pada pukul 09.00 wib hari Ahad 20 Januari 2008, bertempat di Jalan Rawa Kemiri Grogol Selatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Insya Allah pada Senin Malam 4 Februari 2008, beliau akan berkunjung dan menghadiri Majelis salah seorang muridnya, Hamba Allah yang penuh kelembutan dan sangat ta’zhim kepada Sang Guru, Habib Munzir bin Fuad Almusawa, yaitu di Masjid Raya Almunawar, Pancoran Jakarta Selatan. Hadirin diperkirakan akan mencapai 40.000 (empat puluh ribu) orang. So, don’t miss it!
Tinggalkan Balasan