Firqah dalam Islam

Dalam sejarah Islam telah tercatat adanya firqah-firqah (faham/golongan) dalam lingkungan umat, dimana satu dengan lainnya bertentangan faham secara tajam dan sulit untuk didamaikan, apalagi disatukan.


Hal ini telah menjadi fakta sejarah yang tidak dapat dirubah lagi dan sudah menjadi pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku agama terutama buku-buku Ushuluddin.


Dalam buku-buku Ushuluddin itu terdapat beberapa nama kelompok, antara lain; Syi’ah, Khawarij, Mu’tazilah, Qadariyah, Jabariyah, Ahlussunnah wal Jama’ah (Sunni), Mujassimah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Wahabiyah, Ibnu Taimiyah dan lain-lain.

Hal ini tidak terlalu mengherankan karena Nabi Muhammad SAW semasa hidup telah mengabarkan hal ini.

Hadits-hadits yang menerangkan tentang adanya firqah-firqah ini antara lain :

1. Bersabda Nabi Muhammad SAW :

“Bahwasanya siapa yang hidup (lama) di antara kamu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu” (HR Abu Daud)

2. Bersabda Nabi Muhammad SAW :

“Akan ada di lingkungan ummatku 30 orang pembohong yang mendakwakan bahwa dirinya adalah Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi sesudahku” (HR Tarmidzi)

3. Bersabda Nabi Muhammad SAW :

“Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda berfaham jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyah” (maksudnya firman-firman Allah SWT yang dibawa oleh Nabi). Iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka” (HR Bukhari)

Jelas dalam hadits ini bahwa akan ada sekumpulan orang-orang muda yang sok aksi mengeluarkan fatwa-fatwa agama berdasarkan Al Quran dan hadits, tetapi keimanan mereka tipis sekali dan bahkan keimanan itu keluar dari dirinya secepat anak panah meninggalkan busurnya. Maksudnya adalah bahwa mereka banyak berbicara tentang Al-Quran dan hadits, tetapi mereka tidak melaksanakan tuntunan agama seperti shalat, puasa dll.

4. Bersabda Nabi Muhammad SAW :

Ada dua firqah dari ummatku yang pada hakekatnya mereka tidak bersangkut paut dengan Islam, yaitu kaum Murjiah dan kaum Qadariyah” (HR Tarmidzi)

Firqah Murjiah dan Qadariyah tak ada hubungannya dengan Islam, kata Nabi Muhammad SAW. Na’udzubillah!

5. Bersabda Nabi Muhammad SAW :

Dari Hudzaifah Rda., beliau berkata, Bersabda Rasulullah SAW : “Bagi tiap-tiap ummat ada majusinya, dan majusi ummatku adalah orang yang mengingkari takdir. Kalau mereka mati jangan dihadiri pemakamannya dan kalau mereka sakit jangan dijenguk. Mereka adalah kelompok dajjal. Memang Tuhan berhak memasukkan mereka ke dalam kelompok dajjal” (HR Abu Daud)

6. Bersabda Nabi Muhammad SAW :

Dari Abi Hurairah Rda., beliau berkata, Bersabda Rasulullah SAW : “Telah berfirqah-firqah orang Yahudi atas 71 firqah dan orang Nashara seperti itu pula dan akan berfirqah ummatku atas 73 firqah” (HR Tarmidzi)

7. Bersabda Nabi Muhammad SAW :

“Bahwasanya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 millah (firqah) dan akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah, semuanya masuk neraka kecuali satu”. Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya, “siapakah yang satu itu, Ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Yang satu itu adalah orang yang berpegang (ber-i’tiqad) sebagai peganganku (i’tiqad-ku) dan pegangan sahabat-sahabatku” (HR Tarmidzi)

8. Bersabda Nabi Muhammad SAW :

“Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk surga dan yang lain masuk neraka”. Bertanya para sahabat, “siapakah firqah (yang tidak masuk neraka) itu, Ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Ahlussunnah wal Jama’ah” (HR Thabrani)

Hadits yang mengandung arti dan maksud seperti ini juga terdapat dalam buku Al Milal wan Nihal karangan Syahrastani (wafat 1127M/548H)

9. Bersabda Nabi Muhammad SAW :

“Akan ada segolongan ummatku yang tetap atas kebenaran sampai hari kiamat dan mereka tetap atas kebenaran itu” (HR Bukhari)

Melihat hadits-hadits yang sahih ini dapat diambil kesimpulan :

1. Nabi Muhammad SAW mengabarkan sesuatu yang akan terjadi dalam lingkungan ummat Islam secara mu’jizat, yaitu mengabarkan hal-hal yang akan terjadi. Kabar ini tentu Beliau terima dari Allah SWT.

2. Sesudah Nabi wafat akan ada perselisihan faham yang banyak, sampai 73 faham (i’tiqad/firqah).

3. Ada segolongan orang-orang muda pada akhir zaman yang sok aksi mengeluarkan dalil-dalil dari Al-Quran, tetapi keimanan mereka tidak melewati kerongkongannya.

4. Ada dua golongan yang tidak bersangkut paut dengan Islam, yaitu faham Murjiah dan Qadariyah.

5. Ada 30 orang pembohong yang akan mendakwakan bahwa dirinya adalah Nabi, padahal tidak ada lagi Nabi sesudah Nabi Muhammad SAW. Dan ada orang-orang Khawarij yang paling jahat.

6. Di antara 73 golongan itu ada satu yang benar yaitu golongan Ahlussunnah wal Jama’ah yang selalu berpegang teguh kepada Sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin.

7. Mereka ini akan selalu mempertahankan kebenaran i’tiqad-nya sampai hari kiamat.

Melihat kenyataan sekarang, dan dengan meneliti sejarah perkembangan Islam sejak abad pertama Hijriyah hingga sekarang, apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW telah terjadi dengan nyata.

Di dalam buku Bugyatul Mustarsyidin karangan Mufti Sheikh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar, yang terkenal dengan gelar Ba’Alawi, cetakan Mathba’ah Amin Abdul Majid Kairo (Mesir) tahun 1960M/1381H, halaman 398, bahwa 72 firqah yang sesat itu bertumpu pada 7 firqah yaitu :

  1. Faham Syi’ah, kaum yang berlebih-lebihan memuja Saidina Ali bin Abi Thalib. Mereka tidak mengakui Khalifah Rasyidin yang lain seperti Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq, Khalifah Umar Ibnu Khattab dan Khalifah Utsman bin Affan. Kaum Syi’ah terpecah menjadi 22 aliran. Termasuk pengikut Syi’ah adalah Kaum Bahaiyah dan Kaum Ahmadiyah Qad-yan.
  2. Faham Khawarij, yaitu kaum kaum yang berlebih-lebihan membenci Saidina Ali bin Abi Thalib, bahkan di antaranya ada yang mengkafirkan Saidina Ali. Firqah ini berfatwa bahwa orang-orang yang membuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij terpecah menjadi 20 aliran.
  3. Faham Mu’tazilah, yaitu kaum yang berfaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata dalam surga, orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara dua tempat, dan mi’raj Nabi Muhammad SAW hanya dengan roh saja, dll. Kaum Mu’tazilah terpecah menjadi 20 aliran, termasuk di antaranya adalah Kaum Qadariyah.
  4. Faham Murjiah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat maksiat (kedurhakaan) tidak memberi mudharat jika sudah beriman, sebaliknya membuat kebaikan dan kebajikan tidak bermanfaat jika kafir. Kaum ini terpecah menjadi 5 aliran.
  5. Faham Najariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yaitu dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah terpecah menjadi 3 aliran.
  6. Faham Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa manusia “majbur”, artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaha tidak ada sama sekali. Kaum ini hanya 1 aliran.
  7. Faham Musyabbihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, misal bertangan, berkaki, duduk di kursi, naik dan turun tangga dll. Kaum ini hanya 1 aliran saja. Kaum Ibnu Taimiyah termasuk dalam golongan ini, dan Kaum Wahabi adalah termasuk kaum pelaksana dari faham Ibnu Taimiyah.

Jika ditambah dengan 1 aliran lagi yaitu Ahlussunnah wal Jama’ah maka menjadi 73 firqah, seperti yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits Imam Tarmidzi.

(aswaja.net)

Komentar

10 tanggapan untuk “Firqah dalam Islam”

  1. Avatar alwi bin ali
    alwi bin ali

    Dari tulisan yang di atas, kalian ingin mengatakan bahwa kami ahlussunnah wal jama’ah adalah satu-satunya golongan yang selamat, itu pasti.
    akan lebih bijaksana jika kalian sebut satu persatu nama aliran syiah yang jumlahnya 22 itu.

    jika angka 72 itu kalian dapat dari hasil 22+20+20+5+3+1+1=72. alangkah baiknya apabila kalian rubah nama blog ini, dari artikelislami menjadi blog sekolah dasar.

    terima kasih.

  2. Avatar fulan
    fulan

    @Alwi bin Ali
    Anda bener-bener ingin tahu aliran syiah? Ini nih aliran syiah. nanti sambil belajar berhitung. coba dihitung apa bener ada 22 aliran dalam syiah itu. Selamat membaca dan berhitung…

    Aliran-aliran Cabang dalam Syi’ah

    Setiap mazhab memiliki ajaran-ajaran pokok sebagai pondasi mazhab tersebut. Dengan bergulirnya masa, akan ditemukan beberapa ajaran baru yang berbeda dengan dengan ajaran-ajaran tersebut dari segi kurus dan gemuknya. Sebagai contoh, satu mazhab meyakini bahwa harus ada sistem imamah yang ditentukan oleh pembawa Syari’at sebagai penerus keberlangsungan dakwah Rasulullah SAWW. Ini adalah sebuah ajaran pokok yang harus dimiliki oleh mazhabnya. Akan tetapi, kadang-kadang terjadi perbedaan pendapat di antara para pemeluknya dalam menentukan siapakah yang berhak menjadi imam sebagai penerusnya. Dengan demikian, akan muncul aliran baru yang merupakan cabang dari mazhab itu. Mayoritas agama langit seperti agama Yahudi, Kristen, Majusi dan Islam mengalami realita tersebut di atas.

    Mazhab Syi’ah pun tidak terkecualikan dari realita ini. Pada masa hidupnya Imam Ali a.s., Imam Hasan a.s. dan Imam Husein a.s. tidak terjadi perpecahan dalam tubuh mazhab Syi’ah. Setelah Imam Husein a.s. syahid, mayoritas pengikut Syi’ah menjadikan Imam Ali As-Sajjad a.s. sebagai imam keempat dan kelompok minoritas yang dikenal dengan sebutan “Kaisaniyah” menjadikan putra ketiga Imam Ali a.s. yang bernama Muhammad bin Hanafiah sebagai imam keempat dan mereka meyakini bahwa ia adalah Imam Mahdi a.s. yang ghaib di gunung Ridhawi. Di akhir zaman ia akan muncul kembali.

    Setelah Imam Sajjad a.s. syahid, mayoritas pengikut Syi’ah mengakui Imam Baqir a.s., putranya sebagai imam Syi’ah dan kelompok minoritas meyakini Zaid, putranya yang lain sebagai penggantinya. Kelompok ini akhirnya dikenal dengan nama Syi’ah Zaidiyah.

    Pasca syahadah Imam Baqir a.s., para pengikut Syi’ah menjadikan Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s., putranya sebagai imam keenam Syi’ah. Dan setelah Imam Shadiq a.s. syahid, para pengikut Syi’ah terpecah menjadi lima golongan:

    a. Mayoritas pengikut Syi’ah yang meyakini Imam Musa Al-Kazhim a.s., putranya sebagai imam Syi’ah yang ketujuh.

    b. Kelompok kedua menjadikan putra sulungnya yang bernama Ismail sebagai imam Syi’ah yang ketujuh. Kelompok ini akhirnya dikenal dengan nama “Syi’ah Ismailiyah”.

    c. Kelompok ketiga menjadikan putranya yang bernama Abdullah Al-Afthah sebagai imam Syi’ah yang ketujuh. Kelompok ini akhirnya dikenal dengan nama “Syi’ah Fathahiyah”.

    d. Kelompok keempat menjadikan putranya yang bernama Muhammad sebagai imam Syi’ah yang ketujuh.

    e. Kelompok kelima menganggap bahwa Imam Shadiq a.s. adalah imam Syi’ah terakhir dan tidak ada imam lagi sepeningalnya.

    Setelah Imam Musa Al-Kazhim a.s. syahid, mayoritas pengikut Syi’ah meyakini Imam Ridha a.s., putranya sebagai imam Syi’ah yang kedelapan dan kelompok minoritas dari mereka mengingkari imamahnya dan menjadikan Imam Kazhim a.s. sebagai imam Syi’ah terakhir. Kelompok ini akhirnya dikenal dengan nama “Syi’ah Waqifiyah”.

    Setelah Imam Ridha a.s. syahid hingga lahirnya Imam Mahdi a.s., di dalam tubuh Syi’ah tidak terjadi perpecahan yang berarti. Jika terjadi perpecahan pun, itu hanya berlangsung beberapa hari dan setelah itu sirna dengan sendirinya. Seperti peristiwa Ja’far bin Imam Ali Al-Hadi a.s., saudara Imam Hasan Al-Askari a.s. yang mengaku dirinya sebagai imam Syi’ah setelah saudaranya syahid.

    Semua kelompok dan aliran cabang di atas telah sirna dengan bergulirnya masa kecuali tiga aliran yang hingga sekarang masih memiliki pengikut yang tidak sedikit. Tiga aliran Syi’ah tersebut adalah Syi’ah Zaidiyah, Syi’ah Ismailiyah dan Syi’ah Imamiah Itsna ‘Asyariyah.
    a.Syi’ah Zaidiyah

    Zaidiyah adalah para pengikut Zaid bin Ali As-Sajjad a.s. Pada tahun 121 H., ia mengadakan pemberontakan terhadap Hisyam bin Abdul Malik, salah seorang khalifah dinasti Bani Umaiyah. Sebagian masyarakat berbai’at dengannya dan ketika terjadi peperangan di Kufah antara kelompoknya dan tentara penguasa, ia syahid. Ia dianggap sebagai imam Syi’ah yang kelima oleh para pengikutnya. Setelah ia syahid, putranya yang bernama Yahya menggantikan keududukannya. Yahya sempat mengadakan pemberontakan terhadap Walid bin Yazid. Setelah ia meninggal dunia, Muhammad bin Abdullah dan Ibrahim bin Abdullah menggantikan kedudukannya sebagai imam Syi’ah. Mereka sempat mengadakan pemberontakan terhadap Manshur Dawaniqi, salah seorang khalifah dinasti Bani Abasiyah dan terbunuh dalam sebuah peperangan.

    Setelah mereka terbunuh, Zaidiyah menjalani masa-masa kritis yang hampir menyebabkan kelompok ini punah. Pada tahun 250-320 H., Nashir Uthrush, salah seorang anak cucu saudara Zaid bin Ali, mengadakan pemberontakan terhadap penguasa Khurasan. Karena dikejar-kejar oleh pihak penguasa yang berusaha untuk membunuhnya, ia melarikan diri ke Mazandaran yang hingga saat itu penduduknya belum memeluk agama Islam. Setelah 13 tahun bertabligh, ia akhirnya dapat mengislamkan mayoritas penduduk Mazandaran dan menjadikan mereka penganut mazhab Syi’ah Zaidiyah. Dengan bantuan mereka, ia dapat menaklukkan Thabaristan dan daerah itu menjadi pusat bagi kegiatan Syi’ah Zaidiyah.

    Menurut keyakinan mazhab Zaidiyah, setiap orang yang berasal dari keturunan Fathimah Az-Zahra` a.s., alim, zahid, dermawan dan pemberani untuk menentang segala manifetasi kelaliman, bisa menjadi imam. Syi’ah Zaidiyah menggabungkan dua ajaran dalam mazhabnya. Dalam bidang ushuluddin ia menganut paham Mu’tazilah dan dalam bidang furu’uddin ia menganut paham Hanafiah.
    b.Syi’ah Ismailiyah dan Aliran-aliran Cabangnya

    Ø Bathiniyah

    Imam Shadiq a.s. mempunyai seorang putra sulung yang bernama Ismail. Ia meninggal dunia ketika ayahnya masih hidup. Imam Shadiq a.s. mempersaksikan kepada seluruh khalayak bahwa putranya yang bernama Islma’il telah meninggal dunia. Ia pun telah mengundang gubernur Madinah kala itu untuk menjadi saksi bahwa putranya itu telah meninggal dunia. Meskipun demikian, sebagian orang meyakini bahwa ia tidak meninggal dunia. Ia ghaib dan akan muncul kembali. Ia adalah Imam Mahdi a.s. yang sedang dinanti-nantikan kedatangannya. Mereka meyakini bahwa persaksian Imam Shadiq a.s. di atas hanyalah sebuah taktik yang dilakukannya untuk mengelabuhi Manshur Dawaniqi karena khawatir ia akan membunuhnya.

    Sebagian kelompok meyakini bahwa imamah adalah hak mutlak Ismail yang setelah kematiannya, hak itu berpindah kepada putranya yang bernama Muhammad. Akan tetapi, sebagian kelompok yang lain meyakini bahwa meskipun Ismail telah meninggal dunia ketika ayahnya hidup, ia adalah imam yang harus ditaati. Setelah masanya berlalu, imamah itu berpindah kepada putranya yang bernama Muhammad bin Ismail dan akan diteruskan oleh para anak cucunya.

    Dua kelompok pertama telah punah ditelan masa. Kelompok ketiga hingga sekarang masih memiliki pengikut dan mengalami perpecahan internal juga.

    Secara global, Ismailiyah memiliki ajaran-ajaran filsafat yang mirip dengan filsafat para penyembah bintang dan dicampuri oleh ajaran irfan India. Mereka meyakini bahwa setiap hukum Islam memiliki sisi lahiriah dan sisi batiniah. Sisi lahiriah hukum hanya dikhususkan bagi orang-orang awam yang belum berhasil sampai kepada strata spiritual yang tinggi. Oleh karena itu, mereka harus melaksanakan hukum tersebut dengan praktik rutin sehari-hari.

    Mereka juga meyakini bahwa hujjah Allah ada dua macam: nathiq (berbicara) dan shaamit (diam). Hujjah yang pertama adalah Rasulullah SAWW dan hujjah yang kedua adalah imam sebagai washinya.

    Bumi ini tidak akan pernah kosong dari hujjah Allah, dan hujjah tersebut selalu berjumlah 7 orang. Ketika seorang nabi diutus, ia akan memiliki syari’at dan wilayah. Setelah ia meninggal dunia, tujuh washi datang silih berganti untuk meneruskan ajarannya. Ketujuh washi tersebut memiliki kedudukan yang sama, yaitu kewashian kecuali washi terakhir. Ia memiliki tiga kedudukan sekaligus: kenabian, kewashian dan wilayah. Dan begitulah seterusnya, setelah washi ketujuh meninggal dunia, ia akan memiliki tujuh orang washi dan washinya yang ketujuh memiliki tiga kedudukan di atas sekaligus.

    Menurut keyakinan mereka, Nabi Adam a.s. diutus dengan mengemban kenabian dan wilayah. Setelah meninggal dunia, ia memiliki tujuh orang washi. Washinya yang ketujuh adalah Nabi Nuh a.s. yang memiliki kedudukan kenabian, kewashian dan wilayah. Nabi Ibrahim a.s. adalah washi ketujuh Nabi Nuh a.s., Nabi Musa a.s. adalah washi ketujuh Nabi Ibrahim a.s., Nabi Isa a.s. adalah washi ketujuh Nabi Musa a.s., Muhammad bin Ismail adalah washi ketujuh Rasulullah SAWW (Imam Ali a.s., Imam Husein a.s., Imam Sajjad a.s., Imam Baqir a.s., Imam Shadiq a.s., Ismail dan Muhammad bin Ismail). Setelah Muhammad bin Ismail, terdapat tujuh orang washi yang nama dan identitas mereka tidak diketahui oleh siapa pun. Dan setelah masa tujuh orang washi tak dikenal itu berlalu, terdapat tujuh orang washi lagi. Mereka adalah tujuh raja pertama dinasti Fathimiyah di Mesir. Raja pertama adalah Ubaidillah Al-Mahdi.

    Mereka juga meyakini bahwa di samping hujjah-hujjah Allah tersebut, terdapat dua belas orang nuqaba`. Mereka adalah para sahabat pilihan hujjah-hujjah Allah tersebut. Akan tetapi, sebagian aliran cabang Ismailiyah yang bernama Bathiniyah (Duruziyah) meyakini bahwa enam orang dari dua belas nuqaba` tersebut adalah para imam dan enam yang lainnya adalah selain imam.

    Pada tahun 278 H., beberapa tahun sebelum Ubaidillah Al-Mahdi berkuasa di benua Afrika, seorang misterius yang berasal dari Khuzestan, Iran dan tidak pernah menyebutkan identitas dirinya muncul di Kufah. Di siang hari ia selalu berpuasa dan di malam hari ia selalu beribadah. Ia tidak pernah meminta bantuan dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mengajak masyarakat setempat untuk menganut mazhab Ismailiyah dan mereka menjawab ajakannya. Kemudian ia memilih dua belas orang di antara pengikutnya sebagai nuqaba`. Setelah itu, ia keluar dari Kufah untuk menuju ke Syam dan tidak lama kemudian ia menghilang.

    Setelah orang tak dikenal itu menghilang, ada seseorang yang bernama Ahmad dan dikenal dengan julukan Qirmith menggantikan kedudukannya untuk menyebarkan ajaran-ajaran Bathiniyah. Para sejarawan mengatakan bahwa ia menciptakan shalat baru sebagai ganti dari shalat lima waktu yang telah ditetapkan oleh Islam, menghapus mandi jenabah dan menghalalkan khamer. Para pemimpin Bathiniyah mengajak masyarakat untuk memberontak terhadap para penguasa waktu itu.

    Para pengikut Bathiniyah ini menganggap halal darah orang-orang yang tidak mengikuti ajaran Bathiniyah. Atas dasar keyakinan ini, mereka pernah mengadakan pembunuhan dan perampokan besar-besaran di Irak, Bahrain, Yaman dan kota-kota sekitar. Sering kali mereka merampok kafilah haji yang sedang menuju Makkah dan membunuh semua orang yang ada di kafilah tersebut.

    Abu Thahir Al-Qirmithi, salah seorang pemimpin Bathiniyah menaklukkan Bashrah pada tahun 311 H. dan ia membunuh penduduk secara besar-besaran serta merampok semua harta yang mereka miliki. Pada tahun 317 H., ia bersama para pengikut Bathiniyah pergi ke Makkah dan setelah terjadi pertempuran kecil antara mereka dan pasukan keamanan pemerintahan setempat, mereka dapat mengalahkan pasukan tersebut dan berhasil memasuki kota suci Makkah. Begitu memasuki kota Makkah, semua jenis pembunuhan dan perampokan mereka lakukan. Masjidil Haram pun sudah tidak memiliki arti bagi mereka. Dari dalam masjid suci tersebut darah mengalir bak air mengalir di dalam parit. Kain penutup Ka’bah mereka robek-robek dan dibagikan di antara mereka sendiri. Tidak hanya sampai di situ, pintu Ka’bah mereka hancurkan dan Hajar Aswad mereka bawa ke Yaman. Hajar Aswad berada di tangan Qaramithah selama 22 tahun.

    Karena perilaku mereka yang asusila dan menentang agama, mayoritas pengikut Bathiniyah yang lain menganggap kelompok ini telah keluar dari agama Islam. Ubaidillah Al-Mahdi sendiri yang waktu itu adalah khalifah pertama dinasti Fathimiyah di Mesir, pemimpin mazhab Ismailiyah dan menganggap dirinya adalah Imam Mahdi a.s. yang telah dijanjikan oleh hadis-hadis mutawatir, menyatakan tidak ikut campur tangan berkenaan dengan mazhab Qaramithah.

    Ø Nazzariyah dan Musta’liyah

    Ubaidillah Al-Mahdi berkuasa di benua Afrika (tepatnya di Mesir) pada tahun 296 H. dan ia adalah pendiri dinasti Fathimiyah. Mazhab yang dianutnya adalah Syi’ah Ismailiyah. Setelah ia meninggal dunia, tujuh orang dari keturunannya meneruskan dinastinya tanpa terjadi perpecahan di dalam tubuh mazhab Ismailiyah. Perpecahan di dalam tubuh mazhab Ismailiyah terjadi setelah raja ketujuh dinasti Fathimiyah, Mustanshir Billah Sa’d bin Ali meninggal dunia. Ia memiliki dua orang putra yang masing-masing bernama Nazzar dan Musta’li. Setelah ayah mereka meninggal dunia, terjadi persengketaan di antara kakak dan adik tersebut berkenaan dengan urusan khilafah. Setelah terjadi peperangan di antara mereka yang memakan banyak korban, Musta’li dapat mengalahkan Nazzar. Ia mengangkap Nazzar dan menghukumnya hingga ajal menjemputnya.

    Setelah persengketaan tersebut, dinasti Fathimiyah yang bermazhab Ismailiyah terpecah menjadi dua golongan: Nazzariyah dann Musta’liyah.
    Nazzariyahadalah para pengikut Hasan Ash-Shabaah, seseorang yang pernah memiliki hubungan dekat dengan Mustanshir Billah. Setelah Mustanshir Billah meninggal dunia, ia diusir dari Mesir oleh Musta’li karena dukungannya terhadap Nazzar. Ia lari ke Iran, dan akhirnya muncul di benteng “Al-Maut” yang berada di sebuah daerah dekat kota Qazvin. Ia berhasil menaklukkan benteng tersebut dan benteng-benteng yang berada di sekitarnya. Kemudian, ia memerintah di situ. Sejak pertama kali memerintah, ia mengajak penduduk sekitar untuk menghidupkan kembali nama baik Nazzar dan mengikuti ajaran-ajarannya.

    Setelah Hasan Ash-Shabaah meninggal dunia pada tahun 518 H., Buzurg Oumid Rudbari menggantikan kedudukannya dan setalah ia meninggal dunia, putranya yang bernama Kiyaa Muhammad mengganti kedudukannya. Keduanya memerintah dengan mengikuti cara dan metode Hasan Ash-Shabaah. Sepeninggal Kiyaa Muhammad, putranya yang bernama Hasan Ali Dzikruhus Salam menggantikan kedudukannya. Ia menghapus semua cara dan ajaran Hasan Ash-Shabaah dan mengikuti ajaran-ajaran aliran Bathiniyah.

    Hal ini terus berjalan lancar hingga Holaku Khan dari dinasti Mongol menyerang Iran. Ia berhasil menguasai semua benteng pertahanan mazhab Ismailiyah dan menyamaratakannya dengan tanah. Setelah peristiwa itu berlalu, Aqa Khan Mahallati yang bermazhab Nazzariyah memberontak terhadap Qajar Syah. Di sebuah pertempuran yang terjadi di Kerman, ia kalah dan melarikan diri ke Bombay, India. Setelah sampai di Bombay, ia mulai menyebarkan ajaran-ajaran Nazzariyah. Ajaran-ajarannya sampai sekarang masih diikuti oleh penduduk di sana. Dengan ini, aliran Nazzariyah juga dikenal dengan sebutan “Aqa-khaniyah”.
    Musta’liyah adalah para pengikut Musta’li, salah seorang raja dinasti Fathimiyah yang pernah berkuasa di Mesir. Aliran ini akhirnya musnah pada tahun 557 H. Setelah beberapa tahun berlalu, sebuah aliran baru muncul di India yang bernama “Buhreh” (Buhreh adalah bahasa Gujarat yang berarti pedagang) dan meneruskan ajaran-ajaran Musta’liyah yang hingga sekarang masih memiliki pengikut.

    Ø Duruziyah

    Pada mulanya Duruziyah adalah para pengikut setia para kahlifah dinasti Fathimiyah. Akan tetapi, ketika Khalifah keenam dinasti Fathimiyah memegang tampuk kekuasaan, atas ajakan Neshtegin Duruzi mereka memeluk aliran Bathiniyah. Mereka meyakini bahwa Al-Hakim Billah ghaib dan naik ke atas langit. Ia akan muncul kembali di tengah-tengah masyarakat.

    Ø Muqanni’iyah

    Pada mulanya Muqanni’iyah adalah pengikut ‘Atha` Al-Marvi yang lebih dikenal dengan sebutan Muqanni’. Ia adalah salah seorang pengikut Abu Muslim Al-Khurasani. Setelah Abu Muslim meninggal dunia, ia mengaku bahwa ruhnya menjelma dalam dirinya. Tidak lama setelah itu, ia mengaku nabi dan kemudian mengaku dirinya Tuhan. Pada tahun 163 H., ia dikepung di benteng Kish yang berada di salah satu negara-negara Maa Wara`annahr. Karena yakin dirinya akan tertangkap dan akhirnya terbunuh, ia menyalakan api unggun lalu terjun ke dalamnya bersama beberapa orang pengikutnya. Para pengikutnya akhirnya menganut mazhab Ismailiyah yang beraliran faham Bathiniyah.
    c. Syi’ah Imamiah Itsna ‘Asyariyah

    Mayoritas Syi’ah adalah Syi’ah Imamiah Itsna ‘Asyariyah. Seperti yang telah disinggung di atas, mazhab ini memisahkan diri dari mayoritas muslimin setelah Rasulullah SAWW meniggal dunia dikarenakan dua faktor urgen yang tidak diindahkan oleh mayoritas muslimin kala itu. Dua faktor urgen tersebut adalah imamah (kepemimpinan) dan kewajiban untuk merujuk kepada Ahlul Bayt a.s. dalam segala bidang ilmu pengetahuan.

    Mereka meyakini bahwa Rasulullah SAWW adalah penutup semua nabi dan para imam a.s. tersebut –berdasarkan hadis-hadis mutawatir yang disabdakan olehnya– berjumlah dua belas orang, tidak lebih dan tidak kurang.

    Mereka juga meyakini bahwa Al Quran mencakup semua hukum yang diperlukan oleh kehidupan manusia dan hukum-hukum tersebut tidak akan pernah mengalami perubahan dan renovasi. Bahkan hukum-hukum tersebut adalah kekal dan abadi hingga hari kiamat.

    Dari sini dapat diketahui perbedaan mendasar antara Syi’ah Imamiah, Syi’ah Zaidiyah dan Syi’ah Ismailiyah. Syi’ah Zaidiyah meyakini bahwa imamah bukanlah hak prerogatif Ahlul Bayt a.s. dan para imam tidak berjumlah dua belas orang serta mereka tidak mengikuti fiqih Ahlul Bayt a.s. Sementara, Syi’ah Ismailiyah meyakini bahwa para imam berjumlah tujuh orang, Rasulullah SAWW bukanlah penutup para nabi dan hukum-hukum syari’at bisa dirubah. Bahkan –menurut keyakinan Bathiniyah– kewajiban manusia sebagai makhluk Allah (taklif) bisa dihapus total.

  3. Avatar alwi bin ali
    alwi bin ali

    Terima kasih untuk si fulan, karena walau yang anda lakukan itu hanya memindah tulisan dari satu buku ke
    blog ini, tapi setidak-tidaknya dapat saya ketahui bahwa anda seorang yang cukup bagus.

    beberapa hari yang lalu sengaja saya kirim dua tulisan,
    pertama untuk memprotes tulisan yang berjudul
    FIRQAH DALAM ISLAM, dan kedua untuk mengingatkan habib munzir al-musawa agar tidak lagi menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan syiah.

    karena dari jawaban habib munzir terhadap si penanya, mudah diketahui dengan jelas kalau habib munzir tidak mengerti tentang mazhab syiah imamiah dan beliau juga menuduh bahwa kecintaan kaum syiah pada alhusein as disebabkan alhusein as menikahi putri raja persia.

    siapa yang menyangka habib munzir al-musawa ternyata sanggup menjawab pertanyaan dengan jawaban yang cukup aneh, semoga allah swt memberi beliau kerendahan hati hingga tidak segan-segan meralat jawaban dan tuduhannya.

    wassalam.

    Itu hanya salah satu jawaban beliau. Artinya salah satu faktor kecintaan mereka adalah itu. Tentunya banyak faktor lain dan hal itu dapat Anda baca dalam jawaban2 beliau yg lainnya.

    Apakah Anda seorang syi’i?

  4. Avatar alwi bin ali
    alwi bin ali

    iya saya syi’i…
    tapi jawaban habib munzir sangat mengada-ngada dan tanpa dasar yang jelas, seandainya salah satu faktor kaum syiah cinta alhusein as karena alhusein as nikah dengan putri raja persi seperti yang habib munzir terangkan, bukankah terdapat 3 bersaudara dari putri raja persia.

    yang satu dinikahi oleh alhusein as, satu lagi dinikahi oleh muhammad bin abu bakar ra dan juga abdullah bin umar menikahi salah satu dari mereka.

    mengapa abdullah bin umar tidak dipuja oleh kaum syiah?
    bukankah abdullah bin umar juga menikahi putri raja persia?

    makanya saya mohon habib munzir untuk tidak menjawab hal-hal yang beliau tidak mengerti, apakah saya salah karena memberi saran kepada beliau?

    terima kasih.

    Memberi saran dan nasihat tentu tidak salah dan bahkan baik. Begitu juga jika kami nanti memberi Anda saran dan nasihat, sebaiknya saran dan nasihat kami tidak ditanggapi secara negatif. 🙂

    Dan mengenai hal ini, kami tidak tega untuk membicarakannya dg habib Munzir, karena beliau sudah sangat sibuk sekali. jadi mungkin teman2 yg lain akan membantu Anda untuk memahami hal ini. Jika saya yg jawab, nanti Anda bilang bahwa sebaiknya saya ga usah jawab, karena saya ini ga ngerti Syi’ah. Jujur aja, saya memang kurang ngerti bagaimana itu Syi’ah, tetapi ada teman saya yg insya Allah sangat ngerti, mungkin karena dia mantan Syi’ah lulusan Iran yg akhirnya bertobat setelah berdialog dg Habib Munzir. Tetapi saya ga janji bahwa dia punya waktu untuk diajak diskusi.

  5. Avatar Budhi Suci
    Budhi Suci

    ngga usah ditanyakan pada habibana, sudah sibuk dan makin sibuk..

    riwayat putri persia ada tiga adalah dhoif, riwayat tsiqah adalah satu putri, dan diperebutkan untuk dijadikan budak, namun Imam Ali kw tidak tega dan mengambilnya menjadi menantu.

    kalau dari ucapan habibana, sebenarnya bukan hanya ini, tapi banyak sekali tentang syiah, ringkasnya adalah “syiah” bukan muttaham biddhalaal, bukan tertuduh dengan kebatilan,

    tapi yg tertuduh dg kebatilan adalah semua yg mencaci sahabat dan mengingkari khulafa’urrasyidin.

    Abubakar shiddiq ra dan Umar ra adalah mertua Rasul saw.

    Ustman bin Affan ra dan Ali bin Abi Thalib kw adalah menantu Rasul saw.

    hubungan suami istri bisa terputus, namun hubungan menantu dan mertua abadi.

    jelas sudah mereka adalah keluarga Rasul saw, dan mereka yg menghinanya berarti menghina keluarga Rasul saw.

    dan [para sahabat adalah orang yg membela Rasul saw, sebelum orang iran kenal yg namanya ahlulbait, sebelum orang iran kenal udel udel dg sorban hitam dan gelar ayatullah..

    para sahabat menjadikan diri mereka tameng dari panah panah yg diarahkan pada Rasul saw, dan bagi para pecinta Rasul saw mestilah berterimakasih dan menyayangi mereka karena jasa mereka pada Rasul saw.

    kalau kekasih kita dilempari dan dikejar kejar, lalu ada yg menyelamatkan, melindungi dan menjaganya, tentu kita akan sangat menyayangi orang itu dan memuliakannya, dan mendoakannya seumur hidup, apalagi yg dibantu adalah Rasul saw..

    BUKAN MENGKAFIRKANNYA..!

    dasar semprul..

    Subhanallah….
    Syukron atas tanggapannya, ustadz.
    Afwan nih… telat dipublish komentarnya.
    saya yg ngundang… eh… kok malah saya yg tidak menyempatkan diri untuk nengok ke sini.
    Maaf banget ya….
    Ngomong2, bahasanya dah jauh berbeda nih…
    Salut buat antum…

  6. Avatar alwi bin ali
    alwi bin ali

    salut atas apanya kepada yang memakai nick budhi suci?
    tidak ada satu pun orang syiah yang mengingkari khulafa’urrasyidin, dan karena hal ini maka terjadi dua golongan yang ada sekarang, yang dipermasalahkan bukan gelar khulafa’urrasyidin tetapi apakah abu bakar, umar dan usman itu khulafa’urrasyidin?
    seandainya ketiga orang tersebut memang khulafa’urrasyidin,
    saya ingin bertanya, pertama;
    apakah kewajiban utama khulafa’urrasyidin?
    kedua; apa yang harus dimiliki untuk menjadi khulafa’urrasyidin, apakah yang menjadi khalifah harus lebih pandai dalam ilmu agama dari yang ada di masanya atau hal itu tidak penting?

    soal sahabat, adzahabi dalam bukunya tarikh islam menulis bahwa pada saat berita wafatnya rasul saw menyebar, sangat banyak dari golongan-golongan kaum arab yang menjadi murtad. (adzahabi adalah salah satu tokoh ahli sunnah yang mengkafirkan syiah) jadi sebenarnya salah satu tokoh ahli sunnah bukan mencaci sahabat melainkan mengkafirkan dan menuduh mereka murtad, dan juga malik bin nuwairah ra, salah satu sahabat besar yang dipercaya oleh nabi saw untuk mengumpulkan zakat, dikafirkan oleh mayoritas ahli sunnah wal jamaah.
    mohon belajar dengan baik dan jika ada amanat maka tulisan ini akan dimuat.

    adz-dzahabi bukan mengkafirkan, tetapi memberitakan bahwa di antara mereka ada yg murtad, kembali ke agama nenek moyang, meninggalkan Islam.

    Jadi menurut Anda bahwa Abu Bakar, Umar, dan Utsman tidak pantas menjadi khalifah dan merebutnya dari Ali?

  7. Avatar alwi bin ali
    alwi bin ali

    kalau selalu menghapus tulisan saya, itu kan tidak ada amanat, pembaca jadi tertipu karena seakan-akan saya tidak bisa melanjutkan dialog,
    kenapa anda menghalalkan cara itu?
    bukan begitu kalau mau membela sunnah,
    pembela sunnah pasti orang2 yg amanat.

    hehe..
    jangan lebay gt dong bos.
    saya tdk terlalu fokus di blog ini, dan tmn saya jg sibuk. mending Anda ke sidogiri.net dan ikut forum di sana. banyak kok yg akan melayani Anda.

  8. Avatar alwi bin ali
    alwi bin ali

    apakah anda lupa bahwa permasalahnya habib munzir yang menjawab pertanyaan tentang syiah sedangkan habib munzir tidak mengerti syiah, itu saja yang dari awal saya persoalkan.

    kalau cuma cari situs anti syiah, kenapa saya harus tanya ke anda, setiap orang bisa dengan mudah membuka situs milik wahabi atau mereka yang menamakan dirinya sufi,
    sebab di sana tempat cercaan dan tuduhan terhadap syiah, karena hanya itu saja yang dapat dilakukan oleh wahabi dan mereka yang mengaku sufi.

    kalau anda tidak terlalu fokus dan habib munzir tidak punya waktu, lalu yang akan membela ahlus sunnah ?
    atau blog ini akan diganti namanya?

    pesan saya mohon sekali lagi sampaikan kepada habib munzir agar tidak berbicara tentang syiah, sebabnya tidak perlu saya ulang-ulang lagi.

    Jika hanya itu masalahnya, saya katakan kepada Anda bahwa Habib Munzir itu mengerti tentang Syi’ah bahkan mungkin lebih mengerti dari Anda. Buktinya mas Budi yg lulusan Iran pun mengakui keilmuan Habib Munzir mengenai Syi’ah. Anda lulusan mana? jangan2 Anda yg nggak ngerti Syi’ah seperti hal saya?

    Blog ini tetap saya kelola, tetapi jarang saya tengok, karena ada blog lain yg juga dalam rangka membela ASWAJA. Sepertinya Anda terlalu fokus dg prasangka2 Anda yg keliru. Kalo Anda tak mengerti tentang kesibukan saya, sebaiknya Anda jangan ngomong tentang saya (nah lo saya balikin… :mrgreen: ) Dan kalo Anda ga ngerti tentang habib Munzir, jangan ngomong tentang Habib Munzir, dan kalo Anda ga ngerti bener tentang Syi’ah jangan sok2an ngerti :mrgreen:
    Asal Anda tahu bahwa blog ini hanyalah blog backup, makanya jarang saya tengok. Saya ke sini ini paling kalo mau masukin artikel yg mau saya backup. Dan terkadang saya cek juga kalo2 ada komenatar yg masuk. tapi ga setiap hari. Saya tetap membela ASWAJA via blog. tetapi blog saya bukan cuma ini. ngerti ora son… :mrgreen:

  9. Avatar alwi bin ali
    alwi bin ali

    -text tidak ditampilkan-

    maaf akhi, saya malas berdebat dengan Anda. Jika Anda memang masih bernafsu untuk mencari lawan debat, silahkan ke sidogiri.net atau lebih baik Anda belajar lagi ke albayyinat.net

  10. Avatar algiffari
    algiffari

    buat alwi bin ali…, anda menjustice bahwa kaum yg mengaku sufi sering mencerca dan anti syiah…., yang mana yang anda maksud..?? memang ada golongan orang yang tidak tahu di tidak tahunya…:-)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *