Abtarkah Nabi Muhammad?

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [QS. Al-Ahzab (33): 40]

Dalam suatu riwayat dikemukakan, ketika Rasulullah SAW menikah dengan Zainab, banyak orang ribut memperbincangkannya: “Muhammad menikah dengan bekas isteri anaknya.” Maka turunlah ayat ini (QS. Al-Ahzab: 40) yang menegaskan bahwa Zaid itu bukan putera Rasulullah. [Diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dari ‘Aisyah]

Jadi yang dimaksud “seorang laki-laki di antara kamu” adalah seorang laki-laki di antara shahabat, yaitu Zaid bin Haritsah yang diangkat sebagai anak oleh Rasulullah SAW. Ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Nabi Muhammad itu abtar (terputus keturunannya).

Bantahan Allah

Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. [QS. Al-Kautsar (108): 3]

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa qaum Quraisy menganggap kematian anak laki-laki itu berarti putus keturunan (abtar). Ketika putera Rasulullah SAW meninggal, maka al-‘Ashi bin Wa`il mengatakan bahwa keturunan Muhammad telah terputus. Maka turunlah ayat “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus,” sebagai bantahan terhadap ucapannya itu. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari as-Suddi. Diriwayatkan pula oleh al-Baihaqi dari Muhammad bin ‘Ali, dan disebutkan bahwa putera Rasulullah yang meninggal itu adalah al-Qasim]

Dalam riwayat lain dikemukakan, ketika Ibrahim, putera Rasulullah SAW, wafat, maka orang-orang musyrik berkata satu sama lain: “Orang yang murtad itu telah terputus keturunannya tadi malam.” Allah menurunkan ayat “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus,” yang membantah ucapan mereka. [Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Abu Ayyub]

Dalam riwayat lain dikemukakan, ketika Ibrahim, putera Rasulullah SAW, wafat, maka qaum Quraisy berkata: “Sekarang Muhammad menjadi abtar (terputus keturunannya).” Hal ini menyebabkan nabi SAW bersedih hati. Maka turunlah ayat “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus,” sebagai penghibur baginya. [Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dari Juraij]

Sungguh disayangkan jika ada orang-orang Islam yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad telah abtar. Betapa tega mereka membuat Nabi bersedih hati. Masihkah orang-orang yang membuat Nabi bersedih hati melalui perkataan jahat mereka bahwa Nabi telah abtar itu disebut sebagai pengikut salafush shalih? Sungguh mereka tak pantas menyandang gelar itu sama sekali. Mereka bukanlah pengikut salafush shalih. Salafush shalih yang mana yang telah tega menyebut Nabi sebagai al-Abtar?

Komentar

Satu tanggapan untuk “Abtarkah Nabi Muhammad?”

  1. Avatar takutjahanam
    takutjahanam

    Menjelang ajal,Rasul tergeletak dipembaringannya dengan lemas dan tak berdaya.Dikelilingi oleh sahabat-sahabat beliau dan sanak keluarga.Tiba-tiba pintu diketuk dari luar,lalu Siti Aisyah membuka pintu.Diluar berdiri seseorang yg berpakaian serba putih dengan wajah tersenyum.Lalu Siti Aisyah berkata,”Pergilah,dan kembali lagi nanti.”Kemudian Siti Aisyah menutup pintu yg didengar oleh Rasul.(Dengan kelebihan indera) Rasulpun bertanya,”Mengapa kau tutup pintu,wahai Aisyah?Tidakkah kau tahu bahwa seseorang yg berdiri diluar itu adalah Malaikat Maut?Ijinkanlah masuk.”Kemudian sang Malaikat masuk dan menemui Rasul dipembaringannya.Lalu Malaikat berkata kepada Rasul,”Wahai hamba Allah yg paling mulia,dengan ijin Allah,aku datang untuk menuntunmu (kata “menuntun” disini lebih halus daripada “menjemput”).Allah dan seluruh malaikat di segenap penjuru surga telah siap menyambut kedatanganmu.”Mendengar kata-kata malaikat maut,maka Rasulpun menangis.Lalu malaikat bertanya,”Mengapa engkau menangis?Jangan takut dan jangan khawatir.Perlakuan sangat istimewa di surga telah dijanjikan Allah kepadamu.”Bertambah keraslah tangisan Rasul.Beliau lalu berkata,”Wahai malaikat maut,yang aku sedihkan adalah aku harus meninggalkan seluruh umatku.Aku sangat mencintai umatku.Aku pembimbing mereka didunia.Kalau aku wafat lalu siapa yg akan membimbing mereka?”
    Inti cerita ini adalah,walaupun telah sampai detik-detik terakhir hayatnya,Rasul tetap cinta umatnya.Walau surga telah menantinya,Rasul tetap ingat umatnya.Kecintaan beliau kepada umatnya sangat luar biasa besarnya.Lalu mengapa kita,sebagian manusia,tega menjelek-jelekkan nama harum Rasul?Beliau telah berjuang membimbing kita semua ke jalan yg benar.Walau peperangan,fitnah dan hasutan selalu menghalangi perjuangan beliau.Sungguh beliau sangat berjasa.Subhanallah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *