Mungkin orang-orang PKS, kaum mu’tazilah, kaum salafy-wahhabi berfikir bahwa kami dan golongan kami adalah orang-orang bodoh dan tolol yang tak mengerti shiroh nabawiyah. Itu karena mereka hanya melihat ke dalam pengajian mereka saja.
Padahal jika mereka mau mengikuti pengajian kita, mereka akan melihat bahwa kita juga membahas shiroh nabawiyah. Ta’lim kita digelar setiap malam oleh guru-guru yang benar-benar mempelajari Islam dari kitab-kitab terdahulu yang berbahasa Arab. Sedangkan mereka belajar hanya sekali seminggu dalam kelompok kecil mirip sel jaringan teroris. Guru yang mengajar mereka adalah guru-guruan yang tak bisa nahwu shorof, dan tak mengerti apa-apa dari agama. Dan kitab yang mereka pegang hanyalah terjemahan kitab para penulis kontemporer yang tak jelas sanadnya. Jangan dikira bahwa kami tak tahu kitab-kitab shirah. Kami telah membaca shirah susunan Husain Haykal, Al-Buthy, Ibnu Hisyam. Kami juga memiliki 14 jilid Fiqh Sunnah yang biasa mereka bahas, dan sebagiannya telah kami baca. Dan dia fikir kami tak tahu apa-apa? š Jangan-jangan dia pun tak punya kitab Fiqh Sunnah, apalagi mempelajarinya. Sungguh konyol fikiran mereka tentang kita.
Dalam pengajian kita, dalam tiap kelurahan, ada yang menggelar kajian shiroh seminggu sekali ada yang 2 minggu sekali. Di hari yang lain digelar pengajian fiqih oleh guru-guru terpercaya. Sedang dalam pengajian mereka, paling sebulan sekali. Pengajiannya saja hanya 4 kali sebulan. Sedangkan bidang ilmu Islam itu lebih dari 15.
Sungguh konyol orang PKS yang berkomentar bahwa kami tak mengerti Adh-Dhiyaul Lami’. Oleh sebab itu, kami sediakan di sini teks dan terjemahan Adh-Dhiyaul Lami.
š Mereka fikir kami tak mengerti shiroh nabawi? Begitulah mereka merendahkan kita. Mereka merasa sebagai kaum terpelajar dan manusia berkualitas. Begitulah mereka dalam hadits Nabi SAW.
Diriwayatkan daripada Ali r.a katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka kerana sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat. [HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Daud]
Tinggalkan Balasan ke Djoko Widodo Batalkan balasan