Sebagian manusia telah menghina Islam dan Nabi Muhammad serta para pengikutnya sejak dahulu kala. Inilah di antara penghinaan mereka.
Nabi Dianggap Tukang Sihir
Ada saja manusia yang menganggap Nabi sebagai tukang sihir, dukun, orang gila, pengidap epilepsi, dan lain-lain hujatan mereka yang keji terhadap Nabi Muhammad. Namun anehnya, banyak diantara mereka yang menitipkan barang-barang mereka kepada orang gila ini. Banyak juga di antara mereka, pada saat ini yang kemudian lebih mengakui ketangguhan sistem perbankan syari’ah yang dibawa oleh orang gila ini. Bahkan banyak di antara mereka yang berobat dengan berbekam dan dengan mengkonsumsi habbatus sauda (nigella sativa). Bahkan di Jerman, minyak habbatus sauda telah dikenal sebagai obat yang mujarab.
Nabi Dianggap Abtar
Kita tahu bahwa semua putera Nabi Muhammad SAW meninggal saat masih balita. Lalu ramailah orang-orang sejak dahulu hingga saat ini yang berkata bahwa Nabi Muhammad telah abtar. Namun Nabi telah berwasiat bahwa beliau tidaklah abtar. Suatu kekhususan bagi beliau bahwa nasab beliau diteruskan oleh Sayyidah Fathimah dan Sadatina Hasan dan Husain. Kelak, dari keturunan beliau akan muncul seorang Imam yang memimpin ummat dalam menghadapi kezhaliman besar yang dilakukan oleh Dajjal dan para pengikutnya.
Islam Dianggap Terorisme
Islam hanya memerangi kezhaliman. Islam tidak mengajarkan ummatnya untuk memerangi kebenaran. Nabi Muhammad mengajarkan kita untuk menerima perjnjian damai. Namun jika perjanjian itu telah mereka rusak, tak ada alasan bagi kita untuk berdiam diri terhadap kemungkaran.
Dalam 100 tahun terakhir, ketika ummat Islam terus dihujat, siapakah sesungguhnya yang terus mengobarkan perang dan banyak menumpahkan darah?
Ummat Islamkah yang mengobarkan perang dunia pertama dan kedua? Ummat Islamkah yang mengobarkan perang di Palestina dan Vietnam? Siapa yang telah mombombardir Afghanistan dan Iraq? Bahkan WTC tidak diserang kecuali oleh persekutuan zionis.
Siapa sekarang yang lebih keji? Pernahkah kita menghina Nabi Isa dan Nabi-Nabi bani Israil? Bukankah kita mengimani para nabi Allah? Mengapa mereka memusuhi kita dan begitu benci kepada Nabi Muhammad? Apakah karena beliau SAW adalah keturunan Ismail? Mereka dengki kepada keturunan Ismail? Karena mereka tahu bahwa pada keturunan Ismail itulah diberikan janji Allah? Mengapa mereka menolak keputusan Allah yang menjadikan dari bani Ismail itu nabi pamungkas? Karena mereka merasa lebih baik dan lebih berhak dari bani Ismail? Bani Israil, dari zaman ke zaman telah dikenal akan kelicikan, kesombongan, dan kedurhakaan mereka. Wajar jika Allah menyerahkan kerajaan-Nya kepada bani Ismail. Maka janganlah sekali-kali manusia mengikuti kedengkian dan keangkuhan bani Israil. Berimanlah, sesungguhnya Nabi Muhammad telah datang sebagai Nabi terakhir, Nabi yang dijanjikan. Kepada beliau diserahkan kerajaan Sorga. Batu yang dibuang olah para mason telah menjadi batu penjuru. Dan itu merupakan keputusan dari sisi Allah. Maka terimalah keputusan Allah itu. Walau keputusan itu membuatmu heran dan bertanya-tanya, namun itulah keputusan Allah Robb alam semesta.
Tinggalkan Balasan