Kejadian 8:20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
Keluaran 10:25 Tetapi Musa berkata: “Bahkan korban sembelihan dan korban bakaran harus engkau berikan kepada kami, supaya kami menyediakannya untuk TUHAN, Allah kami.
Imamat 16:18 Kemudian haruslah ia pergi ke luar ke mezbah yang ada di hadapan TUHAN, dan mengadakan pendamaian bagi mezbah itu. Ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan dan dari darah domba jantan itu dan membubuhnya pada tanduk-tanduk mezbah sekelilingnya.
Ayat-ayat seperti ayat-ayat di atas itu jumlahnya ratusan dalam Alkitab. Dalam Islam, kita memang melakukan apa yang disebut qurban, yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih hewan ternak berkaki empat seperti sapi, kambing, domba, unta, dan yang sejenisnya yang halal. Namun hewan yang telah disembelih itu tidak kemudian dibakar di altar sesajian. Karena Allah tidaklah membutuhkan makanan. Allah hanya ingin agar kita patuh kepada-Nya. Daging dari sembelihan itu boleh kita makan setelah diolah. Apakah diolah dengan disate, diopor, direndang, atau dengan cara lain, itu terserah. Berbeda dengan yang tertera dalam Alkitab di mana mereka memercikkan darah itu ke mizbah atau mereka bakar korban itu di mizbah.
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai Allah, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapai-Nya. [QS. Al-Hajj: 37]
Namun dalam pemikiran Yahudi, orang-orang di luar Yahudi adalah binatang ternak yang boleh disembelih lalu diperas darahnya untuk dipercikkan ke mizbah atau dibakar di mizbah. Tahukah Anda bahwa World Trade Center itu dibangun menyerupai altar Freemason? Di situlah orang-orang Freemason mengorbankan korban bakaran berupa orang-orang Kristen dan Muslim yang bekerja di sana. Tidak ada laporan bahwa orang Yahudi ikut menjadi korban dalam peristiwa itu kecuali dapat dihitung dengan jari satu tangan.
Osama ben Laden sebenarnya masih merupakan bangsawan dari Arab Saudi. Arab Saudi terkenal dengan Wahhabiyahnya, dimana Wahhabiyyah sangat erat dengan masonic. Maka tak heran jika Osama ben Laden ini bergerilya menebarkan terror di mana-mana yang menyebabkan Amerika punya alasan untuk membuat korban bakaran yang besar. Tidak tanggung-tanggung, jutaan ummat Islam menjadi korban bakaran Masonic tingkat 33, GW Bush.
Terrorist yang kini beredar di Indonesia pun berasal dari Malaysia. Malaysia juga sangat erat dengan Wahhabiyah, Amerika dan Masonic. Saudara-saudara kita di Malaysia sangat sulit mengembangkan ajaran Rasul yang sesungguhnya di sana. Terroris-terroris ini mengambil wajah Islam untuk melakukan korban bakaran di mana korbannya itu jelas-jelas non-Yahudi. Lalu mereka berkoar-koar bahwa mereka melakukan itu sebagai bentuk perlawanan terhadap Yahudi, suatu topeng yang sangat tebal dan menjijikan. Di satu sisi mereka mendapatkan korban bakaran, di sisi lain mereka memfitnah kaum Muslimin. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluq yang ada di kolong langit ini. Mereka membiarkan musyrikin dan kafirin namun mereka menghantam dan membunuh kaum Muslimin. Maka berhati-hatilah kalian kaum ekstrimis/ghuluw yang sering memvonis kami sebagai pelaku bid’ah dan pelaku kesyirikan! Karena Allah tidak akan ridho dengan perkataan keji kalian.

Gambar di atas merupakan gambar King Fahd yang menggunakan kalung salib. Salib yang sama juga digunakan oleh Paus dan Raja Babilonia. Mashuniyah merupakan ajaran pagan kuno yang dihidupkan kembali oleh para penentang Allah ini.


Altar Masonic


Tinggalkan Balasan ke hamba allah swt Batalkan balasan