Muhammad Rasulullah itu maniak seks dan gila kekuasaan. Beliau membolehkan polygami. Bahkan beliau menikah dengan 9 wanita. Muhammad Rasulullah terus berperang dengan orang-orang di luar Islam.
Barangkali itulah yang ada dalam fikiran sebagian non-Muslim. Mungkin itulah yang terus dicekoki oleh pemuka-pemuka mereka. Itulah fitnah yang mereka tebarkan untuk menutupi hati mereka dari cahaya Islam.
Ketahuilah, Nabi Muhammad sang utusan Allah berjuang menyebarkan agama Islam itu murni karena Allah. Beliau melakukannya untuk menegakkan kalimat Allah, laa ilaaha illallooh. Beliau melakukannya untuk menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebathilan.
Pernah beliau didatangi oleh para pemimpin musyrikin. Mereka menawarkan beliau untuk dinikahkan dengan wanita yang mana saja yang beliau mau, dan ditawari menjadi penguasa Arab, asalkan beliau berhenti menyebarkan agama tauhid. Namun beliau menolak itu semua. Karena bukan itu tujuan beliau.
Sekarang kita teliti siapa sesungguhnya orang-orang yang telah melemparkan tuduhan sedemikian keji terhadap Nabi Muhammad SAW. Benarkah mereka itu orang-orang mulya yang pantas merendahkan Nabi dengan sebutan maniak seks dan gila kekuasaan?
Mari kita lihat sejarah Eropa beberapa abad yang lalu. Ingat bagaimana para penjajah dari Eropa itu pergi ke berbagai negeri untuk tiga tujuan? Gold, gospel and glory. Emas, injil dan kemenangan. Mereka menjajah demi harta, agama(?), dan kekuasaan. Kekejaman mereka selama berabad-abad telah dicatat oleh sejarah. Semua itu demi harta, tahta, dan wanita. Agama hanyalah topeng pemanis belaka untuk melegalkan perbuatan mereka.
Agama yang mereka bawa bukanlah agama yang melarang perzinahan secara tegas berikut hukumannya. Agama mereka adalah agama yang membiarkan penjajahan. Serahkan kepada Tuhan apa yang menjadi wewenang-Nya dan serahkan kepada penguasa segala urusan duniawi yang menjadi tugasnya. Suatu agama yang sekuler.
Sungguh berbeda dengan penaklukan yang dilakukan Nabi Muhammad. Beliau berperang melawan prajurit musyrikin. Tetapi beliau tidak membunuh anak-anak, wanita dan orang lanjut usia. Itu semua demi menegakkan ajaran Tuhan, menegakkan kebenaran, menghancurkan kebathilan dan kezhaliman. Islam mengajarkan bahwa hubungan antara manusia dengan Allah dan hubungan antar manusia itu diatur oleh batas-batas yang Allah tentukan. Urusan agama dan urusan duniawi diatur oleh Tuhan Yang Mahatahu lagi Mahaadil, bukan diatur oleh manusia sok tahu yang zholim.
Banyak non-Muslim tidak mengetahui dengan benar bagaimana sejarah Islam sesungguhnya karena dicekoki dusta oleh para pemuka mereka. Namun mereka jarang membahas sejarah kelam Eropa. Mereka tak dapat melihat balok di depan matanya, namun dapat melihat jelas tusuk gigi yang berada di seberang lautan.
Kaum atheis menganggap bahwa agama hanyalah penyebab perpecahan dan peperangan. Lupakah mereka akan apa yang dilakukan kaum atheist satu abad yang lalu?
Mereka menanamkan atheisme. Menciptakan paham-paham sekuler. Pecahlah perang dunia pertama dan kedua. Bangsa Jerman beranggapan bahwa mereka adalah bangsa paling sempurna dalam tahapan evolusi. Lalu mereka menganggap bangsa lain masih seperti monyet dan harus dieliminasi sebagai proses seleksi alam. Nyatanya, paham atheisme begitu keji, begitu brutal, dan sama sekali tak manusiawi. Temuan ilmiah pun semakin membuktikan bahwa paham atheisme hanyalah takhyul belaka. Atheisme hanya khayalan orang-orang yang sakit jiwanya, rusak fitrahnya, dan keliru cara berfikirnya.

Tinggalkan Balasan ke Ika Citra Batalkan balasan