Kapan dan Dimana Kita Berdoa

Berdoa, seperti halnya dzikir, adalah suatu ibadah yang tidak dibatasi tempat dan waktunya. Kita boleh saja berdo’a di tempat tidur, ketika akan masuk ke kamar kecil, di jalan, di sekolah, di kantor, di Masjid, di pagi hari, di sore hari, di siang hari, di malam hari, ketika dalam kesulitan, ketika dalam kelapangan, di mana pun dan kapan pun. Anda boleh berdoa setiap selesai mendirikan shalat. Anda juga boleh berdoa pada tanggal berapa pun, pada hari apa pun.

Maka sungguh keliru anggapan sebagian orang dari manhaj-manhaj sesat dan bathil. Di antara mereka ada yang melarang kita untuk berdo’a di akhir tahun dan di awal tahun. Sebagian lagi melarang kita untuk berdia pada pertengahan bulan Sya’ban. Bahkan ada juga yang melarang kita dari membaca ayat-ayat Al-Qur`an di malam Jum’at.

Adakah mereka itu Tuhan pembuat syariat sehingga berhaq untuk melarang orang dari berdoa pada dua waktu tersebut? Adakah mereka itu Syari’ selain Allah sehingga berhaq melarang orang dari berdoa meminta kebaikan kepada Allah? Siapa mereka ini hingga berani melarang apa yang dibolehkan Allah? Siapa mereka hingga berani melarang orang yang ingin berdoa kepada Allah? Bukankah Allah memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya dan tidak melarang kita mengenai waktu dan tempatnya? Bahkan kita boleh berdoa dalam diri kita sewaktu kita berada dalam kamar kecil, tanpa menggerakkan lisan dan tanpa mengeluarkan suara. Betapa lemah aqal mereka, hingga tanpa sadar mereka telah menyekutukan Allah dengan ustadz-ustadz gadungan itu.

Maka berdoalah Anda, kapan pun dan di mana pun Anda berada! Doa Anda itu menunjukkan bahwa Anda ingat akan eksistensi Allah Yang Mahamendengar dan Memperhatikan Anda. Jangan hiraukan kata-kata sesat yang dilontarkan oleh para pemuda yang lemah aqal itu! Semoga Allah menjadikan kita sebagai penghuni surga-Nya yang tertinggi bersama Muhammad Rasulullah SAAW. Aamiin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *