Allah bukanlah manusia
bukan pula anak manusia
setiap orang yang berkata
“Aku adalah manusiaâ€
atau yang berkata
“Aku adalah anak manusiaâ€
maka dia bukanlah Allah
Dunia tak dapat menampung Allah
tetapi Allah memiliki ayat-ayat
Segala yang ada di dunia adalah ayat-Nya
yang bercerita tentang Dia
Ketika tiga jenis pohon berbeda
ditanam dalam satu bidang tanah yang sama
disiram dengan air yang sama
tetapi menghasilkan buah yang berbeda rasa
itulah ayat Allah yang bercerita
bahwa Allah Mahakuasa
Ketika Dia mengutus para nabi dan rasul
Ketika Dia mengutus Isa dan Muhammad
Mereka adalah ayat-ayat Allah
Mengabarkan segala tentang Dia
Ketika Isa dan Muhammad ditanya
“Bagaimana Allah itu?â€
Mereka sama menjawab
“Bukankah kamu telah melihat aku?â€
Ketika manusia melihat dan mengenang
keluhuran dan kelembutan para nabi
maka tahulah mereka
maka kenallah mereka
bahwa Allah Mahapengasih Mahapenyayang
Hal ini hanya bisa dipahami
oleh orang yang menggunakan aqalnya
oleh orang yang menggunakan hatinya
Jika kamu tak dapat memahaminya
maka jelaslah bahwa kamu tak beraqal
tidak pula memiliki hati
lalu bagaimana kamu dapat hidup kekal
Bukankah kamu harus berbakti kepada Allah
pertama dengan aqal dan hatimu
lalu dengan perbuatan taat kamu buktikan
Tetapi kamu tidak mengenal Allah
tidak pula mengasihi-Nya
tidak pula kamu melaksanakan hukum-Nya
dan kamu mengaku sebagai hamba-Nya yang benar?
Padahal Isa diutus untuk melaksanakan hukum Torat
Bukan untuk mengingkarinya
Bukan pula untuk menghapusnya walau satu iota
Aku berlepas diri
dari menyembah sesuatu yang mati
setelah pernah dilahirkan
Aku berlepas diri
dari menyembah orang yang berjalan di pasar
dan makan bersama di kedai-kedai
Aku berlepas diri
dari menyembah orang yang berkata
“Oh Penciptaku, Oh Sembahanku!â€
Aku berlepas diri
dari menyembah orang yang berkata
“Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya!â€
Akankah aku menyembah allah
yang tidak tahu kapan terjadinya kiamat
Betapa dungu diriku jika menyembahnya