Kategori: Puisi

  • Ya Habibi Ya Sayyidi

    Ya habibi, ya sayyidi
    Wahai kekasihku, wahai tuanku
    Nasabmu dibuang oleh Yahudi
    Namun engkaulah batu penjuru

    Wahai Nabi yang tinggi derajat
    Cahayamu berkelana berabad-abad
    Dari sulbi suci ke sulbi suci
    Dari rahim suci ke rahim suci

    Cahayamu menghias wajah Adam yang mulya
    Juga pada Abdullah putera Shoyba
    Terkandung dalam rahim Hawa
    hingga lahir dari rahim Aminah
    ketika ada kilauan seperti cahaya
    nur dari sisi-Nya

    Habibana wa Sayyidina
    Dialah penakluk segala bangsa
    Padamlah api majusi di hari lahirnya
    Tanda runtuhnya Kisra Persia

    Awan bergerak menaunginya
    Pohon merunduk menghormatinya
    Kagumlah Bukhaira pada Ahmada
    Nabi yang mulya dari Arabia

    Mereka meminta sebuah tanda
    maka matahari dan bulan datang kepadanya
    Terbelah pula bulan purnama
    Bekasnya masih terlihat nyata

    Syariatnya berlaku hingga akhir dunia
    Mengajak ummat agar bertaqwa
    Keselamatan dan kesejahteran dari Tuhannya
    tercurah berlimpah bagi Ahmada

    Tak malu duduk berama masakin
    Dialah kekasihku Muhammadin
    Sayyidul Anbiya’i wal Mursalin
    Orang terpercaya berjuluk Al-Amin

    Adam Ibrahim berkata, “Anakku”
    Musa dan Harun berkata, “Saudaraku”
    Daud Sulaiman berkata, “Tuanku”
    Allah Ar-Rahman berfirman, “Rasul-Ku”

    Wajahnya bagai bulan purnama
    Bundar bercahaya sungguh mempesona
    Giginya putih bagai mutiara
    Keringatnya wangi tiada duanya

    Putih bersih dan merah cerah kekasihku
    menyolok mata di antara selaksa orang

    Hitam bagai gagak rambut kekasihku
    bagai kawanan domba yang turun bergelombang

    Dia berhijrah bersama shahabatnya
    Menuju negeri Bani Taima
    seorang pangeran Ismail yang perkasa

    Penduduk Taima menanti kedatangannya
    Kapankah dia tiba?
    Mereka menanti dengan setia
    Berharap dan mengawasi dengan seksama

    Hai penduduk tanah Taima, keluarlah
    bawalah air kepada orang yang haus
    berikan roti kepada orang pelarian dan sambutlah
    Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang yang terhunus

    Setelah satu periode masa kerja prajurit upahan
    Tuan manusia bersama sepuluh ribu orang kudus
    pergi menuju tanah kelahiran
    Tunduk kepadanya kaum Quraisy
    Tanpa darah, tanpa perlawanan
    Tak ada dendam yang ingin ia tebus

    Dengarlah hai manusia
    Tuanmu telah berbicara
    Diwariskannya Al-Qur`an dan Sunnah
    Maka bergabunglah engkau bersama jama’ah

  • Tuhan Telah Menjadi Manusia

    Tuhan telah menjadi manusia
    Betapa dahsyat perkataan mereka
    (lebih…)

  • LAA ILAAHA ILLALLAAH

    Tiada yang pantas disembah kecuali Allah
    Ia menciptakan pohon dan tumbuhan
    Ia menciptakan lebah dan burung-burung
    Ia menciptakan laut dan samudra (lebih…)

  • LAA ILAAHA ILLALLAAH

    Tiada yang pantas disembah kecuali Allah
    Ia menciptakan pohon dan tumbuhan
    Ia menciptakan lebah dan burung-burung
    Ia menciptakan laut dan samudra
    Sebagian dari kemurahan-Nya
    Ia menjadikan kita khalifah di atas bumi
    Untuk mematuhi segala keputusan-Nya
    Yaa Allah kasihanilah kami,
    Bersihkanlah penyakit hati kami

    Dimuliakanlah Allah di dalam kewibawaan-Nya
    Tiada bagi kita Tuhan selain Dia
    Dialah Yang Awal sebelum keberadaan
    Dialah Yang Akhir setelah keabadian
    Kemutlakan-Nya di atas segala batas
    Wajib kepada-Nya kita bersujud
    Tuhan yang menganugerahkan kehidupan
    Dia menjadikan angin dan gelombang air
    Berkat-Nya sungguh melimpah
    Jayalah yang Ia pandu

    Ia memberikan kita siang dan malam
    Ia memberikan kita indera penglihatan
    Ia menciptakan matahari yang begitu terang
    Dan bulan yang begitu putih dan murni

    Ia menyelamatkan kita dari keadaan kita
    Ia memimpin kita ke arah cahaya
    Ia memimpin kita ke jalan lurus
    Melalui kemurahan–Nya dan kuasa-Nya

    Tuhan bumi dan langit
    Tuhan pegunungan yang begitu tinggi
    Tuhan yang menguasai siang dan malam
    Tuhan dari kegembiraan dan kesenangan

    Laa ilaaha illallaah

    Lyric The Creator

  • Kerinduan

    Aku bukanlah siapa-siapa
    Tak ada raja yang mengenalku
    Tak pula rakyat jelata menghormatiku (lebih…)

  • Kerinduan

    Aku bukanlah siapa-siapa
    Tak ada raja yang mengenalku
    Tak pula rakyat jelata menghormatiku

    Aku hanyalah makhluq hina
    Terasing dan terbuang

    Tak seorang mencintaiku
    Semua manusia tak ‘ku hiraukan

    Tak ada yang menghendaki diriku
    Tak pula yang merinduku

    Dalam kesendirian dan keterasingan ‘ku tersadar
    Ada yang tengah memperhatikan
    bahkan merindukanku

    Dia selalu menghendaki kehadiranku
    bahkan ketika aku mengabaikan keberadaannya

    Dia terlalu mulya untuk ‘ku harapkan
    Namun sekarang aku percaya
    Dia memang merindukanku

    Hanya dia yang menghendaki hadirku
    Hanya dia yang s’lalu sabar
    atas segala jahilku

    Dalam setiap alpaku
    Hanya dia yang selalu merindukanku

    Sahabat, sadarkah Anda, dalam setiap kedurhakaan kita selalu tersimpan kerinduan Allah? Mungkin kita bertanya, apakah Allah tidak menghendaki kedekatan kita sehingga membiarkan kita jatuh dalam kenistaan. Namun ternyata itu salah. Allah selalu mengundang hamba-hamba-Nya yang terperosok dalam kehinaan dosa. Betapa besar kasih-sayang Allah. Bahkan Dia masih menghendaki kehadiran kita dalam istana kemulyaan-Nya setelah semua kedurhakaan yang kita perbuat.

  • DIA DALAM DIRIMU

    Kehadiranmu wahai kekasih
    Membuatku merasakan kehadiran Tuhan

    Ku lihat kasih-sayang Tuhan
    dalam dirimu
    Ku lihat kemurkaan Tuhan
    dalam kemurkaanmu

    Belum pernah aku takut
    jikalau manusia berhenti menyayangiku
    Namun aku takut
    jika engkau berhenti menyayangiku

    Semakin hari
    semakin ku peduli keberadaan Tuhan
    Tuhan yang dapat ku lihat
    Tuhan yang hadir
    dalam dirimu

    present to Habib Munzir Al-Musawa
    from the lover

    Al-mu’min mir’atul Mu’min, al-mu’min akhul mu’min.
    Al-mu’min, yaitu Nabi Muhammad adalah cermin dari Al-Mu’min, yaitu Allah. Al-mu’min, yaitu setiap orang mu’min adalah saudara al-mu’min, yaitu Nabi Muhammad. Maka setiap mu’min juga merupakan cermin dari Allah. Aku bukanlah seorang mu’min sejati. Tetapi aku berharap akan bersama mereka kelak dengan jalan mencintai mereka. Bukankah seseorang itu akan bersama yang dia cintai?

    Yohanes 14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa aku di dalam Bapaku dan kamu di dalam aku dan aku di dalam kamu.

    Kalimat di atas bukanlah kalimat syirik, bukan pula kalimat wihdatul wujud. kalimat ini kurang lebih bermakna sama dengan hadits di atas.

  • Kosong

    Manusia …
    Apakah yang telah menipu dia
    Ketika ia berbuat dosa
    Adakah ia mengingat Tuhannya

    Jiwa …
    Apakah yang menggelapkannya
    Bila cahaya telah dipadamkan
    Bila api telah menghanguskan

    Dimanakah ruh manusia
    Yang katanya makhluq termulya
    Sudahkah ia meninggalkan jasadnya

    Jika hanya daging dan tulang
    Apa beda manusia dengan binatang
    Bahkan binatang memuji Tuhannya
    Lalu dimana kemulyaan manusia

    Kosong …
    Ketika cahaya telah pergi
    Ketika hilang akal dan budi
    Ketika sirna cinta dan bakti

  • ANGKUH

    Ketika Kalam Tuhan diremehkan
    Saat perkataan setan diagungkan
    Dimanakah perbedaan
    Antara manusia dengan hewan

    Begitu remehkah Al-Qur`an
    Sehingga manusia mempelajarinya enggan

    Begitu tinggikah manusia
    Hingga tak perlu lagi petunjuk-Nya

    Kelak mereka akan melihat
    Betapa beruntung dan ni’mat
    Ketika Al-Qur`an memberi syafa’at

    Sungguh malang para pengangguran
    Mereka menyiakan masa dalam khayalan
    Hingga nyawa berada di kerongkongan
    Tak guna lagi sejuta penyesalan

  • TUHAN YANG MAHABAIK

    Tuhan…
    Ni’matMu selalu turun kepadaku
    Padahal dosaku selalu naik kepadaMu

    Ni’matMu bagai kelembutan seorang ibu
    yang membelai anaknya penuh kasih-sayang

    Ketika aku malu dan ingin menahan diriku dari segala ni’matMu
    Engkau malah menyodorkan segala ni’matMu padaku
    Seakan Engkau berfirman:
    Wahai hambaKu terimalah rizkimu yang halal
    Mengenai dosa-dosamu
    Sesungguhnya Aku Mahapengampun

    Mengapa Engkau begitu baik padaku?
    Padahal aku ingin menghukum diriku sendiri.
    Apakah Engkau tidak bosan mendengar permintaan maafku?
    Padahal aku sendiri merasa bosan mendengar kedustaan lisanku.
    Tetapi Engkau memang Yang tidak bosan.

    Ingin rasanya aku terus berada dalam keridhoanMu
    Tetapi hatiku yang lalai
    membuatku pergi dariMu

    Wahai Tuhan Yang Mahabaik
    Rantailah diriku pada DiriMu
    Kuncilah dan jangan lepaskan
    Kumohon padaMu

    Jawablah… jawablah…
    Wahai Yang Mahamenjawab

    Jika engkau membiarkan aku
    Aku khawatir bahwa aku akan binasa
    Maka berikanlah aku hidup yang kekal
    Jangan biarkan aku dikuasai oleh maut

    Kumohon padaMu
    dengarkanlah permintaanku
    Wahai Engkau Yang Mahahidup lagi Memberi hidup

    Jawablah… jawablah…
    Wahai Engkau Yang Mahabaik