Termasuk kunci sukses dunia-akhirat adalah beriman. Sebagai mu`min kita harus beriman kepada Allah, Malaikat-MalaikatNya, Kitab-KitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir, dan taqdir. Sebagaimana difirmankan Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 177:
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.( Q.S. Al-Baqarah ayat 177)
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).( Q.S. Ar Ra’du: 39)
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Pada suatu hari, ketika Rasulullah s.a.w berada bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki kemudian bertanya kepada baginda: Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksudkan dengan Iman? Lalu baginda bersabda: Kamu hendaklah percaya iaitu beriman kepada Allah, para Malaikat, semua Kitab yang diturunkan, hari pertemuan denganNya, para Rasul dan percaya kepada Hari Kebangkitan. (HR. Bukhori, Muslim, An-Nasa`i, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal)
Berdasarkan dalil-dalil di atas, seorang mu`min harus beriman akan 6 perkara, yaitu:
1. Allah.
2. Para Malaikat Allah.
3. Semua Kitab yang Allah turunkan.
4. Para Rasul
5. Hari Kebangkitan.
6. Taqdir baik dan buruk
ORIENTASI DAN KEYAKINAN
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (Q.S. Al-Baqarah: 207)
Iman adalah orientasi. Orang yang beriman memiliki orientasi atau tujuan yang jelas. Orang yang beriman kepada Allah akan memiliki sandaran/pegangan yang jelas, kokoh, dan kekal. Adapun orang-orang kafir atau musyrik, maka mereka berpegang kepada yang selain Allah. Padahal yang selain Allah itu adalah fana. Di saat yang selain Allah itu rusak, mereka pun kehilangan pegangan. Tetapi jika kita berpegang hanya kepada Allah, maka hati kita akan mantap.
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Q.S. Ibrahim: 24-27)
Iman adalah keyaqinan dan motivasi. Orang yang beriman memiliki keyaqinan dan motivasi serta semangat yang kuat, pantang menyerah. Tidak akan sukses orang yang di dalam hatinya ada keraguan dan mudah menyerah.
Orang yang beriman benar melakukan segala sesuatu dengan orientasi dan motivasi yang disandarkan kepada Allah. Motivasi dan orientasi orang beriman hanyalah Allah. Orang yang beriman benar akan memiliki mental yang kuat. Ia tidak takut kepada kepada apa pun kecuali Allah. Orang yang beriman memiliki semangat baja disebabkan mereka yaqin akan adanya Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Tidak ada yang mereka cari, kecuali Allah. Dan mereka sadar bahwa dengan Allah itulah mereka bisa hidup dan berbuat segala sesuatu.