SEGERAKANLAH

Manusia sering menunda untuk berbuat kebajikan. Terkadang dengan alasan waktu yang sempit, terkadang dengan alasan harta yang sedikit, atau lucunya lagi dengan alasan hati yang masih kotor. Itu semua hanyalah alasan yang dihembuskan oleh syaithan untuk menipu daya manusia agar semakin jauh dari Allah.

Kesibukan, kemiskinan, kekotoran hati bukanlah alasan untuk meninggalkan atau ‘menunda’ kebaikan. Orang yang menunda kebaikan dengan alasan sibuk berarti ia telah memupuk kemalasan. Sehingga sewaktu datang masa luang ia pun tidak mau berbuat baik, sebab kemalasan telah tumbuh subur di dalam hatinya. Orang yang menunda kebaikan dengan alasan kemiskinan, berarti telah memupuk kebakhilan. Sehingga sewaktu datang harta yang berlimpah ia pun enggan bersedekah, sebab kebakhilan terlanjur tumbuh subur di dalam hatinya. Orang yang menunda kebaikan dengan alasan hatinya yang kotor, berarti telah menambahkan kekotoran hatinya. Sehingga ia semakin jauh dari Allah, dan kejahatan menjadi bagian utama dari hidupnya.

Oleh sebab itu, pupuklah kesemangatan, kedermawanan, dan keimanan kita mulai dari sekarang juga. Mulailah kerjakan segala yang wajib (terutama sholat lima waktu dan zakat). Jika yang wajib telah dikerjakan, silahkan ditambah dengan yang sunnah. Semoga kebahagiaan lahir bathin akan menyelimuti Anda di dunia, juga di akhirat kelak.

Suatu hari Rasulullah SAW memegang pundak Ibnu Umar kemudian bersabda, “Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan engkau orang asing atau orang lewat di jalan.” Demikianlah pesan Rasulullah terhadap ibnu Umar, juga kepada kita ummatnya. Hidup di dunia hanyalah sebentar. Jika 1000 tahun di dunia =1 hari di akhirat, berarti 100 tahun di dunia = 2 jam 24 menit di akhirat. Maka jika kita berada di pagi hari janganlah kita menunggu datangnya sore untuk berbuat kebajikan. Gunakan lima perkara sebelum datang lima perkara. Gunakan kesehatan sebelum datang sakit, masa muda sebelum datang masa tua, kaya sebelum miskin, masa luang sebelum sibuk, dan hidup sebelum datang ajal.

Dari Jabir bin Abdillah ra. Berkata: berkhuthbah Rasulullah SAW, “Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah sebelum kamu disibukkan oleh pekerjaan. Dan sambunglah dirimu dengan Tuhanmu dengan memperbanyak dzikir, perbanyaklah shodaqoh dengan secara rahasia dan terang-terangan, niscaya kamu akan diberi rizqi, ditolong dan diberi ganjaran yang baik.” (Al Hadits)

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka kami segerakan (kebahagiaan) baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Dan Kami tentukan baginya neraka jahannam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu`min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik. (Q.S. Al-Isra`: 18-19)

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akan akibat perbuatan itu). Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yaqin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahannam. Dan sungguh kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin (mata kepala sendiri) kemudian kamu pasti ditanya pada hari itu tentang keni;matan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (Q.S. At Takatsur)

Syaikh Ibnu ‘Atho`illah berkata, “Penundaanmu akan semua amal (kebaikan) karena menunggu adanya waktu luang itu termasuk sangat bodohnya jiwa. Tidaklah ada satu jiwa (nafsu) yang kamu tampakkan, melainkan bagi setiap jiwa itu ada ketentuan Allah yang akan melestarikannya padamu. Jangan menunggu hilangnya penghalang untuk melaksanakan perjalananmu menuju Allah Yang Maha Tinggi. Sesungguhnya yang demikian itu akan memutuskan kamu dari kewajibanmu menuju Allah di dalam segala yang Allah tempatkan kamu di dalamnya.”

Sudah sifat dunia ini penuh ujian dan cobaan. Kekayaan dan kemiskinan adalah cobaan, kelapangan dan kesibukan adalah cobaan, kecerdasan dan kebodohan adalah ujian. Maka janganlah menunggu hilangnya ujian, sebab ujian tidak akan pernah hilang dari manusia yang hidup di dunia ini.

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami kamu akan dikembalikan. (Q.S. Al-Anbiya`: 35)