Dalam ajaran tauhid (monotheism), salib tidak pernah dikenal sebagai lambang kemenangan. Sesungguhnya, salib adalah lambang penghinaan kepada Allah. Seakan mereka berkata bahwa mereka telah membunuh Isa Rasulullah. Salib dengan sosok pecundang yang dianggap sebagai Nabi Isa terus ditunjukkan kepada jemaat misa. Padahal Nabi Isa tidaklah disalib. Nabi Isa telah berada di langit pada malam penangkapan.
Kristen berisi ajaran yang terus menghina ajaran Allah. Nabi Isa, yang harusnya telah berada di langit atau ‘di sisi kanan Allah’ dalam istilah Kristen, mereka anggap tidak pernah diangkat ke langit. Mereka menganggap bahwa Nabi Isa telah berhasil mereka salib dan menjadi pecundang yang tak dapat pergi ke mana-mana. Hal ini mereka lambangkan dengan sosok pecundang yang terus tersalib. Lambang ini terus mereka tunjukkan ke mana-mana. Sebagian dari mereka ditipu oleh para penentang Allah. Mereka berfikir bahwa Yesus adalah tuhan dan menunjukkan salib atau Yesus yang disalib adalah suatu cara penghormatan. Padahal sebaliknya, itu adalah penghinaan.
Bagi para okultis, salib dianggap sebagai alat pembunuh Nabi Isa dan ajaran Allah yang dibawanya. Salib dengan sosok pecundang yang tersalib adalah lambang kemenangan mereka, seakan mereka berkata bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa dan bahwa Allah tak pernah menyelamatkan Nabi Isa dari penyaliban.
Mereka terus menghidupkan okultisme di Gereja-Gereja. Mereka meletakkan lambang-lambang kebanggaan mereka di Gereja-Gereja. Lihatlah Gereja ini! Lihat ketiga lambang bintang kebanggaan Yahudi itu! Bukankah itu berarti 666?
Perhatikan juga lingkaran yang berada di atas pintu. Suatu roda dengan 8 jari-jari dan satu poros. Mirip dengan kemudi kapal laut. Laut, ingat Popeye si pelaut? Atau mungkin pope eye? Mata Paus? Eye (satu mata) dan bukan eyes (mata, dalam bentuk jamak)? Bukankah mata Dajjal itu cuma satu? Dan itu pun bukan mata yang enak dilihat. Bandingkan dengan plaza di bawah ini.

Plaza ini sepertinya tidak asing bukan? Jutaan Kristiani berziarah ke tempat ini tiap tahunnya untuk melaksanakan misa natal dan juga paskah. St. Peter Square, sejatinya adalah tempat pemujaan setan.
Lihatlah 8 garis dalam lingkaran di area tersebut! Itu adalah lambang 8 pencerahan menurut para okultis.
Di tengah lingkaran terdapat obelisk yang merupakan lambang kelamin pria. Sementara lingkaran adalah lambang kelamin wanita. Penggabungan keduanya adalah lambang sex-act yang merupakan salah satu tata cara pemujaan kaum okultis.
Obelisk juga melambangkan dewa matahari. Di dalam Islam, obelisk melambangkan setan. Para jamaah hajji harus melontari tiga obelisk dengan batu kerikil sebagai simbol melontari setan. Dan bukan malah menganggap mulya obelisk.
Tinggalkan Balasan