ra berkata: “Tidaklah pernah Rasul saaw dimintai sesuatu lalu berkata: Tidak.†[HR. Muslim]
Salah satu akhlaq Rasulullah saaw adalah apabila beliau dimintai sesuatu, beliau tidak pernah menolak. Begitulah beliau saaw, sebaik-baik makhluq yang pernah menghuni bumi. Lalu berfikirlah kita tentang Pencipta Yang Menciptakan makhluq mulya ini (saaw). Jika makhluq-Nya saja Dia Ciptakan sebagai seorang yang tidak menolak permintaan, apalagi Dia Yang Menciptakan. Tentu Allah tidak akan menolak doa hamba-Nya yang berdoa memohon kepada-Nya. Sebagaimana Firman-Nya yang bermakna:
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina . [QS. Al-Mu`min: 60]
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. [QS. Al-Baqarah: 186]
Dan dalam suatu hadits dikatakan bahwa doa itu adalah inti ibadah. Maka ketika Allah memerintahkan kepada kita untuk beribadah, untuk shalat, untuk berzakat, sesungguhnya Allah sedang memerintah kita untuk berdoa kepadanya dengan cara mendirikan shalat, menunaikan zakat dan sebagainya. Seakan Allah berfirman: “Mintalah kepada-Ku, berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.†Misalnya dalam salah satu ayat Allah berfirman:
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. [QS. Al-Baqarah: 45]           Dalam ayat itu Allah memerintahkan kita untuk berdoa dengan cara mendirikan shalat dan dengan cara bershabar. Jadi segala ibadah yang kita laksanakan sesungguhnya untuk kebaikan kita sendiri, di dunia dan di akhirat. Sebagaimana disabdakan oleh baginda Rasul saaw, “Jika kalian shalat, maka baguskanlah shalat kalian, karena shalat itu untuk kebaikan diri kalian sendiri.â€
        Maka, sesuai dengan perintah Allah dan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saaw, marilah kita berdoa kepada Allah dengan penuh keyakinan dan dengan cara-cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah saaw. Allah tidak menyalahi janji-Nya. Berbeda dengan syaithan, baik dari kalangan jin maupun manusia, yang mereka selalu memberikan janji-janji kosong. Tetapi sayang seribu kali sayang, ada juga manusia yang lebih percaya kepada janji-janji syaithan dari pada janji-janji Allah. Semoga Allah membimbing kita di atas jalan lurus yang telah telah ditapaki oleh para nabi, awliya, syuhada, dan sholihin. Semoga Allah menjauhkan kita dari jalan orang-orang yang sesat dan dimurkai Allah. Aamiin. Â
Â