Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. [QS. 2: 8]
Keimanan itu adalah apa yang diyaqini oleh hati, diiqrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan anggota tubuh. Akan tetapi sementara orang memandang iman hanyalah sebatas apa yang diucapkan oleh lisan, sedangkan perbuatannya dan bahkan cara berfikirnya tidak menunjukkan keimanan. Mereka mengaku bahwa mereka beriman kepada Allah, akan tetapi perbuatan mereka banyak bertentangan dengan apa yang disyari’atkan Allah. Apabila mereka diajak untuk meninggalkan kemungkaran, mereka berkata: “Kami adalah orang-orang yang baik. Kami hanya menghibur dan membuat orang lain senang. Bukankah membuat orang lain senang itu ibadah?†Jika mereka diajak untuk shalat, mereka berkata: “Yang penting kami ini baik, shalat itu ‘kan hanya simbol saja.†Ketahuilah bahwa mereka adalah orang yang berbuat kerusakan, hanya saja mereka tidak sadar.
Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. [QS. 2: 11-12]
Jika mereka diajak untuk mengamalkan ajaran Islam, mereka berkata, “Apakah kami akan berbuat seperti apa yang dilakukan orang-orang kolot itu? Nggak boleh begini, nggak boleh begitu, harus begini, harus begitu, harus menutup aurat, nggak boleh pake tattoo, nggak boleh pake wig. Kuno banget sih, nggak trendy gitu loh!†Padahal mereka itulah yang tingkah lakunya mirip orang primitif yang nggak beradab, kayak binatang gito loh!
Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. [QS. 2: 13]
Mereka telah menukar apa yang baik dengan yang buruk. Mereka seperti orang orang yang memiliki 1 kg emas, kemudian mereka menukarnya dengan 1 kg batu kerikil. Mereka telah memiliki keimanan dan petunjuk, berupa syariat Islam, kemudian mereka menukarnya dengan tradisi orang-orang primitif yang tidak kenal Pencipta mereka yang sesungguhnya. Sungguh itu adalah perdagangan yang merugikan.
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). [QS. 2: 16-18]
Wahai manusia, apakah yang menipu kamu, hingga kamu terhalang dari Tuhanmu? Tuhan Yang telah menciptakan kamu dalam keadaan sempurna, baik bentuk jasadiyah maupun kelengkapan aqal dan ruhani. Kamu telah menipu diri sendiri dengan merasa diri baik, padahal kamu telah banyak berbuat kerusakan terhadap orang lain dan dirimu sendiri. Kamu telah menantang Allah dan menjerumuskan manusia kepada kehancuran.
Apakah dunia ini yang telah menipu kamu? Apakah syaithan yang telah menipu kamu? Tidak, bahkan nafsumu sendiri yang telah menipumu.
Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). [QS. 4:27]
Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. [QS. 4:135]
Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. [QS. 6: 119]
dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka .QS. 6: 150]
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. … Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). [QS. 25: 43-44]
Mengapakah kamu menantang Allah Yang telah menciptakan kamu? Mengapakah kamu selalu mengatakan bahwa jalanmu adalah benar, dan jalan Allah adalah jalan yang salah? Tidak, bahkan jalan Allah itulah jalan yang lurus. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah dan patuhilah Dia. Inilah jalan yang lurus.