Penulis: adminSN

  • Paham Aliran Sesat Berkembang di Jateng

    Semarang (ANTARA News) – Perkembangan paham aliran yang dianggap menyimpang atau sesat di Jawa Tengah (Jateng) belakangan ini meningkat pesat, sehingga masyarakat perlu mewaspadai aliran tersebut.

    “Hampir semua wilayah di Jateng bermunculan pandangan mengenai aliran yang dinyatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyimpang (sesat),” kata Gubernur Jateng, Ali Mufiz, seusai acara Silaturahmi Gubernur dan Muspida Plus dengan Ulama se-Jateng di, di Semarang, Minggu.

    Menurut dia, bentuknya belum sampai pada gerakan. Namun masih sebatas lontaran pemikiran maupun wacana. Tetapi jika tidak dilakukan antisipasi bisa berpotensi pada perpecahan.

    Daerah yang memiliki potensi perkembangan pemikiran aliran sesat, antara lain Kabupaten Banyumas, Sukoharjo, Karanganyar, Pekalongan, dan Pati, katanya pada pertemuan yang dihadiri Ketua MUI Pusat K.H. Sahal Mahfudh, Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan, Ketua DPRD Murdoko, dan sejumlah ulama.

    Ia mengungkapkan, jika gejala berkembangnya pandangan baru tentang keyakinan tidak dilakukan penyikapan-penyikapan, maka bisa menjadi potensi kegelisahan di tengah masyarakat sehingga jika dibiarkan bisa mengancam iklim kondusif di Jateng.

    Menyinggung adanya kekerasan yang mengatasnamakan agama berupa aksi perusakan oleh massa terhadap komunitas Ahmadiyah di Kuningan Jawa Barat yang bersamaan dengan Iduladha 1428 H, Gubernur Jateng menyatakan, hal itu merupakan fenomena yang terkait dengan konflik keyakinan dan soal kekerasan keberagamaan.

    “Kekerasan keberagaman di Jateng tidak ada, tetapi ada tanda-tandanya berupa lontaran pemikiran. Saya berharap munculnya pandangan baru tidak boleh dipandang sebagai kejahatan karena masih dalam sebatas wacana,” katanya.

    Sementara itu, Ketua MUI Jateng, Ahmad Darodji, menyatakan bahwa dengan adanya pertemuan ini menunjukkan ada langkah yang seirama antara MUI dengan Muspida Jateng.

    “MUI berharap penyikapan terhadap adanya wacana aliran sesat dilakukan dengan cara persuasif,” katanya.

    Terkait rencana akan diadakannya acara istighasah pada tanggal 25 Desember 2007 di Kabupaten Sragen, baik Gubernur Jateng maupun MUI Jateng menghimbau, agar kegiatan itu dipertimbangkan ulang.

    Ali Mufiz mengatakan, istighasah merupakan upaya berdoa kepada Tuhan untuk meminta keselamatan, namun jika dilaksanakan berbarengan dengan perayaan Natal umat Nasrani, maka dikhawatirkan bisa menimbulkan salah tafsir.

    Pertemuan itu merekomendasikan sejumlah poin, di antaranya ulama berperan sebagai perekat, pelayan, dan panutan umat.

    “Termasuk meningkatkan amal Islami dan citra diri yang baik. Sementara bagi pemerintah, agar melakukan langkah konkrit dengan pendekatan dialogis, persuasif, dan penegakan hukum secara tegas serta adil,” katanya menambahkan. (*)

    Copyright © 2007 ANTARA
    (antara.co.id)

  • Dan Yesus Pun Bersujud

    (Isa berkata:) “Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. [QS. Ali Imran: 51]

    Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, katanya: “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” [Matius 26:39]

    Dalam sejarah agama di seluruh dunia, mungkin hanya Kristen saja yang mencatat bahwa Tuhannya bersujud dan berdoa kepada Tuhan. Kita tentu maklum bahwa Tuhan adalah Substansi Yang Mahakuasa. Tuhan tidak membutuhkan substansi lain untuk mewujudkan kehendak-Nya. Penyembahan kepada Tuhan dengan cara bersujud dan berdoa hanya menunjukkan kefaqiran hamba/makhluq kepada Tuhan/Pencipta dan ketidak-mampuannya dalam mewujudkan keinginannya tanpa kekuasaan dari Tuhan.

    Dari sini, setiap manusia yang beraqal budi dan berhati jernih harusnya sadar bahwa Yesus hanyalah makhluq/hamba yang lemah dan membutuhkan Tuhan untuk menolongnya. Hanya saja, awan kegelapan telah menghalangi aqal dan hati mereka dari kebenaran yang sangat terang ini. Dogma-dogma sinting telah membuat mereka melakukan hal terbodoh di dunia. Adakah hal yang lebih bodoh daripada menyembah makhluq?

    Tidak hanya itu, sementara sang tuhan menyembah Tuhannya dengan cara bersujud, sang hamba malah menyembah sang tuhan dengan duduk di kursi atau berdiri sambil bernyanyi. Apakah Perjanjian Baru telah mendongengkan bahwa Yesus bernyanyi di tempat ibadah untuk menyembah Tuhannya?

    Berhentilah menyembah Yesus. Mulailah mengesakan Tuhan yang haqiqi. Itulah yang dia inginkan. Kami ummat Islam telah mengesakan Tuhan yang disembah Isa. Tuhan kami dan Tuhan yang disembah Isa adalah Tuhan yang esa. Kami bersujud kepada Tuhan yang disembah Isa. Inilah hidup yang kekal. Inilah jalan yang lurus.

    Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Yahuwa adalah Ilah kita, Yahuwa itu esa.” [Markus 12: 29]

    Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang aku, sebab aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Ilahku dan Ilahmu.” [Yohanes 20:17]

    Nabi Isa mengajarkan ummatnya bahwa jalan yang lurus, kehidupan yang kekal, adalah dengan mengakui keesaan Allah dan mengakui kerasulan nabi Isa. begitulah syahadat bagi ummat nabi Isa.

    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. [Yohanes 17:3]

    Adapun syahadat ummat Nabi Muhammad, nabi akhir zaman, adalah asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullooh, aku bersaksi bahwa tiada ilah yang benar kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

  • MUI: Natal Bersama

    Perayaan Natal bersama pada akhir-akhir ini disalah artikan oleh sebagian ummat Islam dan disangka mirip dengan merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal. Padahal perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah.

    Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama. Hendaknya ummat Islam tidak mencampur-adukkan aqidah dan ibadahnya dengan aqidah dan ibadah agama lain. Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada Allah SWT. Namun ummat Islam tetap harus menjaga kerukunan antar ummat beragama di Indonesia.

    Ummat Islam memang diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat dari agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan, berdasarkan atas:

    Al Qur`an surat Al-Hujurat ayat 13: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan Kamu sekattan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang bertaqwa (kepada Allah), sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

    Al Qur`an surat Luqman ayat 15:”Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada-Ku lah kembalimu, maka akan Ku-berikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

    Al Qur`an surat Mumtahanah ayat 8: “Allah tidak melarang kamu (ummat Islam) untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (beragama lain) yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

    Namun ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan aqidah dan peribadatan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain berdasarkan :

    Al Qur`an surat Al-Kafirun ayat 1-6:”Katakanlah hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.”

    Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 42: “Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersatukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Kita, kemudian kepada-Kulah kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

    Kemudian, ummat Islam harus mengakui kenabian dan kerasulan Isa Al Masih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, berdasarkan atas:

    Al Qur`an surat Maryam ayat 30-32: “Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup. (Dan Dia memerintahkan aku) berbakti kepada ibumu (Maryam) dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”

    Al Qur`an surat Al Maidah ayat 75: “Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rosul yang sesungguhnya telah lahir sebelumnya beberapa Rosul dan ibunya seorang yang sangat benar. Kedua-duanya biasa memakan makanan(sebagai manusia). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”

    Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 285 : “Rasul (Muhammad telah beriman kepada Al Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman) semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari Rasul-rasulnya dan mereka mengatakan : Kami dengar dan kami taat. (Mereka berdoa) Ampunilah Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

    Barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih daripada satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Al Masih itu anaknya, maka orang itu telah kafir dan musyrik, berdasarkan atas :

    Al Qur`an surat Al Maidah ayat 72 : “Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata : Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam. Padahal Al Masih sendiri berkata : Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah bagi orang zhalim itu seorang penolong pun.”

    Al Qur`an surat Al Maidah ayat 73 : “Sesungguhnya kafir orang-orang yang mengatakan : Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga), padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu pasti orang-orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih.”

    Al Qur`an surat At Taubah ayat 30 : “Orang-orang Yahudi berkata Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nasrani berkata Al Masih itu anak Allah. Demikianlah itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan orang-orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah-lah mereka bagaimana mereka sampai berpaling.”

    Pada hari kiamat nanti, Allah akan menanyakan Isa, apakan dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya, agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab “Tidak” : Hal itu berdasarkan atas :

    Al Qur`an surat Al Maidah ayat 116-118 :
    “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai Isa putera Maryam adakah kamu mengatakan kepada manusia (kaummu): Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah, Isa menjawab : Maha Suci Engkau (Allah), tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentu Engkau telah mengetahuinya, Engkau mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya), yaitu : sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi terhadapa mereka selama aku berada di antara mereka. Tetapi setelah Engkau wafatkan aku, Engkau sendirilah yang menjadi pengawas mereka. Engkaulah pengawas dan saksi atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan Jika Engkau mengampunkan mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”

    Dialog ini Allah beritakan dalam Al-Qur`an agar manusia mengambil pelajaran dari kesaksian Isa al-Masih akan hal ini.

    Islam mengajarkan Bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas Al Qur`an surat Al Ikhlas :
    “Katakanlah : Dia Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun / sesuatu pun yang setara dengan Dia.”

    Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas :

    Hadits Nabi dari Nu`man bin Basyir : “Sesungguhnya apa apa yang halal itu telah jelas dan apa apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi diantara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barang siapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, semacam orang yang mengembalakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan didekati).”

    Kaidah Ushul Fiqih:
    “Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahatan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan masholihnya tidak dihasilkan).”

    Maka perayaan Natal di Indonesia, meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan diatas. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram. Hendaknya ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dan dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.

    (Sumber: mui.or.id)

  • Buku ‘Ancaman Global Freemasonry’

    Selama berabad-abad, Freemasonry telah memancing banyak diskusi. Sebagian orang menuduhkan aneka kejahatan dan hal buruk yang fantastis kepada Masonry. Alih-alih mencoba memahami “Persaudaraan” tersebut dan mengkritisinya secara objektif, mereka bersikap sangat bermusuhan terhadapnya. Sebaliknya, para Mason kian bersikukuh dengan tradisi tutup mulut terhadap semua tuduhan ini, dan lebih memilih untuk tampil sebagai klub sosial biasa yang bukanlah bentuk sejati mereka.

    Buku ini berisi paparan yang pas tentang Masonry sebagai suatu aliran pemikiran. Pengaruh terpenting yang menyatukan para Mason adalah filsafat mereka yang paling tepat dideskripsikan sebagai “materialisme” dan “humanisme sekuler”. Namun, Masonry adalah suatu filsafat keliru yang berlandaskan pada berbagai anggapan yang salah dan teori yang cacat. Inilah hal mendasar yang mesti menjadi titik tolak untuk mengkritisi Masonry.

    Pentingnya kritisisme semacam itu perlu diungkapkan sejak awal, tidak hanya untuk menjelaskan subjek ini kepada non-Mason, tetapi juga untuk mengajak para Mason sendiri memahami kebenaran. Tentu saja, sebagaimana orang lain, para Mason bebas memilih sendiri, dan dapat mengambil cara pandang apa pun yang mereka inginkan tentang dunia dan hidup sesuai dengannya. Ini adalah hak asasi mereka. Tetapi, orang lain pun punya hak untuk memaparkan dan mengkritisi kekeliruan-kekeliruan mereka, dan itulah yang coba dilakukan buku ini.

    Kami pun menggunakan pendekatan yang serupa dalam kritisisme kami terhadap komunitas lainnya. Terhadap orang Yahudi misalnya. Sebagian buku ini juga bertalian dengan sejarah Yahudi dan mengajukan berbagai kritisisme tertentu yang penting. Harus dikemukakan bahwa semua ini tidak ada hubungannya dengan anti-Semitisme atau teori konspirasi “Yahudi-Masonik”. Memang, anti-Semitisme adalah sesuatu yang tak layak bagi seorang Muslim sejati. Orang Yahudi pada suatu masa telah menjadi bangsa yang dipilih oleh Allah, dan kepada mereka dikirimkan-Nya banyak Nabi. Sepanjang sejarah mereka telah ditimpa banyak kekejaman, bahkan menjadi korban pemusnahan massal, tetapi mereka tidak pernah menanggalkan identitas mereka. Di dalam Al Quran, Allah menyebut mereka, bersamaan dengan orang Nasrani, sebagai ahli kitab, dan memerintahkan orang Islam memperlakukan mereka dengan baik dan adil. Tetapi, bagian penting dari sikap adil ini adalah mengkritisi berbagai keyakinan dan praktik yang salah dari sebagian mereka, menunjukkan kepada mereka jalan menuju kebenaran sejati. Tetapi tentu saja, hak mereka untuk hidup sesuai dengan apa yang mereka percayai dan kehendaki tak perlu dipertanyakan lagi.

    Buku Ancaman Global Freemasonry ini berangkat dari premis tersebut, dan secara kritis menelusuri akar Masonry, juga sasaran dan aktivitasnya. Dalam buku ini, pembaca juga akan menemukan ikhtisar sejarah pertarungan para Mason melawan agama-agama ketuhanan. Freemason memainkan peranan penting dalam alienasi Eropa dari agama, dan seterusnya, membangun ordo baru yang berlandaskan kepada filsafat materialisme dan humanisme sekuler. Kita juga akan memahami bagaimana pengaruh Masonry dalam penekanan dogma-dogma ini kepada peradaban non-Barat. Akhirnya, kita akan membahas metode-metode yang digunakan Masonry untuk membantu pengembangan dan pelestarian tatanan sosial yang berdasarkan dogma-dogma ini. Filsafat mereka dan metode yang mereka gunakan untuk mengembangkan filsafat ini akan didedah dan dikritisi.

    Diharapkan bahwa fakta-fakta penting yang diuraikan di dalam buku ini akan menjadi sarana bagi banyak orang, termasuk para Mason sendiri, agar mampu melihat dunia dengan kesadaran yang lebih baik.

    Setelah membaca buku ini, pembaca akan mampu mempertimbangkan banyak hal, dari aliran filsafat hingga kepala berita surat kabar, dari lagu rock hingga berbagai ideologi politik, dengan pemahaman yang lebih dalam, serta melihat dengan lebih baik arti dan tujuan di belakang berbagai peristiwa dan faktor.

    (Harun Yahya)

    Download Ancaman GF

  • Dibalik Sebuah Penantian

    Pekan lalu, Indonesia dihebohkan dengan Sebuah Penantian. Ada apa dengan Sebuah Penantian? Apakah Sebuah Penantian dapat membuat seseorang menjadi Protestan? Ataukah ia hanya film biasa seperti film-film lainnya?

    Menurut sebagian sumber, Sebuah Penantian merupakan film yang diprakarsai oleh Billy Graham yang merupakan penasihat spiritual Bush. Diduga, Billy merupaka seorang Zionis-Kristen. Apa itu Zionis-Kristen?

    Menurut Ridwan Saidi, banyak orang-orang Freemasonry dan orang-orang Yahudi Zionis lainnya yang menggunakan Kristen sebagai kedok untuk mempengaruhi dunia dan mengeliminasi paham-paham diluar Zionisme. Verenigde Oost Compagnie atau VOC merupakan organisasi Freemasonry yang juga berhasil menjajah Indonesia dan mengkristenkan sebagian penduduk Indonesia dengan iming-iming materi dan kedudukan. Kristen di sini tentunya adalah Yudeo-Kristen, sehingga terkenallah istilah Ziokindo (Zionis-Kristen Indonesia).

    Sebenarnya, tanpa ditambahi ‘Zionisme’, Kristen itu sendiri lahir dari seorang bapak yang merupakan agen Zionis purba, yaitu Saulus alias Paulus. Ajaran yang dibawa Paulus mempunyai akar hingga ke Mesir Kuno. Lambang dan konsep ketuhanan Kristen benar-benar diadopsi dari Mesir Kuno. Bahkan konsep kelahiran, masa muda, pertarungan melawan kegelapan, kematian dan kebangkitan Tuhan adalah ajaran yang berasal dari agama Mesir Kuno yang menyembah Horus anak Osiris.

    Sebuah Penantian adalah awal dari program missionaris Amerika yang tergabung dalam Gerakan My Hope. Sebagaimana VOC, mereka menginginkan terbentuknya negara Zionis-Kristen, yang akhirnya menjadi negara Zionis. Harapan-harapan seperti ini dapat Anda baca dalam Protocol of Zion.

    Program My Hope seperti ular yang sedang membentuk lingkaran. Program ini akan bergerak dari satu negara ke negara lain. Setelah kembali ke Amerika, program ini akan kembali berputar. Wallahu a’lam.

    Ular Simbolik1 Ular Simbolik2

    Baca juga:
    Ordo Rosicrucian (AMORC)
    Saul to Paul
    Paulus Nabi Palsu

  • Al-Qur`an untuk Ms Word

    Ketika membuat tulisan, mungkin Anda menyisipkan ayat-ayat Al-Qur`an, baik terjemahnya saja maupun dengan ayat Al-Qur`annya. Dan untuk itu, Anda harus mengetiknya. Yang agak lama -mungkin- adalah menulis ayat Al-Qur`annya.

    Tetapi dengan software ini, Anda tidak perlu lama lagi untuk menyisipkan ayat Al-Qur`an dan terjemahnya serta catatan kakinya. Anda hanya perlu mengklik menu Al-Qur`an (yang akan muncul setelah menu Help pada Microsoft Word Anda), lalu memilih surat dan ayat yang akan Anda sisipkan, maka ayat yang Anda inginkan akan disisipkan dalam font Arab yang bisa Anda atur ukurannya, berikut terjemah dan catatan kaki dalam bahasa Indonesia.

    Ukuran filenya hanya sekitar 1MB. Bagi Anda yang download dari warnet, tidak harus membawa flashdisk, cukup membawa 1 disket kosong berkapasitas 1.2MB atau 1.44MB.

    Setelah di download, install program tersebut.
    Setelah di install, bukalah program Ms Word Anda, lihat menu setelah menu Help.
    Maka Anda akan menemukan menu Al-Qur`an.

    Download Al-Qur`an untuk Ms Word

  • AIR SUSU DINGIN

    Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari ‘Aisyah r.a. dikemukakan: “Minuman yang paling disukai Rasulullah SAW adalah minuman manis yang dingin.” (HR. At-Tarmidzi)

    Ibnu ‘Abbas mengkhabarkan: “Aku bersama Rasulullah SAW juga Khalid bin Walid, masuk ke rumah Maimunah. Maimunah menyuguhkan kepada kami sebejana air susu. Maka Rasulullah SAW meminumnya. (Ketika itu) aku (Ibnu ‘Abbas) duduk di sebelah kanan beliau, dan Khalid di sebelah kiri beliau. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadaku: ‘Kau boleh minum. Bila kau mau, kau boleh sisakan untuk Khalid.”
    Aku berkata (dalam hati): “Aku tak akan menyisakan untuk siapa pun sisa minuman (Rasulullah) ini.”
    Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang diberi Allah makanan, hendaklah ia membaca: ‘Alloohumma baariklanaa fiihi, wa ath’imnaa khoyron minhu.’ (Ya Alloh, berkahilah kami pada makanan ini dan berikan kepada kami makanan yang lebih baik dari ini.) Dan barangsiapa yang diberi Alloh SWT susu, maka hendaklah ia membaca: ‘Alloohumma baariklanaa fiihi wa zidnaa minhu.’ (Ya Alloh, berkahilah kami pada minuman ini dan tambahlah lagi kepada kami berupa minuman seperti ini.)”
    Kemudian Ibnu ‘Abbas meneruskan ceritanya: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tiada sesuatu pun yang dapat menempati kedudukan makanan dan minuman selain susu.’” (HR. At-Tarmidzi)

  • Standar Ganda

    Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (QS. Al-Muthaffifin: 1-3)

    Pemerintah Amerika adalah contoh yang baik untuk muthaffifin. Mereka sering bertindak curang dan menerapkan standar ganda. Mereka seperti pedagang curang yang memiliki 2 takaran berbeda. Jika mereka menakar untuk diri mereka sendiri, mereka ingin agar takarannya menguntungkan mereka. Tetapi jika mereka menakar untuk orang lain, mereka menakar dengan takaran yang merugikan orang lain.

    Ketika gedung World Trade Center diserang, mereka menuduh Muslim sebagai pelakunya. Lalu mereka melabelkan serangan itu sebagai terror. Belum lagi mereka membuktikan tuduhan mereka, mereka telah menuduh Islam sebagai terrorisme dan Muslim sebagai terroris, secara tidak langsung.

    Teror adalah suatu kondisi takut yang nyata, perasaan luar biasa akan bahaya yang mungkin terjadi. Keadaan ini sering ditandai dengan kebingungan atas tindakan yang harus dilakukan selanjutnya. Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Jika Anda menelpon pekerja di suatu gedung dan berkata, “Di gedung tempat Anda bekerja telah diletakkan sebuah bom yang akan meledak dalam waktu satu jam.” Anda bisa disebut terroris, baik bom itu ada atau tidak.

    Dengan demikian, jelas pelaku terror sesungguhnya adalah pemerintah Amerika itu sendiri. Mereka berkata, “Jangan pergi ke negeri itu! Di sana ada terroris!” Padahal terroris, mungkin, juga ada di Amerika. Lalu kenapa mereka menakut-nakuti warganya seperti itu? Mereka menebar terror dengan berkata bahwa terroris sedang berkeliaran mengincar orang Amerika. Berapa banyak orang yang terbunuh oleh terroris dalam setahun? Apakah sebanding dengan orang yang mati karena kecelakaan lalu-lintas? Lalu mengapa dana untuk anti-terroris lebih besar dari dana untuk mencegah kecelakaan lalu-lintas atau penanggulanganan wabah penyakit?

    Tidak lain karena mereka ingin membesar-besarkan masalah terrorisme ini. Mereka ingin agar warganya terterror, merasa ketakutan. Sekelompok orang yang menebarkan terror bisa kita sebut sebagai gerombolan terroris. Gerombolan terroris sesungguhnya adalah Dinasti Bush.

    Namun maukah mereka disebut terroris? Tentu tidak mau. Mereka adalah muthaffifin. Mereka mencap orang yang menebar ketakutan sebagai terroris. Tetapi jika mereka yang menebar ketakutan atau jika mereka membombardir beberapa negara dengan bom yang lebih banyak dari bom yang digunakan terroris, mereka tidak mau disebut terroris.

    Berhati-hatilah Anda terhadap aksi terror yang dilancarkan oleh gerombolan Bush. Mereka telah mengorbankan banyak jiwa dari para pemuda Amerika untuk melakukan aksi terror global. Mereka telah membunuh orang lebih banyak dibanding terroris yang mereka hujat.

    Bush akan terus melakukan aksi terrornya dan pemerintah Amerika akan terus melakukan kecurangan dengan menerapkan standar ganda.

    Bush tiada bedanya dengan ibu-ibu tukang rumpi yang membicarakan borok orang lain, padahal borok yang lebih besar dan lebih bau tampak begitu jelas pada dirinya.

  • Rasa Kesyukuran

    Rasa syukur akan timbul ketika kita mengingat ni’mat-ni’mat Allah. Mata yang dapat kita gunakan untuk melihat, udara yang kita hirup, lidah yang dapat mengecap rasa, merupakan ni’mat Allah yang sangat besar. Sementara sebagian orang tidak mendapat ni’mat penglihatan. Sebagian orang tergolek lemas di tempat tidur karena lumpuh. Sebagian orang ada yang menjadi bahan ejekan orang karena hilang aqal atau gila.

    Diantara ni’mat Allah yang terbesar adalah ni’mat iman dan Islam. Seorang wanita bercerita tentang saudaranya yang ahli ibadah lagi zuhud bernama Basyar al-Hafi, “Suatu malam, saudaraku datang. Ketika ia salah satu kakinya baru masuk ke dalam rumah, dia berhenti dan membiarkan kakinya yang lain tetap di luar. Dia tetap dalam keadaan tersebut hingga shubuh. Setelah ditanya tentang apa yang difikirkannya semalam, ia menjawab, ‘Aku terfikir si Basyar yang beragama Yahudi, si Basyar yang beragama Nasrani, dan si Basyar yang beragama Majusi. Lalu aku terfikir diriku sendiri, karena namaku juga Basyar. Kemudian aku berkata dalam hati: Apa sebabnya dari sekian orang yang bernama Basyar, Allah memilihku termasuk ke dalam orang yang memeluk agama Islam? Maka kurenungkan karunia Allah untukku itu. Dan aku bersyukur dan memuji Allah Yang telah menunjukiku agama Islam, menjadikanku pilihan-Nya dan memakaikan kepadaku jubah kekasih-kekasih-Nya.’”

    Lihatlah betapa besar karunia Allah yang telah kita terima. Betapa banyak rizqi yang telah Allah beri semenjak kita lahir hingga kini. Tidak patutkah kita bersyukur pada-Nya?

  • Cara Bicara Rasulullah

    Dari Aisyah Ummul Mu’minin r.a. mengkhabarkan: “Rasulullah SAW tidak berbicara cepat sebagaimana kalian. Tetapi beliau berbicara dengan kata-kata yang jelas dan tegas. Orang yang duduk bersamanya akan dapat menghafal (kata-katanya)” [HR. Tarmidzi]

    Dari Anas bin Malik r.a. bercerita: “Rasulullah SAW suka mengulang kata-kata yang diucapkannya sebanyak tiga kali agar dapat dipahami.” [HR. Tarmidzi]

    Dari Hasan bin Ali, cucu Rasulullah SAW, bercerita: “Aku bertanya kepada pamanku Hind bin Abi Halah. Ia adalah seorang ahli dalam meriwayatkan tentang sifat Rasulullah SAW. Tanyaku: “Ceritakanlah kepadaku bagaimana cara Rasulullah SAW berbicara?” Pamanku menjawab: “Rasulullah SAW adalah seorang yang banyak mengenyam kesusahan. Beliau selalu berfikir (bahkan hampir) tidak sempat beristirahat santai. Beliau lebih banyak diam (tidak berbicara), beliau tidak berbicara kecuali apabila perlu. Membuka dan menutup pembicaraannya dengan menyebut Asma Allah SWT. Isi pembicaraannya padat dengan makna. Kata-katanya jelas, tiada yang sia-sia dan tiada pula yang kurang dipahami. Beliau SAW tiada berlaku kasar dan tidak pula pernah menghina. Ni’mat Allah SWT dibesarkannya walaupun hanya sedikit. Selain itu, beliau tak pernah mencaci makanan dan minuman, tidak pula memujinya. Tidaklah dunia menjadikannya marah dan tidak pula beliau marah karena dunia. Bila kebenaran dilanggar orang, maka tidak ada sesuatu yang dapat menahan amarah beliau hingga beliau dapat memenangkan kebenaran itu. Beliau tidak akan marah kalau hanya karena dirinya dan tidak pula beliau membela diri beliau sendiri. Bila beliau menunjuk (sesuatu), beliau tunjuk dengan tangan seutuhnya (bukan hanya dengan jari telunjuk)… Sebesar-besar ketawanya hanya tersenyum. Bila beliau tertawa, terlihat manis sekali bagaikan butiran salju (terlihat giginya yang putih).” [HR. Tarmidzi]