Para dokter di Rusia belum bisa menjelaskan kenapa tulisan Arab itu mucul pada Ali Yakubov. Pada tubuh bayi berusia 9 bulan itu muncul tulisan berbahasa Arab. Awalnya tulisan itu muncul di dagu, yaitu bertuliskan “ALLAH” dalam tulisan Arab. (lebih…)
Kategori: Akhir Zaman
-
Pesan Berbahasa Arab Muncul pada Tubuh Bayi
-
Jamaluddin Al-Afghani dan Para Muridnya
Berikut ini merupakan terjemahan salah satu bab dari buku Terrorism Illuminati oleh David Livingstone. Saya tidak katakan bahwa ini seratus persen benar. Tetapi cukup menarik untuk dibagi dan didiskusikan. Terjemahan ini saya ambil dari akhirzaman.info. Walau judul babnya “The Salafi”, namun sebenarnya Jamaluddin Al-Afghani lebih cenderung kepada Mu’tazilah.

Jamaluddin al Afghani Pada awal tahun 1800-an, sebuah kelompok misionaris yang ditunjuk oleh gabungan gerakan Universitas Oxford, Gereja Anglikan dan Kings College of London University, yang berada di bawah Scottish Rite Freemasonry, sebagai bagian dari persekongkolan untuk membantu mengembangkan pembentukkan okult persaudaraan di dunia Islam, yang berdedikasi kepada penggunaan terorisme atas nama Illuminati di kota London [ 1 ]
Pimpinan promotor the Oxford Movement adalah Perdana Menteri Benjamin Disraeli, Lord Palmerston dari the Palladian Rite, dan Edward Bullwer-Lytton, pimpinan dari sebuah cabang aliran Rosicrucian yang dikembangkan dari the Asiatic Brethren. The Oxford Movement juga didukung oleh Jesuit. Juga terlibat keluarga Kerajaan Inggris, dan banyak didukung oleh Jesuit. Juga terlibat keluarga Kerajaan Inggris, dan banyak tokoh kantor perdana menteri serta para pembantunya. Lytton, pimpinan dari sebuah cabang aliran Rosicrucian yang dikembangkan dari the Asiatic Brethren. The Oxford Movement juga didukung oleh Jesuit. Juga terlibat keluarga Kerajaan Inggris, dan banyak tokoh kantor perdana menteri serta para pembantunya.
Benjamin Disraeli adalah seorang Grand Master Freemasonry, juga Knight of the Order of the Garter. Adalah di dalam bukunya Coningsby ia mengakui, melalui seorang karakter bernama Sidonia, untuk memerankan temannya Lionel de Rothschild, bahwa , “dunia diperintah oleh orang-orang yang sangat berbeda dari apa yang dibayangkan oleh mereka yang bukan berada di belakang layar”. Sebagai pengaruh dari perkumpulan-perkumpulan rahasia, Disraeli juga berkata dalam sebuah debat Parlemen sbb:
Adalah sia-sia untuk menyangkal … sebagian besar Eropa – keseluruhan Italia dan Perancis, dan sebagian besar Jerman, tidak perlu menyebutlan negara-negara lain – adalah tertutup dengan sebuah jaringan dari perkumpulan rahasia, seperti permukaan bumi yang sekarang tertutup dengan jala-jalan kereta api. Dan apakah tujuan mereka?. Mereka tidak berusaha menyembunyikan dirinya. Mereka tidak menghendaki pemerintahan yang konstitusional. Mereka tidak menginginkan melakukan perbaikan lembaga, mereka juga tidak mau dewan provinsi maupun catatan hasil suara ; mereka hanya ingin mengakhiri gereja kristen. … [ 2 ]

Benjamin Disraeli Bulwer-Lytton adalah the Grand Patron of the Societas Rosicruciana di Anglia (SRIA), didirikan pada tahun 1865 oleh Robert Wentworth Little, dan berdasarkan atas the Asiatic Brethren. Banyak anggota the Asiatic Brethren., atau Fratres Lucis, menjadi anggota sebuah loji Masonik Jerman yang disebut L’Aurore Naissante, atau “the Nascent Dawn”, didirikan di Frankfurt-on-Main pada tahun 1807. Di loji inilah dimana Lord Bulwer Lytton diinisiasi. [ 3 ] Bulwer-Lytton, yang menjabat senagai kepala Britain’s Colonial Office dan India Office, juga anggota penganut the cult of Isis and Osiris. Dia menulis the Last Days of Pompeii, dan The Coming Race, atau Zanoni, dimana dia membentuk yayasan untuk kemudian diusulkan untuk rasist Nazi. Dia menjadi pendiri the Pre-Raphaelite Brotherhood of John Ruskin, the Metaphysical Society of Bertrand Russell, dan perkumpulan okult seperti the Golden Dawn of Aldous Huxley, dan the Theosophical Society of Madame Blavatsky.
Di Mesir, gerakan Oxford memusatkan perhatiannya dalam membentuk sebuah “reformasi” gerakan Islam, dikenal sebagai Salafi, untuk mengabdi kepada Illuminati dalam rangka memproteksi kepentingan mereka yang semakin meningkat di Terusan Suez, yang kemudian akan menjadi penting untuk pengapalan minyak ke Eropa dan ke seluruh dunia. Pada tahun 1856, Ferdinand de Lesseps memperoleh konsesi dari Said Pasha, seorang raja muda Mesir, yang memberikan kewenangan mendirikan sebuah perusahaan untuk tujuan pembangunan sebuah terusan terbuka untuk kapal laut seluruh bangsa di dunia. Terusan tersebut mempunyai dampak kuat yang menimbulkan perubahan terhadap perdagangan dunia, memainkan perang penting dalam meningkatkan penetrasi Eropa dan kolonisasi Afrika.
Pada tahun 1875, hutang pengganti Said Pasha, Ismail Pasha meningkat, memaksanya menjual saham Terusan kepada Inggris. Dengan demikian, pemerintah Inggris, di bawah Benyamin Disraeli, dibiayai oleh temannya, Lionel Rothschild, mencapai hampir setengah keseluruhan jumlah saham dalam Perusahaan Terusan Suez, dan meskipun bukan merupakan kepentingan terbesar, hanya sebagai tujuan praktis untuk mengontrol kepentingannya. Sebuah komisi penyelidikan terhadap kelemahan keuangan Ismail pada tahun 1878, dipimpin oleh Evelyn Baring, First Earl of Cromer, dan yang lainnya, telah memaksa raja muda untuk menyerahkan tanah milik bangsanya, untuk tetap berada di bawah pengawasan Inggris dan Perancis, dan menerima posisi berdaulat sesuai dengan UUD. Orang-orang Mesir yang marah bersatu diseputar Ahmed Urabi, sebuah kerusuhan yang akhirnya memberikan sebuah alasan kepada Inggris untuk bergerak dalam rangka “melindungi” Terusan Suez, diikuti oleh invasi resmi dan pendudukan yang menjadikan Mesir sebuah koloni
Agen provokator kerusuhan melawan Ismail diorganisir oleh gerakan Jamal ud Din al Afghani, pendiri apa yang disebut gerakan “pembaharuan” Salafi dalam Islam. Melalui seorang Afghani inilah misi Inggris bertindak, namun tidak hanya menggulingkan pemerintahan Mesir, tetapi juga menyebarkan pengaruh okult di seluruh wilayah Timur Tengah.

Edward G. Brown berpakaian seperti orang Persia Selama 40 tahun karirnya sebagai seorang agen intelijen Inggris, Jamal ud al Afghani dibimbing oleh dua orang Inggris yang memahami soal-soal Islam dan spesialis cult, yaitu Wilfred Scawen Blunt dan Edward G. Browne. [ 4 ] E. G. Browne adalah seorang Orientalis terkemuka Inggris abad ke-19, dan anggoata diantara para anak didiknya – protégés – di Universitas Cambridge, departemen Orientalis, Harry “Abdullah” St. John B. Philby, seorang spesialis intelijen Inggris di belakang gerakan Wahhabi. Wilfred S. Blunt, anggota lainnya dari the British Orientalist school, diberikan tanggungjawab oleh the Scottish Rite Masons untuk mengorganisir loji-loji di Persia dan di Timur Tengah. Al Afghani merupakan agen utama [ 5 ]
Sedikit sekali diketahui mengenai asal-usul Jamal ud Din al Afghani. Walaupun sebutan “Afghani”, dipakai dibelakang namanya yang dengan mana ia dikenal, namun terdapat beberapa laporan bahwa ia adalah seorang Yahudi.[ 6 ] Pada sisi lain, beberapa sarjana percaya bahwa dia bukan seorang Afghan, akan tetapi seorang Syi’ah Iran. Dan meskipun menyandang sebagai seorang pembaharu ortodoks Islam, al Afghani juga bertindak sebagai juru dakwah kepercayaan Bahai, proyek pertama dari the Oxford Movement, sebuah kepercayaan yang akan menjadi jantung agenda satu agama dunia – one-world-religion – Illuminati.

Edward Scawen-Blunt Pada tahun 1645, keluarga Afghani mendaftarkan dia pada sebuah madrasah (sekolah Islam) di kota suci Najaf, sekarang Iraq. Disana, Afghani diinisiasi menjadi anggota “the mysteries” oleh pengikut Sheikh Ahmad Ahsai. Sheikh Zeyn ud Din Ahmad Ahsai adalah pendiri the Shaikhi school. Setelah meninggal, Ahsai digantikan oleh Seyyed Mohammad Rashti, yang memperkenalkan sebuah gagasan “perfect Shiah – Shi’ah yang Sempurna, disebut Bab, artinya “pintu gerbang”, yang akan datang. Pada tahun 1844, Mirza Mohammad Ali mengklaim sebagai Bab yang dijanjikan, dan mendirikan Babiisme, diantara para pengikutnya adalah Afghani, yang juga mempunyai hubungan keluarga tertentu.. [ 7 ]
Salah seorang pengikut Bab, Mirza Hoseyn Ali Nuri, mengumumkan bahwa dia adalah merupakan penjelmaan dari the “One greater than Himself”, yang telah diprediksikan oleh Bab, dengan diberikan gelar Baha Ullah, artinya dalam bahasa Arab “Kemuliaan Tuhan – Glory of God”. Baha Ullah merupakan keturunan dari penguasa Mazandaran, sebuah provinsi di sebelah utara Iran, berbatasan dengan Laut Kaspia di utara. Mereka adalah dinasti Ismailiah, yang melakukan perkawinan silamg dengan keturunan keluarga Bostanai, Exilarch (salah satu garis keturunan para penguasa komunitas Yahudi di Babilonia kira-kira abd ke-2 sampai abad ke-11 M)pada abad ke-7 M. [ 8 ] Menunjuk kepada dirinya sendiri, Baha Ullah menyatakan, “The Most Great Law is come – Hukum Paling Agung sudah datang”, dan Kemolekan Masa Lalu memerintah di atas singgasana Daud – and the Ancient Beauty ruleth upon the throne of David. – Jadi izinkanlah Penaku berbicara mengenai sejarah abad masa lalu – Thus hath My Pen spoken that which the histories of bygone ages have related.”

Bahaullah Baha Ullah pendiri kepercayaan Bahai, yang mencampurankan beberapa agama menjadi satu , yaitu dari Islam, Kristen, Zoroaster dan Yahudi, namun mengklaim menggantikan semua agama dalam “sebuah kepercayaan dunia”. Prinsip-prinsip dasar ajaran Bahai adalah persatuan semua agama dan persatuan umat manusia. Bahai percaya bahwa semua pendiri agama-agama besar dunia merupakan penjelmaan Tuhan dan agen-agen rencana progresif tuhan untuk pendidikan ras manusia. Karena itu menurut Bahai, meskipun terdapat perbedaan-perbedaan, agama-agama besar dunia mengajarkan kebenaran yang serupa.
Meskipun demikian, kepercayaan Bahai dengan cepat mereka tidak disukai di Persia karena ajarannya yang ekstrim. Pada tahun 1852, seorang pemimpin Bahai ditahan karena usaha pembunuhan Shah Persia, setelah gerakannya ditindas, dan banyak dari para pengikutnya dibuang ke Baghdad dan Istambul. Sepanjang kurun waktu ini, sebagaimana dilaporkan oleh Robert Dreyfuss, pimpinan Bahai tetap memelihara hubungan dekat, baik dengan Scottish Rite Freemasonry dan berbagai macam gerakan yang telah mulai menyebar di seluruh India, Kekaisaran Ottoman, Rusia dan bahkan Afrika. [9]
Baha UllahAl Afghani ternyata berasal dari Asadabad, sebuah kota di Persia, dekat dengan Hamadan, sebuah wilayah pemukiman Ismaili. Seperti Ismaili sebelum Afghani, ia yakin bahwa agama perlu untuk rakyat jelata, sambil mengamankan kebenaran atheisme untuk elit. Menurut Nikki R. Keddie, dalam studinya mengenai Afghani, “Banyak doktrin-doktrin esoterik Ismaili permulaan abad disajikan dengan mutu interpretasi yang berbeda dari naskah-naskah yang sama, mengikat rakyat jelata dan elit dalam sebuah rencana yang sama, jadi Jamal ud Din mempraktekan pengajaran dengan tingkat berbeda yang dapat menyatukan elit yang rasionalis dan mengikat rakyat jelata yang religious masuk ke dalam gerakan politik yang sama.[ 10 ]
Beberapa orang dari mereka yang menyaksikan Afghani mengajar dan menegaskan mengenai penyimpangannya dari ajaran ortodoks. Di anatara mereka adalah Lutfi Juma, menceriterakannya bahwa, “kepercyaannya bukan Islam yang benar meskipun dia menyampaikan ajaran Islam, dan Saya tidak bisa menilai mengenai kepercayaan para pengikutnya” Dan yang lainnya, Dr. Shibli Shumayyil, seorang pengagum Afghani, menulis bahwa ketika ia mendengar Afghani menulis sebuah tratise – buku yang membahas dengan mendalam – yang menentang “pengikut-pengikut fahan materialis” ia memberikan komentar, ” Saya terkagum-kagum, karena Saya tahu dia sebelumnya bukanlah seorang yang religius. Adalah sulit bagi Saya setelah pengalaman secara pribadi dengan dia untuk langsung memberikan penilaian mengenai apa yang Saya dengar, dan mengenai dia setelah itu, tetapi Saya lebih cenderung berpikir bahwa ia bukanlah seorang yang beriman” [ 11 ]
Disamping Afghani memperoleh banyak ilmu filsafat Islam, terutama sekali mengenai Persia, termasuk Avicenna, Nasir ud Din Tusi, dan yang lainnya, dan Sufisme. Bukti-bukti menjelaskan bahwa dia menguasai karya-karya tersebut, tetapi juga ia memperlihatkan tertarik kepada subyek-subyek okult, seperti rahasia-rahasia alfabet, kombinasi huruf, alkemi (ilmu kimia abad pertengahan) dan subyek-subyek Kabbalah lainnya. Juga Afghani memperlihatkan ketertarikannya kepada ilmu mistik, dari jenis Neoplatonic, sebuah tratise dua belas halaman mengenai Gnostikisme yang dicatat dengan tulisan tangannya.
Banyak kontroversi terhadap kegiatan Afghani selama periode tahun 1858-1865. Namun, menurut seorang biografer, Salim al Anhuri, seorang penulis yang kemudian mengenalnya di Mesir, yang pertama Afghani melakukan perjalanan di luar Iran adalah ke India. Dia pernah tinggal di sana, ia melanjutkan, disitulah Afghani memperoleh kecenderungan bid’ahnya. Dia mempelajari bidang agama yang ada kaitannya, tukas Anhuri, menjurus kepada ateisme dan panteisme. dengan His studies in religion, relates Anhuri, led into atheism and pantheism. Pada dasarnya Afghani percaya kepada filsafat yang berhubungan dengan Lurianic Kabbalah, mengenai evolusi alamiah dari alam semesta, dimana kemajuan intelektual manusia merupakan bagiannya. Sebagaimana dijelaskan Anhuri, Afghani percaya bahwa:
Manusia mulai dengan mengatakan bahwa setelah mati ia akan dipindahkan ke dalam kehidupan abadi, dan bahwa kayu atau batu yang akan membimbingnya kepada tempat tertinggi jika dia memperlihatkan catatan untuk hal itu serta memperlihatkan ketaatan terhadapnya, dan dari peribadatan seperti ini timbul pembebasan dari kepahitan pikiran mengenai sebuah kematian tanpa adanya kehidupan setelahnya. Dan nampak kepada Afghani bahwa api lebih kuat dan lebih besar dalam manfaat dan kerugian, maka dia berbalik kepadanya. Kemudian dia melihat bahwa awan lebih baik daripada api dan lebih kuat, maka dia melekatkan dirinya dan menggantungkan diri kepada mereka. Hubungan dari mata rantai ini, ditempa oleh dua alat khayal dan hawa nafsu bersama-sama dengan insting dan sifat alami manusia, diteruskan untuk meningkatkan sampai manusia memuncak dalam keadaan yang paling tinggi. Hasil daripada hukum alam adalah reaksi yang membawa kepada pembuktian bahwa semuanya yang di atas adalah pembicaraan tidak beralasan yang bermula dari hawa nafsu, dan bahwa itu tidak mempunyai kebenaran dan tidak ada definisi. [ 12 ]
Pada tahun 1866 Afghani muncul di Qandahar, Afghanistan, kurang dari dua dekade setelah usaha Inggris gagal, bekerjasama dengan Aga Khan. Dan menurut sebuah laporan, dari seorang Afghanistan di dalam pemerintahan lokal Afghanistan, Afghani adalah:
… benar-benar ahli dalam bidang sejarah dan geografi, berbicara bahasa Arab dan Turki dengan fasih, berbicara bahasa Persia seperti orang Iran. Nampaknya ia tidak mengikuti agama tertentu. Cara hidupnya lebih menyerupai orang Eropa daripada seorang Muslim. [ 13 ]
Pada akhir tahun 1866, Afghani menjadi penasihat rahasia Azam, penguasa Afghanistan. Seorang asing bisa menduduki posisi penting dengan cepat menjadi perhatian ceritera masa kini. Beberapa sarjana berspekulasi bahwa Afghani, kemudian menyebut dirinya sendiri “Istanbuli”, ia, atau dirinya adalah seorang agen Rusia yang mampu mendapatkan dukungan uang dan politik untuk Azam dari Rusia untuk melawan Inggris, yang menyebabkan kekuasaannya berakhir. Ketika Azam menyerahkan singasananya kepada salah satu saingannya, Shir Ali, dia mencurigai Afghani, dan mengusir dari wilayahnya dalam bulan Nopember 1868.
Selama tinggal di Afghanistan, Afghani tetap memelihara hubungannya dengan Bahai, Freemasonry Inggris, dan beberapa Sufi yang berbasis di India, dimana ia juga bertemu dengan Muslim Nizari. Menurut laporan intelijen Inggris waktu itu, , selama ia melakukan perjalanan ke India, Afghani menggunakan nama Jamal ud Din Effendi. Kemudian mengunjungi Aga Khan, pimpinan Ismaili. Disamping sebagai seorang Syekh Sufi ordo Mawlavi, atau Mevlevi, yang sangat terpengaruh mistik Iran dan puisi abad ke-13, Jalal ud Din ar Rumi juga sebagai juru dakwah kepercayaan Bahai, yang konon dikirim langsung dalam misi tersebut oleh Baha Ullah sendiri..
Salah satu laporan yang dicatat tahun 1891, dari seorang muslim India yang tidak disebutkan namanya, bertindak sebagai seorang agen Inggris, yang berpura-pura menjadi pengikut Bahai dalam rangka mengumpulkan informasi yang lebih banyak, menyatakan sbb:
Berikut ini adalah isi pernyataan yang dibuat oleh seorang yang jelas mengetahui betul, seperti keadaan sebenarnya atas kehadiran Saiyid Jamal-ud-din di India, yang digambarkan oleh informan sebagai seorang Persia, namun ybs menyebut dirinya sendiri sebagai seorang Turki dari Konstantinopel.
Di kota pantai Akka (Acre?) tinggal seorang yang bernama Husen Ali, seorang Turki, yang menyebut dirinya sebagai Baha-ullah Effendi alias Jamal Mubarik (the Bless Beauty). Orang ini menyatakan bahwa semua agama adalah jelek, dan mengatakan bahwa dia sendiri adalah Tuhan. Dia memurtadkan sejumlah orang memeluk agama Bahai dan mengumpulkannya di Baghdad. Kira-kira empat tahun lalu mereka memberontak melawan Shah, tetapi mereka ditindas dan secara perlahan-lahan keluar dari Persia pindah ke Turki di Asia. Baha-ullah sekarang berada dalam pengawasan di Akka, disebut “Az Maksud” [Ar Maqud, sebuah istilah umum diantara penganut Bahai Iran untuk menyebut Tanah Suci] oleh orang-orang murtad.. Agen-agen Balla-ullah pergi ke seluruh dunia dan berusaha keras untuk meyakinkan semua orang bahwa mereka sedang dikunjungi oleh utusan-utusan Tuhan., dan pengikutnya akan menjadi penguasa-penguasa di muka bumi. Anak laki-laki Baha-ullah, Muhammad Ali, berkunjung ke Bombay dalam rangka misi ini, dan kemudian kembali ke Akka. Para agennya ditugaskan dimana-mana, Saiyid Jamal-ud-din termasuk salah seorang dari agennya.
Dia datang ke Kailaspur dan tinggal selama 10 hari bersama saya. Dia menceriterakan semua mengenai Baha-ullah kepada saya dan misinya, dan mengusulkan untuk menunjuk saya menjadi agennya, dan mengajak saya pergi ke Bombay untuk bertemu dengan Muhammad Ali. Saya menyetujuinya untuk menjadi murid Baha-ullah dalam rangka menemukan mengapa in order to discover mengapa Saiyid Jamal-ud-din datang ke India. Saya setuju menjadi agennya untuk alasan yang sama, dan dia sekarang sering menulis surat kepada saya. Saya tidak menyimpan surat-suratnya, namun bisa di dapat bila diinginkan. Sekarang dia berada di Farukhabad, dan Saya percaya bahwa dia sudah memurtadkan sejumlah orang-orang yang kemudian mengikuti Bahai di India. Dia mempunyai banyak uang dan memnelanjakannya dengan sesuak hatinya, berpergian naik kereta api dengan kelas utama. Di Bombay ada seorang bernama Agha Saiyid Mirza [Afnan], seorang pedagang dari Shiraz, yang memberi dia uang yang banyak. [ 14 ]
… Pada tanggal 21 September 1891, informan yang sama menulis surat langsung kepada Jenderal Supdt., Departmen T. dan D. [Pengawasan Umum, Departemen Thagi dan Dakaiti, bertanggungjawab memonitor para penjahat dan pembuat kerusuhan – General Superintendent, Thagi and Dakaiti Department, responsible for monitoring criminals and trouble-makers], sebagai berikut: “Orang bernama Saiyid Jamal-ud-din Shah bukan ‘Rumi,’ dia seorang yang berasal dari Astrabad Mazinderan di Persia, dan namanya adalah Mirza Muhammad Ali. Dia bukan pengikut ajaran Muhammad [Muslim] tetapi seorang “Babi,” dan kantor pusatnya di Akka, Palestine. [ 15 ]
Kemudian Afghani muncul di Istanbul pada tahun 1870, dibawa ke sana oleh Ali Pasha, seorang Freemason, dan Grand Vizier selama lima kali semasa Sultan Abdul Majid dan Sultan Abdul Aziz berkuasa. Afghani sangat tidak disukai oleh para alim ulama karena pandangan-pandangan bid’ahnya, oleh karena itu Hasan Fahmi, seorang sarjana terkemuka pada waktu itu, dan Syekh al-Islam dari Kekaisaran Ottoman, menyampaikan sebuah Fatwa yang mengumumkan bahwa Afghani seorang kafir, dan kemudian dia diusir dari Turki.
Pada tahun 1871 Afghani pergi ke Kairo, disponsori oleh Perdana Menteri Mustafa Riad Pasha, yang pernah bertemu dengan Afghan di Istanbul, dan menempatkannya dalam pekerjaan dengan gaji yang besar, dan menunjuknya menduduki jabatan yang bergengsi di Universitas Islam Al Azhar. Pada mulanya, Afghani tetap secara ketat ortodoks, tetapi pada tahun 1878, dia pindah ke perkampungan Yahudi di Kairo, dimana di sana ia mulai membuka organisasi politik. Kemudian Afghani mengumumkan pembentukkan the Arab Masonic Society. Meskipun kepada umum diketahui sebagai Islam ortodoks, para anggota lingkaran dalam Afghani menunjukkan dengan jelas ketaatannya kepada Gnostisisme Ismailia. Afghani menyebut kepada persaudaraan Masoniknya sebagai ikhwan al saffa wa khullan al wafa, yang sengaja mereferensi kepada persaudaraan Ismailia yang menggunakan nama yang sama pada abad-ke-10.[ 16 ]
Dengan bantuan Riad Pasha dan Kedutaan Besar Inggris, Afghani mereorganisasi the Scottish Rite dan Grand Orient lodges of Freemasonry, dan mulai mengorganisir disekitar dia sebuah jaringan terdiri dari beberapa negara Islam, terutama sekali Syria, Turki, dan Persia. [ 17 ] Setelah beberapa tahun kemudian gerakan Afghani memikat pengikutnya, dari kalangan penulis muda dan aktivis, diantaranya adalah Mohammed Abduh, yang sudah menjadi pimpinan apa yang sering dianggap sebagai gerakan “modernis” dalam Islam, dengan kata lain dikenal sebagai Salafi, dan Sad Pasha Zaghlul, yang mengaku dirinya seorang Freemason, serta pendiri Wafd, Partai Nasionalis Mesir. [ 18 ]
The Hermetic Brotherhood of Luxor

Madame Helena Petrovna Blavatsky Afghani mengakui sebagai seorang representasi dari sebuah perkumpulan rahasia misterius Egyptian quasi-Masonic, seperti yang diduga mewakili pengajaran peninggalan Sabiin yang masih dipertahankan dari the Grand Lodge of the Ismailis of Cairo, yang menjadi dikenal diantara pengilut okult Barat sebagai the Hermetic Brotherhood of Luxor (H.B. of L.), juga ternyata juga yang mulanya dipengaruhi dibelakang pembentukkan Samuel Honis’ Rite of Mizraim.
Salah seorang teman Afghani yang paling dekat adalah James Sanua. Sanua dilahirkan di Kairo dari keluarga yang berhubungan erat dengan keluarga Yahudi Italia yang berasal dari Yahudi Sephardic. Sanua dibesarkan sebagai Yahudi oleh ayahnya, yang lahir di Italia, dan kemudian menjadi penasihat penting bagi keluarga kerajaan Mesir. Sebagai tambahan sebagai seorang yang dibesarkan dilingkugan keluarga Yahudi, dan menguasai delapan bahasa asing, Sanua begitu menguasai dengan baik Qur’an dan adat-istiadat Islam yang mendapatkan untuk dirinya gelar “sheikh”, sebuah faktor yang menjurus kepada desas-desus mengenai kepindahan agamanya kepada Islam.
Semasa mudanya Sanua belajar di Italia, disana ia berkenalan dengan gagasan Giuseppe Mazzini. Ketika ia kembali ke Cairo, dia dengan sepenuh hati mengabdikan dirinya mengajarkan ajaran Mazzini. Sanua juga bertanggungjawab atas pendirian yayasan teater Mesir Modern, yang mempelopori industri perfilman. Namun demikian, peranannya mengundang kecurigaan di mata pihak berwenang Mesir. Dan ketika ia mengetahui adanya persekongkolan untuk meracuninya, ia terbang ke Perancis, di sana dia lebih menyukai dikenal sebagai Abu Naddara. Di Paris, Sanua mendirikan sebuah jurnal yang didedikasikan terhadap prinsip, yang utamanya kepada Bahai, mengenai sebuah one-world-religion – satu-agama-dunia, seringkali menyajikan tulisan-tulisan Afghani.
Pacar Sanua, Lydia Pashkov adalah wanita asal Rusia dan nekerja sebagai wartawan di harian Le Figaro di Paris. Melalui hubungan dengan mereka, Afghani menjadi bersahabat dengan direktur kantor pusat regional Illuminati di bagian selatan Lebanon, seperti Sheik Medjuel el-Mezrab, yang menikah dengan seorang Inggris who married British dilettante,- pencinta kesenian untuk hiburan – Jane Digby, dan Lydia Pashkov. Antara tahun 1870 dan 1875, nampaknya Illuminati memulai sebuah proyek yang meniru the Italian Carbonari di seluruh negara di Timur Tengah. [ 19 ]
Baik Sanua maupun Lydia Pashkov adalah juga temannya Helena P. Blavatksy yang suka melakukan perjalanan bersama-sama. yang pada tahun 1856, Mazzini diinisiasi ke dalam the Carbonari. Helena P. Blavatsky, medium dan mistis yang terkenal, adalah the godmother dari kebangkitan okult dalam akhir abad ke-19. Setelah menulis karya-karya yang monumental seperti Isis Unveiled, dan The Secret Doctrine, the Theosophical Society dibentuk pada tahun 1875, untuk menyebarkan ajarannya ke seluruh dunia. Dalam The Theosophical Society terdapat anggota Freemasonry, yaitu Henry Steel Olcott dan George H. Felt yang ditunjuk kemudian sebagai presiden dan wakil-presiden. Diantara angota-anggota paling awal termasuk juga Albert Pike. Menurut Manly P. Hall, seorang ahli sejarah terkemuka Masonic, menjelaskan:
The Secret Doctrine dan Isis Unveiled merupakan hadiah dari Madame Blavatsky untuk umat manusia, dan kepada mereka yang visinya dapat menembus awan ancaman malapetaka yang sudah diambang pintu, adalah tidak berlebihan untuk menyatakan bahwa tulisan-tulisan ini merupakan bacaan paling penting yang dikontribusikan kepada dunia modern. Tidak akan bisa mereka dibandingkan dengan buku-buku yang lain, dapatkah cahaya matahari dibandingkan dengan lampu glowworm – ulat yang berkelap-kelip. The Secret Doctrine adalah jelmaan kemuliaan dari sebuah kitab suci. [ 20 ]
Blavatsky mengklaim menerima tanzil dari “Secret Chiefs”, atau ruh “Ascended Masters”, yang membantu umat manusia untuk meningkatkan dirinya menjadi sebuah ras yang super. Pada awalnya Blavatsky memberikan nama kepada para Masternya,seperti “Tuitit Bey”, “Serapis Bey”, dan “Hilarion”, yang nama-nama tersebut diakui milik the “Brotherhood of Luxor”. Menurut Joscelyn Godwin, dalam The Theosophical Enlightenment, jika kita menginterpretasikan the “Brotherhood of Luxor” sebagai sekelompok kecil penganut okult dimana Blavatsky bergabung dengan mereka di Mesir, maka kita dapat menganggap bahwa Jamal ad-Din al Afghani merupakan salah seorang daripada anggotanya.. [21 ]
Meskipun tidak terdapat bukti langsung bahwa Blavatsky telah bertemu dengan Afghani, menurut K. Paul Johnson, dalam The Masters Revealed, kenyataan akan menunjukkan terjadinya kontak. Tidak hanya Afghani yang akrab dengan teman-temannya Sanua dan Pashkov, tetapi dia dengan Blavatsky, kedua-duanya berada di India antara tahun 1857 dan 1858, demikian juga kedunya berada di Tbilisi dalam pertengan 60-an, dan keduanya berada di Cairo pada tahun 1871. Lagi-lagi Afghani meninggalkan Mesir menuju ke India pada akhir tahun 1879, dimana pada tahun yang sama Blavatsky dan Olcott tiba di sana. Setelah meninggalkan India pada akhir tahun 1882, Afghani tinggal di Paris sepanjang tahun 1884, dimana Blavatsky pada tahun itu menghabiskan waktunya di sana.
Melalui Jamal ud Din al Afghani, Blavatsky memperoleh doktrin-doktrin sentral, derivasi dari Ismailisme, yang kemudian dia menghubungi komunitas okult Barat. Sebagaimana Johnson menjelaskan, dalam tulisan Blavatsky, The Eastern Gupta Vidy dan the Kabbalah, dia mengklaim the “real Kabbalah” ditemukan di dalam buku the Chaldean Book of Numbers. Meskipun buku tersebut tidak diketahui oleh para sarjana, Blavatsky sering mengutip buku ini di dalam buku besarnya, Isis Unveiled dan The Secret Doctrine. Dia mengklaim telah menerimanya dari seorang “Sufi dari Persia”, dan sebagaimana juga dijelaskan oleh K. Paul Johnson, Afghani hampir bisa dipastikan sebagai sumbernya.
Menurut Johnson, sebuah struktur penting dalam doktrin Blavatsky hanya dapat menunjuk kepada satu sumber, yang juga berhubungan dengan gagasan pengikut okult lainnya, Gurdjieff: Ismaili Gnosticism. The Chaldean Book of Numbers mengajarkan sebuah kosmologi tujuh lapis mirip dengan elektrik mistikisme Ismaili.
…adalah merupakan petunjuk penting yang menunjuk kepada gnosisi Ismaili sebagai sebuah sumber penting baik bagi Blavatsky maupun Gurdjieff. Henri Corbin’s dalam Cyclical Time and Ismaili Gnosis menjelaskan sebuah doktrin proses evolusi kosmik tujuh lipat, diulang kembali di dalam sebuah skema sejarah tujuh lipat, paralel dengan sebuah tujuh lipats jalan inisiasi untuk adept-ahli individu. Ini sepadan sekali dengan surat-surat Mahatma [dari Blavatsky] yang mengajarkan bahwa “tingkatan seorang Adept-ahli diinisiasi dengan lambang tujuh tahap dimana ia menemukan rahasia dari prinsip-prinsip tujuh lipat secara alami dan manusia membangunkan kekuatan-kekuatan yang tidak aktif.” Doktrin Kehidupan kembali – Resurrection – membutuhkan arti yang spesifik dalam gnosis Ismaili yang menghubungkannya kepada pengajaran Blavatsky. Setiap prinsip-prinsip tujuh dari individu adalah “dibangkitkan” dari pengaruh prinsip berikutnya yang lebih tinggi. HPB tujuh lipat menguraikan prinsip-prinsip manusia yang disuguhkan juga secara bervariasi seperti Chaldean, Tibet, dan Chaldeo-Tibet. Tetapi faktanya analogi sejarahnya yang terdekat adalah Ismaili. [ 22 ]

John Yarker Ajaran Blavatsky juga mempengaruhi penentuan sebuah perkumpulan rahasia terkemuka yang dikenal sebagai the Golden Dawn, yang muncul ke luar karena kontak Afghani dengan pimpinan Egyptian Rite Freemasonry. Setelah bergerak di dalam tanah selama beberapa waktu, sampai tahun 1848, the “Year of Revolutions”, the Egyptian Rite of Freemasonry kemudian dihidupkan kembali kegiatannya di Paris dan pada tahun 1856 juga didirikan di Mesir, Amerika, Romania dan negara-negara lainnya. Pada tahun 1872, ketika the Egyptian Rite yang dikenal sebagai the Ancient and Primitive Rite, the Grand Mastership dari ordo ini dijabat oleh John Yarker, yang dilimpahkan kepadanya oleh Marconis de Negre. Yarker juga akrab dengan Blavatsky, bertemu di Inggris tahun 1878, dan menemuinya untuk merundingkan dengan Blavatsky mengenai sebuah inisiasi Masonic, meskipun terdapat upaya-upaya menyalahkan keterlibatannya dalam Freemasonry.
Di Paris, Yarker bertemu dengan Pascal Beverly Randolph, seorang okultis Africa-Amerika yang mengadakan perjalanan ke Mesir, dimana dia where he was supposedly initiated by a secret priestess of the Ismaili Muslims. Paschal Randolph was a noted medium, healer, occultist and author of his day, and also counted among his personal friends Bulwer-Lytton. Randolph’s Brotherhood of Eulis claimed descent from the Rosicrucian Order, by charter of the “Supreme Grand Lodge of France”, and taught spiritual healing, western occultism and principals of race regeneration through forms of sex magic. Through Randolph, Yarker passed on the tradition of the Hermetic Brotherhood of Luxor, that was reborn as the Hermitic Brotherhood of Light, a continuation of the Frates Lucis, or Asiatic Brethren.

Max Theon Pada tahun 1873, Carl Kellner, seorang rekan Randolph, salah seorang dari para pengikut okult yang berhubungan dengan Freemasonry Mesir, yang melakukan perjalanan ke Cairo pada waktu kegiatan al Afghani. Di Mesir untuk pertama kali bertemu dengan seorang muda misterius, menyandang nama Aia Aziz, juga dikenal sebagai Max Theon. Sebenarnya, Max Theon adalah anak dari pemimpin terakhir sekte Frankist, Rabbi Bimstein dari Warsawa, Polandia.
Max Theon melakukan perjalanan kemana-mana, dan di Cairo bekerja dengan Blavatsky, juga menjadi seorang murid Paulos Metamon, seorang “tukang sihir Coptic”. Paulos Metamon juga merupakan “Master” Blavatsky pertama, yang bertemu di Asia Minor pada tahun 1848, kemudian bertemu lagi di Cairo pada tahun 1870, dialah yang memperkenalkan Blavatsky kepada the Hermetic Brotherhood of Light. Yang menarik adalah, kosmologi tujuh lipat Ismailisme ternyat sudah terbiasa bagi Theon dan Blavatsky. Pada tahun 1873, Metamon menyerahkan the Grand Mastership kepada Aziz, yang menggunakan nama Max Theon, kemudian pindah ke Inggris untuk menyebarluaskan ordo yang sama.
Adalah Carl Kellner dan Thoedore Reuss, anggota lainnya dari Bulwer-Lyttons’ Societas Rosicruciana di Anglia, yang menggabungkan ritus Egyptian Rite Freemasonry, yang diizinkan kepada Reuss oleh John Yarker untuk membawa rahasia orang dalam dari the Hermetic Brotherhood of Luxor. Mengenai Kellner, Reuss menulis:
Selama melakukan perjalanannya yang sering dan ekstensif di Eropa, Amerika dan Timur Jauh, Bro. Kellner melakukan kontak dengan sebuah organisasi yang disebut The Hermetic Brotherhood of Light. Dorongan yang dia peroleh melalui hubungannya dengan wadah ini, juga kenyataan-kenyataan yang tidak bisa disebutkan disini, hingga menyebabkan Bro. Kellner’s berkeinginan untuk mendirikan sejenis Academia Masonica yang akan memungkinkan saudara seiman yang sedang mencari-cari dapat mengenal semua tingkat dan sistem Masonic yang ada. Pada tahun 1895 Bro. Kellner mendiskusikan secara panjang lebar dengan Bro. Reuss di Berlin mengenai bagaimana gagasan ini dapat direalisasikan.. Sewaktu dalam pembicaraan dengan Bro. Reuss ia tidak menyetujui usul mengenai nama Academia Masonica dengan memberikan alasan -alasan termasuk dokumentasi, menyarankan untuk memakai nama Oriental Templars. Namun pada waktu itu, yakni pada tahun 1895 perundingan-perundingan ini tidak membawa hasil yang positif karena Bro. Reuss kemudian disibukkan dengan menggiatkan kembali Ordo Illuminati dan Bro. Kellner tidak bersimpati terhadap organisasi ini atau terhadap orang-orang yang aktif di dalamnya bersama-sama dengan Bro. Kellner. [ 23 ]

Aleister Crowley Adalah John Yarker yang diduga menyiapkan sebuah piagam untuk mendirikan the Ordo Templi Orientis, atau O.T.O., yang dipengaruhi oleh Reuss, yang berusaha untuk menghidupkan kembali tradisi-tradisi dari the Ancient Mysteries, the Knights Templars, the Freemasons, Rosicrucians dan the Illuminati. Ordo Templi Orientis berarti “Order of Eastern Templars”, yang mengacu kepada the Johannite myth dari Sabian atau pengaruh Ismaili. Lingkaran dalam okult the O.T.O. akan di atur paralel dengan tingkat tertinggi dari Egyptian Rite Masonry, dan doktrin-doktrin esoterik Rosicrucian dari the H.B. of L.
Ketua O.T.O., Reuss, kemudian digantikan oleh Aleister Crowley yang terkenal karena kejahatannya. Aleister Crowley menyandang gelar tingkat ke-33 Mason dari the Scottish Rite, juga seorang anggota dari the Isis-Urania Temple of Hermetic Students of the Golden Dawn. Disingkat menjadi The Golden Dawn, ordo ini didirikan pada tahun 1888, oleh Bulwer-Lytton, seorang Masons dan anggota dari the Societas Rosicruciana di Anglia. Kult Isis ini dibentuk sekitar tahun 1877 yang diorganisir berdasarkan naskah Isis Unveiled karya Helena Blavatsky. Anggota-anggota The Order of the Golden Dawn diantaranya termasuk William Butler Yeats, Maude Gonne, istri Oscar Wilde, dan Arthur Edward Waite. The Golden Dawn pada waktu itu dipimpin oleh McGreggor Mathers, yang melacak spiritual leluhur ordonya sampai kepada ordo the Rosicrucians, dan dari sana, melalui Kabbalah sampai ke Mesir Kuno. Dan sewaktu di Mesir pada tahun 1904, dimana Crowley melakukan kontak dengan wujud makhluk bernama Aiwass, yang mendiktekan kepadanya untuk isi bukunya yang kemudian diberi judul Book of the Law, berisi a.l. semboyan terkenal dari okultisme modern, “Do what thou wilt shall be the whole of the Law.”
The Salafi

Muhammad Abduh Setelah Afghani meninggalkan Mesir, muridnya, Mohammed Abduh, dengan alasan yang tidak dapat dijelaskan ditunjuk sebagai the chief editor publikasi resmi pemerintah Mesir yang dikontrol Inggris, the Journal Officiel. Bekerja dibawah Abduh seorang temannya anggota Freemason, Saad Zaghul, yang kemudian mendirikan Partai Nasionalis Wafd. Pada tahun 1883, Abduh bergabung dengan Afghani di Paris, dan kemudian pergi ke London, di sana ia mengajar di Oxford dan Cambridge, serta berkonsultasi dengan pejabat-pejabat Inggris mengenai krisis di Sudan melawan Mahdi.
Di Paris dan London, Abduh membantu Afghani dalam mengatur jurnal berbahasa Perancis dan bahasa Arab di Paris, yang disebut Al Urwah al Wutsqa, atau the “Indissoluble Bond”, juga sebuah nama organisasi rahasia yang dia dirikan pada tahun 1883. Diantara anggota-anggota Afghani di Paris adalah orang-orang Mesir, Turki, India, Siria, Afrika Utara dan banyak juga mereka yang beragama Kristen serta Yahudi, dan Bahai Persia, yang diusir dari Timur Tengah.
Ketika Perancis menekan Al-Urwah al-Wutsqa, Abduh mengadakan perjalanan ke seluruh negara-negara Arab selama beberapa tahun, dibawah berbagai penyamaran, terutama di Tunis, Beirut, dan Siria. Di setiap kota, dia mencoba merekrut orang-orang untuk menjadi anggota perkumpulan rahasia fundamentalisme Afghani. [ 24 ]
Seperti gurunya, Abduh bergabung dengan gerakan Bahai yang sudah berupaya dengan hati-hati dalam menyebarkan kepercayaannya ke Mesir. Bahai mulai didirikan di Alexandria dan Cairo pada tahun 1860. Abduh bertemu dengan Abdul Baha ketika dia mengajar di Beirut, dan keduanya mulai bercengkrama dengan sangat bersahabat, dan keduanya menyetujui falsafah sebuah agama dunia – one-world-religion philosophy. [ 25 ] Memuji keutamaan Abdul Baha dalam ilmu agama dan diplomasi, Abduh mengatakannya bahwa “[dia] lebih dari itu. Sesungguhnya ia seorang besar, dialah orangnya yang patut mendapatkan nama kehormatan yang diterapkan kepadanya.”[26]
Abduh dikenal dengan pandangan reformasinya mengenai Islam. Akan tetapi, dalam How We Defended Orabi, A.M. Broadbent menyatakan bahwa, “Sheikh Abdu bukan seorang fanatik yang berbahaya atau seorang yang beragama dengan antusias, dia termasuk orang yang paling luas pemikirannya dalam Islam, berpegang kepada sebuah keyakinan politik serupa dengan republikanisme murni, dan seorang Master of a Masonic Lodge yang bersemangat.” [ 27 ] Seperti pengikut Ismaili sebelumnya, dia akan meningkatkan murid-muridnya secara progresif masuk jauh ke dalam derajat bid’ah. Kepada initiates yang lebih tinggi, dia akan mengungkapkan doktrin-doktrin the Scottish Rite dan falsafah one-world government – satu-agama-dunia. Meskipun demikian, kepada mereka yang Abduh anggap lebih bersedia, dia akan memperkenalkannya sebagai seorang pejabat intelijen Inggris dari London. [ 28 ]
Dari tahun 1888, sampai dengan kematiannya pada tahun 1905, Abduh secara tetap berkunjung ke rumah kediaman dan kantor Lord Cromer. Pada tahun 1892, dia ditunjuk untuk melaksanakan administrasi Komite Mesjid dan Universitas Al Azhar, lembaga pendidikan Islam paling bergengsi, dan universitas tertua di dunia. Dari jabatan tersebut dan karena reputasi Al Azhar, dia mengatur keseluruhan sistem Islam di Mesir dan banyak dari dunia Islam juga.

M. Rasyid Ridho Pada tahun 1899, Lord Cromer, mengangkat Abduh sebagai Mufti Besar Mesir. Abduh sekarang kepala otoritas hukum Islam, juga sebagai the Masonic Grand Master of the United Lodge of Egypt. Lord Cromer adalah seorang anggota penting dari keluarga perbankan England’s Baring, yang menjadi kaya raya dari hasil perdagangan opium di India dan Cina. Motif Lord Cramer menjadikan Abduh sebagai yang paling berkuasa dalam semua urusan mengenai Islam adalah untuk merubah hukum Islam yang melarang bunga bank, Abduh kemudian mengupayakan sebuah penafsiran Qur’an, untuk menciptakan jalan yang diperlukan untuk memberikan kebebasan kepada bank-bank Inggris berkuasa di Mesir. Mengenai Abduh, Lord Cromer menceriterakan, “Saya curiga teman saya Abduh dalam realitasnya seorang agnostic – orang yang tidak peduli adanya Tuhan – I suspect my friend Abduh was in reality an agnostic,” dan dia mengatakan gerakan reformasi Salafi yang dipimpin Abduh, bahwa “Mereka adalah sekutu alamiah dari reformer Eropa They are the natural allies of the European reformer.” [ 29 ]
Gerakan Salafi kemudian bersekutu dengan Wahhabi dari Saudi Arabia, melalui anggota Freemason, Mohammed Rashid Rida, yang setelah kematian Afghani pada tahun 1897, dan Abduh pada tahun 1905, menjabat pemimpin Salafi, Rida menjadi anggota the Indissoluble Bond pada usia muda. Dia dipromosikan Afghani melalui perkumpulan Masonic dengan membaca Al-Urwah al Wutsqa, yang kemudian dia mengakui sangat besar pengaruhnya dalam kehidupannya. Rida tidak bertemu Afghani, tetapi pada tahun 1897, dia pergi ke Mesir untuk belajar bersama Mohammed Abduh. Meskipun Rida tidak berbagi menggagas opini mengenai gerakan Bahai, hanya karena melalui pengaruhnya saja gerakan Salafi menjadi kuat bersekutu dengan Negara Saudi Arabia.
Footnotes:
[1] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 113. [ pdf ]
[2] Hansard’s Parliamentary Debates , quoted from Paul A. Fisher, Their God is the Devil , pp. 18-19.
[3] Ruggiu, Jean-Pascal. “ Rosicrucian Alchemy and the Hermetic Order of the Golden Dawn ”.
[4] Dreyfuss, Hostage to Khomeini . p. 118.
[5] Ibid . p. 123 and 121.
[6] Ibid . p. 118.
[7] Nikki Keddie, Sayyid Jamal ad-Din “al Afghani”: A Political Biography , Berkeley, CA: University of California Press, (1927) p. 87
[8] David Hughes, Davidic Dynasty .
[9] Nikki Keddie, Sayyid Jamal ad-Din “al Afghani”: A Political Biography p. 116.
[10] Ibid . p. 87.
[11] Ibid . p. 91.
[12] Ibid .
[13] Ibid . p. 45.
[14 North West Province Special Branch, 29 August 189. quoted from Momen, Moojan, “ Jamal Effendi and the early spread of the Bahai Faith in Asia ”, Bahai Studies Review, Volume 8, 1998.
[15] (C.S.B.) Report of D.E. McCracken , dated 14 August 1897, in file Foreign: Secret E, Sept. 1898, no. 100, pp. 13-14; national archives of the government of India, New Delhi.
[16] Raafat, Samir. “ Freemasonry in Egypt: Is it still around? ” Insight Magazine, March 1, 1999.
[17] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 122.
[18] Ibid . p. 122.
[19] 1941: Iraq and the Illuminati .
[20] Manly P. Hall (33rd degree mason), “The Phoenix, An Illustrated Review of Occultism and Philosophy”, 1960 The Philosophical Research Society , p. 122
[21] p. 280
[22] The Masters Revealed , p. 146.
[23] Howe, Ellic, Theodor Reuss: Irregular Freemasonry in Germany, 1900-23, 16 February 1978; Grand Lodge of BC and Yukon, Ars Quatuor Coronatorum , ” Theodor Reuss: Irregular Freemasonry in Germany, 1900-23 “.
[24] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 136.
[25] Ibid. p. 279.
[26] Cole, Juan R. I. “ Rashid Rida on the Bahai Faith: A Utilitarian Theory of the Spread of Religions ”, Arab Studies Quarterly 5, 3 (Summer 1983): 278.
[27] Raafat, Samir. “ Freemasonry in Egypt: Is it still around? ” Insight Magazine, March 1, 1999.
[28] Dreyfuss, Hostage to Khomeini , p. 136.
[29] Goodgame, Peter. The Muslim Brotherhood: The Globalists’ Secret Weapon . -
Kristenisasi Hama Persatuan
Sebelum tahun 1960, Indonesia adalah negara yang mengagumkan dalam hal toleransi beragama. Pemeluk agama Islam, Hindu, Kristen, dan Buddha dapat hidup rukun tanpa gangguan, bahkan dari penduduk mayoritas. (lebih…)
-
Narkoba Mata
Jam menunjukkan pukul 6 pagi. David, 14 tahun (bukan nama sesungguhnya), pun bergegas ke kamar. Tak lama, ia sudah rapi dengan seragam sekolah. Ia pamit kepada orangtuanya. Bersama sejumlah temannya, David berkumpul di halte. Namun, saat bus menuju sekolahnya tiba, David dan teman-temannya tak juga naik bus. Setelah pukul 8 pagi, bukannya pergi ke sekolah, David dan teman-temannya malah ke warung internet yang tak jauh dari sana. Alih-alih ke sekolah, para remaja tanggung itu malah larut mengunduh film biru dari dunia maya.
Berdasarkan observasi Yayasan Kita dan Buah Hati, kasus di atas sekarang mudah ditemukan di lingkungan anak-anak. Malahan, saking candunya terhadap pornografi, seorang siswa sekolah menengah pertama di Tangerang dirawat akibat konsentrasi belajarnya hilang. “Memang jika perilaku tak senonoh itu dilakukan terus, anak bisa menjadi adiktif,” kata Ketua Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman M.Psi. dalam seminar bertajuk “Memahami Dahsyatnya Kerusakan Otak Anak Akibat Kecanduan Pornografi dan Narkoba dari Tinjauan Kesehatan Inteligensia” di auditorium Departemen Kesehatan beberapa waktu lalu.
Lazimnya, perilaku anak yang demikian bukanlah sebuah aksi tunggal. Di era digital kini, informasi (negatif) yang datang mengalir deras dan berulang dapat membentuk persepsi dan perilaku anak. Otak, sebagai organ pengolah informasi, menerima apa yang dilihat serta didengar. Kemudian memprosesnya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan inteligensia. “Apalagi otak itu adaptif dan fleksibel,” kata Kepala Pusat Inteligensia Departemen Kesehatan dr H. Jofizal Jannis, SpS(K) pada kesempatan yang sama. Lagi pula otak anak kecil berbeda dengan orang dewasa–yang sudah dijejali banyak informasi. “Otak anak itu relatif lebih kosong, sehingga rentan terkontaminasi.”
Menurut Kepala Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Diatri Nari Lestari, SpS, adiksi pornografi kepada anak adalah perilaku yang tidak normal. Hal itu dapat membuat bagian tengah depan otak menyusut dan mempengaruhi perilaku anak. Senada dengannya, ahli bedah saraf Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr., mengatakan adiksi pada manusia, termasuk anak, bermuara ke perubahan sirkuit otak. “Sel otak yang memproduksi dopamin menjadi mengecil, sehingga sel itu mengerut dan tidak bisa berfungsi secara normal,” kata Hilton dalam presentasi. Gangguan inilah, menurut dia, yang membuat neurotransmitter–pengirim pesan kimiawi pada otak–menjadi terganggu.
Dalam versi Diatri, saat anak memperoleh ekstase dari pornografi, fungsi eksekutif di otak anak bakal terpengaruh. “Anak sulit konsentrasi dalam belajar karena reseptor dopaminnya telah diisi hal-hal berbau porno,” ia menjelaskan. Pornografi mengacaukan proses retensi dalam jangka panjang pada memori anak. Retensi itu adalah kemampuan otak seseorang menahan informasi yang diserapnya.
Belum lagi, menurut Diatri, bila kecanduan yang sudah berlangsung lama dan tiba-tiba dihentikan bisa membuat si anak bereaksi menyimpang. “Adiksi ini memiliki tahap toleransi. Misal, mulanya cuma menonton, lalu besoknya ingin mencoba lebih,” dokter berkerudung ini mengungkapkan.
Yang pasti, kerusakan otak akibat film biru ini dapat dibuktikan secara fisik dan radiologis, serta dalam bentuk gangguan perilaku si anak. “Sebenarnya, kerusakan otak karena “narkoba lewat mata” (visual crack cocaine) jauh lebih dahsyat ketimbang seluruh jenis narkoba,” Elly menulis dalam esainya. Bila kondisi itu terus berlarut, bahkan dapat mendegradasi kemampuan inteligensia si anak. Yang ditakutkan adalah perilaku menyimpang itu bakal menerabas tatanan nilai di masyarakat.
Esai berjudul “Tidak Perlu Bom untuk Menghancurkan Indonesia” karya Elly sangat mewakili kondisi anak Indonesia kini. Lihat saja data mencengangkan hasil studi Konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati terhadap 1.625 siswa kelas 4-6 Sekolah Dasar se-Jabodetabek sepanjang 2008. Terungkap, 66 persen dari mereka pernah melihat pornografi lewat berbagai media. Rinciannya, 24 persen anak melihatnya lewat komik, 18 persen video game, 16 persen situs porno, 14 persen film, 10 persen DVD dan VCD, 8 persen telepon genggam, serta 4-6 persen majalah dan koran.
Adapun alasan mereka melihat pornografi, sebanyak 27 persen, sekadar iseng. Lantas 14 persennya terbawa teman dan takut dibilang kurang pergaulan (kuper). Ironisnya, banyak dari mereka yang mengakses tontonan dewasa itu di rumah sendiri, yaitu 36 persen. Lalu warung Internet mencapai 18 persen dan di rumah teman sekitar 12 persen. Artinya, jika dirasio, satu dari dua anak belia itu melihat adegan vulgar di kamarnya sendiri.
Lebih yahud lagi hasil survei Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia pada 2007. Terungkap, sebanyak 97 persen remaja pernah mengakses adegan syur. Lalu 93,7 persen pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks. Yang mengagetkan, 62,7 persen remaja usia sekolah menengah pertama didapati sudah tidak perawan dan 21,2 persen siswi sekolah menengah umum pernah aborsi.
Berdasarkan data itu, lalu ke mana fungsi kontrol keluarga, khususnya orang tua? Malahan dari pertemuan yayasan pimpinan Elly dengan puluhan ribu orang tua di 28 provinsi, ditemukan cuma 10 persen yang mafhum teknologi informasi yang dipakai anak mereka. Artinya, benar apa yang dikatakan Elly, tidak butuh bom untuk menghancurkan bangsa ini.
(Heru Triyono / Koran Tempo 11 Maret 2009)
-
Zorro and The New World Order
The Legend of Zorro (2005) was an interesting film. I’m shocked when I see Orbis Unum symbol. Orbis Unum? E Pluribus Unum? A serpent circling the globe? I think that was a masonic symbol. It looks like a masonic serpent symbolic.
As McGivens (Nick Chinlund) and his men travel to Maderas Cove to pick up the shipment, they pause for water near where Father Quintero is conducting a lesson with the schoolchildren. Joaquin (Adrian Alonso) crawls under the wagon and journeys with McGivens to their destination. Soon after they arrive, Joaquin is caught, but fortunately Zorro (Antonio Banderas) arrives and rescues him. Joaquin shows Zorro a bar of soap that he swiped from the shipment. Zorro is shocked to see that the shipment was just a load of soap. What can McGivens and Armand do with soap?
The bar of soap is marked with the name Orbis Unum and a symbol of a serpent circling the globe. Fray Felipe learns that Orbis Unum is Latin for One World, which is the name of the Knights of Aragon, an ancient religious sect that formed after the Crusades. A prophecy from 1000 years ago reads “There shall be a land in the west of great power that shall rise to threaten the serpent. Only by turning the power onto itself shall the serpent survive.” Fray Felipe and Alejandro conclude that the prophecy means the United States and that Orbis Unum is going to destroy the United States. But… with soap?
It isn’t a common soap, but an explosive soap. I think, Orbis Unum is E Pluribus Unum which mean “Out of Many, One”. It was a Masonic motto that adopted by USA. Masonics want to rule the world. They will not destroy USA in real life, I think. Through USA, Masonics rule the world. Through USA, they build Novus Ordo Seclorum (New World Order).
Knights of Aragon…. I think, they are Knights Templar that formed after the Crusades. Aragon is an autonomous community of Spain. Located in northeastern Spain, the region comprises three provinces from north to south: Huesca, Zaragoza, and Teruel. Its capital is Zaragoza (also called Saragossa in English). There is Masonic temple in Aragon and Catalonia.
So, The Legend of Zorro is one of films that campaigns Masonic Symbols. Although the scenario is rather stange (destroy USA?), but Masonics always have many plan to rule the world and make it into One World. But they will fail as long as Muslims are still fighting against them.
-
Zorro dan New World Order
The Legend of Zorro (2005) merupakan film yang menarik. Saya terkejut ketika saya melihat simbol Orbis Unum. Orbis Unum? E Pluribus Unum? Ular yang membelit globe? Saya rasa itu simbol Masonic. Lambang itu terlihat seperti lambang ular naga simbolis milik Freemason.
Ketika McGivens (Nick Chinlund) dan orang-orangnya pergi ke Maderas Cove untuk mengirim barang, mereka berhenti sebentar untuk meminum air di dekat tempat Bapa Quintero menyelenggarakan pelajaran dengan murid-muridnya. Joaquin (Adrian Alonso) menyelinap di bawah kereta kuda dan melakukan perjalanan dengan McGivens ke tujuan mereka. Segera setelah mereka tiba, Joaquin tertangkap, tetapi Zorro (Antonio Banderas) datang dan menyelamatkan dia. Joaquin menunjukkan sabun yang ia curi dari McGivens kepada Zorro. Zorro terkejut melihat bahwa kiriman itu hanya bermuatan sabun. Apa yang dapat McGivens dan Armand lakukan dengan sabun?
Sabun itu ditandai dengan nama Orbis Unum dan simbol ular membelit globe. Fray Felipe mempelajari bahwa Orbis Unum adalah bahasa Latin untuk Satu Dunia, yang mana merupakan sebutan untuk Knights of Aragon, sebuah sekte agama kuno yang dibentuk setelah Perang Salib. Nubuatan dari 1000 tahun lalu dibacanya, “Akan ada sebuah negeri di sebelah barat yang besar yang akan bangkit mengancam ular. Hanya dengan memutar kekuatan tersebut kepada dirinya sendiri ular itu akan bertahan.” Fray Felipe dan Alejandro (Antonio Banderas) menyimpulkan bahwa nubuatan itu berarti bahwa negeri di barat adalah Amerika Serikat, dan Orbis Unum akan menghancurkan Amerika Serikat. Tetapi… dengan sabun?
Ini bukan sabun biasa, tetapi sabun yang dapat meledak. Saya rasa, Orbis Unum itu maksudnya E Pluribus Unum yang berarti “Dari yang Banyak, Satu”. Itu merupakan moto Masonic yang diadopsi oleh Amerika Serikat. Para Masonic ingin menguasai dunia. Mereka tidak akan menghancurkan AS dalam kehidupan nyata, saya rasa. Melalui Amerika Serikat, para Masonic menguasai dunia. Melalui Amerika Serikat, mereka membangun Novus Ordo Seclorum (Tatanan Dunia Baru).
Knights of Aragon …. saya rasa, mereka adalah Knights Templar yang dibentuk setelah Perang Salib. Aragon adalah sebuah komunitas otonomi di Spanyol. Terletak di timur laut Spanyol, yang terdiri dari tiga wilayah provinsi dari utara ke selatan: Huesca, Zaragoza, dan Teruel. Ibukotanya adalah Zaragoza (juga disebut Saragossa dalam bahasa Inggris). Kuil Masonic juga ada di Aragon dan Catalonia.
Jadi, The Legend of Zorro adalah salah satu film yang mengkampanyekan simbol-simbol Masonic. Meskipun skenarionya agak aneh (menghancurkan USA?), tetapi para Masonic memang selalu memiliki banyak rencana untuk memerintah dunia dan membuatnya menjadi Satu Dunia. Tetapi mereka akan gagal selama Muslim masih berjuang menghadapi mereka.
-
Pelajar Semakin Liar
Kasus tawuran dan kekerasan di kalangan pelajar kian hari kian meningkat. Bukannya saya membela guru yang melakukan kekerasan terhadap pelajar, namun saya melihat bahwa sebagian kasus kekerasan guru terhadap anak didiknya yang duduk di bangku sekolah menengah atas sepertinya lebih dipicu oleh perilaku pelajar itu sendiri yang memang semakin menunjukkan keliarannya.
Bagaimana emosi para guru ini tidak terpancing melihat anak didiknya lebih senang membawa samurai dari pada pulpen dan penggaris? Berapa banyak pelajar yang memperhatikan pelajaran yang diberikan gurunya? Berapa banyak pelajar yang senang membaca buku pelajaran? Berapa banyak siswa yang taat beragama?
Pertanyaan terakhir ini perlu diperhatikan oleh setiap orangtua. Apakah anak Anda termasuk anak yang taat beragama? Jika tidak, maka berhati-hatilah! Karena anak Anda lebih membutuhkan agama dari pada pelajaran sekolah. Jika anak Anda tak lagi taat beragama, saya khawatir kalau saja anak Anda akan termasuk kepada pelajar-pelajar liar yang sebenarnya tak layak disebut pelajar. Pelajar hanya menjadi status saja. Tetapi kelakuan mereka bisa lebih parah daripada preman. Karena faktanya, memang ada pelajar-pelajar yang malah membuat kelompok pemalak dan mengganggu kenyamanan penumpang bus.
Kita juga telah menyaksikan berita di tanah air mengenai banyaknya kasus perkelahian antar pelajar bahkan antar pelajar puteri. Lagi-lagi, sinetron dan film di tanah air tak bisa dicoret dari daftar faktor penyebab munculnya kasus-kasus seperti itu. Karena memang sinetron di tanah air terus memperlihatkan kekerasan dan persaingan tak sehat antar pelajar, baik pelajar putera mau pun pelajar puteri.
Faktor lainnya, tetap klasik, yaitu kurangnya ilmu dan peran orangtua dalam mendidik dan memperhatikan anak. Walau ilmu parenting Islami terus disuarakan, namun tetap tak banyak mendapat tempat di hati para orangtua.
Pada akhirnya, anaklah yang menjadi korban, korban sinetron dan kurangnya ilmu serta perhatian orangtua. Sehingga anak bergaul dan berbuat tanpa arahan agama, tanpa perhatian orangtua. Orangtua baru tersentak ketika anaknya telah terjebak pada narkoba. Orangtua baru tersadar ketika puterinya mengandung di luar nikah. Jika sudah begitu, barulah orangtua menyesal karena tak ambil peduli terhadap perkataan orangtuanya dulu tentang pentingnya agama. Aturan dan norma agama yang diajarkan orangtuanya dulu dianggapnya kolot. Akhirnya, karena ia tak mau mengajarkan apa yang dianggapnya kolot itu, ia pun membiarkan anak-anaknya bergaul tanpa aturan agama. Hasilnya, puteranya terjebak narkoba, puterinya digauli bandar narkoba hingga mengandung di luar nikah.
Cobalah lihat anak-anak Anda! Bukankah mereka adalah anak-anak yang sangat lucu ketika masih balita dulu? Bukankah Anda begitu memperhatikan mereka? Mengapa perhatian Anda menjadi berkurang ketika mereka tak lagi seimut dulu? Akibatnya mereka tumbuh menjadi musuh Anda yang nyata. Bagaimana pun juga, mereka adalah anak-anak Anda yang selalu butuh kasih-sayang, perhatian dan juga arahan yang benar. Ajaran Islam adalah panduan praktis yang Anda butuhkan dalam mendidik mereka. Ajaran Islam merupakan paket komplit yang Anda butuhkan. Ajarkan Islam yang benar kepada mereka sebelum mereka aqil balligh, maka dengan izin Allah akan Anda dapati mereka tumbuh sebagai pelipur hati Anda.
-
Imam Mahdi
Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun. [HR. Thabrani]
Imam Mahdi sebenarnya adalah sebuah nama gelar sebagaimana halnya dengan gelar khalifah, amirul mukminin dan sebagainya. Imam Mahdi dapat diartikan secara bebas bermakna “Pemimpin yang telah diberi petunjuk”. Dalam bahasa Arab, kata Imam berarti “pemimpin”, sedangkan Mahdi berarti “orang yang mendapat petunjuk”. Nama Imam Mahdi sebenarnya seperti yang disebutkan dalam hadits di atas, ia bernama Muhammad (seperti nama Nabi Muhammad), nama ayahnya pun sama seperti nama ayah Nabi Muhammad SAW yaitu Abdullah. Nama Imam Mahdi sama persis dengan Rasulullah SAW yaitu Muhammad bin Abdullah.
Diantara ciri-ciri beliau adalah seperti tersebut dalam hadits:
Al-Mahdi berasal dari umatku, berkening lebar, berhidung panjang dan mancung. Ia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi ini) sebelum itu dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan, dan ia (umur kekhalifahan) berumur tujuh tahun. [HR. Abu Dawud dan al-Hakim]
Al-Mahdi berasal dari umatku, dari keturunan anak cucuku. [HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim]
Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya. [HR. Muslim dan Ahmad]
Jadi, Imam Mahdi itu bernama Muhammad bin Abdullah, termasuk ummat Nabi Muhammad, bahkan dari keturunan beliau SAW, berkening lebar, berhidung panjang dan mancung. Dan beliau akan memimpin ummat serta memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran. Beliau memimpin ummat Islam selama 7 tahun. Maka pahamilah hal ini, wahai mereka yang tidak percaya akan adanya Imam Mahdi! Nabimu sendiri telah menyebutkan ciri-ciri fisiknya.
Dibai’atnya Imam Mahdi
Kemunculan Imam Mahdi bukan karena kemauan Imam Mahdi itu sendiri melainkan karena takdir Allah yang pasti berlaku. Bahkan Imam Mahdi sendiri tidak menyadari bahwa dirinya adalah Imam Mahdi melainkan setelah Allah SWT mengislahkannya (mempersiapkan dirinya) dalam suatu malam, seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits berikut:
Al-Mahdi berasal dari umatku, yang akan diislahkan oleh Allah dalam satu malam. [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
Dibai’atnya Imam Mahdi akan di dahului oleh beberapa tanda-tanda sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadits berikut:
Aisyah Ummul Mukminin RA telah berkata: Pada suatu hari tubuh Rasulullah SAW bergetar dalam tidurnya. Lalu kami bertanya, ‘Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan wahai Rasulullah?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Akan terjadi suatu keanehan, yaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju baitullah (Ka’bah) untuk memburu seorang laki-laki Quraisy yang pergi mengungsi ke Ka’bah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai ke padang pasir, maka mereka ditelan bumi.’ Kemudian kami bertanya, ‘Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat bermacam-macam orang?’ Beliau menjawab, ‘Benar, di antara mereka yang ditelan bumi tersebut ada yang sengaja pergi untuk berperang, dan ada pula yang dipaksa untuk berperang, serta ada pula orang yang sedang berada dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian Allah SWT akan membangkitkan mereka pada hari berbangkit, menurut niat mereka masing-masing. [HR. Bukhary, Muslim]
Sungguh, Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan, sehingga apabila pasukan tersebut telah sampai pada sebuah padang pasir, maka bagian tengah pasukan itu ditelan bumi. Maka berteriaklah pasukan bagian depan kepada pasukan bagian belakang, dimana kemudian semua mereka ditenggelamkan bumi dan tidak ada yang tersisa, kecuali seseorang yang selamat, yang akan mengabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka. [HR. Muslim, Ahmad, Nasai, dan Ibnu Majah]
Suatu pasukan dari umatku akan datang dari arah negeri Syam (Palestina) ke Baitullah (Ka’bah) untuk mengejar seorang laki-laki yang akan dijaga Allah dari mereka. [HR. Ahmad]
Akan dibaiat seorang laki-laki antara makam Ibrahim dengan sudut Ka’bah. [HR. Ahmad, Abu Dawud]
Kepemimpinan Imam Mahdi
Dalam hadits yang disebutkan di atas Imam Mahdi akan memimpin selama 7 atau 8 atau 9 tahun. Semasa kepemimpinannya Imam Mahdi akan membawa kaum muslimin untuk memerangi kezhaliman, hinga satu demi satu kezhaliman akan tumbang takluk dibawah kekuasaanya.
Kemenangan demi kemenangan yang diraih Imam Mahdi dan pasukannya akan membuat murka Raja Kezhaliman (Dajjal) sehingga membuat Dajjal keluar dari persembunyiannya dan berusaha membunuh Imam Mahdi beserta pengikutnya.
Kekuasaan dan kehebatan Dajjal bukanlah lawan tanding Imam Mahdi. Oleh karena itu, sesuai dengan takdir Allah, maka Allah SWT akan menurunkan Nabi Isa dari langit yang bertugas membunuh Dajjal. Imam Mahdi dan Nabi Isa akan bersama-sama memerangi Dajjal dan pengikutnya, hingga Dajjal mati ditombak oleh Nabi Isa di “pintu Lod” dalam kompleks Al-Aqsa.
Turunnya Nabi Isa
Dari Abu Hurairah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Sudah dekat masanya turun kepada kamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil, yang akan membunuh Dajal, membunuh babi, menghancurkan salib dan menghapuskan cukai kerana harta ketika itu melimpah ruah. Ketika itu nanti manusia hanya sujud kepada Allah Tuhan sekalian alam.”
Ummu Syuraik bertanya kepaad Rasulullah s.a.w tentang hari Dajal: “Ya Rasulullah, ke mana orang-orang Arab ketika itu?” Rasulullah s.a.w menjawab: “Jumlah mereka pada waktu itu terlalu sedikit. Mereka lari ke Baitul Maqdis menjumpai Imam mereka, seorang lelaki sholih (Imam Mahdi).
Jabir bin Abdullah berkata, “Saya mendengarkan Rasulullah bersabda, ‘Umatku tidak akan berhenti berperang untuk membela yang benar hingga datang hari kiamat’. Rasulullah lalu bersabda, ‘Kemudian, turunlah Isa bin Maryam dan pemimpin mereka berkata, ‘Ke sinilah dan pimpinlah kami dalam sembahyang’, namun dia akan berkata, ‘Tidak! Sebab sebagian kalian adalah pemimpin untuk sebagian yang lain, sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini’” [HR Muslim]
Nabi Isa akan turun ketika Imam Mahdi telah siap memimpin shalat Shubuh di Masjidil Aqsha. Melihat kedatangan beliau as, Imam Mahdi mempersilahkan beliau as untuk menjadi Imam. Namun Nabi Isa as lebih suka menjadi ma`mum dari ummat Nabi Muhammad SAW.
Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang nabi pun antara saya dan Isa. Sesungguhnya, dia akan turun ke bumi. Maka jika kalian melihatnya, kenalilah dia. Dia adalah seorang laki-laki dengan ukuran sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Dia memakai dua baju kuning terang. Kepalanya seakan-akan ada air yang mengalir walaupun sebenarnya ia tidak basah. Dia akan berperang melawan manusia untuk membela Islam. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah. Allah akan menghapuskan semua agama di zamannya kecuali Islam. Isa akan membunuh Dajjal dan dia akan hidup di bumi selama empat puluh tahun dan kemudian dia meninggal. Kaum muslimin akan menyembahyangkan jenazahnya”. [Abu Dawud]
Menurut Ibnu Katsir, Nabi Isa diangkat pada usia 33 tahun. Dan beliau as akan turun kembali, dan menetap di bumi selama 7 tahun lagi, lalu wafat. Sehingga Nabi Isa as tinggal di bumi selama 40 tahun lamanya, yaitu 33 tahun ditambah 7 tahun.
Imam Mahdi dan Nabi Isa Memerangi Dajjal
Selesai sholat, Nabi Isa as berkata kepada semua jama’ah: “Bukakan pintu itu.” Mereka membuka pintu Masjid itu. Tiba-tiba terlihatlah Dajal dan di belakangnya ada 70,000 Yahudi lengkap membawa senjata.
Melihat Nabi Isa ada di dalam masjid itu, Dajjal tiba-tiba saja layu atau cair seperti cairnya garam disirami air. Dajjal itu lari terbirit-birit karena ketakutan. Nabi Isa bersama kaum Muslimin terus saja mengejarnya kemudian menjumpainya di Babu Luddi (Pintu Ludd). Dan di sanalah Nabi Isa as membunuh Dajjal.
Orang-orang Yahudi pun akan dikalahkan dan dibinasakan Allah pada waktu itu. Mereka mencoba lari dan bersembunyi tetapi semua benda tempat mereka bersembunyi akan pandai berbicara dengan seizin Allah. Benda-benda dimaksud termasuklah dinding, batu, pohon, dan sebagainya. Kalau ada orang Yahudi yang bersembunyi di balik mereka, benda-benda itu akan memberitahukannya. Jika mereka bersembunyi di balik batu, maka batu pun berkata: “Wahai hamba Allah yang beriman, di sini ada orang Yahudi, bunuhlah dia.” Begitu pula jika bersembunyi di balik pohon, kecuali pohon Ghorqod, dia itu pohon Yahudi.
Kemakmuran dan Kedamaian
Setelah kejadian itu, bumi menjadi damai. Tidak ada lagi perang. Tidak ada saling cemburu, dengki, saling memarahi dan mengganggu antara sesama makhluk Allah. Sehingga ada anak perempuan yang bermain-main dengan harimau dan harimau itu tidak menerkamnya. Serigala akan tinggal bersama domba, dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Seluruh dunia ketika itu diliputi oleh kedamaian, keamanan dan ketenteraman. Ketika itu, tidak ada yang disembah selain Allah.
-
Global Warming
Saat ini,hampir seluruh penduduk dunia merasakan suhu udara yang semakin panas.Kekeringan terjadi di mana-mana.Musim yang tidak menentu menyebabkan gagal panen,terutama di kalangan petani tradisional. Mencairnya glacier dan bongkahan es telah menyebabkan naiknya permukaan air laut. (lebih…)
-
Salib Bengkok
Perhatikan salib yang dipegang Paus Yohanes Paulus II. Perhatikan baik-baik, dan Anda akan menyadari bahwa salib itu bukanlah salib yang biasa digunakan orang Kristen seperti gambar di bawah. Salib yang dipegang Paus Yohanes II dikenal sebagai “Salib Bengkok”. Apa artinya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita merujuk kepada seorang pengarang Katolik Roma, Piers Compton, menulis dalam bukunya, “The Broken Cross: Hidden Hand In the Vatican”, Channel Islands, Neville Spearman, 1981. (lebih…)


