Kategori: Akhir Zaman

  • Ada Apa Di Tahun 2020?

    (Pikiran Rakyat 30 Januari 2006)

    DALAM tataran wacana, ada perbedaan antara tahun baru Islam tahun lalu dengan masa sekarang. Sejumlah narasumber “PR” di kalangan umat Islam menyebutkan, detik-detik peringatan tahun baru Islam saat ini diwarnai dengan perbincangan tentang hasil intelijen asing yang menyimpulkan asumsi terjadinya kebangkitan Islam secara total pada tahun 2020. Ya, itu berarti tinggal 14 tahun lagi.

    Sementara itu, selama sepekan ini “PR” mencatat adanya “dialog hangat” seputar bagaimanakah upaya mengondisikan umat Islam agar selalu siap menyambut tibanya abad ke-15 Hijriah sebagai momentum sesungguhnya kebangkitan kaum Muslimin.

    Selain itu, yang juga tak kalah menariknya adalah wacana perihal apakah benar abad ke 15 Hijriah merupakan saat awal kebangkitan Islam? Jika bukan, maka kapankah waktu atau tahun berapakah terjadinya kebangkitan umat Islam di dunia?

    Tak hanya itu, berdasarkan penelusuran tim “PR” di sejumlah basis kaum tarekat, ternyata ditemui wacana tentang akan turunnya Imam Mahdi yang akan “membebaskan” dunia dari kejahiliahan. Konon Imam Mahdi–yang kini masih “disembunyikan” Allah SWT–akan memimpin umat manusia di dunia.

    Untuk itulah, sejumlah penganut tarekat kini berusaha mempersiapkan “fasilitas” sebelum diturunkan-Nya Imam Mahdi tersebut. Mereka membangun berbagai sarana seperti di bidang perekonomian dan pendidikan untuk memuluskan aktivitas Imam Mahdi kelak.

    Dalam konteks umat Islam pada umumnya, “persiapan” di bidang ekonomi dan pendidikan yang dilakukan kaum tarekat, ternyata disambut hangat dan menjadi fenomena tersendiri bernuansa kebangkitan kaum Muslimin. Pasalnya, ada tarekat yang bekerja keras membangun perekonomian dan pendidikan, mempersiapkan sistem hidup islami–termasuk membangun keluarga islami plus membudayakan poligami– serta mengoptimalkan nilai manfaat bagi umat Islam disekitarnya.

    Sebut saja umpamanya, penganut tarekat pimpinan Ustaz Haji Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi yang yang menggiatkan perekonomian dan pendidikannya. Dengan bernaung di bawah nama Rufaqa’ Corporation Sdn. Bhd., jemaah tarekat–yang dulu bernama Darul Arqam (DA)–ini, menghidupkan perniagaan di berbagai negara di Asia khususnya seperti di Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

    Selain mereka, ada juga penganut tarekat yang “mempersiapkan” berbagai sarana untuk memuluskan era kejayaan Islam dan umatnya. Misalnya, jemaah tarekat Syadziliyah yang dipimpin Syekh Abdul Qadir As Sufi (di Indonesia dipimpin oleh Amir Achmad Iwan Ibrahim Adjie).

    Jemaah tarekat yang tumbuh subur di Eropa ini, memiliki banyak bisnis dan menyosialisasikan penggunaan mata uang Islam dinar serta dirham. Dengan sekuat tenaga, mereka mendakwahkan perlunya menghidupkan kembali amalan Madinah. Sejumlah pengikutnya terus bekerja keras demi kejayaan Islam dan umatnya (izzul Islam wal Muslimin).

    Di Tanjung Anom Nganjuk Jawa Timur, Bandung, dan Jakarta, ada juga Gerakan Jemaah Tarekat Lil Muqorrobien–pimpinan K.H. Muhammad Munawar Afandi–yang mempersiapkan situasi kondusif menyambut kebangkitan Islam dengan tampilnya Imam Mahdi selaku imam di dunia kelak.

    PREDIKSI tibanya momentum kebangkitan Islam ini, juga dilakukan oleh sejumlah agen intelijen di berbagai negara di dunia. Mereka menduga kuat akan tibanya kehidupan religius yang berdasarkan syariat Islam secara total pada tahun 2020.

    Hal tersebut dapat diketahui dari hasil analisis intelijen di 15 negara yang tergabung dalam National Intelligence Council (NIC) yang bermarkas di Kantor Central Intelligence Agency (CIA) di Langley Virginia Amerika Serikat (AS).

    Dalam laporannya berjudul “Mapping the Global Future”, Direktur NIC, Robert Hutchings mengungkapkan tentang masa depan dunia. Disebutkannya, pada tahun 2020 akan bangkit kembali Kekhalifahan Islam (Islamic Caliphate) baru yakni sebuah pemerintahan Islam yang mampu memberi tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai Barat (Harian USA Today, edisi 13 Februari 2005/HU Kompas, 16/2/2005).

    Ketika hasil analisis intelijen tersebut tersebar, ungkap nara sumber “PR”, sejumlah pimpinan ormas Islam dan aktivis dakwah merasa tidak terkejut. Alasannya, tanda-tanda bagi kebangkitan kembali kaum Muslimin sudah “terasa” sejak lama. Sejumlah pimpinan ormas Islam menyebutkan “roh kebangkitan” dengan kalimat “semakin ditekan dan dizalimi, maka semakin bersatulah kaum Muslimin untuk bangkit.”

    Sementara itu, bagi para pakar sejarah Islam, kebangkitan kaum Muslimin di masa sekarang sesungguhnya merupakan rangkaian dari masa silam. Sejarahwan Muslim, H. Ahmad Mansur Suryanegara, umpamanya, menyebutkan, perihal adanya kaitan antara pengusaha kerajinan dan kain Indonesia–di masa silam– dengan para pedagang di tanah suci, dan negeri-negeri Islam lainnya.

    Dalam konteks ini, realita sejarah menunjukkan Indonesia ternyata pernah “bersentuhan” dengan tatanan pemerintahan berdasarkan syariat Islam yakni Khilafah Islamiyah di Turki Utsmani. Saat itu, nuansa kejayaan Islam tampak di kawasan tersebut.

    Interaksi antara Indonesia dengan negeri-negeri Islam dan Khilafah Islamiyah itu, setidaknya terwakili dengan fakta adanya jalinan yang erat antara negeri-negeri kesultanan di nusantara, antara lain Sultan Iskandar Muda (di Aceh atau Nanggroe Aceh Darussalam/NAD), Kesultanan Sumatra Barat, Buton (Sulawesi Selatan), Ternate, dan Tidore (Maluku Utara), serta beberapa kesultanan di Pulau Jawa maupun peran dan kiprah dakwah yang dilakukan Walisongo di berbagai daerah di Indonesia.

    Nikmatnya hidup dalam atmosfer kejayaan Islam tersebut, sempat dirasakan kaum Muslimin di nusantara dan negeri-negeri lainnya sebelum terjadinya peristiwa peruntuhan Khilafah Islamiyah oleh Mustafa Kamal pada 3 Maret 1924. Upaya untuk merasakan nikmatnya hidup dalam sebuah tatanan global syariat Islam (Khilafah Islamiyah) yang sempat melembaga selama 1.300 tahun itu, sempat dilakukan melalui penyatuan wacana, visi, dan pijakan alternatif seperti melalui konferensi, pertemuan, atau musyawarah, antara lain :

    Kongres Kekhalifahan Islam di Kairo (1926), Kongres Muslim Dunia di Mekah (1926), Konferensi Islam al Aqsho di al Quds (Desember 1931), Konferensi Islam Internasional II di Karachi Pakistan (1949), Konferensi Islam Internasional III di Karachi Pakistan (1951), Pertemuan Puncak Islam di Mekah (Agustus 1954), Konferensi Muslim Dunia di Mogodasihu (1964), Pertemuan di Malaysia ( 1968 ) yang melahirkan Persemakmuran Muslim dengan tujuan memajukan solidaritas dan kerja sama yang pada akhirnya memunculkan gagasan Konfrensi Menteri-menteri Luar Negeri Muslim di Kuala Lumpur Malaysia (1969).

    Adanya informasi sejarah tentang masa kejayaan umat Islam dalam atmosfer Khilafah Islamiyah di Turki Utsmani, menurut sejumlah aktivis dakwah kampus di Kota Bandung, menimbulkan stimulus untuk berharap hal yang sama di masa kini.

    “Saya dan rekan-rekan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) khususnya maupun umat Islam umumnya, tentu mengharapkan kembalinya masa kejayaan Islam dan umatnya. Sebab, hanya kembali ke syariat Islamlah terdapat solusi atas segala problem di dunia ini,” kata ustaz Farid Fajdi

    Menurut pengelola majalah terbitan HTI Al Wa’ie ini, kaum Muslimin sudah saatnya meningkatkan pengetahuannya tentang syariat Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itulah, setiap diri dan keluarga Muslim berkewajiban mempelajari agama Islam secara serius, dan mengubah perilakunya yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

    “Jika kesadaran beragama di kalangan kaum Muslimin sudah meningkat dan syariat Islam benar-benar ditegakkan dalam pribadi, keluarga, serta masyarakat, dan negeri-negeri Muslim, tentu kejayaan Islam dan umatnya dapat kita songsong dengan baik. Ya, dengan ikhtiar itu mudah-mudahan kita dapat menghidupkan kembali Khilafah Islamiyah,” ujar Farid Wajdi.

    Dalam konteks ini, tentu menarik pula bila kita merenungi pernyataan pimpinan Rufaqa’, Ustaz Haji Abuya Imam Ashaari Muhammad At Tamimi,”Insya Allah kebangkitan umat Islam itu terjadi, dan kini sedang berlangsung di Timur. Untuk itulah, semua orang harus menghadirkan Tuhan, Allah, dimana-mana. Orang yang tidak merujukkan seluruh aspek kehidupannya kepada Allah, secara tidak sadar mereka menganggap urusan-urusannya bukan urusan Allah. Seolah-olah Allah tidak mengetahui apa-apa tentang ekonomi, politik, teknologi, perdagangan, keuangan, dan lain-lain. Akibat melupakan Allah dan aturan-aturan Allah untuk mengatur seluruh aspek dalam hidup mereka, maka Allah biarkan mereka dalam krisis dan keterpurukan.” (Sarnapi/Achmad Setiyaji/”PR”)

  • BENIH PASUKAN DAJJAL DI RUMAH KITA

    Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah, tanda-tanda hari kiamat telah banyak yang muncul dimukan bumi, dan lebih dari 200 hadits shahih mengabarkan tentang kemunculan Dajjal yang akan menebarkan kemungkaran di Barat dan timur, dan kemunculan Dajjal adalah sebelum kebangkitan Isa bin Maryam sebagaimana dijelaskan dalam bebrapa hadist dari shahihain, dan Dajjal akan menguasai seluruh dunia kecuali Makkah dan Madinah yang terjaga oleh para malaikat. Dajjal akan muncul sebagai pemimpin kekerasan, dan para pengikutnya tentunya orang-orang bengis dan kejam, pasukannya adalah pasukan penebar maut dan meluluh lantahkan dunia ini dengan kekejaman dan pembantaian bagi mereka yang menolak untuk beriman padanya. 

    Dajjal bukanlah seperti diumpamakan oleh penafsiran kelompok liberal, yaitu berupa Negara adidaya, atau politikus dlsb, Dajjal adalah Makhluk yang buta sebelah matanya, demikian dijelaskan dalam Nash yang jelas pada Shahihain Buhkhari dan Muslim. Dajjal ini tentunya mempunyai pengikut, siapakah pengikutnya?, tentunya manusia, bisa dari keluarga kita, atau bisa dari keturunan kita, bisa dari tetangga kita, dan bisa dari golongan manapun dari keturunan Adam as, dan Dajjal ini muncul sebagai pembawa fitnah merusak Ummat Muhammad saw untuk tenggelam dalam kekufuran, Ketika kita meyakini bahwa dajjal akan muncul dengan pasukan dan “jamaahnya”, maka logika kita memahami bahwa kita harus waspada, siapakah kiranya calon pengikut dajjal ini?, kita memahami bahwa Dajjal ini Pemimpin kekerasan, kebengisan yang tak pernah mengenal akhlak dan kasih sayang, tentunya pengikutnya pun demikian.., orang-orang yang keras dan di Tarbiyah dengan kekerasan dan kekejaman, mereka orang-orang yang beridolakan manusia-manusia yang bengis dan tak mengenal kasih sayang.. Nah.. mereka itulah tentunya calon-calon pasukan Dajjal. 

    Suatu pagi, saya tak sengaja melihat berita di televisi, saya terperanjat.., anak-anak kecil dan bocah di hampir seluruh nusantara ini kena penyakit wabah yang sangat mengerikan, yaitu pecandu “smack down”, mereka membunuh dengan tenang sambil becanda, jatuh banyak korban, ada yang wafat, ada yang luka-luka, kenapa mereka bocah-bocah cilik ini??, berkelahi??, tawuran??, demo??, ternyata mereka hanya main-main dan bercanda. 

    Bercanda dan bermain yang membawa kematian…!, Hatiku bergetar.. naudzubillah dari adik-adik ini.., mereka sudah menjadi pembunuh kejam sejak masih jadi bocah, bahkan mereka lebih keji dan sadis dari pembunuh berdarah dingin.., mengapa?, karena mereka membunuh sambil bercanda, wajah-wajah polos yang tak pernah berbuat kenakalan remaja itu kini menjadi pembunuh.. salah satu dosa terbesar setelah menduakan Allah, dosa membunuh lebih besar dari zina, mabuk dan lainnya. Kita akan berkata : “Yah.. itu kan mereka main-main dan tak sengaja”, saudaraku Demi Allah, main-main dan tak sengaja itu yang lebih berbahaya, karena mereka sudah mulai menganggap remeh membunuh temannya dari sejak kecil.. Mereka beridolakan kaum barbar, kelompok manusia biadab yang tak mengenal kasih sayang, kumpulan ratusan kafir yang tak suka dengan kelembutan, bersorak sorai menyaksikan pembantaian dan kekerasan.. 

    Adik-adik kita, anak-anak kita.., idola mereka adalah kelompok barbar itu.., mereka kenal dan hafal nama-namanya, naudzubillah kalau mereka ditunjukkan wajah-wajah barbar itu dihari kiamat niscaya mereka akan mengenalinya.. 

    Satu hal yang merobek hatiku adalah ketika kulihat di layar televisi itu foto-foto mereka kaum barbar yang wajahnya sadis dan menakutkan itu sudah dihafal dengan baik oleh mereka anak-anak SD, mereka mengenali wajah-wajahnya, sudah terpahat di hati mereka wajah-wajah itu, barangkali mereka tidur pun mimpi jumpa dan bersahabat dengan mereka, angan-angan dan hayalan anak-anak kita adalah menjadi barbar seperti itu, dengan potongan rambut yang sama, dengan tingkah yang sama, dengan kebengisan yang sama, dengan kebejatan yang sama. 

    Barangkali bocah-bocah muslimin masa kini jijik dengan peci putih, jijik dengan majelis taklim, jijik dengan sarung dan sejadah, mereka sudah berotak barbar dan biadab, anda tak percaya?, coba berikan hadiah pada mereka dua hadiah, yaitu sajadah.., atau topeng wajah si barbar, mana yang mereka pilih? Pilihkan pada mereka, mau hadir majelis taklim atau nonton smack down?, mana yang mereka pilih?, ah barangkali mereka memang lebih suka main, itu kan wajar.. Coba pilihkan, mau nonton smack down atau dibelikan ice cream, mobil2an, coklat.., mana yang mereka pilih?. Coba pilihkan, ingin jumpa Rasulullah saw atau ingin jumpa mereka?? 

    Generasi bocah dan pemuda kita ini besar kemungkinan akan jumpa dengan masa kebangkitan Dajjal, mereka sudah terbiasa dengan idola manusia hero nan buas, beda dengan superman yang tokoh hero masa dulu, berupa manusia heroic yang berbudi baik namun membuka auratnya, kini idola mereka jauh lebih buruk, manusia heroic berhati iblis, membantai teman sendiri, menyerang dari belakang dengan licik, menyiksa teman yang sudah roboh tak berdaya, berlaga ditengah kerasnya musik, inilah tarbiyah smack down yang merupakan kedok orang yahudi untuk menghancurkan generasi belia muslimin masa kini. 

    Pemudanya sudah hancur dengan narkotika, bisa kita bayangkan generasi pemimpin masa datang adalah generasi gangster dan pemimpin pemimpin Negara muslimin terbesar ini kelak adalah pecandu narkotika, dan generasi setelah mereka menyusul generasi Barbar, sadis, pembunuh, penyiksa, licik, dan berkiblat dan beridolakan orang-orang kejam, Lalu muncullah dajjal, disambut hangat oleh para pengikutnya, dajjal yang menawarkan kenikmatan, kekejaman, kelicikan, dan kekuasaan.. 

    Ketika kulihat anak-anak dan adik-adik dirumah-rumah muslimin.. benih-benih sifat pengikut dajjal mulai ditumbuhkan disanubari mereka.. dan hasilnya jelas terlihat, smack down ini baru kira-kira kurang dari satu tahun dikenalkan di negara kita, sudah banyak korban kematian, cidera dll, menunjukkan hasil yang gemilang untuk menghancurkan generasi belia muslimin.. mereka berhasil.. Tanggung jawab ada pada setiap ayah dan ibu.., adakah ayah dan ibu mengenalkan idola agung untuk anaknya?. 

    Saudara-saudaraku, Majelis dakwah kita ini terus berjuang siang dan malam mengajak masayarakat beridolakan nabi Muhammad saw, kita sudah mengkordinir 66 majelis berupa masjid, musholla, majelis taklim, dll untuk terus dikunjungi secara berkala untuk membangkitkan muslimin agar mencintai Rasul saw, kita terus berjuang, siang dan malam tanpa mengenal lelah, hujan dan panas tak menghalangi kami bersama para pemuda untuk terus mengibarkan Panji Dakwah Muhammad saw setiap malamnya, telah terkordinir ribuan pemuda, ribuan bocah dan anak-anak yang beridolakan Rasul saw, mencintai sunnah, mencintai shalawat, mencintai sahabat. 

    Maka kuseru saudara-saudara muslimin sekalian untuk bersama-sama mengambil andil dalam dakwah ini, dengan pemikirannya, dengan keahliannya, dengan jabatannya, dengan hartanya, dengan tenaganya, dengan doa dan munajatnya, agar dakwah ini terus maju, Buktikan Cintamu pada Rasulullah saw, buktikan baktimu pada Muhammad saw, Jadikan baktimu pada Nabi saw terpahat pada usiamu, jadikan baktimu pada Nabi saw terpahat pada jabatanmu, jadikan baktimu pada Nabi saw terpahat pada keahlianmu, jadikan baktimu pada Nabi saw terpahat pada hartamu, jadikan baktimu pada Nabi saw terpahat pada bibirmu, termuliakanlah sebagaimana para sahabat termuliakan dengan Bakti mereka pada Rasulullah saw. 

    Bayang-bayang generasi Pasukan Dajjal sudah mulai terlihat, namun bayang-bayang generasi pasukan pembela sunnah yang akan melawan Dajjal pun mulai terlihat

     

    (Habib Munzir Al-Musawa, www.majelisrasulullah.org)Â