Kategori: Menanggapi Kristen

  • Kelemahan Alkitab

    Alkitab terdiri dari 2 bagian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama merupakan Kitab-Kitab yang ditulis sebelum kedatangan Nabi Isa, sedangkan Perjanjian Baru adalah tulisan-tulisan yang dianggap suci setelah Nabi Isa diangkat ke langit. (lebih…)

  • The Messiah

    Selama ini kita telah melihat The Passion of The Christ. Dan kita santai-santai saja menontonnya. Padahal film tersebut dibuat oleh orang Kristen dengan sudut pandang orang Kristen. Namun film itu ditayangkan juga di stasiun swasta yang cakupannya nasional di negeri yang penduduk mayoritasnya adalah Muslim. Tetapi kita tetap menontonnya. Jadi, sekarang gantian lah… (lebih…)

  • Skandal Seks Para Pemuka Kristen

    Gereja, Keuskupan, dan segala organisasi keagamaan Katholik dan Protestan memang tak sepi dari skandal seks. Dari mulai pelecehan ringan seperti meraba, hingga pelecehan berat seperti sodomi, pemerkosaan terhadap jemaat wanita, dan juga perzinaan antar pengurus Gereja. Di bawah ini ada beberapa kasus pelecehan seks dalam tubuh Gereja. (lebih…)

  • Kristenisasi Hama Persatuan

    Sebelum tahun 1960, Indonesia adalah negara yang mengagumkan dalam hal toleransi beragama. Pemeluk agama Islam, Hindu, Kristen, dan Buddha dapat hidup rukun tanpa gangguan, bahkan dari penduduk mayoritas. (lebih…)

  • Diskusi Mengenai Beberapa Ayat Al-Qur`an

    Pagi ini, saya mendapat beberapa pertanyaan dari seorang pengunjung, sebut saja Yesus, mengenai beberapa ayat dari Al-Qur`an. Karena hasil tanya-jawabnya menjadi panjang, saya fikir, lumayan juga jika dijadikan artikel . Di bawah ini tanya-jawabnya. Dan maaf jika tulisannya tidak baku.

    Salam damai dalam Isa anak Maryam
    sekarang pertanyaan saya yang lainnya… apakah anda mempercayai alquran sebagai wahyu Allah?? Padahal dalam alquran sendiri di dalam (4 An Nissa 82) menyatakan bahwa alquran bukan wahyu Allah??

    [4.82] Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

    Ayat itu justeru menjamin bahwa Al-Qur`an itu adalah dari Allah. Kalau Al-Qur`an bukan dari Allah, niscaya akan ada banyak pertentangan dalam Al-Qur`an. Nyatanya, tidak ada pertentangan dalam Al-Qur`an. Sedangkan Alkitab kamu mengandung banyak pertentangan.

    Contohnya:
    Kisah Para Rasul 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.

    Kisah Para Rasul 22:9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.

    Dari dua ayat tersebut kita dapat melihat pertentangan yg sangat nyata. padahal ayat tersebut menceritakan peristiwa paling penting dalam doktrin Kristen. Peristiwa di mana, katanya, Paulus bertemu Yesus dalam suatu penampakan. Kalau Anda seorang investigator, tentu Anda akan meragukan cerita ini. Karena keterangan yg diberikan ternyata plintat-plintut. Jelas ada kebohongan dari keterangan ini. Masih percaya kepada Lukas? Masih percaya bahwa Paulus itu telah bertemu Yesus? Anda masih percaya bahwa Alkitab itu firman Tuhan?

    Lalu pertanyaan lainnya, apa maksud dari keselamatan bagi orang yang berada di neraka(Qs 19:72)serta adanya pernyataan dalam quran yang menyatakan jin” itu bisa masuk ke surga(Qs 55:46).

    [19.70] Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.

    [19.71] Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

    [19.72] Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

    Anda harus memahami dulu, bahwa di akhirat itu ada padang mahsyar (tempat luas di mana jin dan manusia dikumpulkan). Setelah itu mereka dihisab (dihitung dan ditimbang amal/perbuatannya). Nah, setelah itu mereka disuruh mendekati jurang neraka, bukan untuk masuk ke dalamnya. Siapa yg mau menurut jika disuruh masuk ke dalam neraka? Mereka disuruh mendekati/mendatangi neraka lalu disuruh untuk meniti suatu titian di atas neraka. Bagi mereka yg bertaqwa akan berhasil menyebrangi titian tersebut dan sampai ke seberang. Di seberang itu mereka bisa melihat gerbang surga yg akan menjadi tempat tinggal mereka. Namun abgi mereka yg zhalim, bagi mereka yg melumuri dirinya dengan kegelapan dosa selama di dunia tanpa bertobat atu pun memohon ampun kepada Allah, mereka akan terjatuh dari titian itu dan masuk ke jurang neraka. Demikian maksudnya.

    Mengenai jin, sesungguhnya jin itu seperti manusia juga dan diciptakan jauh sebelum manusia. Tubuh jin diciptakan dari unsur api, sedangkan tubuh manusia diciptakan dari unsur tanah. Jin dan manusia adalah dua kelompok yg diberi tanggung jawab. Jin dan manusia sama2 memiliki aqal dan nafsu. Itulah sebabnya mereka diberi tanggung jawab. Malaikat hanya diberi aqal, mereka tidak mungkin ingkar. Lucifer atau Iblis bukanlah malaikat yg jatuh, tetapi jin yg dulunya banyak beribadah sehingga disamakan dengan malaikat, namun kemudian terjatuh ke dalam dosa. Sedangkan hewan hanya diberi nafsu tetapi tidak diberikan aqal. Sehingga hewan tidak diberi tanggung-jawab. Bahkan manusia/jin yg terganggu jiwanya (gila) atau mengalami keterbelakangan, mereka pun tidak dibebani tanggung-jawab syari’ah. Orang yg pingsan atau tidur juga tidak dibebani syari’ah. Syari’ah/hukum Tuhan itu berlaku bagi kedua makhluq ini. Jika zhalim, maka masuk neraka, dan jika bertaqwa, maka masuk surga. Apakah dalam Kristen tidak dikatakan hal seperti ini?

    Lalu mohon maaf sedalam”nya kalu saya kurang setuju tentang arti keselamatan dalam islam menurut anda karena dalam quran: “Yahdii bihillaahu minat taba’a ridlwaanahuu subulas salaama wa yukhrijuhum inadhulumaati ilan nuur biidznihii wa yahdiihim ilaa shiraathim mustaqiim.”(Qs 5:16)yang berarti [alkitab menunjukkan jalan keselamatan membawa orang dari kegelapan kepada terang menuju jalan yang lurus….]

    [5.15] Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

    [5.16] Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

    [5.17] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Pada 5.15 dijelaskan bahwa ahlul kitab (yahudi dan Nasrani) telah menyembunyikan ayat2 tentang Nabi Muhammad, menyamarkannya, mengubahnya dsb. Lalu diterangkan bahwa telah datang kepada mereka, saat itu, cahaya dari Allah (Nabi Muhammad) dan kitab yg menerangkan (Al-Qur`an).

    Pada 5.16 dijelaskan bahwa dengan kitab itu (yaitu Al-Qur`an), Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, yaitu dengan mengajarkan mereka kepada tauhid (mengesakan Allah) dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita (kejahilan, kekafiran, kesyirikan, dsb) kepada cahaya yang terang benderang (iman) dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

    Pada 5.17 dijelaskan bahwa orang yg berkata bahwa Allah telah menjelma menjadi Isa bin Maryam adalah orang yg ingkar kepada Allah.

    Serta sebelum saya menutup ada satu kalimat dalam quran yang menarik buat anda… yaitu: wa laa tujadillu ahlal kitaab(Qs 29:46) jangan mendebat orang nasrani…
    Salam Damai dalam Isa anak Maryam, saya bermaksud membuat pernyataan ini bukan untuk mengembangkan akar permusuhan tapi untuk menceritakan kabar kebenaran dalam alquran.

    [29.46] Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.

    Pada ayat itu terdapat frase yg tidak bisa dibaca setengah-setengah. Ayat itu menjelaskan
    1. janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik,
    2. silahkan kamu berdebat dengan orang2 zhalim (yaitu yg suka menganiaya dan memaksa) diantara mereka walau pun dengan cara yang keras.

    kafir harb boleh diperangi. Sedangkan terhadap kafir dzimmi seperti Anda, saya pun harus berusaha sopan, yaitu berargumen dengan baik, dan bukannya marah2 dan mengetik dengan huruf kapital semua tanpa mengemukakan argumen yg dapat diterima. Jadi, saya tidak boleh mendebat Anda, kecuali jika saya mendebat Anda dengan cara yg paling baik. Saya boleh mendebat Anda, asalkan dengan cara yg paling baik.

    Begitu maksud ayat tersebut. Jadi, janganlah kita membaca satu bagian, tetapi menyembunyikan yg lainnya. Jangan kita berkata “Tidak ada yg pantas disembah”, tetapi kita menyembunyikan “kecuali Allah”. Kabarkanlah kebenaran dan katakanlah dengan lengkap, “Tidak ada yg pantas disembah, kecuali ALLOH”. Jadi kita tidak boleh menyembah, kecuali ALLOH. Silahkan kita menyembah, selama yg kita sembah itu hanyalah Allah. Silahkan berdebat, selama dengan cara yg baik. Tetapi jika si ahli kitab itu berlaku kasar, silahkan saja, boleh dengan tetap lembut, boleh juga dengan kasar. semoga dapat dipahami. Dan semoga Allah memberi Anda hidayah ke jalan yg lurus.

  • Di Balik Nama Baphomet

    Beberapa sarjana berpendapat bahwa Baphomet merupakan kata Perancis kuno untuk Mahomet (Muhammad). Sarjana lainnya mengatakan bahwa Baphomet sebenarnya kesalahan penyebutan dari ‘Muhammad’.

    Diduga bahwa Knights Templar dibubarkan karena dituduh telah mengikuti ajaran Nabi Muhammad. Tentu saja dugaan ini adalah dugaan yang bodoh. Ini hanya akal-akalan saja. Jika benar bahwa Knights Templar masuk Islam atau menggabungkan ajaran Islam dengan Kristen atau terpengaruh ajaran Islam, mengapa mereka menyembah Baphomet yang katanya merupakan nama lain dari Nabi Muhammad?

    Teori yang mengatakan bahwa Baphomet adalah Muhammad dan Knights Templar adalah pengikut Muhammad atau pun dipaksa mengaku sebagai pengikut Muhammad adalah teori yang konyol. Islam tidak mengajarkan ummatnya untuk menyembah Nabi Muhammad. Dan Islam tidak mengajarkan untuk meludahi salib tiga kali dan saling mencium bokong orang lain. Vatikan terlalu bodoh jika memaksa mereka untuk mengaku demikian.

    Teori seperti ini hanyalah upaya untuk membersihkan nama Knights Templar. Padahal telah sangat jelas bahwa Knights Templar memang telah mengamalkan ajaran Cabbala. Cabbala merupakan ajaran Gnostik Kuno yang misterius. Mengenai Cabbala dan Ancient Mystical Order Rosae Crucis ini telah dibahas.

    Selain membela Knights Templar, teori ini juga menyudutkan Gereja Katholik yang memang korup. Baik Knights Templar maupun Gereja Katholik memang sama-sama korup. Dua kubu Kabbalis ini saling menjatuhkan seperti halnya kaum Yahudi juga saling menjatuhkan. Protestan juga tak lebih baik dari Katholik. Protestan dan Katholik juga sama-sama memburu Michael Servetus dan Francis David, dua tokoh Unitarian saat itu. Jadi, jangan bangga dulu jika Anda adalah seorang Protestan. Karena Protestan juga mengagungkan hari Matahari dan tanggal 25 Desember. Jadi, ajaran Protestan juga sama Gnostiknya dengan ajaran Katholik yang percaya akan penyaliban, kematian, dan kebangkitan dari dewa yang disembahnya.

    Abafihamet

    Teori lain mengatakan bahwa Baphomet berasal dari kata ‘Aba Fihamet’, yang berarti ‘Bapak Kepahaman’ atau ‘Bapak Kebijaksanaan’. Seperti para Masonic, kaum Knights Templar menyebut-nyebut tentang Kebijaksanaan. Mendiang Nurcholish Majid dan RA. Kartini juga sering menyebut-nyebut tentang Kebijaksanaan, dengan mengkapitalkan huruf K, dalam tulisan-tulisan mereka yang terus mengusung liberalisme dan emansipasi ala Protokol Zionis.

    Dari Kata Yunani, Baph dan Metis

    Teori lain mengatakan bahwa ‘Baphomet’ merupakan derivasi dari dua kata Yunani, yaitu Baph dan Metis, yang berarti ‘Baptisan Kebijaksanaan’.

    Templars dikatakan telah menyembah kepala. Salah satu teori mengatakan bahwa kepala tersebut tak lain adalah kepala Yohanes Pembaptis yang dipenggal.

    Atbash Cipher untuk Kata Yunani ‘Sophia’

    Atbash merupakan enkripsi sederhana alphabet Ibrani. Enkripsi ini mengganti aleph (huruf pertama) dengan tau (huruf terakhir), dan beth (huruf kedua) dengan shin (huruf sebelum tau), dst. Mudahnya, alphabetnya dibalik.

    Dr. Hugh Schonfield, salah satu sarjana yang ikut bekerja dalam proyek penelitian manuskrip Laut Mati percaya bahwa kata Baphomet merupakan Atbash Chiper untuk kata Yunani ‘Sophia’ yang berarti ‘Kebijaksanaan’.

    Kode Yunani untuk Kuil Sulaiman

    Eliphas Levi percaya bahwa nama tersebut bisa dibalik dan dibentuk menjadi frase yang mengacu kepada Kuil Sulaiman. Kata ‘BAPHOMET’ dapat dibalik menjadi ‘TEM O H P AB’, suatu akronim untuk ‘Templi Omnivm Hominum Pacis Abbas’, yang berarti Bapa dari Kuil Kedamaian Seluruh Manusia. Kuil yang dimaksud adalah Kuil Sulaiman yang dipercaya Eliphas Levi akan membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia.

    Kuil Sulaiman

    Kuil yang ditemukan oleh Knights Templar dipercaya sebagai Kuil Sulaiman. Dan Zionis mengklaim bahwa kuil tersebut adalah Masjidil Aqsha. Benarkah?

    Masjidil Aqsho tidaklah terletak di bukit Moria ataupun bukit Zaitun. Masjidil Aqsho terletak di lembah kudus Thuwa. Jadi, tidak benar bahwa kuil yang ditemukan itu adalah Masjidil Aqsho. Lagi pula, Nabi Sulaiman tidak mengajarkan sihir atau pun Kabbalah. Kitab yang mereka temukan adalah kitab ajaran Kabbalah yang diduga lebih banyak lagi terdapat di ruang rahasia tempat Nabi Sulaiman menyita kitab-kitab sesat tersebut.

    Tak Ada Kaitannya dengan Islam

    Maka jelaslah bahwa Baphomet tak ada kaitannya dengan ajaran Islam yang lurus. Islam tak pernah mengagungkan domba, anak domba, sapi, anak sapi, lembu, anak lembu, kambing, atau pun anak kambing. Semua ternak itu halal untuk disembelih dan dikonsumsi bagi Muslimin. Baphomet dan segala konsep yang ada padanya hanya berkaitan dengan mereka yang mengusung liberalisme dan theosophy serta segala ajaran sesat buatan Freemason si Tukang Batu Geometrian. Anda tentu tahu bahwa ajaran yang mempercayai penyaliban, kematian dan kebangkitan dewa merupakan ajaran dari Mesir Kuno. Dan Anda tentu tahu bahwa Rosicrucian, Freemason, Illuminati dan sebagainya itu mengakar kepada Mesir Kuno. Jadi, saya rasa Anda tahu, mana ajaran Tuhan alam semesta, dan mana ajaran Iblis.

  • Tiket ke Surga

    Diriwayatkan oleh Abu Bakrah ra katanya: Ketika kami bersama Rasulullah SAW, baginda telah bersabda: “Maukah aku katakan kepada kamu sebesar-besar dosa besar? Ianya tiga perkara, yaitu menyekutukan Allah, menghardik kedua ibu-bapa dan bersaksi palsu atau kata-kata palsu. [HR. Bukhori, Muslim, Tirmidzi]

    Dalam Islam, kejahatan terbesar adalah menyekutukan Allah dan ingkar kepada-Nya. Orang yang musyrik (menyekutukan Allah) dan orang yang kafir (orang yang mengingkari eksistensi Allah) adalah orang-orag yang tidak akan dinilai kebaikannya. Karena kalau pun dinilai, amal shalihnya itu tidak akan dapat digunakan untuk menghapus dosa syirik dan kafir. Karena dosa syirik dan kafir itu sangatlah besar jika dibandingkan kebaikannya. Kebaikan-kebaikan orang kafir/atheis dan musyrik tak sebanding untuk membayar kebaikan-kebaikan Allah kepada mereka. Mereka bahkan mengingkari kebaikan-kebaikan Allah kepada mereka. Lagi pula kebaikan orang kafir itu bukanlah atas dasar cinta kepada Allah. Sehingga amal itu tak bisa dianggap amal shalih, karena amal shalih itu adalah perbuatan baik yang dilakukan atas dasar cinta kepada Allah semata. Pantaslah jika mereka masuk neraka, karena mereka tak mengakui dan tak pula mencintai Allah. Bukankah hukum yang utama adalah cintailah Allah dan jangan sekutukan Dia?

    Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. [QS. An-Nuur: 39]

    Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa“. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya“. [QS. Al-Kahfi: 110]

    Maka bagi mereka yang telah menyekutukan Allah dengan sesuatu atau bahkan tak mengakui eksistensi Allah, ada satu cara untuk menghapus dosa terbesar ini, yaitu dengan bertaubat dan mengucapkan dua kalimat penyaksian, yaitu bersaksi bahwa tidak ada yang pantas disembah kecuali Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Inilah kehidupan yang kekal, yaitu mengakui bahwa Allah itulah satu-satunya Ilah yang benar, dan mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Mulai saat itu, barulah kebaikannya menjadi bernilai. Karena Allah menilai kebaikan orang yang hidup. Sedangkan orang atheis dan yang menyekutukan Allah itu masih berada dalam jurang maut.

    Adapun yang mendorong seseorang untuk berbuat dosa adalah hawa nafsu (keinginan daging), bukan dosa asal. Selama hayat/ruh dikandung badan/daging, selama itu pula ruh akan bersentuhan dengan hawa nafsu. Namun, orang yang shalih akan terus berjuang menghadapi hawa nafsunya. Dan dalam Islam, kita dilatih untuk meredam dorongan-dorongan negatif tersebut dan mengubahnya menjadi dorongan-dorongan positif. Diantaranya kita dilatih melalui puasa Ramadhan dan puasa-puasa sunnah seperti puasa pada hari Senin dan Kamis, puasa 6 hari setelah Idul Fitri, puasa pada 10 Muharram (tanggal 10 pada bulan pertama hijriah), dlsb.

    Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [QS. Al-Baqoroh: 261]

    Adapun orang yang berdosa (selain dari pada kafir dan syirik), dia akan sangat mungkin mendapatkan ampunan dari Allah dengan memperbanyak ibadah. Setiap orang yang berbuat satu kebaikan, dalam Islam, dia akan diganjar seperti orang yang melakukan sepuluh kebaikan. Tetapi itu adalah batas minimum. karena ada kebaikan2 tertentu yang dibalas dengan 100 kebaikan, dengan 700 kebaikan, dst.

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah ra katanya: Beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apa pendapat kamu sekiranya terdapat sebatang sungai di hadapan pintu rumah salah seorang dari kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari sebanyak lima kali. Apakah masih lagi terdapat kotoran pada badannya?” Para Sahabat menjawab: “Sudah pastinya tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya.” Lalu baginda bersabda: “Begitulah perumpamaannya dengan sembahyang lima waktu. Allah menghapuskan segala kesalahan mereka.” [HR. Bukhori dan Muslim]

    Diriwayatkan daripada Anas ra katanya: Seorang lelaki berjumpa Nabi SAW lalu berkata: “Wahai Rasulullah! Aku telah melakukan sesuatu yang boleh dikenakan hukum hudud, oleh itu hukumlah aku.” Anas berkata: Sebaik sahaja tiba waktu shalat, lelaki tersebut turut mendirikan shalat bersama-sama Rasulullah SAW. Setelah selesai shalat lelaki tadi berkata: “Wahai Rasulullah! Aku telah melakukan sesuatu yang boleh dikenakan hukum hudud. Oleh itu hukumlah aku sebagaimana yang dinyatakan dalam al-Quran.” Baginda bersabda: “Adakah kamu mendirikan shalat bersama-sama kami?” Lelaki tersebut menjawab: “Ya.” Baginda bersabda: “Kamu telah diampunkan oleh Allah SWT” [HR. Bukhori dan Muslim]

    Ketika seorang Muslim mengambil air wudhu (bertahir), dosa-dosanya berguguran. Ketika seorang Muslim shalat, dosa-dosanya berguguran. Selain dosanya berguguran, ia juga diberi pahala kebaikan berlipat-lipat. Juga ketika seorang Muslim berpuasa, bershadaqoh, dsb. Ketika seorang Muslim membaca Al-Qur`an, satu hurufnya akan dibalas dengan 10 kebaikan (good deed). Sedangkan jika seorang Muslim berbuat jahat, maka itu dihitung satu kejahatan (tidak dilipat ganda seperti ketika dia berbuat kebaikan). Benar bahwa Muslim itu bisa saja kejahatannya lebih banyak dari keburukannya. Jika sampai ada seorang Muslim yang masih mampir ke neraka juga, itu pasti disebabkan dia sangat jahat sekali dan tak mau mendengar nasihat agama. Padahal jika dia mau berbuat baik dan memohon ampun kepada Allah, tentunya dosanya akan di hapus dan diganti dengan kebaikan.

    Seorang Muslim, walau ia jahat, tak sampai kehilangan tiket untuk masuk surga. Karena tiket untuk memasuki kehidupan abadi yang penuh kebahagiaan itu adalah mengesakan Allah dan mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Selama dia memegang dua kesaksian ini, yang biasa disebut syahadatain, berarti dia masih memegang tiket tersebut. Tetapi ketika dia menyekutukan Allah atau mengingkari eksistensi Allah, maka ia telah kehilangan tiket tersebut dan masuk ke dalam maut. Semoga dapat dipahami.

    Kemudian, seorang Muslim itu sudah pasti masuk surga. Namun ada yang langsung masuk surga dan ada juga yang jatuh dulu ke neraka. Orang yang pahalanya lebih banyak dari dosanya, maka ketika melintasi jembatan di atas neraka, dia akan selamat hingga dapat masuk surga.

    Sedangkan orang yang dosanya lebih banyak dari amal kebaikannya maka ketika melintas di jembatan di atas neraka ia akan terjatuh. Dia berada di neraka hingga mendapat syafaat/pertolongan dari Nabi Muhammad atau jika syafaat Nabi Muhammad baginya belum juga dapat mengurangi dosanya hingga ke batas yang diperlukan, maka ia akan terus di neraka hingga dosanya lebih sedikit dari amal shalihnya. Setelah itu, dia akan diselamatkan dan masuk surga.

    Adapun di surga, seseorang itu menempati tingkatan surga sesuai sisa amal shalihnya. Semakin banyak amal shalihnya, semakin tinggi surga yang di tempatinya. Dan surga yang tertinggi adalah surga para Nabi dan orang-orang yang benar-benar mencintai Nabi dengan benar. Sedangkan mereka yang mengangkat nabi sebagai Tuhan, maka mereka termasuk orang-orang syirik dan tak mendapat bagian dari surga, dan tempatnya di neraka, kecuali jika Allah mengampuninya, dan Allah itu Mahapengampun lagi Mahapenyayang.

    Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf (kepada Islam), dan mencegah dari yang munkar (dari kekafiran), dan (kamu) beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman (seperti halnya Abdullah bin Salam), dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. [QS. Ali Imran: 110]

  • Nama Nabi Isa dalam Al-Qur`an

    Nama Nabi Isa disebutkan sebanyak 25 kali dalam Al-Qur’an. Sedangkan nama Nabi Muhammad SAW hanya disebutkan 4 kali dalam Al-Qur’an.

    Jauh lebih banyak nama Nabi Isa ‘alaihissalam yang disebutkan namanya dari pada nama Nabi Muhammad SAW. Semua ini menunjukkan banyak hal. Di antaranya:

    1. Kedudukan Nabi Isa ‘alaihissalam sangat tinggi dalam Islam.

    Kedudukan nabi Isa memang sangat tinggi dalam Islam. Sampai-samapi Al-Quran menyebut namanya puluhan kali. Dan memang sesungguhnya Nabi Isa memang benar-benar seorang nabi yang wajib diimani dan dihormati. Tentunya nabi-nabi yang lainnya juga.

    Sudah seharusnya para pemeluk kristiani pun menghormati nabi Muhammad SAW. Sebab umat Islam tidak kurang hormatnya kepada nabi mereka. Walau pun tidak menjadikan Nabi Isa sebagai tuhan.

    Namun penghormatan kepada nabi Isa dalam pandangan Islam berbeda dengan pandangan Kristiani. Islam tidak menuhankannya, Islam hanya mengakuinya sebagai manusia biasa, namun beliau menerima wahyu dan syariah yang berlaku untuk kaumnya saja.

    Adapun untuk umat Islam, yang dijadikan sandaran dalam hukum syariah adalah sikap dan teladan Nabi Muhammad SAW.

    2. Adanya Keterkaitan antara Isa dan Muhammad Rasulullah.

    Sebenarnya hubungan antara agama yang dibawa nabi Isa dengan yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW berasal dari sumber yang sama. Kecuali kemudian orang-orang sesat menyelewengkan peninggalan beliau dan menggantinya dengan agama yang mereka karang sendiri, yaitu agama trinitas.

    Dan karena hubungannya sangat dekat, tidak aneh kalau nama Nabi Isa diulang-ulang sebagai 25 kali dalam Al-Quran.

    Bahkan hubungan Islam dengan nabi Musa dan umatnya juga sangat erat. Tahukah anda, berapa kali kata Musa terulang-ulang di dalam Al-Quran? Jawabnya adalah kata Musa diulang sebanyak 131 kali.

    Yang Penting Bukan Berapa Banyak Penyebutannya

    Bagi umat Islam, tidak ada masalah bila nama nabi Muhammad SAW hanya disebut 4 kali saja di dalam Al-Quran. Sebab yang penting bukan penyebutan namanya, melainkan kita semua tahu bahwa ke-114 surat dan 30 juz dalam Al-Quran memang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW.

    Jadi kalau keseluruhan Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, buat apa lagi nama beliau harus selalu disebut-sebut.

    Dan yang penting, kemuliaan suatu makhluq tidak ditentukan dari berapa kali namanya disebutkan di dalam Al-Quran. Tahukah anda, berapa kali kata Syaithan disebutkan di dalam Al-Quran? Jumlahnya tidak kurang dari 62 kali. Apakah kita akan menghormati syaithan? Tentu saja tidak.

    Tahukah Anda berapa kali kata Iblis diulang-ulang di dalam Al-Quran? Jawabnya adalah 11 kali. Apakah kita akan menghormati iblis hanya karena namanya diulang 11 kali dalam Al-Quran? Tentu saja tidak.

    Di sisi lain, sebenarnya setiap kali ada ayat Al-Quran yang dimulai dengan kata Qul, yang berarti “Katakanlah”, itu merupakan dialog Allah kepada beliau SAW untuk mengatakan sesuatu atau menyampaikan sesuatu. Seakan Allah berfirman, “Katakanlah wahai Muhammad! Katakanlah wahai Nabi!” Dan kalau dihitung-hitung, jumlahnya tidak kurang dari 250 kali.

  • Mengapa Mencantumkan Ayat Alkitab

    Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.(QS. Al-Baqoroh : 79)

    Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang Yahudi dan Nashoro telah mengarang kitab-kitab, lalu berkata, “Ini adalah inspirasi dari Allah.” Padahal itu bukanlah yang diwahyukan Allah. Taurat yang mereka pegang itu jelaslah bukan Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan bukan pula salinan langsung dari Taurat Nabi Musa. Akan tetapi itu merupakan kitab yang ditulis pada saat pengasingan di Babilonia, beratus-ratus tahun setelah Nabi Musa wafat. Ayat-ayatnya tentu tak sama persis dengan ayat-ayat Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa. Begitu pula kitab-kitab para Nabi, itu merupakan kitab kisah para Nabi versi pendeta Yahudi.

    Injil telah diturunkan kepada Nabi Isa. Namun setelah beliau diangkat ke langit, para pengarang menulis kitab-kitab tentang Nabi Isa lalu dikatakan bahwa itu adalah inspirasi dari Allah. Tanyakan kepada orang Kristen, apakah Injil Matius, Injil Lukas, Injil Markus, dan Injil Yohanes merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa? Tentu mereka yang jujur akan berkata bahwa keempat Injil itu bukanlah Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa.

    Tidak hanya itu, selain bukan merupakan salinan dari kitab Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa, Alkitab yang dipegang orang Kristen saat ini juga berbeda dengan manuskrip-manuskrip abad pertama. Hal ini diakui oleh sarjana-sarjana mereka.

    Jika mereka bertanya kepada Muslim, “Mengapa Anda masih mencantumkan ayat-ayat Alkitab sebagai pendukung pendapat Anda?” Perlu diketahui bahwa kami tidak menggunakan Alkitab sebagai dasar agama kami sebagaimana Kristiani menggunakan kitab orang Yahudi sebagai kitab suci mereka. Dasar agama Islam adalah Kitabullah wa Sunnatur Rasul (Al-Qur’an dan Hadits). Lalu untuk apa saya mencantumkan ayat-ayat Alkitab? Karena orang Kristen masih percaya kepada kitab palsu tersebut. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kitab palsu yang mereka percayai pun mendukung ajaran Islam. Apalagi kitab asli yang diturunkan kepada para Nabi, tentu lebih jelas lagi dalam mendukung ajaran Islam.

    Jadi sekarang pertanyaanya adalah jika mereka sadar bahwa Alkitab mereka penuh dengan kesalahan, lalu mengapa mereka masih menganggap Alkitab mereka sebagai kitab suci yang mendasari iman mereka? Bukankah itu merupakan kejahilan yang nyata? Maka celakalah mereka yang menulis kitab palsu karena kedustaan mereka dan karena mereka telah menyesatkan banyak manusia melalui kitab palsu mereka. Dan celakalah mereka yang mengajak manusia untuk mengikuti kesesatan itu, kesesatan yang didasari oleh kitab yang mereka ketahui sebagai kitab palsu.

  • Mustahil Itu Mengkuduskan

    Allah dapat dikenal oleh aqal, dan Alkitab setuju akan hal ini. Maka kasihilah Allah, tidak hanya dengan hati, tetapi juga dengan aqal budi. Sembahlah Ilah yang kau kenal sifat-Nya sehingga engkau tak terjebak pada Ilah palsu. Jangan kau menyembah sesuatu yang tidak kau kenal sifatnya.

    Dapat dikenal oleh aqal tak berarti dibatasi oleh aqal. ‘Mustahil’ tidak selalu berarti tidak sanggup. ‘Mustahil’ bisa berarti pembersihan dari sifat yg tidak pantas. Mustahil Allah memerlukan makhluq-Nya, Allah tak butuh makan untuk bertahan hidup, Allah Mahahidup tanpa membutuhkan makhluq-Nya.

    Mustahil Allah dibatasi, itu benar. Mustahil Allah dibatasi ruang dan waktu. Bukankah Nabi Sulaiman yang sangat mengenal Allah telah berkata, “Bahkan langit yang mengatasi langit tak dapat menampung engkau.”

    Mustahil Allah menciptakan batu yang sangat besar dan sangat berat hingga Dia sendiri tak dapat memindahkannya. Mustahil Allah mengantuk dan tidur. Mustahil Allah merasa lelah. Mustahil Allah ketakutan setengah mati. Mustahil Allah mengalami kematian.

    Mengapa Ibrahim tak mau menyembah matahari? Karena matahari dapat dihalangi oleh benda lain. Apakah engkau akan menyembah sesuatu yang dapat dikalahkan makhluq walau sesaat?

    Engkau akan menyembah sesuatu yang dapat dikalahkan rasa kantuk sehingga ia tertidur, atau yang dikalahkan rasa lapar sehingga membutuhkan makhluq untuk diambil manfaatnya? Itu bukanlah sifat Tuhan. Aku dapat mengenal Tuhan dari sifat-Nya.

    Aku menyembah Ilah yang aku kenal mempunyai sifat yang pantas bagi-Nya dan tidak melekat pada-Nya sifat yang mustahil ada pada-Nya. Aku menyembah Ilah yang aku kenal. Sedangkan Yesus bukanlah yang aku kenal sebagai Ilah.

    Ilah yang aku kenal tidaklah merasa lelah ataupun mengantuk. Ilahku tidak tidur dan tidak lapar. Ilahku tidak melahirkan tidak pula dilahirkan. Ilahku bukanlah manusia bukan pula anak manusia.

    Bacalah Al-Quran dan Alkitab, maka engkau akan temukan sifat-sifat Ilahnya Isa, Ilahnya Musa, dan Ilahnya Ibrahim. Kenalilah Ilahnya Yesus, yang kepada-Nya Yesus telah menyembah, bersujud dan berdoa.

    Sesungguhnya Allah Yang kaya dari pada alam semesta. [QS. Al-Ankabut: 6]

    Allah Mahakaya dan tidak membutuhkan makhluqnya, tidak membutuhkan alam semesta, tidak membutuhkan makanan, udara, air, atau apa pun.

    Allah berbuat seperti apa yang Dia Kehendaki. [QS. Al-Buruj: 16]

    Allah itu tidak membutuhkan petunjuk dari yang lainnya. Sedangkan Yesus memerlukan pengajaran dari Allah dan mengikuti Kehendak Allah.

    Yohanes 4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makananku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

    Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.

    Yohanes 6:38 Sebab aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus aku.

    Baik Yahya, Isa, maupun para nabi Allah lainnya, mereka semua diutus dari sorga untuk melakukan kehendak Allah yang mengutus mereka.

    Yohanes 4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

    Bangsa Yahudi di sini tentunya bangsa Yahudi yang monotheis yang masih menjunjung hukum Taurat yang murni.

    Mazmur 84:3 Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

    Sifat Allah adalah “yang hidup”, Allah bukanlah “yang mati” dan tak mungkin mati. Mahasuci Allah dari mengalami kematian walau sesaat.

    1Raja-raja 8:27 Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.

    Bilangan 23:19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

    Allah itu bukan manusia, mustahil Allah itu manusia, mustahil Allah itu berdusta, mustahil Allah itu menyesal. Ataukah Anda mau katakan bahwa Allah Mahakuasa untuk berdusta?

    Tiada yang serupa dengan Dia sesuatu pun. [QS. Asy-Syura: 11]

    Keluaran 9:14 tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi.

    Yesaya 40:18 Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?

    Dan Allah terhadap tiap sesuatu adalah Mahamengetahui. [QS. Al-Hujurat: 16]

    Yesaya 40:14 Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?

    Tuhan tidak meminta petunjuk dari yang selain Dia dan tidak pula ia belajar. Belajar adalah dari tidak tahu menjadi tahu, sedangkan Tuhan adalah yang Mahatahu tanpa belajar, bahkan Dialah yang memberi kita pengetahuan. Sedangkan Yesus itu menjalani proses belajar. Mustahil Allah itu pernah bodoh lalu belajar untuk menjadi Mahatahu.

    Masih banyak ayat-ayat Al-Qur`an dan Alkitab yang memberi kita pengenalan akan sifat-sifat Ilah yang sebenarnya. Mereka yang menyembah ilah-ilah selain Ilah yang diperkenalkan oleh para nabi Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang tertipu yang telah menyembah ilah yang tidak dikenal para Nabi.