Kategori: Puisi

  • TIGA DALAM SATU

    Al-Masih telah datang
    sebagai Rasul dari Tuhan
    Tiba-tiba akal orang-orang di alam ini
    enggan menerimanya

    Mereka berkata:
    Al-Masih bukan hanya Rasul
    akan tetapi dia itulah Tuhan
    Adakah kamu pernah mendengar
    bahwa Tuhan itu membutuhkan sesuatu
    semacam minuman atau makanan

    Pernahkah Tuhan itu tidur disebabkan lelah
    atau berdoa kepada Tuhannya
    atau ingin berteduh dari teriknya Matahari

    Tuhankah itu
    Padahal terkena juga oleh kesakitan
    yang dirinya sendiri tidak dapat menghindarinya
    juga tidak dapat mengubahnya

    Tegak bulu romaku
    karena orang-orang itu telah mengira
    bahwa telah matilah Tuhan mereka
    yang menjamin kesejahteraan alam semesta

    Mereka berkata:
    Tuhan menebus dosa seluruh hamba dengan tubuhnya sendiri
    Tuhan yang mematikan telah dimatikan

    Patutkah kiranya ucapan seseorang
    yang memahasucikan Tuhannya dengan berkata:
    Mahasuci Tuhan yang membunuh dirinya sendiri

    Atau patutkah Tuhan itu menjadi agung
    karena kamu mengira
    orang Yahudi meletakkan duri pohon di kepalanya
    sebagai mahkota

    Kemudian Tuhan itu berjalan sambil menyerah
    membawa kayu salib kematiannya sendiri
    kedua tangannya terikat erat
    ia dalam keadaan serba terhina

    Benar-benar tersesatlah kaum Nasrani
    dalam menyangka Al-Masih
    Mereka belum memperoleh petunjuk
    ke jalan yang benar

    Mereka menganggap tiga Tuhan menjadi satu
    Andaikata mereka suka menerima petunjuk baik
    Tentulah tidak ada gunanya sama sekali
    bilangan banyak dijadikan sedikit

    Memang jikalau Allah sudah menghendaki
    kefitnahan suatu golongan
    Jikalau telah menghendaki menyesatkan mereka
    Tampaklah di mata mereka
    yang buruk seolah-olah baik

    (Bushairi)

  • INSYAFKU

    Kejelajahi alam maya
    alam yang tak nyata
    semu dan dingin

    Rasa, bau, dan warna
    hanyalah buatan yang menipu
    Tekstur dan suara
    hanyalah ilusi dan khayalan

    Kusadari ada sesuatu yang nyata
    Semua sandiwara dan permainan ini
    kembali padanya

    Aku hanyalah wayang
    di tangan sang dalang
    tangan suci yang menggenggam jiwa ragaku
    yang menggerakkan aku
    sesuai kehendaknya
    yang mencubitku dengan gemas
    yang membelaiku penuh kasih sayang

    Tuhan…
    biarkan mata ini
    yang terbuat dari tanah liat
    menatap Wajah dan Kelembutan-Mu