Kategori: Tauhid Dalam Alkitab

  • TURUNNYA ISA MENJELANG KIAMAT

    Bagaimanakah Islam dan Alkitab memandang kedatangan Isa ke bumi untuk kedua kalinya?

    Dari Abu Umamah Al-Bahili ra, Rasulullah saaw bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat hingga …. Isa menjadi hakim yang adil bagi ummatku, ia menghancurkan salib, membunuh babi, berperang, membiarkan shadaqah sehingga tak seorang pun yang mencari kambing atau unta, rasa dendam dan benci diangkat, permusuhan dicabut dari jiwa manusia, seorang anak kecil memasukkan tangannya ke sarang ular, tetapi tidak membahayakannya, anak kecil menunggang singa, tetapi tidak membahayakannya, serigala berada di tengah-tengah kambing seolah-olah ia menjadi anjing penggembalanya, dan bumi dipenuhi perdamaian seperti wadah yang penuh dengan air, kalimat menjadi satu (semua orang memeluk ajaran tauhid), tidak ada yang disembah selain Allah, perang telah usai, dan kaum Quraisy mengambil hartanya sehingga permukaan bumi seperti permadani perak, pepohonannya tumbuh sesuai dengan janji Adam (bumi kembali subur, bahkan Tanah Arab menjadi hijau), Oleh karena itu, manusia berkumpul pada tandan anggur yang mengenyangkan mereka dan berkumpul pada delima hingga mengenyangkan mereka juga. Sapi jantan (harganya) seperti ini dan itu, sedangkan kuda hanya dengan beberapa dirham.” Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa kuda menjadi murah?” Beliau saaw menjawab, “Karena tidak dipakai untuk berperang selamanya.” Beliau ditanya lagi, “Mengapa sapi jantan menajdi mahal?” Beliau menjawab, “Karena dipakai untuk mengelola seluruh lahan bumi.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, dan Hakim)

    Hadits di atas sesuai dengan Kitab Yesaya pasal 11. Hal ini menunjukkan bahwa berita yang dibawa Nabi Muhammad saaw memang berita yang telah dibawa oleh nabi-nabi terdahulu. Ajaran beliau adalah ajaran tauhid. Sedangkan orang-orang Kristen telah mencemarkan tauhid yang diajarkan nabi-nabi terdahulu dan juga yang dibawa Isa as, mereka mencemarinya dengan ajaran Trinitas yang dianut orang-orang pagan.

    YESAYA

    11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

    11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

    11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. (Dalam suatu hadits dijelaskan bahwa kelak nafas Nabi Isa itu begitu wangi. Jika yang mencium nafasnya itu adalah orang kafir dan fasik, maka orang itu akan mati)

    11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    11:6 Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.

    11:7 Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.

    11:8 Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.

    11:9 Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.

    11:10 Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

  • YUDAS 1:25

    Kepada satu-satunya Allah yang bijaksana, Juruselamat kami, jadilah kemuliaan dan keagungan, kekuatan dan kekuasaan, sekarang dan selama-lamanya. Amin. [Yudas 1:25 KJV]
    Allah itu esa, Allah itulah Juruselamat. Di dalam versi lain dijelaskan bahwa Allah menyelamatkan manusia melalui perantaraan Yesus. Maksudnya Allah menyelamatkan manusia dengan mengutus Yesus, agar Yesus menyampaikan firman Tuhan dan mengajarkan mereka tentang jalan lurus, yaitu hanya menyembah Allah yang esa, dan agar membimbing mereka berjalan di atas jalan lurus itu, sebagaimana Musa telah membimbing bangsa Israel keluar dari Mesir melalui satu jalan lurus di tengah lautan sehingga mereka pun selamat dari kejaran pasukan Iblis. Jadi, Jalan Lurus atau Hidup Kekal itu adalah mengesakan Allah.

    Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri, Allah Israel, Juruselamat. [Yesaya 45:15]

    Aku ini, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. [Yesaya 43:11]

    Sesungguhnya Aku ini, Akulah Allah, tidak ada ilah (yang benar) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. [QS. Tha Ha: 14]

    Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. [Yohanes 17:3]

    (Isa, rasul kepada bani Israel yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. [QS. Ali Imran: 51]

  • YOHANES 20:17

    Kata Yesus kepadanya: “… Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.” [Yohanes 20:17]
    Lihatlah bagaimana Yesus memberitahukan tentang siapa yang dia sembah, Allahnya, Bapa dan Allah Israel. Jika Yesus itu adalah Allah, mengapa ia menyembah Allah? Jeruk kok minum jeruk?

    (Isa berkata:) “Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” [QS. Ali Imran (3): 51]

    Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun. [QS. Al-Maidah (5): 72]

    Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” [Markus 12:29]

    Dalam Markus 12:29, sebagaimana Musa, Yesus telah berkata bahwa Hua itu adalah Allahnya dan Allah Israel. Dia tidak berkata, “Hua adalah Allahmu,” tetapi dia berkata, “Hua Allah kita.” Ilah yang disembah Yesus adalah Ilah yang disembah Ya’qub (Israel), Ishaq dan Ibrahim, yaitu Ilah Yang Esa.

  • YOHANES 17:3-8

    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah memper-muliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu (bukan dari Iblis ataupun ilah palsu), dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. [Yohanes 17:3-8]
    Dalam ayat-ayat di atas begitu jelas digambarkan bahwa Tuhan itu Esa, dan Yesus adalah utusan Tuhan yang mengemban tugas untuk menyampaikan firman Tuhan. Apa yang disampaikan Yesus adalah bukan berdasarkan hawa nafsu Yesus, tetapi berdasarkan firman yang berasal dari Tuhan. Sebagaimana layaknya para nabi, Yesus hanya menyampaikan apa yang diwahyukan kepadanya. Orang Yahudi bukannya tidak percaya bahwa Yesus itu Tuhan. Sebab memang Yesus tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Tuhan, Yesus hanya mengklaim dirinya sebagai utusan Tuhan. Tetapi banyak orang Israel pada saat itu tidak percaya. Kemudian dalam ayat ini Yesus menyatakan bahwa sekarang mereka telah percaya bahwa hanya ada satu Allah, dan Yesus adalah benar utusan Allah. Allah hanya satu, tidak ada Allah Putra, tidak ada Allah Roh Kudus. Ilah yang benar hanya ada satu, adapun ilah-ilah palsu itu ada banyak. Tetapi hanya satu Ilah yang benar, yaitu Ilah yang disembah Abraham, Ismael, Ishak, Yakub, Yesus, dan Muhammad.

    Katakanlah: “… Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. [QS. Al-An’am (6): 50]

    Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. [QS. Al-Kahfi (18): 110]

    Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” [Matius 19:17]

    Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. [Markus 10:18]

    Yesus menjelaskan bahwa dia bukanlah ‘yang baik’, ‘yang baik’ itu hanyalah Allah Yang Esa, sedang Yesus bukanlah Allah. Turuti segala perintah Allah, maka engkau akan masuk ke dalam hidup yang sejati.

  • ULANGAN 6:4

    Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! [Ul. 6:4]

    Ayat itu tidak tertulis:  “TUHAN itu Allah tritunggal, TUHAN, yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus itu tiga dalam satu!”  Ayat ini menyebutkan bahwa Tuhan itu esa. Lalu bagaimana caranya mereka menafsirkannya menjadi “tiga dalam satu”? Jelaslah, mereka menafsirkannya bukan berdasarkan budaya orang Israel dan keyakinan tauhid yang dianut bangsa Israel. Mereka menafsirkannya berdasarkan hawa nafsu orang-orang Roma dan Yunani yang suka menyembah berhala. Maka mereka pun tersesat dari jalan lurus.

    (lebih…)

  • ULANGAN 4:35

    Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa HUA adalah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. [Ulangan 4:35 TL]

    Katakanlah bahwa Dia adalah Allah, tiada Ilah yang benar kecuali Dia. Dia tidak bergantung kepada apa pun, bahkan kepada Dia segala sesuatu bergantung. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Tiada yang setara dengan Dia. Begitulah Sifat Allah di dalam Al-Qur`an, terutama dalam surat Al-Ikhlash, begitu pula yang terdapat dalam beberapa ayat di Alkitab. Ayat-ayat yang merupakan mutiara yang teronggok di tumpukan sampah.

    Satupun tiada yang setara dengan Allah, hai Yesyurun! [Ulangan 33:26]

    Ingatlah akan segala perkara yang dahulu dari pada awal zaman, bahwa Aku ini Allah; tiada lagi Allah yang lain atau sesuatu yang setara dengan Aku. [Yesaya 46:9]

  • Matius 28:19

    Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. [Matius 28:19]

    Ayat di atas tidak bisa digunakan sebagai dalil tritunggal.

    (lebih…)

  • MATIUS 4:9-10

    Dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” [Matius 4:9-10]

    (lebih…)

  • MALEAKHI 2:15

    Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. [Maleakhi 2:15]

    (lebih…)

  • 1 TIMOTIUS 2:5

    Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus. [1 Timotius 2:5]

    (lebih…)