PAHAM WAHABI

Di abad ini, muncul kelompok-kelompok pergerakan muslim yang membuat para pemuda muslim tertarik untuk bergabung. Kelompok-kelompok ini memang selalu mengobarkan semangat juang para pemuda, sehingga tidak sedikit pemuda muslim yang memiliki jiwa mujahid yang kemudian bergabung. Tetapi sayangnya, ilmu pemuda itu tidak setinggi semangat jihad mereka, sehingga tidak jarang mereka terjerumus kepada kelompok-kelompok yang beraqidah menyimpang. Di antara kelompok-kelompok itu ada yang berpaham mirip dengan paham wahabi.

MENGHARAMKAN MENGIRIM HADIAH BAGI MAYIT

Mereka mengharamkan mengirimkan hadiah kepada mayit. Mereka beranggapan bahwa pekerjaan yang demikian tidak dicontohkan oleh nabi. Tetapi jika kita membuka kitab Fiqih Sunnah oleh Sayyid Sabiq, pada jilid IV halaman 185-191, kita akan menemukan bahwa nabi telah memberikan penjelasan yang sangat jelas mengenai hal ini. Penjelasan ini sepertinya diambil dari Kitab Ar-Ruuh karya Ibnul Qoyyim Al-Jauzy.

1. Berdo’a dan memohon ampun bagi mayat. Hal ini disetujui secara ijma’.
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. Al Hasyr: 10)

2. Sedekah.
Imam Nawawi telah menceritakan adanya ijma’ bahwa sedekah berlaku atas mayat dan sampai pahala padanya, baik ia berasal dari anak, maupun dari lainnya. Berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, dan lain-lain dari Abu Hurairah:
Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAAW, “Ayahku meninggal dunia, dan ia meninggalkan harta serta tidak memberi wasiat. Apakah dapat menghapus dosanya bila saya sedekahkan?” Ujar Nabi SAAW, “Dapat!”
Dari Hasan yang diterimanya dari Sa’ad bin Ubadah:
Ibu Sa’ad bin Ubadah meninggal, maka tanyanya kepada Rasulullah SAAW, “Ya Rasulullah, ibuku meninggal, dapatkah saya bersedekah atas namanya?” Ujar beliau SAAW, “Dapat!” Lalu tanyanya lagi, “Sedekah manakah yang lebih utama?” Ujar beliau SAAW, “Menyediakan air.”
Kata Hasan, “Itulah dia (sejarah) penyediaan air dari keluarga Sa’ad di Madinah!”
Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w dan berkata: Wahai Rasulullah! Ibuku meninggal dunia secara mengejut dan tidak sempat berwasiat tetapi aku menduga, seandainya dia mampu berkata-kata, tentu dia menyuruh untuk bersedekah. Adakah dia akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah s.a.w bersabda: Benar!
Dan tidak disyariatkan mengeluarkan sedekah itu di pekuburan, dan makruh hukumnya bila dikeluarkan beserta jenazah.

3. Puasa.
Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a katanya: Seorang wanita telah datang menemui Rasulullah s.a.w dan berkata: Ibuku telah meninggal dunia dan masih mempunyai puasa ganti selama sebulan. Baginda bertanya kepada wanita itu dengan sabdanya: Bagaimana pendapatmu jika ibumu itu masih mempunyai hutang, adakah kamu akan membayarnya? Wanita itu menjawab: Ya. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: Hutang kepada Allah itu lebih berhak untuk dibayar. (HR. Bukhori dan Muslim)

4. Hajji.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi SAAW lalu bertanya, “Ibuku bernadzar akan melakukan hajji, tapi belum juga dipenuhinya sampai ia meninggal. Apakah akan saya lakukan hajji itu untuknya?” Ujar Nabi SAAW, “Ya, lakukanlah! Bagaimana pendapatmu jika ibumu berhutang, adakah kamu akan membayarnya? Bayarlah, karena Allah lebih berhak untuk menerima pembayaran.” (HR. Bukhori)

5. Shalat.
Diriwayatkan oleh Daruquthni bahwa seorang laki-laki bertanya, “Ya Rasulullah SAAW, saya mempunyai ibu bapak yang selagi mereka hidup, saya berbakti kepadanya. Maka bagaimana caranya saya berbakti kepada mereka, setelah mereka meninggal dunia?” Ujar Nabi SAAW, “Berbakti setelah mereka meninggal, caranya ialah dengan melakukan shalat untuk mereka disamping shalatmu, dan berpuasa untuk mereka disamping puasamu!”

6. Membaca Al Qur`an. Ini merupakan pendapat jumhur dari Ahlus Sunnah.
Berkata Imam Nawawi, “Yang lebih terkenal dari madzhab Syafi’i, bahwa pahalanya tidak sampai pada mayat. Sedangkan menurut Ahmad bin Hanbal, dan segolongan sahabat-sahabat Syafi’i, sampai (pahalanya) kepada mayat. Maka sebaiknya setelah membaca, si pembaca mengucapkan: Ya Allah, sampaikanlah pahala seperti pahala bacaan saya itu kepada si fulan.”
Hanya saja disyaratkan agar si pembaca tidak menerima upah atas bacaannya itu. Jika diterimanya, haramlah hukumnya, baik bagi si pemberi maupun si penerima, sedang bacaannya itu hampa, tidak beroleh pahala apa-apa.

Dalam Al-Mughni oleh Ibnu Qudamah: Berkata Ahmad bin Hanbal, “Apa pun macam kebajikan, akan sampai kepada si mayat, berdasarkan keterangan-keterangan yang diterima mengenai itu, juga disebabkan kaum muslimin biasa berkumpul di setiap negeri dan membaca Al-Qur`an lalu menghadiahkannya kepada orang-orang yang telah meninggal di antara mereka, dan tak seorang pun yang menentangnya, hingga telah merupakan ijma’.”

Berkata Ibnu Al-Qayyim, “Ibadah itu dua macam, yaitu mengenai harta dan badan. Dengan sampainya pahala sedekah, syara’ mengisyaratkan sampainya pada sekalian ibadah yang menyangkut harta, dan dengan sampainya pahala puasa, diisyaratkan sampainya sekalian ibadah badan (badaniyah). Kemudian dinyatakan pula sampainya pahala hajji, suatu gabungan dari ibadah maliyah (harta) dan badaniyah. Maka ketiga macam ibadah itu, teranglah sampainya, baik dengan keterangan nash maupun dengan jalan perbandingan.”

Berkata Ibnu ‘Ukeil, “Jika seseorang melakukan amal kebajikan seperti shalat, puasa, dan membaca Al Qur`an dan dihadiahkannya, artinya pahalanya diperuntukkannya bagi mayat muslim, maka amal itu didahului oleh niat yang segera disertai dengan perbuatan.”

Komentar

17 tanggapan untuk “PAHAM WAHABI”

  1. […] Dalam kitab Ar-ruh hal 153-186 Ibnul Qayyim membenarkan sampainya pahala kepada orang yang telah meninggal. Bahkan tak tangung-tanggung Ibnul Qayyim menerangkan secara panjang lebar sebanyak 33 halaman tentang hal tersebut. Untuk ringkasannya bisa Anda lihat dalam tulisan PAHAM WAHHABI. […]

  2. Avatar Abu Hafizh Albatui
    Abu Hafizh Albatui

    Orang yang tidak berilmu membahayakan umat karena dia TELAH SESAT dan akan MENYESATKAN ORANG
    semoga Allah memberikan kepada kita hidayah dan Taufiq-Nya.
    BERILMU SEBELUM BERKATA DAN BERBUAT
    Disini adalah Ilmu SYAR’I yang berdasarkan pada AL-QUR’AN WA SUNNAH ALA FAHMI SALAFUL UMMAH bukan berdasarkan Kyai fulan, Syaikh Fulan, Ust Fulan, Habib Fulan, etc
    Atau terkadang dengan menyebut menurut saya, menurut pendapat saya, menurut mimpi sya, menurut roqyu saya, etc.

    Benar, artikel diatas berdasarkan AL-QUR’AN WA SUNNAH ALA FAHMI SALAFUL UMMAH

    SAYA INI SIAPA ?
    SUDAH PAHAM AL-QUR’AN ?
    SUDAH PAHAM HADITS ?
    SEJAUH MANA SIH PEMAHAMAN KITA TENTANG DIEN HAL INI ?
    SEBERAPA BANYAK SIH AL-QUR’AN YANG SUDAH KITA HAFAL DAN DI PAHAMI MAKNANYA ? LALU KITA AMALKAN ?
    SEBERAPANYA BANYAK SIH HADITS SHOHIH YANG KITA HAFALKAN DAN SUDAH KITA AMALKAN ?

    Nah, karena kita ga hafal hadits dll, maka kita perlu bermadzhab.

    Yang akhi mari kita kembali ke jalan yang benar yakni jalannya Rosululloh dan para sahabatnya serta diikuti para Para Tabi’in dan Tabiut Tabiin.
    Janganlah kita mengada-ada dalam agama ini / berbuat BID”AH.
    Apa memang masih kurang apa yang telah di contohkan oelh Rosululloh dan dipraktikkan/diamalkan oleh para sahabat ?

    Apa yang kita perbuat memang telah dicontohkan oleh Rasul dan shahabat serta tabi’in dan tabi’it tabi’in

    LAU KAANA KHOIRON LASABAKUNA ILAIHI.
    SEANDAINYA PERBUATAN ITU BAIK TENTULAH PARA SAHABAT TELAH MENDAHULUI KITA DALAM MENGAMALKANNYA ….

    Apakah melepas alas kaki di luar Masjid itu menurut Anda adalah perbuatan yang khair?

    Wallohu Ta’ala A’lamu bishoshowab

    Wassalam

  3. Avatar habsa
    habsa

    kok memahami hadits nggakk pake akal sih. ijtihadmu terlalu dangkal, sehingga km tak bisa menerima pesan universal sebuah agama. belajar filsafat itu perlu

    Hati-hati dengan kata ijtihad. Ijtihad memang hanya boleh bagi para mujtahid. Dan untuk itu diperlukan syarat-syarat. Bagi mereka yang tidak memiliki kualitas mujtahid, lebih baik bermadzhab. Bahkan para hujjatul Islam, para hafizh, para Imam, mereka pun banyak yang memilih untuk bermadzhab kepada 4 Imam (Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Syafi’i, dan Imam Hanafi). Orang awam yang sok2an berijtihad dan menolak untuk bermadzhab hanyalah orang yang lemah aqal dan mengikuti hawa nafsunya. Kita belum pantas untuk berijtihad. Saya memang mengikuti seorang Imam. Tetapi Imam yang saya ikuti itu adalah Imam yang mengikuti Rasulullah SAW.

    1. Avatar Hasanudin

      ane stuju dengan pendapat ente, bahwa kita tidak boleh main-main dengan ijtihad. Kalau setiap orang boleh berijtihad, maka rusaklah tatanan hukum yang telah dibangun oleh Rasulullah nabi agung kita, jalan aman ya kita mesti ikut sama ulama-ulama yang jelas keilmuannya. yang terpenting bagi kita adalah mengetahui sumber hukumnya. Dengan berpegang pada salah satu dr 4 madzhab ASWAJA sudah cukup bagi kita untuk berislam dengan sebanarnya tanpa perlu ada keraguan.

  4. Avatar eddy
    eddy

    Bismillah,

    “Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan (tali) agama Allah, dan janganlah kalian bercerai barai.”(Ali-Imran : 103)

    “Dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”(Ar-Rum : 31-32)

    “Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kalian semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhan kalian, maka bertaqwalah kepada-Ku.”(Al-Mu’minun : 52)

    ‘Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokan)lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. seburuk buruk panggilan ialah (panggilan) yangburuk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah Mati? Maka tetulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang. Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah oarang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal.”(QS. Al-Hujurat : 11-13)

    “Dari Abu Ruqayyah, Tamim Ad Dari radliyallahu ‘anhu, bahwasanya nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda: “Dien (Ajaran Islam) itu adalah nasehat, (beliau ucapkan) taga kali.” Kami (para sahabat) berkata: “Untuk siapa, Ya Rasulullah?” Kata beliau: Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan para imam kaum Muslimin serta orang awam (rakyat)-nya.”(HR. Muslim)

    *Nasehat untuk Allah Ta’ala artinya, beriman kepada Allah, mentauhidkan-Nya dengan sifat-sifat maha sempurna dan maha mulia serta mensucikan-Nya dari semua yang berlawanan dengan kesempurnaan dan kemuliaan itu, tida mendurhakai-Nya, cinta dan benci karena Allah.
    *Nasehat untuk kitab-Nya artinya, beriman kepadanya, memuliakan, mensucikan dan membacanya dengan sebenar-benarnya.
    *Nasehat untuk Rasul-Nya, hampir mendekati pengertian nasehat untuk kitab-Nya.
    *Nasehat untuk pemimpin(imam) kaum Muslimin artinya, membantu mereka diatas al-haq, mengingatkan mereka dengan lemah lembut.
    *Nasehat untuk ‘awam Muslimin artinya, nasehat dan bimbingan bagi mereka kepada yang mengandung maslahat, dan mengajari mereka serta membela mereka dari musuh-musuh mereka.
    Wallahu ‘Alam.

  5. Avatar aiueo
    aiueo

    menurut saya wahabi itu lebay banget. alias bid’ah, saya tidak suka mengkafirkan orang islam yang belum jelas kesesatannya :em54:

  6. Avatar ahmad hasyim Al ampairawiy
    ahmad hasyim Al ampairawiy

    saya bingung dengan wahabi kaye mujtahid aje!pke acara nolak taklid segala!kita tuh orang bodoh kewajiban orang bodoh tuh taklid kepada orang pinter!contohnya kpd 4 mujtahid mutlak itu!imam haromain ja yang hafal segudang kitab masih taklid ini yang baru hafal hadist n quran pas-pasan ja dah berani berijtihad!
    hati2 ntar qta bakal dikumpulin ma imam kita diakhirat terus anda siapa?

  7. Avatar mr kucing

    Sesungguhnya semua perbedaan yang diusung oleh kelompok sempalan adalah bersumber dari perbedaan yang sangat Perinsif yaitu perbedaan I’tiqod.
    Maka semua cabang kebawahnya menjadi berbeda. Misalnya untuk kita yang sudah berikrar sengan Dua kalimat Syahadat masih dikatakan Kafir oleh kelompok sempalan. Belum lagi perinsif tentang sifat sifat tuhan, tentang Mengartikan Ayat ayat yang Mutasyabihat. Belum lagi kelompok ini yang selalu menebar kebencian kepada sesama muslim yang tidak sepaham dengan kelompoknya.

  8. Avatar hamba allah
    hamba allah

    kalo..semua sunah…belum dilaaksanakan…mengapa membual..hal hal baru……?

    Jika dzikir berjama’ah dan tawassul dengan Nabi memang dicontohkan Nabi, mengapa disebut hal baru dan bukannya sunnah? Justeru kami sedang menjalankan sunnah Nabi dan juga khalifah beliau yg diberi petunjuk. Bukankah adzan 2 kali sebelum shalat Jum’at itu hal yg baru ada pada masa khalifah Utsman? Bukankah pemush-hafan Al-Qur`an merupakan hal yang baru ada pada masa para khalifah?

  9. Avatar asy_syifaa_center

    Assalamu ;alaikum Wr. Wb.

    Yth, Habaib, Ulama, Asatidz….
    Kami sangat2 menunggu aritikel2 sebagai “ARROD ALAL WAHABIYA” jawaban atas situs2, artikel2, mp3 wahabi yg menjamur saat ini, terutama dlm format mp3, PDF, HTML, Java/symbian/Palm dll….. Kami sangat mendukung upaya2 tsb. Semoga Alloh SWT slalu merahmati & membimbing qta. Aamiiin

  10. Avatar takutjahanam
    takutjahanam

    Saya tertarik dengan kalimat pembuka diawal tulisan ini.Memang saat ini banyak pemuda dengan semangat beragama,tetapi mentah-mentah mereka menelan apa saja yg diajarkan kepada mereka.Diajak demo,ayo.Diajak bentrok,ayo.Bahayanya,apabila yg diajarkan kpd mereka adalah ajaran sesat.Ada satu dialog yg pernah saya baca,sahabat nabi bertanya,”Ya Rasul,apakah Khawarij itu?”Kawarij adalah segolongan pemuda yg belajar tentang agama,tetapi mereka tetap bodoh.Dan mereka akan mudah keluar dari agama seperti anak panah lepas dari busurnya.”Subhanallah.

  11. Avatar Hasanudin

    ya… kita semua prihatin dengan kelompok yang mengatasnamakan pembela sunnah nabi, namun pada kenyataan justru mereka berupaya menjauhkan ummat darinya, malah berupaya untuk memberangus tradisi-tradisi yang diklaim sebagai perbuatan bidah. Saya tidak habis pikir! gerangan apakah yang menghalangi mata-hati mereka sehingga tidak bisa menerima yang haq? Semoga Allah memberi petunjuk dengan membuka mata hati mereka yang tertutup glora kebencian yang tanpa dasar. Rasulullah diutus sebagai pembawa kasih sayang, dakwah tanpa kekerasan, justru kelompok yang mengklaim “nashirussunnah” bertolak belakang, gimana sih!

  12. Avatar BAGINDA
    BAGINDA

    Mendoakan bagi mayit yang muslim merupakan suunah nabawiyah tetapi melakukan kumpul kumpul atau melakukan acara acara yang tidak pernah dilakukan oleh Rasululloh dan para sahabatnya merupakan BIDAH mari bersatu atas ISLAM bukan golongan mari kita mencari ilmu kepada siapa saja yang menyerukan kepada rasul dan sahabat-sahabatnya agr kita selamat dalam beragama dan hindari fanatik berlebihan kapada Habib-habib,Ustad-ustadz dan kepada siapapun,kalau perkataan mereka benar sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah Rasulloh sesuai pemahaman para sahabat maka wajib kita ikuti akan tetapi sebaliknya kalau menyelisishi maka wajib kata tinggalkan meski yang berkata sekelas imam Syafi,i Ahmad,Hanafi ataw yang lainnya.

    Berkumpul untuk mendoakan mayyit bukanlah perkara yang haram. Karena berdoa itu boleh sendiri, boleh pula berjama’ah. Tidak ada yang melarang mendo’akan mayyit secara berjama’ah. Janganlah Anda mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah. Perkataan Imam yang mana yang menyelisihi Al-Qur`an dan Hadits? Bukannya perkataan syaikh salafy yg menyelisihi Al-Qur`n dan Hadits? Hadits membolehkan tawassul dengan Nabi, sedangkan syaikh kalian melarangnya. Sudah… tinggalkan saja syaikh2 buta itu. Jangan fantik buta kepada syaikh2 buta yg suka menebarkan syubhat.

    1. Avatar dian haryadi
      dian haryadi

      subhanalloh..betol ustad…ane dukung artikel diatas….kita harus memahami agama ni tidak boleh sembarangan kita kn udah ad para ulama’yang jelas2 kesolehannya..zuhud terhadap dunia..yang selalu djalan ALLOH DAN ROSULNYA…seperti imam yang empat..itu…mereka lah orang yang berhak beritjihad..liat imam yang empat..mereka menghafal alqur’an dari kecil 30 juz..mencari hadits rela berjalan kaki demi untuk umat islam kedepan..dan pemahaman mereka begitu luas dan bijak dalam urusan agama ini.contohnya masalah definisi BID’AH…dan mereka membagi menjadi 2..yaitu hasanah dan dholalah..dan djaman sekarang orang yang mengaku mengikuti sunnah nabi sudahkah seperti mereka-mereka imam yang empat itu..sudah tidak hafal qur’an dan hadits semena-mena mencap saudara sendiri sesat dan dcap ahli neraka..masya ALLOH sungguh pemahaman yang sangat dangkal…

  13. Avatar Krongthip Mahalakorn
    Krongthip Mahalakorn

    Assalmualaikom wrbh
    Iman Nawawi seorang Ulama besar bermazhab Shafie’e . Sheikh Abdul Qadir Jailani Wali Allah juga bermazhab apatah lagi kita yang rendah ilmunya berbanding mereka..Malangnya ada kalangan dikalangan kita yang ilmu tidak seberapa berbanding Ulama besar tadi menolak mazhab malah sanggup mengkafirkan ulama dan saudara Islam yang lain. Merka kononnya mengikut Imam muktabar yang dahulunya telah di tolak iaitu Ibnu Taimiyah.Muhammad Ibnu Wahab penyambung legasi dan fahaman Ibnu Taimiyah yang mengumpulkan pengikutnya /tentera atas dasar politik, membantu Muhammad ibnu Saud membebaskan Hijaz dari Kuasa Empayar Othman atas nasihat British.MOU termetri antara Muhammad Ibnu Saud dan Ibnu Wahab dengan menjanjikan akan memwartakan fahaman Ibnu Wahab sebagai anutan Rasmi kerajaan dan rakyat Hijaz. Bagi mencapai maksudnya kumpulan ibnu Wahab ini membunuh para Ulama Mazhab lain dan semua penentang mereka tanpa mengira siapa sehinggakan anak kecil juga dibunuh. Kumpulan ini juga selepas itu ingin memusnahkan Maqam Rasulullah dan mengeluarkan jasad Rasulullah keluar dari Masjid Nabawi. Perancangan Allah menentukan hasrat kumpulan ini gagal.Kalau barat mengatakan Islam tertegak dengan pedang adalah kerana berdasarkan kumpulan inilah. Kumpulan ini yang dipanggil Wahabbi atau juga Muhammadiah tetapi lebih terkenal dengan Wahabbi. Hijaz kemaudiannya di namakan Saudi Arabia mengadaptasi nama keluarga Saud. Kalau kita melihat sejarah Saudi Arabia maka akan ketahuilah kita betapa pendiri fahaman Ibnu Wahab ini terlalu sangat zalim melebihi kezaliman Yahudi.
    Kumpulan atau pengikut kumpulan inilah yang sekarang ini betah menimbulkan huru hara dalam fahaman agama, terutama aqidah. Mereka ini Mujassimah dan Musybbihah.
    Sewenang wenang mentakfirkan orang lain, secara semborono menghukum bidaah atas amalan yang mereka tidak setuju. Mererka menolak tassauf dan berfahaman zahiriyyah. Usah berbangga kalau mengaji di Madinah atau di Mekah tetapi berfahaman Wahabbi.
    Oleh itu ana berseru pada diri ini dan saudara yang bersyahadah marilah kita kuatkan iman dan melengkapi diri dengan Ilmu Islam, Usuluddin, Tassauf dan Fiqh semoga kesinambungan Sunnah tidak terputus untuk anak cucu kita dihari depan.

  14. Avatar gunung
    gunung

    faham wahabbi suka mengkafirkan orng di luar faham mereka…trus kita juga mengkafirkan faham wahbbi juga……jadi yang bener itu yang mana?

    Kami Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak mengkafirkan ahlul qiblah

    1. Avatar ahmadsyahid
      ahmadsyahid

      @. gunung yang benar tentu yang mengikuti Rosulallah SAW sahabat tabi`in dan atba` tabi`in , atau disingkat Salaf as-shalih.

      adakah salaf as-shalih mengkafirkan muslimin yang bertawassul…..?
      adakah salaf as-shalih membagi Tauhid seperti yang dilakukan wahabi…?
      adakah salaf as-shalih mengharamkan takwil….?
      dan lain lain perbedaan antara salaf as-shalih dengan wahabi.

Tinggalkan Balasan ke BAGINDA Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *