Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. [Kejadian 16:7]
Orang Kristen percaya bahwa yang menjumpai Hajar, isteri Nabi Ibrahim as, adalah Tuhan. Maka mereka menulis kata ‘malaikat’ dengan mengkapitalisasi huruf ‘m’ menjadi ‘Malaikat’. Dan ini mereka jadikan dalil bahwa Tuhan itu dapat dilihat manusia di dunia ini jika berbentuk malaikat. Padahal yang datang menemui Hajar itu bukanlah Tuhan, tetapi malaikat Tuhan, dengan huruf ‘m’ kecil. Kapitalisasi adalah berdasarkan asumsi bahwa yang dilihat Hajar itu adalah Tuhan. Mengapa mereka berasumsi bahwa yang dilihat itu adalah Tuhan? Sebab dalam Kej. 16:13 ditulis: Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?”Tetapi dalam Terjemahan Lama ayat itu ditulis: Maka dipanggil Hagar akan nama Tuhan yang telah berfirman kepadanya itu: Allah Penilik; karena kata Hagar: Sungguhkah aku melihat Tuhan di sini, yang telah menilik akan daku?Ayat ini tidak bisa dijadikan dasar trinitas begitu saja. Sebab kita juga harus mempertimbangkan hal-hal lain.
1. Yang menemui Hajar adalah malaikat Tuhan yang menyampaikan firman Tuhan. Maka Hajar tidak peduli kepada yang menyampaikan firman itu. Tetapi dia ‘memandang’ kepada Tuhan yang telah berfirman kepadanya melalui malaikat-Nya.
2. Melihat Tuhan di dunia tidak bisa diartikan secara harfiah begitu saja. Ketika Anda melihat rumah ibadah yang sedang dibangun oleh para tukang bangunan, lalu Anda berkata, “Tuhan sedang membangun rumah-Nya.†Apakah ini berarti bahwa para tukang bangunan itu adalah Tuhan? Apakah Tuhan memang membutuhkan rumah untuk tinggal? Tentu saja tidak. Tetapi Anda yakin bahwa Tuhan telah membangun bait-Nya melalui para tukang bangunan, dimana dalam bait itulah kelak Tuhan diagungkan. Ketika Anda melihat suatu keajaiban alam, misalnya ketika Anda melihat ada seorang dokter telah berhasil menyembuhkan orang yang sakit kanker kronis. Lalu Anda berkata, “Aku telah melihat Tuhan.†Apakah dokter itu adalah Tuhan? Tidak yang Anda lihat di sini bukanlah Tuhan, tetapi Anda telah ‘melihat’ Kekuasaan Tuhan.
3. Tuhan tidak mungkin dilihat di dunia ini dalam pengertian umum. Sebab alam dunia ini memang diciptakan Tuhan dalam keadaan fana. Mana mungkin dunia yang fana ini dapat menampung Dia Yang Kekal.
Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini. [1 Raj. 8:27]
Maka jelaslah bahwa Tuhan tidak mungkin dpat ditampung dunia, baik berupa malaikat ataupun berupa anak manusia.
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? [Bilangan 23:19]
Tinggalkan Balasan