Yatim Yang Agung

Dia manusia
Tetapi tak seperti manusia
Sebagaimana intan berlian adalah batu
Tetapi tak seperti batu Dia dilahirkan
Tetapi dari dia semua diciptakan Dia berjalan
Tetapi bumi merasa malu
Kala disentuh oleh kakinya yang mulia Dia begitu bercahaya
Sehingga bulan malu untuk bersinar
Pohon-pohon merunduk
Seakan malu berdiri lebih tinggi
Dihadapan sang makhluq agung

Batu pun berharap dapat menemani
Rembulan turun untuk bersalam atasnya Lahirnya membawa rahmah
Cahyanya memadamkan api biara majusi
Tumbanglah berhala kesyirikan
Tibalah masanya petunjuk Tuhan

Mengingatnya adalah ketenangan
Hadirnya adalah aman
Mensyukurinya adalah kewajiban

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *