BAGIAN-BAGIAN AL-QUR`AN

Menurut sudut pandang kami, Al-Qur`an sebagai player guide dibagi dalam 3 bagian, yaitu pembukaan, perincian, dan kesimpulan. Surah Al-Fatihah sebagai pembukaan berisi penjelasan global tentang The Big Game (lihat Gambaran Kehidupan). Surah-surah lain berisi perincian tentang game dan cara memainkannya. Kemudian Surah Al-‘Ashr sebagai kesimpulan berisi kunci-kunci sukses memainkan game kehidupan. Surah Al-‘Ashr merupakan ikhtisar dari The Rules of Game yang merupakan tujuan dari diturunkannya Al-Qur`an sebagai player guide. Dengan menjalankan The Rules of Game yang telah diringkas dalam surah Al-‘Ashr, manusia akan terhindar dari kegagalan dan berhasil meraih kebahagiaan (al falah). Itulah tujuan Allah menurunkan Al-Qur`an; agar manusia mendapat panduan untuk menjadi pemenang (muflihun).

Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung/menang. (QS. Al-Baqarah: 1-5)

AL-‘ASHR: KUNCI SUKSES

Al-Qur`an sebagai Kalamullah merupakan petunjuk bagi manusia untuk meraih kebahagiaan. Dan RasulNya sebagai pemandu merupakan penuntun bagi manusia untuk menerapkan Al-Qur`an. Allah bermaksud untuk menyelamatkan manusia dengan menurunkan Al-Qur`an. Al-Qur`an menjelaskan bagaimana haqiqat kehidupan ini dan cara meraih kebahagiaan dalam menjalani kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Dan ikhtisar dari cara meraih kebahagiaan itu terdapat pada surah Al-‘Ashr.

Al-Ashr menyebutkan dua sumber daya manajemen terpenting, yaitu waktu dan manusia. Kemudian Al-Ashr menyebutkan kunci sukses, yaitu:

1. Tazkiyah, membersihkan diri dari segala hal yang merugikan, membersihkan diri dari paham dan aqidah yang bathil, membersihkan diri dari penyembahan kepada ilah palsu, membersihkan diri dari metode bathil.

2. Iman, meyaqini segala yang ghaib. Hal yang ghaib itu antara lain: Allah, akhirat, surga, cita-cita, impian. Kita harus meyaqini akan wujudnya segala yang ghaib itu. Dan kita juga harus yaqin bahwa ketika kita melakukan kesalahan, maka hal ghaib yang lain juga bisa menimpa kita. Termasuk hal yang ghaib juga adalah semangat, rencana, tekad, niat, dan ketulusan.

3. Amal shalih, langkah nyata yang baik dan benar. Setelah kita yaqin kepada yang ghaib. Kita harus berusaha mengaktualisasi segala rencana yang telah kita buat untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan kita. Dan sebagai seorang hamba, tentu tujuan utama kita adalah bertemu dengan Allah yang telah menciptakan kita.

4. Nasihat. Menasihati, mengingatkan, menyemangati, baik terhadap diri sendiri mau pun orang lain. Seperti halnya baterai handphone, semangat kita juga perlu diisi ulang. Kita juga perlu mengingat kembali tujuan hidup kita. Kita juga perlu mengingat segala konsekuensi dari perbuatan kita.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S. Al-‘Ashr)