MEMBACA AL-QUR`AN

Sesungguhnya ummat Islam memiliki sesuatu yang istimewa yang tidak dimiliki oleh ummat lain. Itulah Al-Qur`an. Di dalam Al-Qur`an itu terdapat segala petunjuk yang benar dan lurus, ilmu yang dahsyat, kejadian dan peristiwa. Al-Qur`an memuat alam semesta yang dipadatkan. Al-Qur`an adalah intisari. Al-Qur`an itu seperti benih; darinya tumbuh segala macam ilmu.

Cukuplah sekiranya seseorang menanam benih ini di dalam hatinya, menyiram dan merawatnya sehingga tumbuh segala macam ilmu pada dirinya. Tetapi Al-Qur`an bukanlah bacaan sembarangan. Ia lebih canggih dibandingkan buku rahasia agen CIA. Untuk bisa menggali ilmu dari Al-Qur`an, kita harus tahu dulu sandi/kode bahasa Al-Qur`an. Tidak akan dapat mengambil manfaat dari Al-Qur`an kecuali orang yang mensucikan hatinya, terutama suci dari prasangka buruk. Dan –sekali lagi– kita harus membaca bersama Allah dengan penuh penyerahan diri. Untuk bisa hidup bersama Allah, tentu kita harus mengikut kepada Rasulullah SAW (Ali Imran: 31). Berkata Sahal bin Abdullah, “Tanda mencintai Allah adalah cinta Al-Qur`an. Tanda mencintai Al-Qur`an adalah cinta Nabi. Tanda mencintai Nabi adalah cinta Sunnah. Tanda mencintai Sunnah adalah mencintai akhirat. Tanda mencintai akhirat adalah menjauhi nafsu. Tanda menjauhi nafsu adalah menjauhi dunia. Tanda menjauhi dunia adalah tidak mengambilnya kecuali sekedarnya saja.”

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Ali Imran: 31)

Dalam Al-Qur`an, Allah menceritakan tentang Nabi Sulaiman yang bertanya kepada para ningrat, “Siapa di antara kalian yang dapat mendatangkan singgasana Ratu Balqis kepadaku?” Jin Ifrit yang telah menimba ilmu dari alam dan melatih diri berkata, “Hamba dapat mendatangkannya sebelum baginda berdiri dari singgasana bahinda.” Kemudian seorang alim yang telah menimba ilmu dari Kitabullah pun berkata, “Hamba dapat mendatangkannya sebelum mata baginda berkedip.”

Ternyata ilmu yang bersandar hanya pada penelitian kepada alam tidak dapat mencapai kesimpulan puncak dari ilmu tersebut. Kesimpulan puncak hanya dapat dijelaskan oleh Sang Pencipta alam itu sendiri. Maka, ketika kita telah memiliki, membaca, dan mengkaji Al-Qur`an dengan benar, itulah ilmu yang paling tepat yang mengalahkan dan mengungguli segala ilmu. Tidak pantas bagi seorang muslim untuk beranggapan bahwa ada kitab yang lebih dahsyat daripada Al-Qur`an.

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At-Taubah: 33)