Apakah Shirothol Mustaqim Itu Ada?

(Isa berkata:)”Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. (Ali Imran: 51)

Jembatan di atas neraka itu memang ada. Dia akan dilalui oleh setiap jin dan manusia. Bagi mereka yang beriman dan beramal shalih, akan Allah selamatkan hingga berhasil menyebrangi neraka dan masuk ke dalam surga. Namun bagi mereka yang kafir atau pun durhaka, maka akan tersambar pengait dari api yang menarik mereka ke dalam api neraka. Allah berfirman dalam Al-Qur`an:

Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (QS. Maryam: 71-72)

Namun titian ‘Shirothol Mustaqim’ bukanlah jembatan sembarangan. Jembatan itu dibangun oleh masing-masing jin dan manusia. Benar! Kitalah yang membangun sendiri jembatan yang akan kita lalui. Keselamatan seseorang di akhirat kelak juga tergantung pada bagaimana ia membangun ‘Shirothol Mustaqim’ (tentunya tidak terlepas dari Kasih-Sayang Allah juga, tetapi saya tidak sedang membahas hal itu di sini). Jika ia membangunnya dengan kokoh dan lebar, maka ia akan sangat mudah melaluinya. Namun jika ia membangun titian yang sangat rapuh dan kecil, lalu bagaimana ia akan menyeberanginya dengan selamat?

Dalam beberapa ayat Al-Qur`an dijelaskan bahwa ‘Shirothol Mustaqim’ yang kokoh itu dapat kita bangun dengan mengakui Allah sebagai satu-satunya Ilah dan Rabb, kemudian kita menyembah-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun. Semakin murni pengakuan kita, dan semakin bagus penyembahan kita kepada Allah, maka akan semakin kokoh pula jembatan yang akan kita lalui kelak.

Maka sesungguhnya, membangun dan berjalan di atas ‘Shirothol Mustaqim’ itu sedang kita lakukan saat ini. Siapa yang beriman dan beramal shalih, maka dia tengah berjalan di jembatan yang kokoh dan lebar. Namun, siapa yang kafir atau meninggalkan perintah Allah dan tidak bertaubat hingga akhir hayatnya, maka ia tengah membangun dan berjalan di jembatan yang rapuh dan kecil, bagaikan sehelai rambut yang dibelah tujuh.

Marilah kita kembali kepada Allah. Marilah kita mengesakan-Nya dan beribadah kepada-Nya. Sungguh tidak ada yang pantas disembah, kecuali Allah. Laa ilaaha illallaah.

Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al-Kahfi: 110)

Komentar

Satu tanggapan untuk “Apakah Shirothol Mustaqim Itu Ada?”

  1. Avatar Kusmardiyanto
    Kusmardiyanto

    Setahu saya jembatan itu namanya adalah ash-shiroth, bukan ash-shirothol-mustaqim. Adapun ash-shirothol-mustaqim adalah jalan yang mesti ditempuh oleh seluruh manusia dan jin ketika hidup di dunia, dan prinsip dasar dari pada jalan itu adalah ” engkau mengabdi kepada Alloh saja dan engkau tidak mensekutukan Dia dengan sesuatu apapun dalam pengabdian “, hal ini yang merupakan konsekuensi dari kalimat ” la ilaha illalloh “. Mengabdi kepada Alloh itu artinya engkau melaksanakan apa yang diperintahkan Alloh dan menjauhi larangan-Nya karena Alloh semata. Untuk mengetahui apa yang diperintahkan Alloh dan apa yang dilarang-Nya kita mesti merujuk kepada wahyu Alloh yang diturunkan kepada para utusan-Nya. Mustahil kita tahu apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang Alloh tanpa melalui wahyu. Dan wahyu yang terakhir turun adalah Al-Qur’an. :em50:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *