Cara Tidur Rasulullah

Al-Bara’ bin ‘Azib ra. berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW bila berbaring di tempat tidurnya, beliau letakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, seraya berdoa: Robbi qinii ‘adzaabaka yawma tab’atsu ‘ibaadaka (Ya Robbi, peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu).” [HR. At-Tarmidzi]

Hudzaifah ra. berkata: “Bila Rasulullah SAW berbaring di tempat tidurnya, maka beliau berdoa: Alloohumma bismika amuutu wa ahyaa (Ya Allah, dengan Asma-Mu aku mat dan aku hidup). Dan jika bangun dari tidurnya beliau berdoa: Alhamdu lillaahil-lladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin-nusyuur (Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan daku kembali setelah mematikan daku, dan kepada-Nya tempat kembali).” [HR. At-Tarmidzi]

Aisyah ra. berkata: “Bila Rasulullah SAW berbaring di tempat tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali.” [HR. At-Tarmidzi]

Komentar

4 tanggapan untuk “Cara Tidur Rasulullah”

  1. Avatar haryani
    haryani

    alham…gue ketemu website

  2. Avatar rusd
    rusd

    mau tanya nih tidur rasulullah berbaring kekanan, berari rusuk kanan atau tangan kanan dibawah, apakah harus menghadap kekiblat?

    Beliau tidur menghadap kiblat, mirip posisi mayit di liang lahad.

  3. Avatar panji arief akbar
    panji arief akbar

    mau tanya
    kalau kita dizalimi seseorang dengan diambil barang milik kita, itu kan disebut pencurian
    tetapi sy pernah dengar kalau kita tidak mengikhlaskan tidak mendapat pahala, tetapi si pencuri ttp mendapat dosa
    yang mw saya tanyakan: kalau kita mengikhlaskan kn kita mendapat pahala, tapi apakah si pencuri itu tidak berdosa?
    landasan sy karena si pencuri mengambil barang yg telah diikhlaskan
    bagaimana menurut antum?
    mohon bantuannya

    Jika antum mengikhlashkan, maka barang tersebut menjadi halal baginya. Artinya antum memberinya sedekah. Masalah dia menggunakan barang tersebut untuk apa, itu soal lain. Tidak ada sangkut pautnya dengan antum. Antum mendapat dua kebaikan, karena mengikhlashkan dan karena bersedekah. Akan lebih banyak lagi kebaikan antum kalau antum juga mendoakan dia agar bertaubat.

    Jika dia kemudian mengembalikan barang tsb, maka beritahu dia bahwa antum telah mengikhlashkan baginya. Jika dia tahu dan tetap memberikan kepada antum, maka itu haq antum. Jika antum mau, antum bisa mensedekahkannya kepada orang lain yg benar-benar membutuhkan. Wallahu a’lam

  4. Avatar sutrisno
    sutrisno

    terima kasih penjelasan tentang cara tidur rosul

Tinggalkan Balasan ke sutrisno Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *